Arsenal Takluk dari Sheffield United di Pekan Sembilan Liga Inggris

Arsenal mendapat pil pahit di pekan sembilan Liga Primer Inggris. Tim berjuluk The Gunners itu tersungkur di Stadion Bramall Lane pada Senin, 21 Oktober 2019 waktu setempat atau Selasa dini hari WIB saat menghadapi tuan rumah Sheffield United. Arsenal kalah tipis, satu gol tanpa balas.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Lys Mousset di menit ke-30. Kekalahan ini cukup mengejutkan bagi para penggemar skuad Meriam London. Gagal mendapat poin dari laga tandang ini membuat tim besutan pelatih Unay Emery itu gagal menggeser Chelsea dan Leicester City di lingkaran tiga besar.

Arsenal kini mengemas total 15 poin dari sembilan pertandingan dan berada di posisi kelima. Sementara itu di urutan kedua ada Manchester City dengan tabungan total 19 poin dan berjarak enam poin dari Liverpool di urutan teratas.

Sementara itu bagi Sheffield tambahan tiga poin ini membuat perolehan poin tim tersebut menjadi 12 poin dari sembilan pertandingan. Tim promosi itu pun merangsek ke urutan kesembilan dan hanya berjarak tiga poin dari Arsenal.

Arsenal sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bol tim asal London tersebut mencapai lebih dari 65 persen. Sayangnya penguasaan bola itu tidak berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta.

Kekalahan ini pun membuat Arsenal mendapat sorotan. Salah satu kritik datang dari mantan pemain Manchester United, Patrice Evra. Evra menyoroti sisi mentalitas skuad Arsenal saat ini. Sambil memuji Sheffield yang dinilai layak menang, mantan pemain tim nasional Prancis itu menyebut tim tersebut terlihat masih seperti seorang bayi.

“Sheffield United layak dengan kemenangan itu, tapi saya tak terkejut soal Arsenal. Saya dulu memanggil mereka ‘bayi saya’ 10 tahun lalu, dan mereka masih begitu ketika saya melihat mereka dan rasanya mereka adalah ‘bayi saya’ dan itulah kebenarannya, saya tak sedang melecehkan ketika mengatakan itu,” beber Evra.

Evra yang berposisi sebagai bek menyebut Arsenal sebenarnya bermain baik. Namun kemampuan tersebut tidak dibarengi dengan mentalitas untuk menjadi tim juara.

“Mereka tampak cantik, tapi mereka tidak terlihat seperti tim juara. Mereka memainkan sepakbola yang bagus, tapi saya dulu sangat senang menghadapi mereka, karena saya tahu saya akan menang,” sambungnya.

Sementara itu pelatih Arsenal, Unay Emery mengaku timnya sebenarnya pantas meraih kemenangan. Namun peluang demi peluang yang dimiliki gagal dikonversi menjadi gol.

“Kami tidak pantas kalah dan kami mendapat banyak sepak pojok di babak pertama dan mereka mencetak satu gol. Namun yang utama, kami harus bisa lebih mengantisipasi bola-bola seperti itu,” beber mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu.

Susunan pemain Sheffield United versus Arsenal:

Sheffield United (3-5-2): 1-Dean Henderson; 6-Cris Basham, 12-John Egan, 5-Jack O’Connell; 2-George Baldock, 7-John Lundstram, 16-Oliver Norwood (9-Oliver McBurnie 86′), 4-John Fleck, 3-Enda Stevens; 17-David McGoldrick (8-Luke Freeman 78′), 22-Lys Mousset (10-Billy Sharp 55′)

Pelatih: Chris Wilder

Arsenal (4-2-3-1): 1-Bernd Leno; 21-Calum Chambers, 5-Sokratis Papastathopoulos, 31-Sead Kolasinac; 29-Matteo Guendouzi 34-Granit Xhaka (9-Alexandre Lacazette 68′); 19-Nicolas Pepe (35-Gabriel Martinelli 78′), 28-Joe Willock (8-Dani Ceballos 46′), 77-Bukayo Saka; 14-Pierre-Emerick Aubameyang

Pelatih: Unai Emery

Manchester United Hentikan Laju Kemenangan Beruntun Liverpool

Catatan apik Liverpool sejak awal musim akhirnya terhenti. Adalah Manchester United yang mengakhiri rekor manis tim berjuluk The Red tersebut. Pada pertandingan pekan kesembilan Setan Merah sukses menjinakkan Liverpool di Stadion Old Trafford pada Minggu, 20 Oktober 2019 malam WIB.

Kedua tim mengakhiri pertandingan dengan skor identik, 1-1. Satu-satunya gol United di laga itu dicetak oleh Marcus Rashford di menit ke-36. Sementara gol tunggal tim tamu dicetak oleh Adam Lallana di menit ke-85.

Hasil imbang ini mengakhiri catatan kemenangan beruntun Liverpool sejak awal musim. Di sisi lain menjaga keangkeran Old Trafford di mata Liverpool. Sebagaimana diketahui, Liverpool tak pernah menang saat bermain di kota Manchester.

Meski hanya mendapat satu poin, Liverpool tetap menguasai posisi puncak. Tim besutan Jurgen Klopp itu mengemas total 25 poin dari sembilan pertandingan. Liverpool unggul enam poin dari Manchester City di urutan kedua.

Sementara itu Manchester United kini mengemas total 10 poin dari sembilan pertandingan dan masih berada di papan bawah, tepatnya di urutan ke-13. United hanya berjarak dua poin dari Newcastle United di zona degradasi.

Sebagai tim tamu, Liverpool tidak tampil dengan kekuatan terbaik di laga ini. Salah satu amunisi di lini depan yakni Mohamed Salah tidak menemani Sadio Mane dan Roberto Firmino di lapangan pertandingan. Sebagai ganti posisi pemain internasional Mesir itu, Klopp menempatkan Divock Origi.

Para pendukung tuan rumah lebih dulu bersorak saat pertandingan memasuki menit ke-35. Berawal dari umpan silang Daniel James, Rashford melepaskan sepakan terukur dari jarak dekat yang tak bisa digagalkan kiper Liverpool, Alisson Becker. Gol ini sempat menuai kontroversi karena sempat terjadi perebutan antara Origi dan Lindelof di kotak terlarang.

Gol ini memancing para pemain Liverpool untuk tampil lebih intens. Jelang babak pertama berakhir Sadio Mane sempat mengoyak gawang David De Gea. Namun wasit Martin Atkinson menganulir gol tersebut. Manchester United pun menjaga keunggulan hingga kedua tim ke ruang ganti.

Setelah jeda, Liverpool berusaha meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah terlihat tampil lebih defensive untuk meredam serangan demi serangan dari Liverpool. Upaya tim tamu baru berbuah manis jelang bubaran.

Lima menit sebelum waktu normal berakhir Adam Lallana sukses mengkonversi umpan silang Andre Robertson untuk memaksa De Gea harus memungut bola dari dalam gawangnya. Hingga wasit meniup peluit panjang, Liverpool gagal menambah pundi-pundi gol.

Susunan pemain Manchester United versus Liverpool:

Manchester United: 1-David De Gea; 5-Harry Maguire, 2-Victor Lindelof, 38-Alex Tuanzebe; 29-Aaron Wan-Bissaka, 18-Ashley Young, 39-Scott McTominay, 17-Fred; 15-Andreas Pereira (53-William 90+3′), 21-Daniel James, 10- Marcus Rashford (9-Anthony Martial 84′)

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Liverpool: 1-Alisson Becker; 26-Andy Robertson, 4-Virgil Van Dijk, 32-Joel Matip, 66-Trent Alexander-Arnold; 5-Georginio Wijnaldum (8-Naby Keita 82′), 3-Fabinho, 14-Jordan Henderson (20- Adam Lallana 70′); 10-Sadio Mane, 9-Roberto Firmino, 27-Divock Origi (15-Alex Oxlade-Chamberlain 59′)

Pelatih: Juergen Klopp

Dele Alli Selamatkan Spurs dari Kekalahan Atas Watford

Dele Alli menjadi penyelamat Tottenhan Hotspur dari hasil minor di pekan kesembilan Liga Primer Inggris. Pada pertandingan yang berlangsung di kandang sendiri di Stadion Tottenham Hotspur pada Sabtu, 19 Oktober 2019, Spurs diimbangi tim tamu Watford.

Ali yang merupakan gelandang serang andalan Spurs mencetak gol penyama kedudukan sekaligus menghindari timnya dari kekalahan. Laga tersebut berakhir dengan skor seri, 1-1. Ali mencetak gol penyeimbang ujung pertandingan, tepatnya di menit ke-86 untuk membuat skor sama kuat setelah Abdoulaye Doucoure lebih dulu membawa tim tamu memimpin sejak menit keenam.

Spurs dan Watford menurunkan formasi terbaik di laga ini. Meski bertindak sebagai tuan rumah, Spurs justru mendapat tekanan sejak awal pertandingan. Buktinya saat pertandingan baru berjalan enam menit gawang Spurs sudah kebobolan.

Berawal dari umpan Daryl Janmaat, Doucoure sukses menggetarkan gawang tuan rumah yang dijaga Gazzaniga yang merupakan pelapis Hugo Lloris. Gol cepat ini cukup mengagetkan tuan rumah. Namun upaya untuk menyamakan kedudukan tidak berjalan mudah. Hingga paru pertama berakhir, tim tamu tetap memimpin.

Di babak kedua, pelatih Spurs, Mauricio Pochettino menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih agresif. Upaya tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan baru membuahkan hasil jelang bubaran. Dele Alli tampil sebagai penyelamat setelah aksinya berujung gol.

Hasil imbang ini tak mempengaruhi posisi kedua tim di tabel klasemen sementara. Spurs yang mengemas total 12 poin masih berada di posisi ketujuh. Sementara itu Watford yang baru mengumpulkan empat poin masih tertahan di posisi buncit.

“Setelah kekalahan dari Bayern Munich, kepercayaan diri kami memang hancur. Pada pertandingan melawan Brighton, kami kebobolan di menit-menit awal dan harus kehilangan kapten yang membuat kepercayaan diri kami semakin rendah,” beber Pochettino usai laga.

Lebih lanjut pelatih asal Argentina itu mengatakan timnya akan terus berbenah. Hasil imbang ini sedikit banyak memberikan pelajaran bagi mereka untuk menjadi lebih baik di laga-laga selanjutnya.

Susunan pemain Tottenham Hotspur versus Watford:

Totenham Hotspur (3-4-3): 22. Gazzaniga, 6. Sanchez (46′ Son Heung-Min), 4. Alderweireld, 5. Vertonghen, 24. Aurier, 8. Winks (70′ NDombele), 17. Sissoko, 3. Rose, 20. Alli (86′ Gol), 27. Moura (63′ Lamela), 10. Kane.

Pelatih: Mauricio Pochettino

Watford (5-4-1): 26. Foster, 25. Holebas, 15. Cathcart, 27. Kabasele, 2. Janmaat (71′ Kiko Femina), 4. Dawson, 8. Cleverley, 37. Pereyra (84′ Hughes), 14. Chalobah, 16. Doucoure (6′ Gol), 10. Welbeck (4′ Deulofeu).

Pelatih: Quique Sanchez Flores

Berikut hasil lengkap Liga Primer Inggris, Sabtu (19/10/2019):

Everton 2-0 West Ham United (Bernard 17’, Gylfi Sigurdsson 90’)

AFC Bournemouth 0-0 Norwich City

Aston Villa 2-1 Brighton & Hove Albion (Jack Grealish 45’, Matt Targett 90’ ; Adam Webster 21’)

Chelsea 1-0 Newcastle United (Marcos Alonso 73’)

Leicester City 2-1 Burnley (Jamie Vardy 45’, Youri Tielemans 74’ ; Chris Wood 26’)

Tottenham Hotspur 1-1 Watford (Dele Alli 86’ ; Abdoulaye Doucoure 6’)

Wolverhampton Wanderers 1-1 Southampton (Raul JImenez 61’-penalti ; Danny Ings 53’)

Ronaldo Cetak Gol, Juventus Menang Tipis Atas Bologna

Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pembeda pada pertandingan Juventus menghadapi Bologna di pekan kedelapan Serie A Italia. Pemain internasional Portugal itu mencetak satu dari dua gol kemenangan Nyonya Tua yang berlangsung di Stadion Allianz pada Sabtu, 19 Oktober 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Pertandingan kedua tim berakhir dengan skor 2-1. Ronaldo mencetak gol pembuka di menit ke-19, menyusul Miralem Pjanic di menit ke-54. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Danilo Larangeira di menit ke-26.

Kemenangan tipis ini lebih dari cukup mengamankan Juventus di posisi puncak. Bianconeri telah mengemas total 22 poin dari delapan pertandingan, unggul empat poin dari Inter Milan yang baru akan memainkan laga kedelapan hari ini.

Tampil di kandang sendiri, Juventus tampil dominan. Tuan rumah membuka keunggulan saat pertandingan memasuki menit ke-19. Gol ini tidak lepas dari kejelian Ronaldo melepaskan sepakan keras tanpa bisa digagalkan kiper tim tamu, Skorupsi.

Tertinggal satu gol tim tamu langsung meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya dipetik tak lama berselang. Tujuh menit kemudian, Bologna berhasil menyamakan kedudukan setelah sepakan keras Danilo tak mampu digagalkan kiper Juventus, Gianluigi Buffon. Skor imbang bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pertandingan menjadi semakin menarik di paruh kedua. Dari beberapa percobaan, Juventus akhirnya mampu mencetak gol di menit ke-54. Kali ini giliran Pjanic yang mencatatkan namanya di papan skor setelah sepakan kerasnya mengarah di pojok kiri gawang Bologna. Gol tersebut ternyata menjadi pembeda di laga ini.

Usai laga Pjanic mengatakan tidak mudah bagi timnya untuk memetik kemenangan di laga tersebut. Pjanic menilai tim tamu memiliki organisasi pertahanan yang rapih sehingga sulit ditembus.

“Kami tahu betul itu akan sulit setelah kami melihat pertandingan Bologna. Mereka terorganisir dan menyebabkan masalah bagi kami, tetapi saya masih berpikir kami pantas menang,” beber Pjanic.

Lebih lanjut ia mengatakan timnya seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol. Namun padatnya jadwal pertandingan membuat timnya tak mampu mengerahkan segenap kemampuan terbaik.

“Kami menciptakan banyak peluang dan seharusnya mencetak satu gol lagi untuk membuat laga lebih nyaman untuk kami. Ini sulit setelah jeda internasional, jadi kami terima poin ini,” lanjutnya.

Susunan pemain Juventus versus Bologna:

Juventus (4-3-1-2): 77-Gianluigi Buffon; 16-Juan Cuadrado, 4-Matthijs de Ligt, 19-Leonardo Bonucci, 12-Alex Sandro; 6-Sami Khedira (30-Rodrigo Bentancur 62′), 5- Miralem Pjanic, 25-Adrien Rabiot (14-Blaise Matuidi 73′); 33-Federico Bernardeschi; 7- Cristiano Ronaldo, 21-Gonzalo Higuain (10-Paulo Dybala 82′)

Pelatih: Maurizio Sarri

Bologna (4-2-3-1): 28-Lukasz Skorupski; 15-Ibrahima Mbaye, 23-Danilo Larangera, 13-Mattia Bani, 11-Ladislav Krejci; 32-Mattias Svanberg (17-Andreas Skov Olsen 80′), 16-Andrea Poli (31-Blerim Dzemaili 82′); 7-Riccardo Orsolini, 21-Roberto Soriano, 10-Nicola Sansone (9-Federico Santander 80′); 24-Rodrigo Palacio

Pelatih: Sinisa Mihajlovic