Messi Disebut Nyaman Main dengan Lautaro Martinez

Saat ini Lautaro Martinez terus dikaitkan dengan Barcelona. Pemain depan Inter Milan itu dikabarkan menjadi target buruan Blaugrana untuk mengisi pos di lini depan. Lautaro digadang-gadang sebagai penerus Luis Suarez yang saat ini semakin menua.

Namun demikian upaya untuk mendatangkan Lautaro tidak mudah. Inter Milan tentu tidak ingin kehilangan salah satu pemain penting mereka. Di sisi lain, bukan hal mudah bagi Lautaro untuk bermain dengan sederet bintang Barcelona. Salah satunya adalah Lionel Messi.

Namun hal terakhir ini sepertinya bukan menjadi kendala. Pasalnya Messi sendiri dikabarkan setuju bila klub memboyong Martinez. Ditambah lagi keduanya sudah pernah bermain bersama di tim nasional Argentina.

Mantan pemain timnas Spanyol, Luis Suarez pun menegaskan hal tersebut. Ia mengatakan Messi sendiri tertarik untuk bermain dengan Lautaro Martinez. Tidak hanya itu Messi juga memuji potensi pemain masa depan Argentina itu.

“Messi kenal Lautaro dengan baik karena dia bermain untuk Timnas Argentina,” beber Suarez.

Lebih lanjut Suarez mengatakan lampu hijau yang diberikan Messi mengandung banyak arti positif. Salah satunya itu menggambarkan bahwa Messi merasa nyaman dengan Lautaro sama seperti yang dialami saat ini dengan Luis Suarez.

“Jika dia bilang iya, itu berarti dia [Messi] nyaman dengan Lautaro. Sama halnya dia nyaman dengan Luis Suarez [yang berasal dari Uruguay],” sambungnya.

Suarez mengatakan dirinya memangat tidak terlalu mengetahui soal Lautaro. Ia hanya mengikuti sang pemain melalui pertandingan yang disaksikan di layar kaca. Namun nama Lautaro semakin ramai dibicarakan di berbagai media dan ruang pembicaraan.

“Saya tak tahu banyak soal Lautaro, sebab saya hanya menyaksikan beberapa pertandingan Inter. Tapi, mereka banyak membicarakannya,” bebernya lagi.

Suarez tak menampik penampilan cemerlang Lautaro di level Serie A musim lalu. Bersama Internazionale Milan, Lautaro sudah menunjukkan potensi sebagai salah satu pemain muda yang tengah bersinar. Suarez tak menampik bila banyak tim tertarik untuk mendatangkannya.

“Saya tahu dia sangat bagus di liga musim lalu. Dia juga bisa mencetak beberapa gol. Dia pemain yang sangat menarik, jika banyak tim menginginkannya,” pungkasnya.

Saat berbagai kompetisi sepak bola di Eropa tengah menghadapi kendala karena wabah Corona atau Covid-19. Sejumlah kompetisi bahkan sudah dinyatakan berakhir seperti Ligue 1 Prancis dan Eredivisie Belanda. Sementara itu Serie A dan La Liga masih menanti jadwal terbaru. Baru Bundesliga Jerman yang sudah mulai bergulir lagi.

Mantan Bos Barcelona: Saya Ingin Guardiola Kembali

Saat ini sejumlah pihak sedang mempersiapkan diri untuk menjadi calon Presiden Barcelona. Pemilihan akan digelar tahun depan. Namun demikian Joan Laporta sudah mulai mempersiapkan diri.

Mantan Presiden Barcelona itu pun sudah menghembuskan sejumlah isu yang sekiranya bisa memuluskan jalannya ke kursi orang nomor satu di klub tersebut. Salah satunya adalah dengan mewacanakan untuk memulangkan Pep Guardiola. Guardiola merupakan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub Catalonia itu.

Sementara itu Laporta pernah menjadi presiden klub pada 2003 hingga 2010. Saat itu Barcelona menjadi salah satu klub yang paling sukses di Eropa.

Menurut Laporta dirinya perlu mendatangkan Guardiola sebagai salah satu cara untuk mengembalikan kesuksesan Barcelona seperti pada periodenya. Guardiola selama menjadi pelatih Barcelona sukses mempersembahkan 14 trofi.

“Saya sedang berusaha memperkenalkan diri sebagai kandidat presiden. Saya pernah menjadi presiden sebelumnya dan saya senang bisa kembali. Situasi pada 2021 akan sangat dramatis dan saya harus mengembalikan itu. Saya bekerja dengan orang-orang yang saya percayai,” beber Laporta.

Lebih lanjut Laporta mengatakan tidak mudah untuk mendatangkan Guardiola. Saat ini Guardiola berada di ambang masa akhir kontraknya. Menurutnya semua keputusan ada di tangan Guardiola apakan tetap menjadi pelatih City atau mencari klub baru. Ia menegaskan saat ini banyak suara yang mengharapkan agar Guardiola kembali.

“Saya sangat ingin Guardiola kembali, tetapi sekarang dia di City dan itu adalah keputusan yang harus diambil Pep. Dia adalah patokan bagi Barcelona dan banyak Catalan ingin dia melatih Barca lagi,” lanjutnya.

Laporta menegaskan saat ini dirinya sedang mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Guardiola. Ia berharap bisa mendapatkan titik temu sehingga harapannya Guardiola bisa kembali berada di kursi pelatih Barcelona pada 2021 mendatang.

“Pada saat yang tepat, saya akan berbicara kepada orang yang kami pikir harus menjadi pelatih Barca mulai 2021,” pungkasnya.

Saat ini kompetisi La Liga sedang terhenti. Berhembus kabar kompetisi tersebut akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Saat ini sejumlah klub La Liga sudah mulai membuka kembali tempat latihan.

Namun demikian latihan yang digelar tetap mengikuti protokol yang ketat. Interaksi antarpemain sangat dibatasi. Begitu juga dengan penggunaan berbagai fasilitas latihan.

Diperkirakan La Liga akan kembali bergulir pada pertengahan bulan depan. Kita berharap saat itu situasi sudah lebih kondusif.

Bek Madrid: Saya Ingin Berkompetisi Lagi

Saat ini para penggemar La Liga Spanyol sedang menanti nasib kompetisi tersebut musim ini. La Liga tengah ditangguhkan karena terjangan wabah Corona atau Covid-19. Absennya La Liga jelas meninggalkan kerinduan.

Bek Real Madrid, Sergio Ramos mengatakan betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat Spanyol. Kapten El Real itu mengatakan sepak bola merupakan hal yang dibutuhkan oleh negara. Apalagi dalam situasi seperti ini negara butuh sepak bola untuk kembali meningkatkan gairah masyarakat, termasuk menggulirkan roda ekonomi.

Tidak hanya menjadi pendorong bagi ekonomi, sepak bola diyakini sebagai penyemangat bagi masyarakat yang dalam beberapa bulan terakhir dihantui ketakutan dan kecemasan akan wabah tersebut.

“Berkembang membutuhkan waktu. Negara membutuhkan sepakbola sebagai dukungan ekonomi, dan orang-orang membutuhkannya sebagai selingan,” beber Ramos.

Lebih lanjut bek berusia 34 tahun itu mengatakan dirinya sangat berharap untuk kembali berkompetisi. Ia sudah rindu untuk merumput. Untuk itu ia dibutuhkan kedisiplinan agar situasi bisa segera pulih.

“Saya ingin sekali berkompetisi lagi, agar La Liga Santander normal kembali. Kami harus disiplin agar bisa menghilangkan virus ini,” lanjutnya.

Bek tim nasional Spanyol itu pun mengirim pesan kepada semua orang terutama yang terdampak wabah tersebut. Ia mengharapkan agar bersama bisa melewati situasi sulit itu. Untuk itu ia menegaskan pentingnya kebersamaan.

“Saya ingin mengirim pesan dukungan kepada semua orang yang kehilangan orang yang dicintai. Kita sama-sama akan melewati ini dan tetap harus bersama,” tegasnya.

Salah satu klub yang menyatakan siap untuk kembali melanjutkan kompetisi adalah Atletico Madrid. Sebagaimana dikatakan Koke, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk memulai lagi kompetisi. Sejak kompetisi ditangguhkan pada Maret lalu, dirinya sudah tak sabar untuk kembali merumput dan menghibur para penggemarnya.

“Dua bulan mengkarantina dan saya berpikir untuk segera normal lagi, bermain sepakbola untuk membuat para fans Atletico bahagia,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat. Untuk itu ia menegaskan pihaknya selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan termasuk kembali berkompetisi.

“Begitu banyak waktu tanpa sepakbola; itu mempengaruhi kita semua. Kami telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kembali sehingga kami dapat menghibur orang,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah pemain Atletico Madrid sudah mulai menjalani latihan meski masih dilakukan sendiri-sendiri. Tidak hanya Atletico, Real Madrid pun sudah menunjukkan lampu hijau untuk kembali berkompetisi. Para pemain Madrid dilaporkan sudah mulai menjalani latihan pribadi.

Xavi: Messi Bisa Main Hingga Usia 39 Tahun

Saat ini Lionel Messi masih menjadi andalan Barcelona, padahal usianya sudah tak muda lagi. Pemain itu sudah berusia lebih dari kepala tiga. Apakah pemain asal Argentina akan tetap tampil konsisten meski tak muda lagi? Sampai usia berapa Messi akan merumput?

Demikian berbagai pertanyaan terkait pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu. Mantan rekan setim Messi di Barcelona, Xavi Hernandez memprediksi Messi akan bermain hingga beberapa tahun ke depan. Mantan pemain tim nasional Prancis itu menduga Messi akan merumput hingga menginjak usia 39 tahun.

“Dia masih punya lima atau tujuh tahun yang sangat bagus lagi,” beber Xavi.

Lebih lanjut Xavi mengatakan pemain berusia 32 tahun itu masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar yang belum mengisi lemari prestasinya. Salah satunya adalah bersama tim nasional Argentina. Messi, di balik berbagai pencapaian invididu dan bersama Barcelona, belum pernah meraih trofi bergengsi di level tim nasional.

Piala Dunia 2020 di Qatar disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir Messi untuk berbakti bagi negaranya. Xavi yakin Messi akan tampil di Qatar dua tahun mendatang.

“Dia mengurus dirinya dengan baik dan dia bisa terus bermain sampai dia berusia 37, 38, atau bahkan 39 tahun. Dia aka bermain di Qatar untuk Piala Dunia. Aku yakin itu,” tegasnya.

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Cannavaro Berhasrat Latih Real Madrid

Tidak ada seorang pelatih yang tidak ingin menangani klub besar seperti Real Madrid. Begitu juga dengan pemain. Fabio Cannavaro ternyata menyimpan hasrat untuk bisa menukangi Los Blancos. Mantan pemain Madrid itu ingin mengisi lembaran sejarah klub tersebut selain sebagai pemain tetapi juga pelatih.

Mantan pemain tim nasional Italia itu mengatakan dirinya memiliki target tinggi setelah menjadi pelatih di China. Menjadi pelatih Madrid adalah salah satu target tertinggi yang ingin ia capai.

“Jika Anda ingin menjadi pelatih, Anda harus memikirkan soal pencapaian tertinggi,” beber Cannavaro.

Sosok yang pernah mengantar Italia menjadi juara dunia itu mengatakan Real Madrid adalah salah satu tujuan dalam karier kepelatihannya. Tidak hanya Madrid, ia juga memasukan tim nasional Prancis dalam rencananya. Ia menegaskan akan bekerja keras untuk mewujudkan impian tersebut.

“Dan tujuan utamaku adalah Real Madrid, bisa juga timnas Italia atau klub besar di Eropa lainnya. Saya bekerja keras agar kesempatan tersebut bisa datang (ketika saya mampu) melatih klub seperti Real Madrid,” sambungnya.

Saat ini semua kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Beberapa kompetisi bahkan sudah dinyatakan berakhir. Sementara itu Serie A Italia, Liga Inggris, dan La Liga belum memiliki keputusan.

Kubu Lazio sebagaimana disampaikan oleh sang direktur olahraga, Igli Tare, ingin agar kompetisi Serie A bisa berlanjut dan musim ini bisa diselesaikan.

“Yang jelas, kami ingin menyelesaikan musim ini demi kebaikan sistem sepakbola Italia,” beber Igli Tare.

Lebih lanjut Tare berkaca pada sepak bola Jerman yang mana federasi sepak bola dan klub-klub besar masih berada pada sikap yang sama untuk melanjutkan kompetisi.

“Di Jerman, presiden federasi sepakbola mereka dan para pemimpin klub-klub besar telah mengambil sikap untuk melanjutkan kompetisi, yang melibatkan kontinuitas sistem sepakbola negara tersebut,” sambungnya.

Meski begitu ada hal berbeda di Italia. Menurutnya sejumlah klub besar belum juga mengambil sikap yang jelas. Ia menyebut Juventus dan Inter Milan sebagai contoh.

“Tapi hal yang sama tak berlaku di Italia dan saya tak bisa menjelaskan kenapa tim seperti Juventus dan Inter tak mengambil sikap,” lanjutnya.

Tidak hanya itu Lazio juga menawarkan format berbeda untuk menentukan peraih scudetto musim ini. Sulit memang untuk menyelesaikan semua sisa pertandingan sehingga Lazio menawarkan format play-off juara. Dengan demikian Lazio akan berhadapan dengan tim-tim yang sementara ini berada di papan atas klasemen sementara seperti Juventus, Inter Milan dan Atalanta.

Pelatih Barcelona Lebih Pilih Pemain Luar Ketimbang Jebolan Akademi

Barcelona adalah salah satu klub dengan regenerasi yang baik. Tim asal Catalonia itu dikenal memiliki bibit pemain bintang yang terus bermunculan. Hal ini tentu tidak lepas dari kehadiran akademi La Masia.

Ternyata, saat ini akademi Barcelona sedang dalam sorotan menyusul minimnya kontribusi bagi pemain utama Barcelona. Sorotan ini datang dari pelatih Barcelona, Queque Setien. Menurut pelatih anyar Blaugrana itu saat ini perhatiannya adalah pada prestasi bukan lagi pada kepentingan akademi Barcelona atau La Masia.

“Apa yang orang-orang inginkan: Akademi atau untuk terus maju?,” beber Setien.

Lebih lanjut Setien mengatakan ia bukannya tidak menaruh perhatian pada La Masia. Namun akademi tersebut belum mampu menghasilkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim utama. Ia pun meminta La Masia untuk melakukan peningkatan agar lebih kompetitif sehingga mampu menghasilkan pemain yang sesuai standar dan kebutuhan skuad utama Barcelona.

“Saya tak mengatakan bila kami tak bisa melakukannya dengan akademi. Namun saat melihat pemain-pemain itu tidak sesuai dengan yang anda butuhkan, mereka perlu peningkatan dan menjadi lebih kompetitif,” sambungnya.

Ia pun meminta para pemain muda Barcelona untuk berjuang maksimal bila ingin mendapat tempat di tim utama. Itulah jalan yang harus ditempuh bila ingin mendapat kans bermain di skuad utama.

“Oleh karenanya, yang anda bisa lakukan adalah meminta mereka berkembang agar bisa menembus tim utama,” tegasnya.

Salah satu pemain jebolan La Masia yang kini mampu menembus skuad utama Barcelona adalah Ansu Fatih. Sementara itu belum ada lagi bibit-bibit muda potensial yang mampu mengikuti jejak Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Sementara itu di sisi lain Barcelona terus mencari pemain baru dari luar klub. Salah satu pemain yang santer dikaitkan dengan klub asal Catalonia itu adalah Lautaro Martinez.

Menurut sang agen Lautaro, Albert Yaque, peluang gabung Barcelona bukan sesuatu yang mustahil. Kemampuan yang dimiliki Martinez diyakini akan sangat dibutuhkan Barcelona. Selain itu Martinez bisa menjadi penerus bagi Luis Suarez yang kini semakin menua.

Hal senada disampaikan perwakilan Martinez yang lain, Sergio Zarate. “Ada kemungkinan yang sangat besar. Dia pemain yang bagus, pemain yang luar biasa. Anak ini tidak punya batas untuk berkembang,” beber Zarate.

Lebih lanjut Zarate mengatakan saat ini keputusan ada di tangan berbagai pihak. Salah satunya adalah Inter Milan. Namun demikian Zarate menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan pemain. Faktor Messi disebut-sebut memperkuat peluang Martinez gabung Barcelona.

Pemain Barcelona: Sulit Lanjutkan Kompetisi La Liga

Saat ini dunia masih menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Belum diketahui secara pasti kapan pandemi itu akan berakhir. Hal ini membuat berbagai kompetisi olahraga menjadi tak tentu. Tak terkecuali La Liga Spanyol.

Selain nada optimisme terkait kelanjutan kompetisi tersebut, ada juga yang berpandangan sebaliknya. Salah satu yang pesimis dengan kelanjutan kompetisi La Liga musim ini adalah Sergio Busquets. Pemain Barcelona itu tak yakin kompetisi La Liga akan kembali berlanjut.

“Saya rasa akan sulit untuk melanjutkan kompetisi. Saya yakin musim bisa diselesaikan,” beber Busquets.

Lebih lanjut pemain internasional Spanyol itu mengatakan saat ini dirinya terus mengikuti perkembangan wabah Corona di Spanyol. Ia berharap segera melewati masa puncak.

“Pada awalnya saya ingin melihat bagaimana situasinya berkembang dan sekarang kelihatannya kita mencapai puncaknya. Saya menunggu sejumlah kabar bagus,” sambungnya.

Meski begitu dari situasi terkini, Busquets tak yakin kompetisi tersebut akan kembali berlanjut. Tidak mudah untuk melanjutkan sisa musim karena ini terkait banyak orang.

“Saya rasa akan sulit untuk melanjutkan kompetisi karena terkait perjalanan yang harus dilakukan, bagaimana mengumpulkan orang-orang. Itu akan jadi masalah,” tegasnya lagi.

Meski tak sedikit pesimisme, ada juga harapan agar kompetisi itu bisa berlanjut lagi. Salah satunya datang dari pihak Mediapro yang merupakan pemegang hak siar La Liga. Sebagaimana dikatakan CEO Mediapro, Jaume Roures, dirinya berharap kompetisi tersebut kembali bergulir pada Juli 2020 nanti. Ia mengatakan hal ini dengan mempertimbangkan kesehatan semua orang.

“Saya berharap sepak bola kembali digulirkan pada Juli. Saya katakan Juli karena mempertimbangkan kondisi kesehatan semua orang,” beber Roures.

Lebih lanjut ia menyarankan sebelum kompetisi resmi dimulai, klub-klub peserta sebaiknya menggelar pramusim. Hal ini penting untuk membuat para pemain bisa mendapatkan kembali ritme setelah beberapa lama tak beraktivitas di lapangan sepak bola alias di rumah saja.

“Pastinya akan kembali digelar tanpa penonton. Sebaiknya sebelum itu bergulir, mereka melakukan pra-musim. Setelah sekian lama di rumah, mereka tidak bisa langsung bermain dan seolah-olah tak ada yang terjadi,” sambungnya.

Ada juga kemungkinan terburuk yakni para pemain tidak bisa menyelesaikan musim kompetisi ini. Hal ini berlaku untuk para pemain yang masih berstatus positif corona.

“Jika dalam tes lanjutan La Liga ada pemain yang kembali positif Virus Corona, mereka harus menyerah dan mengucapkan selamat tinggal pada musim ini,” tegasnya.

Gara-gara Corona, Klub La Liga Bakal Rugi Rp 17,5 Triliun

Apa dampak wabah corona bagi dunia olahraga umumnya dan sepak bola khususnya? Kompetisi terhenti, tentu saja. Para pemain tak bisa bertanding, sudah pasti. Bagaimana dengan dampak finansial?

Para penggemar La Liga Spanyol masih menanti kelanjutan kompetisi tersebut yang sementara ini terhenti. Besar harapan agar kompetisi tersebut bisa berlanjut. Selain tidak ingin gelar La Liga musim ini menggantung, hal penting lain adalah soal kerugian finansial.

Tidak tanggung-tanggung, bila La Liga musim ini terhenti maka jumlah kerugian yang dialami klub-klub La Liga begitu tinggi. Sebagaimana dikatakan Presiden LaLiga Javier Tebas, potensi kerugian bisa mencapai 1 miliar euro.

Potensi kerugian sebesar itu dialami bila kompetisi La Liga dan Eropa benar-benar terhenti. Klub-klub akan kehilangan sedikitnya Rp 17,5 triliun. Sementara itu bila kompetisi tetap berlanjut namun secara tertutup maka besar kerugian sekitar 300 juta euro atau setara dengan Rp 5,2 triliun.

“Kalau kita melihat ke dampak ekonomi, termasuk dengan uang yang bisa kami dapatkan dari kompetisi-kompetisi Eropa, pemasukan klub-klub Spanyol yang bakal hilang kalau kami tidak kembali bermain adalah 1 miliar euro,” beber Tebas.

Lebih lanjut Tebas mengatakan kerugian juga akan dialami klub bila kompetisi berlanjut tetapi tanpa penonton. Meski jumlah kerugian jauh berkurang namun angkanya tetap fantastis.

“Sementara kalau kami bermain lagi tapi tanpa penonton, kehilangannya adalah 300 juta euro. Bahkan meskipun kami kembali bermain dengan penonton, kerugian yang sudah dipicu akibat situasi ini mencapai 150 juta euro (Rp 2,6 triliun),” ungkapnya.

Tak heran banyak pihak yang berharap La Liga kembali bergulir seperti sediakala. Salah satu harapan datang dari CEO Mediapro, Jaume Roures, dirinya berharap kompetisi tersebut kembali bergulir pada Juli 2020 nanti. Ia mengatakan hal ini dengan mempertimbangkan kesehatan semua orang.

“Saya berharap sepak bola kembali digulirkan pada Juli. Saya katakan Juli karena mempertimbangkan kondisi kesehatan semua orang,” beber Roures.

Saat ini klub-klub peserta sedang berjuang menghadapi terpaan wabah corona. Begitu juga para pemain. Bahkan sejumlah klub La Liga mengambil kebijakan untuk memangkas gaji karyawan. Salah sejumlah klub yang mengambil kebijakan tersebut di antaranya Atletico Madrid.

Sebagaimana dikatakan CEO Atletico, Gil Marin, saat ini pihaknya memangkas gaji dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini.

“Situasi seserius ini memaksa kami membuat keputusan sulit yang dibutuhkan untuk kebaikan klub. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub atas usaha spesialnya selama masa-masa sulit ini,” beber Marin.

Gelar La Liga Musim Ini Dianjurkan Jadi Milik Barcelona

Bagaimana nasib La Liga Spanyol musim ini? Siapa yang bakal keluar sebagai juara? Bagaimana bila kompetisi tak bisa dilanjutkan? Bagaimana dengan tim perhitungan gelar juara, promosi dan degradasi?

Saat ini Spanyol dan negara-negara di dunia masih menghadapi pandemi Corona atau Covid-19. Nasib kompetisi olahraga di negara-negara tersebut pun terkatung-katung. Salah satunya adalah La Liga Spanyol. Belum diketahui kapan kompetisi tersebut akan bergulir lagi.

Meski begitu ada harapan agar kompetisi tersebut dihentikan saja. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh legenda Barcelona, Hristo Stoichkov. Menurut Stoichkov hal ini penting untuk menghindari penyebaran Corona. Baginya yang terpenting adalah kedisiplinan alih-alih ketakutan.

“Kami tidak butuh ketakutan, tapi kami butuh disiplin. Jika kita melihat bagaimana situasinya, dengan pertandingan yang sudah dimainkan, yang paling adil adalah mengakhiri LaLiga seperti apa adanya sekarang,” bebernya.

Selain menyarankan kompetisi tersebut dihentikan, Stoichkov juga memberikan anjuran terkait penentuan gelar juara. Ia menyarankan agar Barcelona ditetapkan sebagai juara musim ini. Saat ini Barcelona berstatus pemuncak klasemen sementara dengan raihan 58 poin dari 27 pertandingan. Barcelona unggul dua angka dari Real Madrid di urutan kedua.

“Di bawah, banyak yang masih bisa menghindari degradasi, ada banyak pertandingan tersisa,” ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan degradasi dan promosi? Stoichkov menganjurkan untuk meniadakan degradasi musim ini. Sementara itu dua tim teratas di Divisi Segunda dipromosikan ke La Liga.

“Jadi liga bisa tetap seperti ini, dengan tidak ada degradasi dan dua tim teratas di Segunda promosi dan membuat liga punya 22 peserta. Karena mereka (Cadiz dan Real Zaragoza) sudah bekerja keras dan memenangi banyak pertandingan,” ungkapnya.

Saat ini klub-klub peserta sedang berjuang menghadapi terpaan wabah corona. Begitu juga para pemain. Bahkan sejumlah klub La Liga mengambil kebijakan untuk memangkas gaji karyawan. Salah sejumlah klub yang mengambil kebijakan tersebut di antaranya Atletico Madrid.

Sebagaimana dikatakan CEO Atletico, Gil Marin, saat ini pihaknya memangkas gaji dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini.

“Situasi seserius ini memaksa kami membuat keputusan sulit yang dibutuhkan untuk kebaikan klub. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub atas usaha spesialnya selama masa-masa sulit ini,” beber Marin.

Lebih lanjut Marin mengatakan hal ini ditempuh untuk menjamin kondisi finansial klub.

“Sayangnya, dan dengan tujuan utama menjamin keberlangsungan klub, kami terpaksa meminta pemotongan gaji sementara untuk profesi yang tidak bisa menjalankan tugasnya karena situasi darurat di negara ini, karena mereka menghentikan aktivitas sepenuhnya, begitu juga mereka yang jam kerjanya berkurang.”

Zidane: Kami Akan Pertaruhkan Segalanya Lawan Barcelona

Duel sengit dipastikan akan tersaji di Stadion Santiago Bernabeu pada Senin, 2 Maret 2020 dini hari WIb saat tuan rumah Real Madrid menjamu Barcelona. Kedua tim jelas sama-sama berambisi untuk memenangi laga ini.

Laga klasik ini telah dikenal sarat gengsi dan akan menghadirkan atmosfer pertandingan yang panas, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kedua kubu pun sudah menegaskan diri siap untuk menghadapi pertandingan bergengsi nan penting ini.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menegaskan mereka akan tampil habis-habisan menghadapi Barcelona. Ia akan meminta para pemainnya untuk memberikan segalanya demi meraih kemenangan.

“Kami akan mempertaruhkan segalanya [lawan Barcelona], jadi kami harus berangkat dari hal-hal positif yang sudah kami lakukan sejauh ini,” beber Zidane.

Lebih lanjut pelatih asal Prancis itu mengatakan pertandingan ini penting untuk mengakhiri tren buruk dalam dua laga terakhir. Apalagi pertandingan ini akan digelar di hadapan pendukung sendiri sehingga patut dimenangkan.

“Setelah dua pertandingan ini, di mana kami kehilangan lima poin, kami tahu bahwa kami harus memenangi laga kandang nanti,” sambungnya.

Jelang laga ini kapten Real Madrid, Sergio Ramos justru melempar pujian kepada bintang Barcelona, Lionel Messi. Ramos mengatakan Messi adalah salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.

“Saya menaruh hormat kepadanya. Saya rasa dia salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah dan saya respek dengannya,” beber Ramos.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

19-12-2019 Barcelona 0-0 Madrid (La Liga)

03-03-2019 Madrid 0-1 Barcelona (La Liga)

28-02-2019 Madrid 0-3 Barcelona (Copa del Rey)

07-02-2019 Barcelona 1-1 Madrid (Copa del Rey)

28-10-2018 Barcelona 5-1 Madrid (La Liga).

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:

07-02-2020 Madrid 3-4 Sociedad (Copa del Rey)

09-02-2020 Osasuna 1-4 Madrid (La Liga)

17-02-2020 Madrid 2-2 Celta (La Liga)

23-02-2020 Levante 1-0 Madrid (La Liga)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Barcelona:

07-02-2020 Bilbao 1-0 Barcelona (Copa del Rey)

10-02-2020 Betis 2-3 Barcelona (La Liga)

15-02-2020 Barcelona 2-1 Getafe (La Liga)

22-02-2020 Barcelona 5-0 Eibar (La Liga)

26-02-2020 Napoli 1-1 Barcelona (UCL).

Perkiraan starting line-up Real Madrid versus Barcelona:

Real Madrid (4-3-1-2): Thibaut Courtois; Mendy, Sergio Ramos, Raphael Varane, Dani Carvajal; Toni Kroos, Casemiro, Federico Valverde; Isco; Gareth Bale, Karim Benzema.

Pelatih: Zinedine Zidane.

Barcelona (4-3-1-2): Marc Andre ter Stegen; Junior Firpo, Clement Lenglet/Samuel Umtiti, Gerard Pique, Nelson Semedo; Frankie de Jong, Sergio Busquets, Arthur; Arturo Vidal; Antoine Griezmann, Lionel Messi.

Pelatih: Quique Setien.