Pelatih Liverpool Tidak Ingin Buru-buru Latihan

Tim-tim Liga Primer Inggris mulai berlatih secara berkelompok. Setelah sebelumnya latihan hanya diizinkan digelar secara individu dan terbatas, kini otoritas setempat mulai memberikan kelonggaran.

Situasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Bila Pemain Ini Pergi, Arsenal Bakal Kehilangan Pemain Besar

Lukas Podolski angkat bicara mengenai berbagai spekulasi terkait Pierre-Emerick Aubameyang. Striker Arsenal itu dikabarkan akan dilepas pada bursa transfer ini. Sebagai mantan pemain Arsenal, Podolski mengatakan melepas pemain berdarah Afrika itu akan menjadi sebuah kehilangan bagi The Gunners.

“Menurut saya Anda kehilangan pemain besar, dia melewati musim yang luar biasa dengan catatan gol bagus, tapi Anda bisa menghasilkan uang dari seorang pemain, menjualnya dan bisa berinvestasi untuk pemain baru. Untuk pemain seperti saya atau Aubameyang, ketika klub besar memanggil, Anda selalu ingin punya mimpi seperti ini,” beber Podolski.

Menurut mantan pemain tim nasional Jerman itu, bila melepaskan Aubameyang maka akan menjadi sebuah kerugian bagi Arsenal. Pasalnya pemain tersebut sedang berada dalam performa terbaik dan banyak klub tertarik untuk mendatangkannya.

“Ketika Anda menjalani musim luar biasa seperti dia, banyak klub tertarik,” beber Podolski.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap pemain bintang tentu memilik impian untuk tampil di berbagai klub top di Eropa baik di Inggris, Spanyol, maupun Italia.

“Saat seorang pemain punya keinginan untuk bermain untuk klub besar atau bermimpi main di Italia atau Spanyol, atau seperti Aubameyang dan kaitannya dengan Real Madrid…”

Podolski mengatakan tidak ada yang salah bila Aubameyang memiliki impian tersendiri. Menurutnya untuk setiap kesempatan yang datang jangan sampai ditolak. Bagi Arsenal bila sampai Aubameyang pergi maka akan menjadi sebuah kehilangan.

“Jika dia punya mimpi main untuk klub ini ketika masih muda, maka kenapa tidak? Sebagai pemain, Anda harus mengambil kesempatan main untuk klub seperti itu. Tentu saja, buat Arsenal, itu akan jadi sebuah kehilangan besar kalau mereka harus menjualnya, tapi ini bisnis sepakbola,” sambungnya.

Podolski yang pernah bermain untuk Arsenal mengatakan Aubameyang sudah melewatkan musim yang luar biasa. Tidak hanya itu ia juga sudah banyak berkontribusi bagi tim dengan gol-gol yang diciptakannya.

Namun demikian ia mengatakan menjual pemain bintang bisa menjadi sebentuk investasi. Uang hasil penjualan pemain bintang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain baru.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang mempersiapkan diri. Otoritas sepak bola setempat sudah memberikan kelonggaran kepada masing-masing tim unguk mulai menggelar latihan.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce pun beranggapan yang sama. Menurutnya, waktu tersebut terlalu cepat.

“Kami perlu waktu persiapan yang cukup untuk membuat para pemain ini mencapai kondisi yang bagus atau mereka bakalan bertumbangan seperti tumpukan kartu,” beber Bruce.

 

Liverpool Akan Rayakan Gelar Juara di Stadion Kosong, Kane: Rasanya Aneh

Langkah Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin dekat. The Reds hanya butuh beberapa poin untuk mengakhiri puasa gelar yang telah dinanti selama 30 tahun.

Namun demikian saat ini situasi sedang tak menentu. Dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Sementara ini Liga Primer Inggris ditangguhkan. Bila dilanjutkan, kompetisi bakal berlangsung secara tertutup alias tanpa penonton.

Bila demikian maka Liverpool akan merayakan gelar juara tanpa kehadiran para penggemar setia. Situasi ini mengundang komentar dari penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Kane sendiri mengatakan adalah  sesuatu yang aneh bila mengangkat trofi tanpa kehadiran para penggemar.

“Situasi ini akan sulit. Liverpool pantas meraih juara liga musim ini dan mengangkat trofi tanpa kehadiran fans pasti aneh rasanya,” beber Kane.

Lebih lanjut pemain depan internasional Inggris itu mengatakan dirinya belum punya pengalaman menghadapi situasi seperti ini. Sepanjang kariernya ia belum pernah mengangkat trofi di stadion kosong. Ia pun sulit untuk membayangkan seperti apa situasi yang akan terjadi baik dengan para pemain maupun para penggemarnya.

“Seumur hidup, kami tak pernah mengalami masa-masa seperti ini jadi sulit mengetahui apa yang seharusnya dilakukan. Fans adalah bagian penting dari sepakbola,” sambungnya.

Menurutnya kehadiran penggemar sangat penting. Fans adalah bagian penting dari sebuah kompetisi. Bermain tanpa penonton jelas menjadi sesuatu yang aneh.

“Merekalah yang membuat sepakbola seperti sekarang ini, jadi rasanya pasti berbeda bermain tanpa mereka.”

Terkait bertanding tanpa penonton, Kane sudah pernah mengalaminya. Hal ini terjadi saat dirinya memperkuat tim nasional Inggris dalam suatu pertandingan internasional. Terlepas dari hal ini, menurutnya kompetisi musim ini harus diselesaikan.

“Saya sudah pernah mengalaminya (bermain tanpa penonton) saat membela Timnas Inggris dan rasanya tak sama. Tapi jika kami ingin menyelesaikan musim ini, kami harus melakukan hal itu,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin. Liverpool memimpin dengan selisih poin sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim terbentang jarak 25 poin.

Liverpool hanya butuh dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri puasa gelar selama tiga dekade.

Sementara itu Manchester City harus puas kehilangan gelar juara. Namun demikian City sudah meraih sejumlah gelar musim ini dan masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Sudah Fit, Kane Siap Hadapi Kompetisi Liga Inggris

Saat ini para pemain Liga Inggris sedang menanti informasi resmi terkait nasib kompetisi musim ini. Sebagian besar kabar berisi kemungkinan kompetisi berlanjut lagi. Tak heran sejumlah klub mulai melakukan persiapan dengan menggelar latihan dengan mengikuti protokol yang ketat.

Salah satu pemain yang sudah tak sabar berkompetisi lagi adalah Harry Kane. Striker Tottenham Hotspur itu pantas merasa tak sabar. Pasalnya Kane sudah lama bergulat dengan cedera yang membuatnya harus absen di banyak pertandingan sebelumnya.

Striker tim nasional Inggris itu menegaskan kondisi terbarunya. Ia mengatakan dirinya sudah pulih seratus persen. Ia menegaskan dirinya siap untuk tampil sejak pertandingan pertama pasca penangguhan karena wabah Corona atau Covid-19.

“Kapan pun musim berlanjut, apakah itu bulan depan, atau dua bulan, tiga bulan laga, saya harus siap untuk bermain di pertandingan pertama,” beber Kane.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya selalu berjuang dan bekerja keras untuk mencapai kondisi bugar. Bahkan sebelum masa karantina dirinya sudah berada dalam kondisi yang baik.

“Saya berusaha sebaik mungkin yang saya bisa – saya berada pada kondisi yang baik sebelum lockdown dan berusaha melakukan segalanya agar bisa kembali berlatih bersama tim ini,” pungkasnya.

Namun demikian muncul kekecewaan dari pemain Liga Inggris yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan nasib kompetisi musim ini. Sebagaimana dikatakan oleh bek West Ham United, Aaron Cresswell, para pemain tidak didengar pendapat dan pandangannya. Begitu juga, ia menilai hal yang sama untuk kepala medis FIFA.

“Saya pikir terlihat jelas bahwa opini para pemain tidak didengar, termasuk saran dari kepala medis FIFA sendiri,” ungkap Cresswell di jejaring sosial twitternya.

Pemain internasional Inggris itu menilai sejak kompetisi ditangguhkan hingga kini para pemain sama sekali belum diberikan ruang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terkait masa depan Liga Inggris di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

“Sudah 10 pekan sejak kami terakhir bermain bola dan belum ada polling untuk melihat bagaimana pendapat para pemain,” sambungnya.

Meski tidak dimintai secara resmi oleh otoritas terkait, beberapa pemain yang merumput di Liga Primer Inggris sudah menyatakan pendapatnya. Beberapa di antaranya adalah striker Manchester City, Sergio Aguero dan pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Para pemain itu berpendapat saat ini situasi belum kondusif untuk memulai lagi kompetisi. Mereka menyatakan masih ada rasa takut bila harus bermain dalam situasi seperti saat ini.

Bernardo Silva Sempat Disentil Fernandinho

Ternyata untuk menjadi pemain hebat perlu mendapat ujian dan tantangan. Hal inilah yang pernah dialami Bernardo Silva. Pemain Manchester City ini memiliki pengalaman saat dirinya mendapat sentilan dari pemain senior, Fernandinho.

Silva kembali menceritakan hal tersebut saat suatu ketika dirinya mengeluh pada Fernandinho. Patut diakui sejak didatangkan dari AS Monaco, Silva selalu mendapat menit bermain reguler. Seiring performanya yang terus meningkat, pelatih City, Pep Guardiola pun selalu memberikan kepercayaan kepadanya.

Tak heran tingginya menit bermain membuatnya kerap merasa sakit. Situasi ini coba diceritakan kepada Fernandinho. Bukan simpati yang didapat, pemain asal Portugal itu justru mendapat sentilan yang membuatnya tersentak.

“Ketika bermain setiap tiga atau empat hari sekali, dalam empat atau lima musim berturut-turut, itu semakin menyulitkan. Anda menjadi lebih lelah, memiliki sedikit masalah,” beber Bernardo.

Bermain reguler membuatnya sempat merasa sakit. Suatu kesempatan setelah latihan ia coba membagikan keluh kesahnya itu kepada pemain senior berusia 35 tahun.

“Aku ingat pernah berbicara dengan Fernandinho tentang hal ini, dan setelah latihan, aku mengeluhkan punggung dan kaki yang sakit. Dia hanya berkata, ‘Bernardo, kamu baru 25 tahun, ketika kamu seusiaku, kamu akan selalu bermain dengan rasa sakit di tiga bagian tubuh yang berbeda!’ Sejak saat itu aku berpikir ‘Oke, mari lakukan saja kalau begitu,'” kenang Silva.

Tidak hanya itu, Fernandinho juga mengatakan rasa sakit yang bakal kerap dialami bukan menjadi alasan. Para pemain harus bisa terbiasa dengan situasi seperti itu. Lebih lanjut Fernandinho mengatakan dalam situasi seperti itu para pemain hanya perlu makan dan tidur secara teratur, serta menjaga pola hidup yang baik.

“Tidak masalah jika kaki kirimu merasa sakit, di lengan kanan atau kepala, tidak masalah. Lakukan saja seperti biasa. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Anda cuma perlu makan, tidur, punya gaya hidup yang baik, lakukan saja seperti itu,” kenang Silva lagi.

Saat ini Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan. Berkembang kabar bahwa kompetisi itu akan kembali dimulai. Namun tidak sedikit pemain yang masih khawatir dengan masalah kesehatan dan keselamatan.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard menyampaikan masukan kepada para pelatih klub Liga Inggris terkait hal ini. Untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan, Lampard meminta para manajer untuk berbicara dengan para pemain.

“Bagian penting dari pekerjaan pelatih saat ini adalah memiliki empati terhadap para pemainnya,” beber Lampard.

Kagumi Ederson dan De Gea, Leno Tetap Jagokan Alisson

Siapa kiper terbaik di Liga Primer Inggris saat ini? Sejumlah nama tentu patut disebut mulai dari kiper Manchester United, David De Gea, penjaga gawang Manchester City, Ederson Moraes hingga kiper Liverpool, Alisson Becker.

Kiper Arsenal, Bernd Leno mengatakan dirinya mengagumi sosok-sosok di atas. Namun bila harus memilih kiper terbaik di Liga Inggris saat ini maka ia akan menyebut nama Alisson.

Kiper yang baru didatangkan dari Bayer Leverkusen pada 2018 silam mengatakan dirinya terus belajar dari setiap pertandingan yang dijalani. Ia juga tak lupa belajar dari kiper-kiper terbaik yang ada di Liga Inggris. Sejauh ini kiprahnya cukup gemilang dengan mencatatkan banyak penyelamatan gemilang.

“Sejujurnya saya belajar setiap kali menonton sepak bola. Saya melihat penjaga, permainan dan penyerang. Di Liga Inggris, kami memiliki penjaga gawang terbaik karena ada begitu banyak penjaga gawang berkualitas,” beber Leno.

Menurut Leno, Alisson memiliki kemampuan komplit. Selain sigap menangkap bola, menurut Leno, Alisson memiliki kaki yang sigap dan mampu beradaptasi dengan permainan tim termasuk ikut naik dalam garis pertahanan.

“Kiper terbaik di musim lalu adalah Alisson dari Liverpool. Dia bagus dengan kakinya, dalam mengantisipasi umpan silang dan ikut naik dalam garis pertahanan tinggi. Itu yang dibutuhkan Liverpool.”

Meski begitu Ederson dan De Gea juga memiliki keunggulan. Menurut Leno, Ederson juga bagu dengan kakinya. Sementara itu reflex dan reaksi De Gea patut diacungi jempol.

“Ederson juga sangat baik dengan kakinya dan De Gea memiliki reflek dan reaksi yang luar biasa,” sambungnya.

Leno yang berusia 28 tahun pun tak segan menjagokan Alisson sebagai kiper terbaik. Selain memiliki kemampuan yang lengkap, kiper internasional Brasil itu pun sudah diuji dalam berbagai pertandingan bersama Liverpool. Sejauh ini Alisson sudah membuktikan diri tidak hanya sebagai kiper terbaik di Inggris tetapi juga di dunia. Salah satu buktinya adalah ikut mengantar Liverpool menjadi juara Liga Champions Eropa.

“Bagiku jelas Alisson yang terbaik. Dia bagi dalam segala hal termasuk statistik. Dia juga telah menjalani banyak pertandingan besar bersama Liverpool,” pungkasnya.

Tidak hanya ikut mengantar Liverpool menjadi juara Eropa, Alisson juga berkontribusi mengantar Liverpool untuk mengakhiri puasa gelar Liga Primer Inggris selama 30 tahun. Liverpool hanya butuh beberapa poin lagi untuk menjadi juara liga musim ini.

Liga Inggris Dilanjutkan Lagi, Pemain Ini Sebut Mayoritas Pemain Masih Enggan

Saat ini muncul berbagai spekulasi terkait kelanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Kompetisi tersebut diprediksi akan kembali bergulir pada awal bulan depan. Saat ini sejumlah tim sudah mulai menggelar latihan, meski masih berlangsung secara terbatas.

Jelas tidak mudah untuk kembali berkompetisi apalagi di tengah situasi dunia yang belum benar-benar terbebas dari virus tersebut. Hal inilah yang membuat Aguero takut untuk kembali bertanding lagi.

Pemain asal Argentina itu mengatakan para pemain sepak bola masih merasa takut bila harus bertanding lagi dalam waktu dekat. Pemain depan Manchester City itu mengatakan para pemain masih memikirkan kesehatan dan keselamatannya, selain itu juga kesehatan dan keselamatan keluarga mereka.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya keluarga, anak, bayi, dan orang tua,” beber Aguero.

Lebih lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu mengakui dirinya juga merasa takut. Apalagi saat ini ia sedang bersama kekasihnya. Menurut informasi yang ia dapat tidak mudah bagi seseorang untuk terserang Corona bila tidak menjalin kontak dengan dunia luar. Hal ini yang membuatnya lebih memilih untuk tetap berada di dalam rumah.

“Itu membuat saya takut, tetapi saya masih baru di sini dengan pacar. Saya belum pernah kontak dengan orang lain, dan mereka mengatakan sangat jarang dan sulit yang tertular,” sambungnya.

Selain itu ia juga khawatir dengan kenyataan bahwa ada orang yang tertular dengan tanpa gejala yang jelas. Hal ini membuatnya lebih berhati-hati dan memilih tidak menjalani aktivitas di luar rumah.

“Tetapi, mereka mengatakan ada orang yang tertular, tidak memiliki gejala, dan mereka dapat menginfeksi Anda. Itu sebabnya saya berdiam diri di rumah. Anda bisa terinfeksi dan tidak menyadarinya,” sambungnya.

Lantas bagaimana tanggapan Kepa terkait kabar ini? Kepa mengatakan tidak mudah bagi seorang pemain untuk tetap menjaga konsistensi. Di tengah padatnya jadwal pertandingan tidak mudah  bagi seorang pemain untuk menjaga level permainannya agar tetap sama di setiap laga.

“Kami bermain 50-60 pertandingan setiap musimnya, jadi memang sulit menjaga level permainan agar tetap sama,” beber Kepa.

Lebih lanjut pemain yang sebelumnya bermain di La Liga Spanyol itu mengatakan situasi ini membuatnya harus terus bekerja keras. Ia bertekad untuk memperbaiki diri agar bisa tampil lebih konsisten.

“Yang jelas, saya harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Mungkin akan ada hambatan, namun jika tujuanmu jelas, semuanya terasa mudah. Mengenai apa yang terjadi pada saya, yang bisa dilakukan adalah bekerja secara profesional dan lebih keras untuk membalikkan situasi,” lanjutnya.

Rodgers: Kualitas Liverpool Sangat Fantastis

Seandainya Corona atau Covid-19 tak mewabah maka Liverpool sudah bisa berpesta. Sebelum virus itu mewabah, The Reds begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Sekalipun kini kompetisi sementara ditangguhkan, kans Liverpool sebagai juara tetap besar. Mantan pelatih Liverpool, Bredan Rodgers berpendapat mantan tim besutannya itu pantas untuk menjadi juara.  Ia menilai Liverpool sebagai salah satu tim yang tampil konsisten dengan kualitas yang mumpuni.

“Selama ini mereka menjadi tim terbaik yang konsisten. Level permainan mereka, kualitas, mereka selama ini sangatlah fantastis,” bebernya.

Ia mengatakan Liverpool akan sangat menyesal bila sampai gagal menjadi juara. Apalagi mereka sudah menanti lama, lebih dari 30 tahun untuk kembali angkat trofi Liga Primer Inggris.

“Jadi akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya kesempatan untuk mengangkat trofi juara. Mereka sudah menunggu sangat, sangat lama – mereka layak mendapatkannya. Tapi Juergen akan seperti orang lain, mengharap kita bisa kembali bermain dalam sebuah lingkungan yang aman.”

Rodgers masih mengingat salah satu kesempatan di mana timnya nyaris menjadi juara. Sosok yang kini menjadi pelatih Leicester City itu mengatakan mereka nyaris menjadi juara bila saja tidak tergelincir di laga-laga akhir.

“Saat itu bukan takdir kami dan sudah tentu Anda memiliki momen-momen di mana Anda memikirkan musim itu. Kami dulu begitu dekat, dan akan brilian kalau kami berhasil, tapi belum takdirnya. Jadi Anda cuma harus melanjutkan hidup,” bebernya lagi.

Walikota Liverpool, Joe Anderson mengatakan kompetisi sebaiknya dihentikan dan Liverpool duanugerahi gelar juara. Sulit untuk melanjutkan kompetisi termasuk bila harus digelar secara tertutup alias tanpa penonton.

Ia berlasan pertandingan tertutup tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

Mantan Gelandang Barcelona Ini Jadi Inspirasi Bruno Fernandes

Saat ini performa Bruno Fernandes sedang membaik. Sejak bergabung dengan Manchester United, sepak terjang pemain asal Portugal itu semakin mencuri perhatian. Ternyata di balik performa meyakinkan itu, pemain internasional Portugal itu memiliki sosok yang menjadi inspirasi.

Inspirasi Bruno ternyata mantan pemain Barcelona, Andres Iniesta. Bruno mengakui mantan pemain tim nasional Spanyol itu menjadi contoh dan panutannya di lapangan pertandingan. Menurutnya Iniesta adalah pemain dengan kemampuan dan gaya bermain yang khas.

“Yang aku suka tonton dan ikuti adalah Iniesta, karena Iniesta adalah perpaduan pemain bernomor 8 dan 10 . Ini cara bermain yang bisa aku lakukan dengan baik,” beber Bruno.

Lebih lanjut Bruno mengatakan Iniesta adalah pemain yang mampu menguasai dan mengamankan bola dengan baik. Dalam hal ini, Bruno mengakui Iniesta sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada.

“Dia adalah pemain yang selalu mengusai bola, yang selalu mengambil risiko. Aku pikir Iniesta adalah salah satu yang terbaik di dunia.”

Meski begitu Bruno menyayangkan sang idola gagal mengakhiri karier dengan meraih trofi individu bergengsi seperti Ballon d’Or. Ia sendiri sampai tak percaya pemain sekelas Iniesta sampai tak bisa meriah trofi individu tersebut.

“Menarik bagiku ketika Iniesta menyelesaikan kariernya tanpa Ballon d’Or. Dengan semua yang dia menangkan, sulit bagiku memahaminya,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggris sedang dihentikan. Belum diketahui kapan akan berlanjut. Apakah Liga Primer Inggris benar-benar akan berlanjut atau akan bernasib sama seperti Eredivisie Belanda dan Liga Prancis yang akhirnya dihentikan?

Pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan apapun keputusan yang diambil harus menempatkan kesehatan dan keselamatan di atas segalanya. Ia mengakui saat ini muncul banyak desakan agar kompetisi tersebut digulirkan lagi. Namun baginya banyak hal yang harus dipikirkan terkait kompetisi tersebut.

“Kami semua sadar akan keinginan bangsa ini untuk kembali bermain karena itu sangat berarti, serta sebagai sarana melepaskan diri dan bagaimana kami sangat mencintai sepakbola kami,” bebernya.

Lebih lanjut pelatih asal Inggris itu mengatakan dirinya akhirnya menyadari berbagai hampatan yang harus dialui semua pihak bila ingin kompetisi itu bergulir lagi.

“Saya juga telah menyadari segala hambatannya, ada banyak kendala yang harus dilalui semua pihak. Saya tentu tidak menunjuk siapa pun, tetapi saya pikir kami semua bekerja untuk tujuan yang sama: Kami ingin itu bisa kembali lagi,” sambungnya.

Saat ini fokus semua orang tentu lebih pada aspek keselamatan manusia. Hal ini tengah ditempuh dengan menerapkan berbagai protokol.

City Tak Tampil di Pentas Eropa Bisa Buat De Bruyne Angkat Kaki

Belum lama ini Manchester City mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa larangan bertanding di pentas Eropa selama dua musim ke depan. Ini merupakan sanksi atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang diduga dilakukan oleh klub tersebut.

Situasi ini tentu membuat para pemain bintang Manchester Biru berpikir panjang untuk bertahan di klub tersebut. Tidak tampil di pentas Eropa tentu akan menjadi pukulan telak bagi mereka. Salah satu pemain bintang City, Kevin De Bruyne pun sudah angkat bicara terkait hal ini.

Pemain internasional Belgia itu mengatakan dirinya masih menunggu keputusan final terkait sanksi tersebut. Saat ini City masih menanti keputusan menyusul pengajuan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).

Menurut De Bruyne para pemain sudah diyakinkan oleh pihak klub untuk menanti keputusan. Kepada mereka diyakinkan bahwa banding akan diterima sehingga City akan tetap tampil di pentas Eropa.

“Saya cuma menunggu. Klub sudah bilang kepada kami kalau mereka akan banding dan mereka hampir 100 persen yakin kalau mereka benar,” beber De Bruyne.

Secara pribadi De Bruyne mengatakan dirinya sangat percaya dengan klub. Hal ini membuatnya untuk tidak berpikir untuk pergi.

“Itulah kenapa saya menunggu apa yang akan terjadi. Saya percaya tim saya.”

Namun demikian ia juga mengantisipasi terkait keputusan yang nanti akan diterima. Bila sampai banding City ditolak CAS maka, De Bruyne akan berpikir lagi terkait masa depannya di Etihad Stadium. Baginya waktu dua tahun bukanlah waktu yang singkat.

“Begitu pernyataan dibuat, saya akan meninjau semuanya. Dua tahun akan lama. Kalau satu tahun, saya akan lihat dulu,” ungkapnya lagi.

Ia juga mengatakan setiap keputusan yang akan dibuat tidak akan terpengaruh oleh masa depan Pep Guardiola di Etihad Stadium. Kontrak pelatih asal Spanyol itu akan berakhir pada 2021. Guardiola diisukan tidak akan berpaling ke klub lain. Namun demikian bagi De Bruyne keputusan yang ia ambil tidak akan dipengaruhi oleh masa depan sang pelatih.

“Saya tidak akan membiarkan keputusan saya bergantung apa yang akan dilakukan Pep,” ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya sudah terbiasa bekerja sama dengan banyak pelatih. Ia akan siap bila Pep Pergi atau ia sendiri siap untuk bekerja sama dengan pelatih baru di klub lain.

“Tentu saya sudah bekerja dengan pelatih lain dan ketika Pep pergi, saya harus lanjut bekerja dengan yang lain. Tapi saya belum benar-benar memerhatikan itu. Ada yang lebih penting saat ini.”