Neuer Ingin Antar Muenchen ke Final Liga Champions

Kabar gembira bagi para penggemar Bayern Muenchen. Salah satu pemain penting di tim tersebut yakni Manuel Neuer baru saja memperbaharui kontraknya hingga 2023 nanti. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu pun menaruh harapan tinggi pada tim tersebut.

Salah satu target yang ingin dicapai kiper tim nasional Jerman itu adalah mengantar Die Roten menuju partai final Liga Champions Eropa. Apalagi final even akbar antarklub di Eropa itu akan digelar di kandang sendiri pada 2022 nanti.

Sebagai kapten tim, Neuer sangat yakin dengan masa depan tim tersebut. Ia pun bersemangat untuk bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk meraih prestasi demi prestasi.

“Sudah pasti, kami memiliki target untuk dicapai pada musim ini. Kami punya tim yang bagus untuk beberapa tahun ke depan dan sangat menyenangkan bekerja untuk Bayern, juga sebagai kapten. Ini juga tugasku dan aku ingin melanjutkannya sampai 2023,” beber Neuer.

Lebih lanjut Neuer mengatakan pihaknya sangat berambisi untuk memenangi setiap peluang untuk meraih gelar. Musim ini Muenchen masih berpeluang meraih tiga gelar masing-masing dari Bundesliga Jerman, DFB Pokal dan Liga Champions Eropa.

Di Bundesliga, FC Hollywood sementara ini berada di urutan teratas, unggul atas Borussia Dortmund di urutan kedua. Dari ajang DFB Pokal, Muenchen selangkah lagi menuju final. Sementara itu di ajang Liga Champions Eropa muenchen masih dalam tren positif setelah mencatatkan kemenangan telak 3-0 atas Chelsea di leg pertama babak perempat final.

“Anda memulai setiap musim dari awal sudah pasti ingin memenangi semua kompetisi. Ada kejuaraan untuk dimenangi di musim ini dan kami masih bertahan di setiap kompetisi,” lanjutnya.

Kiper senior itu pun mengomentari lebih lanjut terkait perhelatan Liga Champions Eropa pada 2022 mendatang. Partai final yang akan digelar di kandang sendiri di Stadion Allianz Arena memantiknya untuk terus berjuang maksimal bersama tim tersebut.

Neuer bertekad untuk mengantar timnya bisa lolos hingga ke partai final sehingga bisa tampil di hadapan publik sendiri untuk meraih trofi Si Kuping Besar itu. Apalagi ini menjadi momen penebusan atas kegagalan di fase serupa pada 10 tahun lalu. Saat itu Muenchen dipermalukan Chelsea.

“Salah satu target besar kami untuk beberapa tahun ke depan sudah pasti memiliki kesempatan untuk bermain di final Liga Champions di kandang sendiri seperti yang kami lakukan di 2012,” sambungnya.

Neuer menegaskan bermain di final di kandang sendiri adalah impian setiap pemain. Neuer tidak ingin kembali mengecewakan para penggemarnya. Tampil di final di markas sendiri dan menjadi juara adalah target tertinggi.

“Pada 2022 akan ada final Eropa lagi di Munich, yang menjadi dorongan besar bagiku dan seluruh tim. Akan menjadi mimpi bagi kami semua untuk bisa mencapai final di kandang sendiri,” pungkasnya.

Liga Jerman Tanpa Penonton, Enrique: Itu Jelek Sekali

Saat ini Bundesliga Jerman menjadi satu-satnya kompetisi di Eropa yang sudah kembali menggulirkan kompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun situasi tidak seperti biasanya.

Bundesliga berlangsung tanpa kehadiran penonton. Laga-laga digelar secara tertutup. Ternyata situasi ini mendapatkan banyak komentar. Salah satunya datang dari mantan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique.

Menurut pria asal Spanyol itu situasi tersebut sungguh tidak ideal. Bahkan ia mengatakan hal seperti itu terlihat sangat buruk. Ia mengatakan hal ini berangkat dari kenyataan bahwa pertandingan sepak bola selalu penuh warna dan situasi serta atmosfer di luar lapangan yang begitu luar biasa.

“Sepakbola seperti itu jelek sekali,” beber Enrique.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya sempat menonton Bundesliga yang digelar secara tertutup. Menurutnya laga yang berlangsung secara tertutup itu kehilangan banyak momen menarik.

“Saya menonton Liga Jerman dan itu menyedihkan. Kamu bisa mendengar hinaan-hinaan dalam lapangan dan kamu kehilangan keintiman dengan momen-momen luar biasa.”

Sosok yang pernah menangani Barcelona ini pun menganalogikan situasi tersebut dengan aktivitas berdansa. Alih-alih berdansa dengan pasangan, menurutnya dalam situasi seperti ini jauh lebih buruk dan menyedihkan ketimbang seorang pria yang berdansa dengan saudari perempuannya.

“Situasinya lebih menyedihkan dibandingkan berdansa dengan saudara perempuanmu,” tegasnya.

Namun demikian Enrique mengatakan situasi seperti ini tidak bisa dipaksakan untuk menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Menurutnya ini merupakan pilihan terbaik di tengah situasi yang belum benar-benar kondusif.

Meski digelar secara tertutup, laga-laga tersebut tetap memiliki makna dan arti tersendiri. Salah satunya memberikan hiburan kepada masyarakat yang sedang diliputi kecemasan dan ketakutan.

“Ini adalah bisnis global yang menghasilkan banyak uang. Sekalipun kondisinya berbeda dibandingkan saat ada penonton, hal ini bisa membantu kita semua menghabiskan waktu di masa karantina ini dan melalui momen-momen sulit ini,” tegasnya.

Berbeda dengan Bundesliga Jerman, sejumlah kompetisi di benua Eropa masih menunggu jadwal terbaru. Liga Primer Inggris dan Serie A Italia diperkirakan akan segera bergulir, paling lambat pada bulan Juni.

Saat ini tim-tim peserta sudah mulai berlatih, tidak hanya secara individu tetapi berkelompok. Namun demikian ada aturan dan protokol yang harus ditaati secara ketat. Meski digelar secara berkelompok jumlah pemain yang berada dalam suatu lapangan tetap dibatasi jumlahnya.

Meski begitu tidak semua pemain antusias dengan kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Pemain depan Manchester City, Sergio Aguero dan Raheem Sterling, adalah beberapa dari antara pemain yang masih mencemaskan situasi yang ada saat ini.

Pelatih Liverpool Tidak Ingin Buru-buru Latihan

Tim-tim Liga Primer Inggris mulai berlatih secara berkelompok. Setelah sebelumnya latihan hanya diizinkan digelar secara individu dan terbatas, kini otoritas setempat mulai memberikan kelonggaran.

Situasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Bila Pemain Ini Pergi, Arsenal Bakal Kehilangan Pemain Besar

Lukas Podolski angkat bicara mengenai berbagai spekulasi terkait Pierre-Emerick Aubameyang. Striker Arsenal itu dikabarkan akan dilepas pada bursa transfer ini. Sebagai mantan pemain Arsenal, Podolski mengatakan melepas pemain berdarah Afrika itu akan menjadi sebuah kehilangan bagi The Gunners.

“Menurut saya Anda kehilangan pemain besar, dia melewati musim yang luar biasa dengan catatan gol bagus, tapi Anda bisa menghasilkan uang dari seorang pemain, menjualnya dan bisa berinvestasi untuk pemain baru. Untuk pemain seperti saya atau Aubameyang, ketika klub besar memanggil, Anda selalu ingin punya mimpi seperti ini,” beber Podolski.

Menurut mantan pemain tim nasional Jerman itu, bila melepaskan Aubameyang maka akan menjadi sebuah kerugian bagi Arsenal. Pasalnya pemain tersebut sedang berada dalam performa terbaik dan banyak klub tertarik untuk mendatangkannya.

“Ketika Anda menjalani musim luar biasa seperti dia, banyak klub tertarik,” beber Podolski.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap pemain bintang tentu memilik impian untuk tampil di berbagai klub top di Eropa baik di Inggris, Spanyol, maupun Italia.

“Saat seorang pemain punya keinginan untuk bermain untuk klub besar atau bermimpi main di Italia atau Spanyol, atau seperti Aubameyang dan kaitannya dengan Real Madrid…”

Podolski mengatakan tidak ada yang salah bila Aubameyang memiliki impian tersendiri. Menurutnya untuk setiap kesempatan yang datang jangan sampai ditolak. Bagi Arsenal bila sampai Aubameyang pergi maka akan menjadi sebuah kehilangan.

“Jika dia punya mimpi main untuk klub ini ketika masih muda, maka kenapa tidak? Sebagai pemain, Anda harus mengambil kesempatan main untuk klub seperti itu. Tentu saja, buat Arsenal, itu akan jadi sebuah kehilangan besar kalau mereka harus menjualnya, tapi ini bisnis sepakbola,” sambungnya.

Podolski yang pernah bermain untuk Arsenal mengatakan Aubameyang sudah melewatkan musim yang luar biasa. Tidak hanya itu ia juga sudah banyak berkontribusi bagi tim dengan gol-gol yang diciptakannya.

Namun demikian ia mengatakan menjual pemain bintang bisa menjadi sebentuk investasi. Uang hasil penjualan pemain bintang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain baru.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang mempersiapkan diri. Otoritas sepak bola setempat sudah memberikan kelonggaran kepada masing-masing tim unguk mulai menggelar latihan.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce pun beranggapan yang sama. Menurutnya, waktu tersebut terlalu cepat.

“Kami perlu waktu persiapan yang cukup untuk membuat para pemain ini mencapai kondisi yang bagus atau mereka bakalan bertumbangan seperti tumpukan kartu,” beber Bruce.

 

Messi Disebut Nyaman Main dengan Lautaro Martinez

Saat ini Lautaro Martinez terus dikaitkan dengan Barcelona. Pemain depan Inter Milan itu dikabarkan menjadi target buruan Blaugrana untuk mengisi pos di lini depan. Lautaro digadang-gadang sebagai penerus Luis Suarez yang saat ini semakin menua.

Namun demikian upaya untuk mendatangkan Lautaro tidak mudah. Inter Milan tentu tidak ingin kehilangan salah satu pemain penting mereka. Di sisi lain, bukan hal mudah bagi Lautaro untuk bermain dengan sederet bintang Barcelona. Salah satunya adalah Lionel Messi.

Namun hal terakhir ini sepertinya bukan menjadi kendala. Pasalnya Messi sendiri dikabarkan setuju bila klub memboyong Martinez. Ditambah lagi keduanya sudah pernah bermain bersama di tim nasional Argentina.

Mantan pemain timnas Spanyol, Luis Suarez pun menegaskan hal tersebut. Ia mengatakan Messi sendiri tertarik untuk bermain dengan Lautaro Martinez. Tidak hanya itu Messi juga memuji potensi pemain masa depan Argentina itu.

“Messi kenal Lautaro dengan baik karena dia bermain untuk Timnas Argentina,” beber Suarez.

Lebih lanjut Suarez mengatakan lampu hijau yang diberikan Messi mengandung banyak arti positif. Salah satunya itu menggambarkan bahwa Messi merasa nyaman dengan Lautaro sama seperti yang dialami saat ini dengan Luis Suarez.

“Jika dia bilang iya, itu berarti dia [Messi] nyaman dengan Lautaro. Sama halnya dia nyaman dengan Luis Suarez [yang berasal dari Uruguay],” sambungnya.

Suarez mengatakan dirinya memangat tidak terlalu mengetahui soal Lautaro. Ia hanya mengikuti sang pemain melalui pertandingan yang disaksikan di layar kaca. Namun nama Lautaro semakin ramai dibicarakan di berbagai media dan ruang pembicaraan.

“Saya tak tahu banyak soal Lautaro, sebab saya hanya menyaksikan beberapa pertandingan Inter. Tapi, mereka banyak membicarakannya,” bebernya lagi.

Suarez tak menampik penampilan cemerlang Lautaro di level Serie A musim lalu. Bersama Internazionale Milan, Lautaro sudah menunjukkan potensi sebagai salah satu pemain muda yang tengah bersinar. Suarez tak menampik bila banyak tim tertarik untuk mendatangkannya.

“Saya tahu dia sangat bagus di liga musim lalu. Dia juga bisa mencetak beberapa gol. Dia pemain yang sangat menarik, jika banyak tim menginginkannya,” pungkasnya.

Saat berbagai kompetisi sepak bola di Eropa tengah menghadapi kendala karena wabah Corona atau Covid-19. Sejumlah kompetisi bahkan sudah dinyatakan berakhir seperti Ligue 1 Prancis dan Eredivisie Belanda. Sementara itu Serie A dan La Liga masih menanti jadwal terbaru. Baru Bundesliga Jerman yang sudah mulai bergulir lagi.

Liverpool Akan Rayakan Gelar Juara di Stadion Kosong, Kane: Rasanya Aneh

Langkah Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin dekat. The Reds hanya butuh beberapa poin untuk mengakhiri puasa gelar yang telah dinanti selama 30 tahun.

Namun demikian saat ini situasi sedang tak menentu. Dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Sementara ini Liga Primer Inggris ditangguhkan. Bila dilanjutkan, kompetisi bakal berlangsung secara tertutup alias tanpa penonton.

Bila demikian maka Liverpool akan merayakan gelar juara tanpa kehadiran para penggemar setia. Situasi ini mengundang komentar dari penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Kane sendiri mengatakan adalah  sesuatu yang aneh bila mengangkat trofi tanpa kehadiran para penggemar.

“Situasi ini akan sulit. Liverpool pantas meraih juara liga musim ini dan mengangkat trofi tanpa kehadiran fans pasti aneh rasanya,” beber Kane.

Lebih lanjut pemain depan internasional Inggris itu mengatakan dirinya belum punya pengalaman menghadapi situasi seperti ini. Sepanjang kariernya ia belum pernah mengangkat trofi di stadion kosong. Ia pun sulit untuk membayangkan seperti apa situasi yang akan terjadi baik dengan para pemain maupun para penggemarnya.

“Seumur hidup, kami tak pernah mengalami masa-masa seperti ini jadi sulit mengetahui apa yang seharusnya dilakukan. Fans adalah bagian penting dari sepakbola,” sambungnya.

Menurutnya kehadiran penggemar sangat penting. Fans adalah bagian penting dari sebuah kompetisi. Bermain tanpa penonton jelas menjadi sesuatu yang aneh.

“Merekalah yang membuat sepakbola seperti sekarang ini, jadi rasanya pasti berbeda bermain tanpa mereka.”

Terkait bertanding tanpa penonton, Kane sudah pernah mengalaminya. Hal ini terjadi saat dirinya memperkuat tim nasional Inggris dalam suatu pertandingan internasional. Terlepas dari hal ini, menurutnya kompetisi musim ini harus diselesaikan.

“Saya sudah pernah mengalaminya (bermain tanpa penonton) saat membela Timnas Inggris dan rasanya tak sama. Tapi jika kami ingin menyelesaikan musim ini, kami harus melakukan hal itu,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin. Liverpool memimpin dengan selisih poin sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim terbentang jarak 25 poin.

Liverpool hanya butuh dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri puasa gelar selama tiga dekade.

Sementara itu Manchester City harus puas kehilangan gelar juara. Namun demikian City sudah meraih sejumlah gelar musim ini dan masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Sudah Fit, Kane Siap Hadapi Kompetisi Liga Inggris

Saat ini para pemain Liga Inggris sedang menanti informasi resmi terkait nasib kompetisi musim ini. Sebagian besar kabar berisi kemungkinan kompetisi berlanjut lagi. Tak heran sejumlah klub mulai melakukan persiapan dengan menggelar latihan dengan mengikuti protokol yang ketat.

Salah satu pemain yang sudah tak sabar berkompetisi lagi adalah Harry Kane. Striker Tottenham Hotspur itu pantas merasa tak sabar. Pasalnya Kane sudah lama bergulat dengan cedera yang membuatnya harus absen di banyak pertandingan sebelumnya.

Striker tim nasional Inggris itu menegaskan kondisi terbarunya. Ia mengatakan dirinya sudah pulih seratus persen. Ia menegaskan dirinya siap untuk tampil sejak pertandingan pertama pasca penangguhan karena wabah Corona atau Covid-19.

“Kapan pun musim berlanjut, apakah itu bulan depan, atau dua bulan, tiga bulan laga, saya harus siap untuk bermain di pertandingan pertama,” beber Kane.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya selalu berjuang dan bekerja keras untuk mencapai kondisi bugar. Bahkan sebelum masa karantina dirinya sudah berada dalam kondisi yang baik.

“Saya berusaha sebaik mungkin yang saya bisa – saya berada pada kondisi yang baik sebelum lockdown dan berusaha melakukan segalanya agar bisa kembali berlatih bersama tim ini,” pungkasnya.

Namun demikian muncul kekecewaan dari pemain Liga Inggris yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan nasib kompetisi musim ini. Sebagaimana dikatakan oleh bek West Ham United, Aaron Cresswell, para pemain tidak didengar pendapat dan pandangannya. Begitu juga, ia menilai hal yang sama untuk kepala medis FIFA.

“Saya pikir terlihat jelas bahwa opini para pemain tidak didengar, termasuk saran dari kepala medis FIFA sendiri,” ungkap Cresswell di jejaring sosial twitternya.

Pemain internasional Inggris itu menilai sejak kompetisi ditangguhkan hingga kini para pemain sama sekali belum diberikan ruang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terkait masa depan Liga Inggris di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

“Sudah 10 pekan sejak kami terakhir bermain bola dan belum ada polling untuk melihat bagaimana pendapat para pemain,” sambungnya.

Meski tidak dimintai secara resmi oleh otoritas terkait, beberapa pemain yang merumput di Liga Primer Inggris sudah menyatakan pendapatnya. Beberapa di antaranya adalah striker Manchester City, Sergio Aguero dan pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Para pemain itu berpendapat saat ini situasi belum kondusif untuk memulai lagi kompetisi. Mereka menyatakan masih ada rasa takut bila harus bermain dalam situasi seperti saat ini.

Bernardo Silva Sempat Disentil Fernandinho

Ternyata untuk menjadi pemain hebat perlu mendapat ujian dan tantangan. Hal inilah yang pernah dialami Bernardo Silva. Pemain Manchester City ini memiliki pengalaman saat dirinya mendapat sentilan dari pemain senior, Fernandinho.

Silva kembali menceritakan hal tersebut saat suatu ketika dirinya mengeluh pada Fernandinho. Patut diakui sejak didatangkan dari AS Monaco, Silva selalu mendapat menit bermain reguler. Seiring performanya yang terus meningkat, pelatih City, Pep Guardiola pun selalu memberikan kepercayaan kepadanya.

Tak heran tingginya menit bermain membuatnya kerap merasa sakit. Situasi ini coba diceritakan kepada Fernandinho. Bukan simpati yang didapat, pemain asal Portugal itu justru mendapat sentilan yang membuatnya tersentak.

“Ketika bermain setiap tiga atau empat hari sekali, dalam empat atau lima musim berturut-turut, itu semakin menyulitkan. Anda menjadi lebih lelah, memiliki sedikit masalah,” beber Bernardo.

Bermain reguler membuatnya sempat merasa sakit. Suatu kesempatan setelah latihan ia coba membagikan keluh kesahnya itu kepada pemain senior berusia 35 tahun.

“Aku ingat pernah berbicara dengan Fernandinho tentang hal ini, dan setelah latihan, aku mengeluhkan punggung dan kaki yang sakit. Dia hanya berkata, ‘Bernardo, kamu baru 25 tahun, ketika kamu seusiaku, kamu akan selalu bermain dengan rasa sakit di tiga bagian tubuh yang berbeda!’ Sejak saat itu aku berpikir ‘Oke, mari lakukan saja kalau begitu,'” kenang Silva.

Tidak hanya itu, Fernandinho juga mengatakan rasa sakit yang bakal kerap dialami bukan menjadi alasan. Para pemain harus bisa terbiasa dengan situasi seperti itu. Lebih lanjut Fernandinho mengatakan dalam situasi seperti itu para pemain hanya perlu makan dan tidur secara teratur, serta menjaga pola hidup yang baik.

“Tidak masalah jika kaki kirimu merasa sakit, di lengan kanan atau kepala, tidak masalah. Lakukan saja seperti biasa. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Anda cuma perlu makan, tidur, punya gaya hidup yang baik, lakukan saja seperti itu,” kenang Silva lagi.

Saat ini Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan. Berkembang kabar bahwa kompetisi itu akan kembali dimulai. Namun tidak sedikit pemain yang masih khawatir dengan masalah kesehatan dan keselamatan.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard menyampaikan masukan kepada para pelatih klub Liga Inggris terkait hal ini. Untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan, Lampard meminta para manajer untuk berbicara dengan para pemain.

“Bagian penting dari pekerjaan pelatih saat ini adalah memiliki empati terhadap para pemainnya,” beber Lampard.

Kagumi Ederson dan De Gea, Leno Tetap Jagokan Alisson

Siapa kiper terbaik di Liga Primer Inggris saat ini? Sejumlah nama tentu patut disebut mulai dari kiper Manchester United, David De Gea, penjaga gawang Manchester City, Ederson Moraes hingga kiper Liverpool, Alisson Becker.

Kiper Arsenal, Bernd Leno mengatakan dirinya mengagumi sosok-sosok di atas. Namun bila harus memilih kiper terbaik di Liga Inggris saat ini maka ia akan menyebut nama Alisson.

Kiper yang baru didatangkan dari Bayer Leverkusen pada 2018 silam mengatakan dirinya terus belajar dari setiap pertandingan yang dijalani. Ia juga tak lupa belajar dari kiper-kiper terbaik yang ada di Liga Inggris. Sejauh ini kiprahnya cukup gemilang dengan mencatatkan banyak penyelamatan gemilang.

“Sejujurnya saya belajar setiap kali menonton sepak bola. Saya melihat penjaga, permainan dan penyerang. Di Liga Inggris, kami memiliki penjaga gawang terbaik karena ada begitu banyak penjaga gawang berkualitas,” beber Leno.

Menurut Leno, Alisson memiliki kemampuan komplit. Selain sigap menangkap bola, menurut Leno, Alisson memiliki kaki yang sigap dan mampu beradaptasi dengan permainan tim termasuk ikut naik dalam garis pertahanan.

“Kiper terbaik di musim lalu adalah Alisson dari Liverpool. Dia bagus dengan kakinya, dalam mengantisipasi umpan silang dan ikut naik dalam garis pertahanan tinggi. Itu yang dibutuhkan Liverpool.”

Meski begitu Ederson dan De Gea juga memiliki keunggulan. Menurut Leno, Ederson juga bagu dengan kakinya. Sementara itu reflex dan reaksi De Gea patut diacungi jempol.

“Ederson juga sangat baik dengan kakinya dan De Gea memiliki reflek dan reaksi yang luar biasa,” sambungnya.

Leno yang berusia 28 tahun pun tak segan menjagokan Alisson sebagai kiper terbaik. Selain memiliki kemampuan yang lengkap, kiper internasional Brasil itu pun sudah diuji dalam berbagai pertandingan bersama Liverpool. Sejauh ini Alisson sudah membuktikan diri tidak hanya sebagai kiper terbaik di Inggris tetapi juga di dunia. Salah satu buktinya adalah ikut mengantar Liverpool menjadi juara Liga Champions Eropa.

“Bagiku jelas Alisson yang terbaik. Dia bagi dalam segala hal termasuk statistik. Dia juga telah menjalani banyak pertandingan besar bersama Liverpool,” pungkasnya.

Tidak hanya ikut mengantar Liverpool menjadi juara Eropa, Alisson juga berkontribusi mengantar Liverpool untuk mengakhiri puasa gelar Liga Primer Inggris selama 30 tahun. Liverpool hanya butuh beberapa poin lagi untuk menjadi juara liga musim ini.

Meski Ada Pemain Positif Corona, Bundesliga Tetap Jalan

Saat ini tim-tim Bundesliga sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Situasi memang belum benar-benar aman dan kondusif. Bahkan masih ada pemain yang terjangkit Corona.

Meski begitu, jadwal kelanjutan Bundesliga sudah dikeluarkan. Dan sepertinya tidak ada jalan untuk kembali ke belakangan. Sebagaimana dikatakan pihak Borussia Dortmund, bila ada yang yang positif Corona bukanlah alasan untuk memberhentikan kompetisi.

“Satu tes positif Corona bukanlah malapetaka, asalkan kami punya aturan dan rekomendasi bagaimana menangani hal tersebut,” beber Carsten Cramer.

Lebih lanjut sosok yang merupakan Managing Director Borussia Dortmund itu mengatakan saat ini pihaknya tengah menyambut positif kembali bergulirnya Bundesliga. Menurutnya bila sampai kompetisi tetap ditangguhkan maka pihaknya dan semua peserta Bundesliga akan menghadapi masalah finansial.

“Kami lega Bundesliga bisa dimulai lagi, karena kalau tidak, bukan hanya Dortmund yang akan terkena masalah (finansial), tapi keseluruhan Bundesliga juga.”

Meski kompetisi akan bergulir lagi, situasi tak sama seperti sebelumnya. Salah satu perbedaan yang terlihat jelas adalah suasana di sekitar lapangan pertandingan. Tidak ada pertandingan yang digelar secara terbuka alias dihadiri penonton.

Pertandingan tanpa penonton memang bukan sesuatu yang ideal. Namun bos Dortmund itu mengatakan dalam situasi seperti saat ini hal seperti itu merupakan pilihan terbaik. Lebih baik bermain tertutup ketimbang tidak bertanding sama sekali.

“Kami tak pernah suka bertanding tanpa penonton, tapi di masa krisis seperti ini dan tak ada alternatif lain, maka main di stadion kosong lebih baik daripada tak bermain sama sekali,” tegasnya.

Di laga pertama pasca jeda beberapa bulan, Dortmund akan langsung menghadapi laga sulit. Akhir pekan nanti mereka akan menghadapi Schalke 04. Pertandingan menghadapi musuh bebuyutan ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Signal Iduna Park.

Cramer mengatakan pertandingan ini tidak akan mendatangkan masalah bagi mereka. Pihak keamanan dan petugas kepolisian akan dikerahkan untuk memastikan tidak ada penonton yang menyusup masuk.

Selain itu saat ini pemerintah Jerman masih melarang warganya untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas berkumpul dengan lebih dari tiga orang.

“Saya tak yakin seratus persen, tapi harusnya ini bukan masalah. Akan ada petugas keamanan dan polisi di sekitar stadion. Lagipula di Jerman masih belum diperbolehkan pergi keluar dan berkumpul lebih dari tiga orang,” pungkas Cramer.