Gol Penalti Messi ke Gawang Leganes Tuai Protes

Lionel Messi ikut andil mencetak gol dalam kemenangan Barcelona atas Leganes dalam lanjutan pertandingan La Liga Spanyol pada Rabu, 17 Juni 2020 dini hari WIB. Dalam pertandingan itu Messi mencetak gol dari titik penalti di menit ke-67 sekaligus memastikan kemenangan Blaugrana dua gol tanpa balas.

Sementara itu gol pertama Barcelona dicetak oleh Ansu Fati di menit ke-42. Ternyata gol penalti Messi menuai protes. Selain datang dari kubu Leganes, protes juga datang dari mantan wasit La Liga, Juan Anduljar Oliver.

Menurut Oliver, Barcelona tidak seharusnya mendapatkan penalti. Di laga itu wasit sempat melihat Video Assistant Referee (VAR) sebelum memutuskan memberikan hadiah penalti kepada Barcelona. Sebagai eksekutor Messi sukses menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus melengkapi koleksi golnya menjadi 699.

“Itu bukan penalti,” tegas Oliver.

Lebih lanjut Oliver mengatakan dalam proses pelanggaran Messi memang sempat terlibat kontak dengan pemain Leganes. Namun Oliver mengatakan kontak intes hanya terjadi di luar kotak penalti. Saat Messi bergerak ke kotak penalti kontak yang terjadi tidak cukup untuk diganjari hadiah penalti.

“Memang ada kontak, tapi tak cukup. Ada banyak kontak fisik (kepada Messi) selama di luar kotak penalti, namun yang terjadi di dalam tak cukup (untuk memberikan hukuman penalti),” sambungnya.

Lebih lanjut Oliver mengatakan VAR tak bisa dijadikan patokan karena alat bantu itu tak mengoreksi keputusan karena memang terjadi kontak. VAR baru mengoreksi kalau tidak terjadi kontak fisik.

“VAR tak mengoreksinya karena memang ada kontak. VAR baru mengoreksi jika tak ada kontak. Buat saya, itu bukanlah penalti,” tegasnya.

Terlepas dari hal itu, kemenangan ini sangat penting bagi Barcelona untuk menambah koleksi poin. Barcelona pun berhasil memperlebar jarak dengan Real Madrid menjadi lima poin. Sementara itu Madrid baru akan bertanding kemudian.

Kini Messi semakin dekat dengan torehan 700 gol sepanjang kariernya. Ia hanya butuh satu gol lagi untuk mengukir catatan pribadi itu. Pelatih Barcelona, Queque Setien menegaskan sang pemain dalam kondisi prima sehingga sangat memungkinkan untuk mengukir catatan tersebut.

“Leo dalam kondisi yang sangat baik. Anda harus menilainya tak sekadar dari jumlah gol yang diciptakannya. Namun juga kontribusinya yang lain. Ia juga membuat assist. Hal tersebut memberi kami banyak poin,” beber Setien.

Lebih lanjut mantan pemain Real Betis itu mengatakan mencetak dua gol untuk melengkapi koleksi 700 gol bukan hal susah bagi Messi. Ia menilai Messi telah menunjukkan dirinya sebagai pemain terbaik di dunia.

 

Griezmann Masuk dalam Rencana Tukar Guling Lautaro Martinez

Keinginan Barcelona untuk mendapatkan Lautaro Martinez tampaknya bukan isapan jempol belaka. Klub La Liga Spanyol itu bahkan diisukan sudah menyiapkan berbagai scenario untuk mendapatkan tanda tangan pemain internasional Argentina.

Selain siap untuk menggelontorkan dana besar, Barcelona juga sudah menyiapkan rencana untuk menyertakan sejumlah pemain bintang dalam rencana tersebut. Salah satunya adalah memasukan Antoine Griezmann dalam skema tukar guling dengan Lautaro.

Namun demikian tidak sedikit suara minor terkait rencana tersebut. Salah satunya datang dari legenda Inter, Guiseppe Bergomi. Menurut Bergomi skema tersebut sangat merugikan Inter. Alasannya, usia Lautaro yang baru 22 tahun tak sebanding dengan Griezmann yang lebih tua. Griezmann sendiri sudah berusia 29 tahun.

“Saya mendengar tentang Griezmann, tetapi perbedaan usianya mereka terlalu menurut saya. Saya tidak akan menjual Lautaro dengan cara ditukar,” beber Bergomi.

Lebih lanjut Bergomi mengatakan bila menggunakan skema tukar guling, Inter adalah pihak yang dirugikan. Sementara itu Bergomi tidak berkeberatan bila Barcelona akhirnya harus menebus klausul Lautaro senilai 111 juta euro.

Bila Lautaro akhirnya hengkang ke Barcelona, Bergomi sudah memiliki usulan pemain pengganti. Bergomi mengatakan Timo Werner adalah sosok ideal untuk menggantikan peran Lautaro.

“Namun, jika Barca membayar 111 juta euro, idealnya Timo Werner menjadi pengganti. Dia punya keunggulan dalam menciptakan peluang dan akan jadi tandem yang hebat bagi (Romelu) Lukaku,” bebernya.

Sementara itu Juan Antonio Pizzi mengatakan Lautaro adalah pemain yang cocok bermain untuk Barcelona. Kemampuannya di lini depan disebut-sebut melebihi sejumlah pemain top Argentina seperti Sergio Aguero. Hal ini sudah Martinez tunjukkan saat bermain untuk tim nasional Argentina dan Inter Milan.

“Lautaro Martinez itu lebih dari Kun Aguero, merupakan prototipe dari jenis penyerang baru yang akan cocok dengan Barca. Dia sudah membuktikan kemampuannya dengan Argentina, dengan Racing, dan Inter,” beber Pizzi.

Lebih lanjut Pizzi menegaskan bahwa gaya bermain Martinez sangat cocok untuk Barcelona. Ia disebut-sebut sebagai sosok yang idel untuk lini serang Blaugrana. Martinez disebut-sebut sudah menunjukkan kualitasnya saat bermain untuk Inter Milan di salah satu kompetisi terberat di dunia.

“Dia tampaknya penyerang yang ideal untuk cara bermain Barcelona. Bahkan di salah satu liga terberat di dunia, di Italia, dia masih bisa bermain di level yang sangat tinggi,” tegasnya.

Agen Lautaro, Albert Yaque mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan klub manapun. Belum ada negosiasi yang terjadi terkait pemain tersebut.

Setien Sebut Messi Tak Akan Tinggalkan Barcelona

Pelatih Barcelona, Queque Setien, menyebut megabintang Lionel Messi tidak akan meninggalkan klub tersebut. Messi sempat dikabarkan tak lagi betah bersama klub yang bermarkas di Stadion Nou Camp tersebut menyusul pemecatan Ernesto Valverde dari kursi pelatih utama Blaugrana.

Menurut Setien, Messi masih akan berseragam Barcelona. Ia menegaskan pemain asal Argentina itu masih menjadi pemain penting dalam tim. Dan kehadiran Messi sangat penting bagi Barcelona baik saat berada di dalam maupun di luar lapangan.

“Dia tahu jika dirinya adalah pemain penting dan bisa menyelesaikan banyak permainan dengan caranya sendiri. Dia juga terlibat dalam perkembangan tim, baik di luar mau pun di luar lapangan,” beber Setien.

Messi walau sudah berusia kepala tiga masih tetap menunjukkan kinerja positif bersama tim. Ia menjadi sosok penting di balik kemenangan Barcelona atas Levante di pekan ke-22 La Liga Spanyol beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan yang digelar di kandang sendiri di Stadion Nou Camp pada Minggu, 2 Februari 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, Blaugrana menang dengan skor 2-1.

Sepasang gol Barcelona dibukukan oleh Ansu Fati di menit ke-30 dan 31. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Ruben Rochina di menit ke-90+2.

Kemenangan ini membuat Barcelona berhasil memperkecil jarak dari sang pemuncak klasemen sementara, Real Madrid. Selain itu bagi Fati, dua gol ini membuatnya sukses menorehkan rekor pribadi sebagai pemain termuda yang mencetak sepasang gol di pentas La Liga.

Bermain di kandang sendiri membuat Barcelona sangat percaya diri. Sejak menit pertama mereka mampu menciptakan berbagai peluang. Penguasaan bola tuan rumah pun mencapai lebih dari 60 persen.

Dominasi Barcelona itu akhirnya disempurnakan dengan sepasang gol yang dicetak dalam selang satu menit. Fati sukses memaksimalkan umpan Lionel Messi untuk membuat Barcelona unggul dua gol di babak pertama.

Tim tamu baru bisa memaksimalkan kesempatan untuk memperkecil kedudukan jelang bubaran. Rochina berhasil memperkecil jarak sebelum laga usai.

Pelatih Barcelona, Queque Setien angkat bicara usai pertandingan. Setien mengatakan dirinya senang dengan hasil tersebut. Namun demikian ada hal yang membuatnya kurang puas dengan performa timnya.

“Saya bahagia karena sesuatu hal tetapi tidak untuk hal lain. Kami bermain bagus pada paruh pertama dan menciptakan sejumlah peluang. Seharusnya kami mencetak lebih banyak gol,” beber Setien.

“Kami memberikan terlalu banyak peluang bagi Levante. Pertandingan ini seharusnya berakhir dengan skor 8-2 atau 8-3,” sambungnya.

 

 

Barcelona dan Atletico Madrid Berebut Tiket Finala Piala Super Spanyol

Barcelona dan Atletico Madrid akan saling berhadapan di babak semi final Piala Super Spanyol. Laga ini akan digelar di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi pada Jumat, 10 Januari 2020 dini hari WIB.

Pertemuan kedua tim dipastikan akan berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama berambisi untuk memenangi laga ini agar bisa melangkah ke partai final. Pemenangan di laga ini sudah ditunggu Real Madrid yang sukses menyingkirkan Valencia di babak semi final.

Selanjutnya kedua tim juga berambisi untuk menjadi juara Piala Super Spanyol. Ini akan menjadi gelar pertama bagi mereka di tahun 2020 ini.

Kedua tim tentu akan menurunkan formasi terbaik. Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde bakal menurunkan trio MSG, Messi-Suarez-Griezmann di lini serang. Jordi Alba, Samuel Umtiti, Gerard Pique, dan Sergi Roberto akan mengawal lini belakang, didukung oleh Frenkie de Jong, Sergio Busquets, dan Arturo Vidal di lini tengah.

Begitu juga Atletico. Pelatih Diego Simeone akan menurunkan amunisi terbaik mulai dari Jan Oblak di lini belakang hingga Alvaro Morata dan Joao Felix di lini serang.

Menghadapi laga ini Barcelona harus belajar dari pertandingan sebelumnya. Setelah gagal meraih kemenangan kontra Espanyol, Barcelona harus tampil lebih baik bila ingin mengalahkan Atletico.

“Kami tahu laga [melawan Espanyol] menjadi pertandingan yang sulit, tetapi kami bakal menghadapi hari-hari penting, peluang untuk memenangkan trofi. Kami harus memperbaiki penampilan saat gelaran Supercopa [Piala Super Spanyol],” ungkap Luis Suarez.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

02-12-2019 Atletico 0-1 Barcelona (La Liga)

07-04-2019 Barcelona 2-0 Atletico (La Liga)

25-11-2018 Atletico 1-1 Barcelona (La Liga)

04-03-2018 Barcelona 1-0 Atletico (La Liga)

15-10-2017 Atletico 1-1 Barcelona (La Liga).

5 Pertandingan Terakhir Barcelona:

11-12-2019 Inter 1-2 Barcelona (UCL)

14-12-2019 Sociedad 2-2 Barcelona (La Liga)

19-12-2019 Barcelona 0-0 Madrid (La Liga)

21-12-2019 Barcelona 4-1 Alaves (La Liga)

05-01-2020 Espanyol 2-2 Barcelona (La Liga).

5 Pertandingan Terakhir Atletico Madrid:

07-12-2019 Villarreal 0-0 Atletico (La Liga)

12-12-2019 Atletico 2-0 Lokomotiv Moscow (UCL)

15-12-2019 Atletico 2-0 Osasuna (La Liga)

22-12-2019 Betis 1-2 Atletico (La Liga)

05-01-2020 Atletico 2-1 Levante (La Liga).

Perkiraan Starting Line-up Barcelona versus Atletico Madrid:

Barcelona (4-3-3): Neto; Jordi Alba, Samuel Umtiti, Gerard Pique, Sergi Roberto; Frenkie de Jong, Sergio Busquets, Arturo Vidal; Antoine Griezmann, Luis Suarez, Lionel Messi.

Pelatih: Ernesto Valverde

Atletico Madrid (4-4-2): Jan Oblak; Kieran Trippier, Felipe, Jose Gimenez, Renan Lodi; Angel Correa, Saul Niguez, Thomas Partey, Koke; Alvaro Morata, Joao Felix.

Pelatih: Diego Simeone

Bungkam Dortmund, Inter Jaga Persaingan dengan Barcelona di Grup F Liga Champions

Inter Milan tampil luar biasa di matchday ketiga Liga Champions Eropa yang digelar di kandang sendiri di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu, 23 Oktober 2019 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Sebagai tuan rumah, Internazionale menang atas tamunya Borussia Dortmund. Laga itu berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Sepasang gol Inter disumbangkan oleh Lautaro Martinez di menit ke-22 dan Antonio Candreva di menit ke-89. Kemenangan ini membuat Inter Milan kini terlibat persaingan dengan Barcelona dan Dortmund di grup tersebut.

Tambahan tiga poin mendongrak posisi Inter ke urutan kedua dengan raihan total empat poin dari tiga laga. Inter unggul selisih gol dari Dortmund dan berjarak tiga poin dari Barcelona di puncak klasemen sementara.

Gol pertama Inter di laga ini terjadi berkat kejelian Lautaro Martinez untuk lolos dari jebakan offside untuk menuntaskan umpan terukur Stefan de Vrij. Dengan tenang pemain muda Argentina itu menggetarkan gawang Die Borussien yang dijaga Roman Burki.

Jelang bubaran Burki dipaksa kembali memungut bola dari dalam gawangnya. Gol ini berawal dari  umpan Marcelo Brozovic yang mampu diselesaikan dengan baik oleh Candreva.

Pelatih Inter, Antonio Conte menyebut Dortmund menghadapi timnya dengan rasa was-was. Ia mengatakan hal tersebut berangkat dari formasi yang dipakai lawan di laga ini.

“Borussia Dortmund mengubah sistem mereka menjadi lima bek, yang berarti mereka takut dengan kami dan ingin bermain dengan mengubah pendekatan mereka untuk mengopi sistem kami,” beber Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan sekalipun lawan mengubah strategi, pihaknya pun telah mengantisipasi hal tersebut. Bahkan ia menyebut mereka mampu beradaptasi dengan perubahan pola tim besutan Lucien Favre itu.

“Kami sebenarnya mempersiapkan diri untuk laga yang sangat berbeda, tapi tampil baik untuk menyesuaikan diri. Ketika Dortmund kembali ke pola 4-2-3-1 setelah jeda, kami menyesuaikan diri lagi dan mengambil control,” sambungnya.

Sebelum pertandingan, Conte mengatakan dirinya sudah menginstruksikan kepada para pemain untuk menguasai lini tengah. Hal ini penting untuk meredam agresivitas Dortmund yang dikenal berbahaya saat melakoni serangan balik.

“Kami sudah mempersiapkan diri untuk menekan mereka di area-area tertentu lapangan dan mereka mengubah sistem, jadi itu tak lagi valid. Hal terpenting yang saya beri tahu ke anak-anak adalah untuk tak kehilangan penguasaan bola di area tengah, karena di sanalah mereka bergerak maju dari serangan balik,” tegas pria asal Italia itu.

Susunan pemain Inter Milan versus Borussia Dortmund:

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 2-Diego Godin, 6-Stefan de Vrij, 37-Milan Skriniar; 87-Antonio Candreva, 5-Roberto Gagliardini, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 18-Kwadwo Asamoah (34-Biraghi 80′); 10-Lautaro Martinez, 9-Romelu Lukaku (30-Sebastiano Esposito 62′).

Pelatih: Antonio Conte

Borussia Dortmund (3-4-2-1): 1-Roman Burki; 16-Manuel Akanji (34-Jacob Larsen 74′), 33-Julian Weigl, 25-Mats Hummels; 5-Achraf Hakmi, 28-Axel Witsel, 6-Thomas Delaney (8-Mahmoud Dahoud 65′), 14-Nico Schulz; 23-Thorgan Hazard (13-Raphael Guerreiro 84′), 7-Jadon Sancho, 19-Julian Brandt.

Pelatih: Lucien Favre

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring BolaMantan pemain Barcelona, Rafael Marquez membagikan cerita unik tentang Lionel Messi muda yang frustrasi saat diminta mengumpan bola. Messi ternyata sudah menunjukkan semangat kompetitif sejak masih belia, bahkan di sesi latihan. Kini, berusia 32 tahun, Messi masih bisa menjaga permainannya di level tinggi. Tidak ada rahasia khusus, La Pulga mengaku hanya berusaha menjaga tubuhnya lebih baik dan berlatih seperti biasanya. Kalimat ‘berlatih seperti biasanya’ inilah yang ternyata tidak biasa-biasa amat. Messi selalu memberikan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan, tanpa mencoba menahan diri.

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Tidak ada yang meragukan kemampuan Messi menggiring bola. Melewati empat sampai lima pemain lawan adalah hal mudah bagi Messi, bahkan terkesan biasa saja. Uniknya, bukan hanya lawan yang harus menderita, pemain-pemain Barca pun demikian. Marquez membongkar cerita unik pada sesi latihan Barca beberapa tahun lalu, di era Pep Guardiola. Messi benar-benar merepotkan pemain-pemain Barca. “Kala itu ada pertandingan tujuh lawan tujuh dan Leo [Messi] ada dalam tim saya. Dia menggiring bola melewati satu pemain, dua, tiga, putar balik dan melewati mereka lagi dengan mudah,” kata Marquez kepada Fox Sports. “Dia tidak mau melepaskan bola barang sedetik. Sampai satu momen saat saya meneriaki dia: ‘Leo, lepaskan bola itu!’.

Tak disangka, Messi ternyata marah besar begitu mendengar teriakan Marquez. Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Messi saat sedang asyik menggiring bola. Akibatnya, Guardiola sampai harus turun tangan menenangkan sang mega bintang Barcelona itu. “Dia [Messi] jadi marah besar dan bahkan mulai berteriak kepada kami dan kami pun mulai berdebat. Sampai akhirnya Pep menghentikan dia dan meminta dia lebih tenang,” lanjut Marquez. “Pep langsung mendekati Leo untuk menenangkannya karena saya lebih berpengalaman di dalam tim daripada Leo yang waktu itu masih sangat muda.”

Bagaimanapun, Marquez dan pemain-pemain Barca saat itu terbilang beruntung bisa menyaksikan langsung kebangkitan Messi. Saat itu ternyata mereka sedang melihat calon pemain terbaik di dunia.”Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti. Saat itu kami mendengar bahwa dia tampil luar biasa di Barcelona B dan bahwa dia adalah Maradona baru,” imbuh Marquez.”Rasanya spektakuler bisa melihat dia berkembang dari jarak yang sangat dekat,” tutupnya.

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan Dihukum

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan DihukumEks pemain Barcelona, Rivaldo menyarankan mantan timnya untuk menghukum pemain mereka, Ousmane Dembele gara-gara kartu merah melawan Sevilla akhir pekan kemarin.Dalam laga tersebut, Dembele mendapat kartu merah pada menit-menit akhir karena melakukan protes berlebihan kepada wasit.Buntutnya, Dembele pun diskors dua laga. Akibat hukuman ini, Dembele dipastikan bakal absen dalam laga kontra Eibar dan partai El Clasico versus sang rival abadi, Real Madrid.

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan Dihukum

Dalam laporan pertandingannya, wasit Antonio Mateu Lahoz menuliskan bahwa Dembele mengucapkan kata-kata yang keras padanya berbunyi ‘Anda sangat buruk’.Kritik keras itu pun dialamatkan Rivaldo pada Dembele. Sosok asal Brasil itu mendesak Barca agar menegur Dembele atau bahkan memberinya sanksi.”Barca harus berbicara pada pemain mereka mengenai kartu merah konyol  yang mereka dapatkan ini. Tindakannya tidak bisa diterima dan bisa menyakiti tim, absennya dia bakal menyulitkan semua rekan setimnya,” ujar Rivaldo kepada Betfair.

Lebih lanjut lagi, Rivaldo menyebut ketegasan klub diperlukan dalam kasus ini. Rivaldo tak ingin tingkah laku Dembele diikuti oleh pemain pemain lain di masa depan.”Penting bagi klub untuk memiliki prosedur internal guna memberi sanksi pada pemain dalam situasi yang bodoh ini, dalam hal ini berbicara tidak benar kepada wasit atau pelatih. Menghukum dia untuk menghindari situasi baru di masa depan bakal terasa masuk akal,” tutur Rivaldo.”Saya tak hanya berbicara pada Dembele, tapi pada semua pemain yang mungkin akan melakukan aksi yang mirip seperti dembele. Seorang pemain harus pintar, sadar bahwa ada banyak laga yang harus dihadapi setelahnya, dan jangan biarkan rekan setimnya, pelatih dan klub berada dalam situasi berat ini,” tukasnya.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir KarirnyaLionel messi akhirnya angkat bicara terkait situasi kontraknya di barcelona. Pesepakbola asal argentina itu sudah berjanji akan tetap bertahan di barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar mengenai ketentuan istimewa dalam kontrak lionel messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun. Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan messi. Tidak sedikit yang takut jika pemain 32 tahun itu bakal angkat kaki dari barca dalam waktu dekat. Namun messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari barcelona dalam waktu dekat. “tentu saja saya akan bertahan jika kalian mencintai saya,” beber messi kepada rac 1.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Messi menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman berada di barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di el blagurana.”saya sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini.” pungkasnya. “saya mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya.Dulu Saya sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama juga terjadi pada anak-anak saya.”

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di newell old boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak messi di barcelona sendiri akan segera habis.Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

 

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap HidupSang mantan Bek Barcelona, Dani Alves menanggapi pembicaraan terkait dengan sosok Lionel Messi di Barcelona. Alves percaya bahwa Barcelona sudah siap untuk memasuki era terbaru tanpa sang pemain terbaik di tim mereka. Selama dua dekade terakhir ini Lionel Messi menjadi sebuah ikon pemain andalan untuk skuat Barcelona. Messi sudah menjadi mesin gol yang bisa diandalkan oleh El Blaugrana dan berkat dirinya, Barca bisa meraih banyak kemenangan dan trofi.

Bermain Tanpa Lionel Messi Barcelona Akan Tetap Hidup

Ditahun 2019 ini, Lionel Messi sudah menginjak usia 33tahun dan kontraknya akan berakhir pada tahun 2021 mendatang, sehingga banyak rumor negative yang beredar mengenai masa depan Barcelona. Barcelona menunjukkan performa yang kurang memuaskan di musim ini ketika messi absen bermain karena mengalami cedera. karena itu banyak yang menilai bahwa Barca bisa hancur jika suatu hari Messi pergi dan tidak bermain untuk Barca lagi.Namun Dani Alves percaya bahwa Barcelona  akan bisa tetap berjuang meskipun messi tidak lagi bersama mereka. “ Saya selalu percaya bahwa akan selalu ada bakat baru yang muncul didunia Sepak bola ini” Ungkap Alves kepada Business Insider.

Alves menilai bahwa Barcelona merupakan tim yang piawai dalam melakukan regenerasi pemain baru menjadi pemain terbaik mereka. untuk itu ia menyakini bahwa El Blaugrana juga akan menemukan pemain yang bisa menggantikan Messi suatu saat nanti. Sebelumnya di Barcelona. Tim ini mengandalkan Ronaldinho lalu digantikan oleh Messi, Sebelum adanya Ronaldinho banyak pemain pemain hebat lainnya yang dimiliki Barcelona. Alves menyakini bahwa dengan talenta yang dimiliki messi akan menjadi sulit untuk digantikan oleh orang lain, namun tetap suatu hari pasti akan ada yang bisa menggantikan peran Messi di Barcelona Sang mesin pencetak gol. “ Pemain seperti Messi sangat sulit untuk ditemukan, namun kita tidak boleh lupa bahwa dunia sepakbola pasti akan terus berevolusi dan begitu pula dengan para pemainnya” Ujar Alves.

Messi sendiri saat ini kembali absen karena mengalami cedera pada bagian otot Adduktornya dan diperkirakan akan kembali bermain setelah jeda International Oktober 2019 mendatang.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra OsasunaGareth Bale Memulai sepak terjangnya bersama Real Madrid musim ini dengan sangat baik. Namun anehnya, nama penyerang berkebangsaan Wales itu justru tidak masuk dalam daftar skuat Madrid melawan Osasuna di La Liga pada hari Kamis , 26 September 2019. Pada Musim ini, Bale sudah tercatat bermain bersama Real Madrid sebanyak lima kali dari semua kompetisi. Selain itu, ia juga sudah mengantongi dua gol dan satu assist untuk Real Madrid.

Gareth Bale Tidak Masuk Daftar Pemain Real Madrid Kontra Osasuna

Performanya sejauh ini memang sangat terlihat lebih banyak berkembang dari pada apa yang Ia tampilkan pada musim kemarin, dimana ia mendapatkan banyak kritikan dari berbagai kalangan. Bahkan Bale sempat diberitakan akan pergi ke China jika transfernya tidak diblokir oleh para Petinggi Real Madrid. Berkat Kontribusinya, Real Madrid pun mendapatkan peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Mereka belum mengalami kekalahan sekalipun dan mengantongi tiga kemenangan dari lima laga yang telah mereka lewati.

Peran Bale dinilai cukup besar pada musim ini. Bahkan mengalahkan Eden Hazard yang ditebus dengan harga 100juta Euro dari Chelsea pada musim panas kemarin. hal ini bisa dimaklumi karena Hazard baru saja sembuh dari cedera dan masih belum 100% merasa fit. Kehadiran Bale tentu saja diperlukan saat Madrid menghadapi Osasuna dihadapan pendukung setianya yang berada di Santiago Bernabeu. Namun anehnya, nama Gareth Bale Justru tidak terlihat dalam daftar skuat Real Madrid melawan Osasuna yang diumumkan baru-baru ini. Dari pihak Real Madrid sendiri juga tidak memberikan pernyataan apapun mengenai hal tersebut dan ada kemungkinan besar, Bale sengaja disimpan oleh Zidane untuk menyimpan tenaga jelang laga berhadapan dengan Atletico Madrid akhir pekan ini.

Tindakan itu bisa dianggap sebagai langkah pencegahan Real Madrid yang sedang dilanda badai cedera. Bahkan beberapa pemain yang merupakan sosok penting juga menghuni ruang perawatan. Dua bek kiri, Marcelo dan Benjamin Mendy sedang menjalani masa pemulihan cedera dan ditemani oleh dua Gelandang Senior mereka, Luka Modrid dan Isco yang saat ini juga sedang dalam masa perawatan cedera. sementara itu masih ada kabar baik dari Alvaro Odriozola dan Rodrygo Goes yang sudah dipastikan akan ikut berpartisipasi dalam laga tersebut.