Neuer Ingin Antar Muenchen ke Final Liga Champions

Kabar gembira bagi para penggemar Bayern Muenchen. Salah satu pemain penting di tim tersebut yakni Manuel Neuer baru saja memperbaharui kontraknya hingga 2023 nanti. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu pun menaruh harapan tinggi pada tim tersebut.

Salah satu target yang ingin dicapai kiper tim nasional Jerman itu adalah mengantar Die Roten menuju partai final Liga Champions Eropa. Apalagi final even akbar antarklub di Eropa itu akan digelar di kandang sendiri pada 2022 nanti.

Sebagai kapten tim, Neuer sangat yakin dengan masa depan tim tersebut. Ia pun bersemangat untuk bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk meraih prestasi demi prestasi.

“Sudah pasti, kami memiliki target untuk dicapai pada musim ini. Kami punya tim yang bagus untuk beberapa tahun ke depan dan sangat menyenangkan bekerja untuk Bayern, juga sebagai kapten. Ini juga tugasku dan aku ingin melanjutkannya sampai 2023,” beber Neuer.

Lebih lanjut Neuer mengatakan pihaknya sangat berambisi untuk memenangi setiap peluang untuk meraih gelar. Musim ini Muenchen masih berpeluang meraih tiga gelar masing-masing dari Bundesliga Jerman, DFB Pokal dan Liga Champions Eropa.

Di Bundesliga, FC Hollywood sementara ini berada di urutan teratas, unggul atas Borussia Dortmund di urutan kedua. Dari ajang DFB Pokal, Muenchen selangkah lagi menuju final. Sementara itu di ajang Liga Champions Eropa muenchen masih dalam tren positif setelah mencatatkan kemenangan telak 3-0 atas Chelsea di leg pertama babak perempat final.

“Anda memulai setiap musim dari awal sudah pasti ingin memenangi semua kompetisi. Ada kejuaraan untuk dimenangi di musim ini dan kami masih bertahan di setiap kompetisi,” lanjutnya.

Kiper senior itu pun mengomentari lebih lanjut terkait perhelatan Liga Champions Eropa pada 2022 mendatang. Partai final yang akan digelar di kandang sendiri di Stadion Allianz Arena memantiknya untuk terus berjuang maksimal bersama tim tersebut.

Neuer bertekad untuk mengantar timnya bisa lolos hingga ke partai final sehingga bisa tampil di hadapan publik sendiri untuk meraih trofi Si Kuping Besar itu. Apalagi ini menjadi momen penebusan atas kegagalan di fase serupa pada 10 tahun lalu. Saat itu Muenchen dipermalukan Chelsea.

“Salah satu target besar kami untuk beberapa tahun ke depan sudah pasti memiliki kesempatan untuk bermain di final Liga Champions di kandang sendiri seperti yang kami lakukan di 2012,” sambungnya.

Neuer menegaskan bermain di final di kandang sendiri adalah impian setiap pemain. Neuer tidak ingin kembali mengecewakan para penggemarnya. Tampil di final di markas sendiri dan menjadi juara adalah target tertinggi.

“Pada 2022 akan ada final Eropa lagi di Munich, yang menjadi dorongan besar bagiku dan seluruh tim. Akan menjadi mimpi bagi kami semua untuk bisa mencapai final di kandang sendiri,” pungkasnya.

Liga Jerman Tanpa Penonton, Enrique: Itu Jelek Sekali

Saat ini Bundesliga Jerman menjadi satu-satnya kompetisi di Eropa yang sudah kembali menggulirkan kompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun situasi tidak seperti biasanya.

Bundesliga berlangsung tanpa kehadiran penonton. Laga-laga digelar secara tertutup. Ternyata situasi ini mendapatkan banyak komentar. Salah satunya datang dari mantan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique.

Menurut pria asal Spanyol itu situasi tersebut sungguh tidak ideal. Bahkan ia mengatakan hal seperti itu terlihat sangat buruk. Ia mengatakan hal ini berangkat dari kenyataan bahwa pertandingan sepak bola selalu penuh warna dan situasi serta atmosfer di luar lapangan yang begitu luar biasa.

“Sepakbola seperti itu jelek sekali,” beber Enrique.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya sempat menonton Bundesliga yang digelar secara tertutup. Menurutnya laga yang berlangsung secara tertutup itu kehilangan banyak momen menarik.

“Saya menonton Liga Jerman dan itu menyedihkan. Kamu bisa mendengar hinaan-hinaan dalam lapangan dan kamu kehilangan keintiman dengan momen-momen luar biasa.”

Sosok yang pernah menangani Barcelona ini pun menganalogikan situasi tersebut dengan aktivitas berdansa. Alih-alih berdansa dengan pasangan, menurutnya dalam situasi seperti ini jauh lebih buruk dan menyedihkan ketimbang seorang pria yang berdansa dengan saudari perempuannya.

“Situasinya lebih menyedihkan dibandingkan berdansa dengan saudara perempuanmu,” tegasnya.

Namun demikian Enrique mengatakan situasi seperti ini tidak bisa dipaksakan untuk menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Menurutnya ini merupakan pilihan terbaik di tengah situasi yang belum benar-benar kondusif.

Meski digelar secara tertutup, laga-laga tersebut tetap memiliki makna dan arti tersendiri. Salah satunya memberikan hiburan kepada masyarakat yang sedang diliputi kecemasan dan ketakutan.

“Ini adalah bisnis global yang menghasilkan banyak uang. Sekalipun kondisinya berbeda dibandingkan saat ada penonton, hal ini bisa membantu kita semua menghabiskan waktu di masa karantina ini dan melalui momen-momen sulit ini,” tegasnya.

Berbeda dengan Bundesliga Jerman, sejumlah kompetisi di benua Eropa masih menunggu jadwal terbaru. Liga Primer Inggris dan Serie A Italia diperkirakan akan segera bergulir, paling lambat pada bulan Juni.

Saat ini tim-tim peserta sudah mulai berlatih, tidak hanya secara individu tetapi berkelompok. Namun demikian ada aturan dan protokol yang harus ditaati secara ketat. Meski digelar secara berkelompok jumlah pemain yang berada dalam suatu lapangan tetap dibatasi jumlahnya.

Meski begitu tidak semua pemain antusias dengan kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Pemain depan Manchester City, Sergio Aguero dan Raheem Sterling, adalah beberapa dari antara pemain yang masih mencemaskan situasi yang ada saat ini.

Meski Ada Pemain Positif Corona, Bundesliga Tetap Jalan

Saat ini tim-tim Bundesliga sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Situasi memang belum benar-benar aman dan kondusif. Bahkan masih ada pemain yang terjangkit Corona.

Meski begitu, jadwal kelanjutan Bundesliga sudah dikeluarkan. Dan sepertinya tidak ada jalan untuk kembali ke belakangan. Sebagaimana dikatakan pihak Borussia Dortmund, bila ada yang yang positif Corona bukanlah alasan untuk memberhentikan kompetisi.

“Satu tes positif Corona bukanlah malapetaka, asalkan kami punya aturan dan rekomendasi bagaimana menangani hal tersebut,” beber Carsten Cramer.

Lebih lanjut sosok yang merupakan Managing Director Borussia Dortmund itu mengatakan saat ini pihaknya tengah menyambut positif kembali bergulirnya Bundesliga. Menurutnya bila sampai kompetisi tetap ditangguhkan maka pihaknya dan semua peserta Bundesliga akan menghadapi masalah finansial.

“Kami lega Bundesliga bisa dimulai lagi, karena kalau tidak, bukan hanya Dortmund yang akan terkena masalah (finansial), tapi keseluruhan Bundesliga juga.”

Meski kompetisi akan bergulir lagi, situasi tak sama seperti sebelumnya. Salah satu perbedaan yang terlihat jelas adalah suasana di sekitar lapangan pertandingan. Tidak ada pertandingan yang digelar secara terbuka alias dihadiri penonton.

Pertandingan tanpa penonton memang bukan sesuatu yang ideal. Namun bos Dortmund itu mengatakan dalam situasi seperti saat ini hal seperti itu merupakan pilihan terbaik. Lebih baik bermain tertutup ketimbang tidak bertanding sama sekali.

“Kami tak pernah suka bertanding tanpa penonton, tapi di masa krisis seperti ini dan tak ada alternatif lain, maka main di stadion kosong lebih baik daripada tak bermain sama sekali,” tegasnya.

Di laga pertama pasca jeda beberapa bulan, Dortmund akan langsung menghadapi laga sulit. Akhir pekan nanti mereka akan menghadapi Schalke 04. Pertandingan menghadapi musuh bebuyutan ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Signal Iduna Park.

Cramer mengatakan pertandingan ini tidak akan mendatangkan masalah bagi mereka. Pihak keamanan dan petugas kepolisian akan dikerahkan untuk memastikan tidak ada penonton yang menyusup masuk.

Selain itu saat ini pemerintah Jerman masih melarang warganya untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas berkumpul dengan lebih dari tiga orang.

“Saya tak yakin seratus persen, tapi harusnya ini bukan masalah. Akan ada petugas keamanan dan polisi di sekitar stadion. Lagipula di Jerman masih belum diperbolehkan pergi keluar dan berkumpul lebih dari tiga orang,” pungkas Cramer.

 

Zanetti Jadi Magnet Para Pemain Bintang Argentina ke Inter

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Pemain asal Argentina itu sudah menjadi bagian dari klub La Liga tersebut. Pemain yang berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu disebut-sebut akan menjadi legenda klub tersebut.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Sosok yang pernah menjadi asisten pelatih Inter Milan semasa Jose Mourinho itu mengatakan Zanetti sudah memberikan pengaruh pada klub tersebut. Tidak hanya itu ia menilai para pemain Argentina yang pernah bergabung dengan klub tersebut adalah sosok-sosok penting pada masanya. Atas dasar itu ia yakin Messi pun bisa menjadi bagian dari sejarah klub tersebut.

“Menurut saya Inter itu menyambut dengan cara yang istimewa dan untuk para pemain Argentina,, mungkin karena kehadiran Zanetti. Semua pemain Argentina yang bergabung Inter itu adalah pemain-pemain yang luar biasa, mereka membawa kesuksesan ke klub. Saya percaya Messi bisa menjadi salah satu pemain itu,” tegasnya.

Selain menggunakan pengaruh Zanetti, Inter tentu harus menggunakan cara lain untuk menggoda Messi dan Barcelona. Pasalnya Messi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari klub tersebut. Barcelona sendiri pun tak akan mudah melepaskan salah satu pemain paling penting dalam tim tersebut.

Sulit membayangkan Barcelona tanpa Messi. Apalagi performa tim tersebut belakangan ini kerap mendapat sorotan.

La Liga Tanpa Penonton, Rakitic: Sangat Berat Buat Kami

Saat ini kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Tidak terkecuali La Liga Spanyol. Masih belum ada kepastian kapan kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Salah satu harapan adalah kompetisi tersebut bisa berlanjut lagi.

Harapan ini di antaranya datang dari gelandang Barcelona, Ivan Rakitic. Pemain internasional Kroasia itu mengatakan ia siap menerima konsekuensi bila kompetisi dilanjutkan lagi dengan tanpa menghadirkan penonton.

“Itu akan sangat berat dan tidak biasa buat kami, tapi saya ingin bilang ke para penggemar bahwa kami akan lebih fokus daripada sebelumnya. Kami akan tahu bahwa mereka akan ada di rumah, menyaksikannya dengan gairah yang sama dan kami tidak akan mengecewakan mereka,” bebernya.

Selain itu ia mengatakan dengan kembali menggulirkan sepak bola akan memberikan suntikan semangat kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Meski begitu para penggemar bisa tetap mendukung tim kesayangannya bertanding dengan tanpa harus datang ke lapangan pertandingan.

“Bersama-sama kami akan mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi ini dan kami pastinya akan bisa merasakan dukungan para penggemar di rumah masing-masing. Semoga setelah ini semua, kita akan jadi manusia lebih baik dan menyadari hal-hal yang sangat penting,” sambungnya.

Sebelumnya Ivan Rakitic pun terang-terangan mengakui kerinduannya untuk kembali bertanding. Pemain asal Kroasia itu mengatakan saat ini yang diinginkan dirinya hanyalah kembali merumput di lapangan hijau.

“Aku ingin bermain,” tegas Rakitic.

Lebih lanjut Rakitic mengatakan keputusan untuk menggulirkan kembali kompetisi jelas tidak mudah. Para pemain dan tim pelatih benar-benar harus menyaipkan segala sesuatu dan memastikan pertandingan bisa berjalan dengan aman. Saat ini fokus semua orang lebih pada aspek kesehatan dan keselamatan.

“Kami memang harus berusaha kembali dengan jaminan kesehatan terbaik, tapi kami juga harus tahu bahwa hal itu tidak menjamin 100 persen. Ada risiko yang sama buat seluruh para pekerja yang kembali menjalani profesinya,” sambungnya.

Lebih lanjut Rakitic juga menunjukkan simpatinya pada para pekerja medis di seluruh dunia yang berada di garda terdepan untuk menghadapi wabah tersebut.

“Pekerja di supermarket… memiliki peluang sama atau bahkan lebih besar terpapar ketimbang kami. Mereka mengambil risiko itu dan aku pun ingin mengambilnya. Menurutku kami punya kewajiban itu,” bebernya.

Menurutnya saat ini banyak hal bisa dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para tenaga medis. Salah satunya adalah dengan terus memberikan hiburan kepada mereka dengan apa yang mereka sukai. Hal ini penting agar para pekerja bisa terhindar dari tekanan dan tidak harus memikirkan situasi pandemi secara terus-menerus.

Matuidi Sempat Panik Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Wabah Corona atau Covid-19 benar-benar mencemaskan banyak orang. Tidak terkecuali para pesepakbola. Bahkan tidak sedikit pesepak bola yang terjangkit Corona. Salah satunya adalah Blaise Matuidi.

Pemain sepak bola berkebangsaan Prancis ini sempat dinyatakan positif Corona. Situasi ini membuatnya sempat merasa syok dan panic. Ia mengatakan situasi saat itu membuatnya merasa gila karena tidak bisa ke mana-mana dan harus menjalani karantina di rumah.

“Sejujurnya itu berat. Ketika dinyatakan positif, aku bahkan tidak bisa keluar untuk belanja. Itu membuatku gila,” beber Matuidi.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam situasi seperti itu ia harus memastikan tidak terjadi kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang-orang terdekat. Menurutnya situasi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya sehingga menjadi pengalaman baru bagi banyak orang.

“Anda selalu mencoba memastikan orang-orang tidak terlalu dekat, Anda harus kuat secara mental. Itu butuh waktu, ini adalah situasi yang baru untuk kita semua,” sambungnya.

Terkait dirinya ia mengatakan dirinya tidak mengalami gejala apa-apa. Situasi ini membuatnya panik. Ia langsung memikirkan keluarga dan teman-temannya.

“Aku tidak ada gejala, tapi begitu mendengar kabarnya, aku syok. Aku panik, aku takut memikirkan keluarga dan teman-temanku,” sambungnya.

Ia pun mengatakan situasi ini sangat sulit bagi banyak orang. Ia pun berharapsituasi tersebut segera berakhir sehingga kehidupan bisa kembali berjalan normal.

“Ini sulit untuk mereka, tapi aku bisa meyakinkan mereka. Ini bukan waktu yang bagus, kita benar-benar ingin ini segera berakhir. Aku bertanya kepada diriku sendiri apa yang akan terjadi kepada sepakbola dan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Saat ini semua kompetisi sepak bola di Eropa sedang terhenti. Beberapa dari antaranya bahkan sudah dinyatakan berakhir. Serie A menjadi salah satu kompetisi yang masih menanti kejelasan.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, ragu dengan masa depan kompetisi tersebut di musim ini. Spadafora memprediksi nasib Serie A tidak akan berbeda dengan Ligue 1 Prancis yang sudah dihentikan.

Ia mengatakan saat ini masih berlangsung negosiasi dengan berbagai pihak terkait kelanjutan kompetisi. Dari pihak Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), diajukan protokol medis sebagai jaminan untuk melanjutkan kompetisi. Namun ternyata protokol tersebut belum cukup.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmuwan dan FIGC, yang menyajikan protokol medis yang dipertimbangkan masih belum cukup,” beber Spadafora.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sejumlah klub Serie A sudah mulai diperbolehkan untuk menggelar latihan, meski masih terbatas. Namun demikian Spadafora menilai hal tersebut belum bisa menjadi indikasi bahwa Serie A akan berlanjut lagi. Ia justru melihat situasi yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kompetisi.

Curhat Pemain Ini Soal Susahnya Ganti Posisi

Menjadi seorang pemain sepak bola profesional tidak hanya berhadapan dengan jadwal pertandingan yang padat dan berbagai tekanan selama pertandingan. Hal lain yang menantang seorang pemain sepak bola adalah kemungkinan untuk berotasi ke posisi berbeda dari yang diinginkan.

Hal inilah yang pernah dirasakan oleh Fernandiho. Pemain asal Brasil ini merasakan hal tersebut saat bersama Pep Guardiola di Manchester City. Menurut pemain berkepala plontos ini berpindah posisi bukan perkara mudah.

Sebelumnya pemain yang berposisi asli sebagai gelandang ini digeser menjadi bek tengah. Menurut Fernandinho situasi tersebut sungguh menantang. Apalagi posisi tersebut sangat krusial dalam sebuah tim sepak bola. Ia berada di garda terakhir sebelum lawan menghadapi penjaga gawang.

“Saya rasa tantangan terbesar pindah ke posisi bek tengah buat saya adalah, sebagai gelandang, Anda terbiasa banyak berlari di depan. Anda bertarung di tengah, bisa kehilangan atau memenangi bola,” beber Fernandinho.

Lebih lanjut ia mengatakan meski banyak tantangan dan tekanan bermain lebih ke belakang, baginya ada hal menarik yang ditemui. Salah satunya memungkinkannya untuk mendapatkan ruang lebih lebar. Namun demikian ia tetap harus mewaspadai lawan yang bisa dengan jeli memanfaatkan kesalahan atau kekalaian mereka.

“Tapi di posisi bek tengah, Anda punya banyak ruang di belakang, antara bek tengah dan kiper, dan Anda harus memperhatikan betul bahwa kebanyak tim yang melawan kami mengincar dengan bola-bola terobosan ke belakang barisan empat bek,” sambungnya.

Pemain yang kini sudah berusia 34 tahun itu mengaku sempat merasa aneh di masa-masa awal bermain pada posisi baru tersebut. Namun seiring berjalannya waktu ia pun bisa beradaptasi dan pelan-pelan merasa nyaman dengan posisi itu.

“Buat saya, pada awalnya, agak sedikit aneh beradaptasi dengan itu, tapi setelah itu sih saya bisa melakukannya,” tegasnya.

Pelatih Pep Guardiola tentu memiliki alasan mengutak-atik posisi pemain. Selain melihat kemampuan sang pemain, hal ini juga dipicu oleh kebutuhan tim. Hanya saja untuk pemain seperti Fernandinho, bermain lebih ke belakangan membuat ia kehilangan kesempatan untuk menunjukkan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Manchester Biru tentu merasakan kehilangan hal ini.

Musim ini Manchester City hampir pasti kehilangan gelar juara Liga Primer Inggris. Saat ini Manchester Biru berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara. Namun City tertinggal jauh dari Liverpool di posisi puncak. Liverpool semakin dekat menuju tangga juara.

Hanya saja saat ini kompetisi Liga Inggris sedang vakum. Pandemi Corona atau Covid-19 menjadi sebab. Kapan Liga Inggris akan berlanjut lagi? Kita tunggu saja.

Ligue 1 Dihentikan, PSG Dinobatkan sebagai Juara

Ligue 1 Prancis sudah dinyatakan berakhir. Sementara itu Paris Saint-Germain (PSG) dinobatkan sebagai juara kompetisi sepak bola paling bergengsi di Prancis itu.

Sebelum kompetisi dihentikan, PSG berstatus pemuncak klasemen dengan keunggulan 12 poin dari Marseille di urutan kedua. Musim ini masih menyisahkan 10 pertandingan dan PSG masih harus memainkan 11 laga. Namun demikian situasi yang tak memungkinkan membuat otoritas setempat memutuskan untuk mengakhiri musim ini lebih awal.

Bagi PSG ini merupakan gelar ketiga secara beruntun setelah sebelumnya menjadi juara di musim 2018 dan 2019. PSG dalam pernyataannya mengatakan gelar ini mereka dedikasikan untuk seluruh petugas medis dan tenaga profesional yang berada di garda depan untuk memerangi wabah Corona atau Covid-19.

“Titel liga kesembilan dalam sejarah klub ini akan Paris Saint-Germain dedikasikan untuk seluruh petugas medis dan ribuan tenaga profesional yang selalu bekerja menggerakkan roda perekonomian negara,” beber PSG.

Sementara itu Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi menyampaikan terima kasih kepada para pemain, pelatih, dan berbagai pihak yang ikut mendukung tim tersebut. Ia pun mendedikasikan trofi Ligue 1 musim ini kepada para tenaga medis dan semua pegawai klub.

“Saya ingin berterima kasih kepada para pemain, pelatih, staf teknis, dan medis beserta seluruh pegawai klub atas kerja keras mereka. Trofi ini adalah hadiah untuk mereka,” beber Nasser Al-Khelaifi.

Lebih lanjut milioner asal Timur Tengah itu mengatakan trofi ini sekiranya bisa memberikan hiburan dan harapan bagi para pendukung PSG. Ia mengakui besarnya dukungan dari para penggemar.

“Di saat-saat sulit seperti ini, saya berharap trofi ini bisa sedikit memberikan kebahagiaan dan harapan untuk seluruh suporter kami. Saya merasa tersanjung atas dukungan tanpa henti mereka untuk membawa PSG lebih baik,” tegasnya.

Ligue 1 merupakan kompetisi kedua yang berakhir prematur setelah sebelumnya Eredivisie Belanda. Sementara itu beberapa kompetisi di Eropa belum memiliki sikap yang jelas. Liga Primer Inggris, La Liga dan Serie A masih belum ada keputusan jelas apakah akan berlanjut atau dihentikan.

Jelas keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan kompetisi tidak mudah. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Di balik harapan agar kompetisi dihentikan, ada juga seruan untuk meminta agar kompetisi tetap berlanjut.

Dari Liga Primer Inggris, beberapa klub bahkan sudah mulai berlatih. Tottenham Hotspur, Arsenal, hingga Liverpool sudah mulai berlatih meski tetap mengikuti prosedur dan protokol yang ketat. Meski begitu tidak menjamin bahwa kompetisi Liga Primer Inggris musim ini akan kembali berlanjut.

Resmi, Ligue 1 Prancis Dihentikan

Situasi pandemi Corona atau Covid-19 yang belum reda membuat Ligue 1 atau Liga Prancis harus diakhiri. Hal ini diputuskan setelah pemerintah melarang semua jenis kegiatan olahraga hingga Agustus nanti.

Sebagaimana dikatakan Perdana Menteri Edouard Philippe, keputusan ini diambil untuk mempermudah pelaksaan sejumlah protokol seperti lockdown. Keputusan ini diambil untuk menghindari penyebaran wabah Corona yang telah memakan ribuan jiwa masyarakat Prancis.

“Musim 2019/2020 dalam olahraga profesional, termasuk sepakbola tidak bisa dilanjutkan,” beber Phillipe.

Keputusan ini membuat nasib kompetisi sepak bola Prancis divisi satu dan dua harus berakhir lebih cepat. Meski semua event olahraga dilarang, pemerintah tetap memberi kemudahan bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas olahraga individual di luar ruangan. Namun demikian tetap harus memperhatikan kebijakan social distancing atau jaga jarak.

“Akan mungkin di hari yang cerah untuk melakukan aktivitas olahraga individual di luar ruangan, tapi dengan mematuhi aturan jaga jarak. Dan tidak akan mungkin, untuk berlatih olahraga di tempat tertutup baik olahraga tim atau olahraga yang mesti berkontak fisik,” sambungnya.

Dengan demikian Liga Prancis mengikuti jejak Eredivisie atau Liga Belanda yang sebelumnya sudah mengambil langkah serupa. Keputusan ini tentu menimbulkan sejumlah pertanyaan. Bagaimana penentuan gelar juara Liga Prancis musim ini? Bagaimana penentuan tim-tim yang akan tampil di pentas Eropa musim depan? Selain itu, bagaimana penentuan degradasi dan promosi?

Sementara itu sejumlah kompetisi di benua Eropa masih belum diketahui nasibnya. Termasuk Serie A Italia. Malah muncul sejumlah desakan agar Serie A musim ini bisa digelar kembali.

Kubu Lazio sebagaimana disampaikan oleh sang direktur olahraga, Igli Tare, ingin agar kompetisi Serie A bisa berlanjut dan musim ini bisa diselesaikan.

“Yang jelas, kami ingin menyelesaikan musim ini demi kebaikan sistem sepakbola Italia,” beber Igli Tare.

Lebih lanjut Tare berkaca pada sepak bola Jerman yang mana federasi sepak bola dan klub-klub besar masih berada pada sikap yang sama untuk melanjutkan kompetisi.

“Di Jerman, presiden federasi sepakbola mereka dan para pemimpin klub-klub besar telah mengambil sikap untuk melanjutkan kompetisi, yang melibatkan kontinuitas sistem sepakbola negara tersebut,” sambungnya.

Meski begitu ada hal berbeda di Italia. Menurutnya sejumlah klub besar belum juga mengambil sikap yang jelas. Ia menyebut Juventus dan Inter Milan sebagai contoh.

“Tapi hal yang sama tak berlaku di Italia dan saya tak bisa menjelaskan kenapa tim seperti Juventus dan Inter tak mengambil sikap,” lanjutnya.

Tidak Akan Kembali ke Inter, Icardi Bakal Bertahan di PSG

Saat ini masa depan Mauro Icardi masih menjadi tanda Tanya. Pemain asal Argentina itu dirumorkan akan hengkang dari Paris Saint-Germain (PSG). PSG adalah klub tempat pemain Inter Milan itu menjalani masa peminjaman.

Meski begitu peluang Icardi untuk tetap bertahan di Parc des Princes terbuka lebar. Sebagaimana dikatakan penasihat hukumnya, Letterio Pino, Icardi berpeluang besar untuk bertahan. Hal ini dilihat dari ketertarikan pihak PSG untuk mengamankan pemain tersebut. Ada kemungkinan Icardi bakal dipermanen.

“Leonardo tahu apa yang Mauro berikan selama musim ini. Dia memang tidak bermain di beberapa laga Liga Champions, tetapi itu lantaran ada 18 pemain lainnya yang sangat bagus di PSG,” beber Pino.

Hal ini dikatakan untuk menunjukkan kualitas Icardi sejak berseragam PSG pemain itu sudah berkontribusi banyak gol dengan jumlah menit bermain yang sedikit. Icardi sama sekali tidak mendapat kesempatan tampil di Liga Champions karena PSG sudah memiliki jatah 18 pemain yang tak kalah bagus.

“Menurut saya, Leonardo ingin mempertahankannya dan saya harap PSG bakal melakukannya. Itu sudah jelas,” sambungnya.

Selain itu Pino juga menggarisbawahi terkait pembawaan sang pemain. Pino menyebut Icardi mampu membawa diri secara baik, baik di dalam lapangan pertandingan maupun di luar lapangan pertandingan. Hal ini membuat Icardi disukai semua orang.

“Mauro membuat dirinya dicintai oleh semua orang. Mereka yang mengenalnya tidak berbicara apa-apa selain tentang dirinya, baik sebagai profesional atau sebagai pribadi,” sambungnya.

Sementara itu Icardi dikabarkan akan kembali ke Italia. Juventus adalah salah satu klub yang disebut tertarik untuk menggunakan jasanya. Namun demikian pemain yang mencetak 13 gol dalam 16 penampilan bersama PSGI itu disebut tak tertarik untuk pulang ke Italia apalagi bergabung dengan klub rival.

Sebagaimana dikatakan oleh istri sekaligus agen, Wanda Nara, Icardi masih bahagia di Paris. Bersama PSG ia sudah memberikan kontribusi penting.

“Mauro sekarang berada di PSG. Dia bahagia di Paris dan dia mencetak gol-gol yang luar biasa,” beber Wanda.

Lebih lanjut Wanda mengatakan dirinya lebih memprioritaskan kebahagiaan diri dan tidak ingin menjadi pengkhianat dengan membelot ke Juventus yang juga adalah rival Inter Milan di Serie A.

“Saya hanya tertarik pada kebahagiaannya dan dia sangat bahagia sekarang. Dia berada di salah satu klub paling penting di dunia dan pilihan untuk pergi ke Paris juga dibuat agar tidak mengkhianati Inter,” lanjutnya.