Gagal Ke Liverpool Bisa Buat Werner Kian Termotivasi

Nama Timo Werner terus dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa terutama dari Liga Primer Inggris. Sebelumnya Liverpool disebut-sebut akan menjadi pelabuhan baru pemain tersebut. Namun belakangan berhembus kabar bahwa pemain tersebut kemungkinan kecil bakal berlabuh di Stadion Anfield.

Pemain muda itu dikabarkan semakin dekat ke klub Liga Inggris lainnya yakni Chelsea. Bila sampai bergabung dengan Chelsea alias gagal ke Liverpool akan membuat Werner semakin termotivasi untuk tampil prima di pentas tersebut.

Hal ini sebagaimana diprediksi oleh mantan pemain Liverpool, Jamie Redknapp. Menurut Redknapp, Werner bisa saja akan membuat Liverpool menyesal karena gagal memanfaatkan peluang untuk merekrutnya.

Saat ini beberapa pemain depan Chelsea dikabarkan akan meninggalkan klub tersebut. Menurut Redknapp situasi ini menjadi alasan lain bagi Werner untuk bisa memilih Chelsea. Bila sampai Willian dan Pedro pergi maka peluang Werner untuk bermain reguler semakin terbuka.

“Dia mungkin melihat ke lini depan Chelsea sekarang, dengan Willian dan Pedro habis masa kontrak musim panas ini, lalu berpikir bahwa dia bisa menjadi pemain yang tapil reguler di tim tersebut,” beber Redknapp.

Lebih lanjut ia mengatakan bila memilih Liverpool maka Werner akan bersaing dengan sederet pemain depan di tim tersebut terutama trisula maut Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

“Sementara di Liverpool, siapa yang akan digantikan? Dia adalah pemain yang sangat bagus, tapi kita tak tahu sekarang apakah dia lebih baik daripada Mane, Firmino, Salah?,” sambungnya.

Menurut Redknapp, Werner akan mengalami persaingan yang ketat dengan trisula maut Liverpool itu. Ia mengakui bahwa ketiga pemain itu sedang berada dalam tren positif dan saat ini mengisi daftar pemain depan terbaik di dunia.

Namun demikian Redknapp menilai Liverpool akan tetap merasa kecewa bila sampai gagal mendatangkan Werner, sementara pemain itu akan mampu menunjukkan performa terbaiknya bersama Si Biru.

“Itu adalah salah satu dari tiga trio penyerang terbaik di dunia sekarang ini, jadi dia tak mau pergi ke sebuah tempat dan menjadi nomor dua atau seorang pengganti. Akankah mereka menyesalinya? Anda tak pernah tahu, tapi itulah yang harus dia lakukan.”

Untuk itu Redknapp memotivasi pemain muda itu untuk bisa menunjukkan performa terbaiknya. Dengan demikian Werner akan membuat Liverpool menyesal karena gagal mendapatkannya.

“Dia harus membuat Liverpool menyesali keputusan itu, atau setidaknya membuat mereka berpikir ‘Andai saja kami merekrutnya’,” pungkasnya.

Redknapp: Saya Yakin Kane Cinta Spurs

Nama Harry Kane terus dikaitkan dengan sejumlah kabar. Pemain internasional Inggris itu disebut-sebut sedang mempertimbangkan keputusan untuk angkat kaki dari Tottenham Hotspur. Paceklik gelar yang terjadi selama ini disebut-sebut sebagai sebab.

Namun demikian mantan pelatih Spurs, Harry Redknapp memiliki pandangan tersendiri. Ia mengatakan pemain tersebut masih memiliki rasa cinta pada klub yang bermarkas di Tottenham Hotspur Stadium itu.

Meski begitu ia menilai pemain tersebut juga memiliki ambisi dan keinginan tersendiri. Bila sampai gagal menjadi juara dalam satu dua musim ke depan maka bukan tidak mungkin pemain itu akan memilih hijrah ke klub lain.

“Itu situasi yang sulit. Saya yakin Kane mencintai klub ini, dia datang dari akademi dan ini adalah timnya, tapi dia juga ambisius dan saya akan berpikir kalau gelar juara itu tidak terwujud tahun ini, dia mungkin akan berusaha pergi,” tandas Redknapp.

Tentu Kane merupakan salah satu pemain bintang saat ini. Menurut Redknapp bila sampai Kane pergi maka banyak klub yang akan memperebutkannya.

“Dan semua orang di dunia akan menginginkannya. Sebab dia adalah pemain yang sangat-sangat top dan seseorang yang sangat baik,” sambungnya.

Lantas bagaimana cara mempertahankan Kane? Menurut Redknapp tidak hanya cara untuk membuat pemain tersebut betah di klub. Salah satu cara adalah meraih trofi, apapun itu. Dengan meraih trofi membuat Kane memiliki harapan untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpinya.

“Saya rasa selalu ada kemungkinan itu. Saya sih inginnya dia bertahan, tapi mereka memang perlu memenangi sesuatu. Sudah begitu lama mereka tak juara dan Anda cuma bisa melihat mereka memenangi sebuah turnamen,” sambungnya lagi.

Meski begitu ia pesimis gelar yang dimaksud adalah Liga Primer Inggris. Musim ini hampir pasti trofi Liga Primer Inggris menjadi miliki Liverpool. Tim tersebut sudah berada di ambang juara dengan hanya membutuhkan tambahan enam poin.

“Saya sungguh tak bisa melihat mereka menantang untuk gelar Premier League saat ini. Mereka tidak sebagus dua atau tiga tahun sebelumnya pastinya.”

Menurut Redknapp, Spurs sebenarnya memiliki peluang dalam dua tiga tahun belakangan ini. Pasalnya saat itu Spurs memiliki skuad yang bagus dan performa mereka terbilang stabil. Hal ini berbanding terbalik dengan musim ini.

“Dua atau tiga tahun lalu, saya sempat berpikir Anda kans titel Premier League dimenangi dengan tim mereka, ketika masih punya (Kyle) Walker dan (Danny) Rose yang sedang melesat, dan Eriksen dalam performa bagus.”

 

Kane: Kami Harus Finis di Empat Besar

Harry Kane sepertinya sudah tak sabar untuk kembali merumput. Saat ini kompetisi Liga Primer Inggris sedang terhenti dan bersiap untuk bergulir lagi dalam waktu dekat. Penyerang Tottenham Hotspur itu mengatakan dirinya memiliki sejumlah harapan terkait timnya musim ini.

Harapan terbesar pemain internasional Inggris itu adalah tampil di Liga Champions Eropa. Jelas target ini tidak mudah. Pasalnya tim berjuluk The Lyliwhites itu harus bekerja keras untuk bisa mengakhiri kompetisi Liga Inggris di empat besar yang mana merupakan zona Liga Champions.

“Kami harus finis di empat besar. Tidak ada keraguan tentang itu,” tegas Kane.

Untuk itu mereka harus bersaing dengan sejumlah tim papan atas seperti Liverpool dan Manchester City. Dua tim ini hampir pasti menyegel dua tempat teratas karena memiliki keunggulan poin yang signifikan. Dengan demikian tersisa dua slot lagi yang diperebutkan banyak tim.

Spurs pun harus bersaing dengan Manchester United, Chelsea, Arsenal, Leicester City, hingga Sheffield United untuk memperebutkan dua jatah tersisa.

Bila kompetisi bergulir lagi, Spurs akan menghadapi sejumlah laga berat. Salah satunya adalah menghadapi Manchester United. Tidak hanya itu, tim tersebut paling kurang harus meraih tujuh hingga delapan kemenangan untuk menyegel tempat di Liga Champions musim depan.

“Kami memiliki pertandingan besar melawan Man United di laga awal dan secara realistis, kami harus menang tujuh atau delapan kali buat masuk ke Liga Champions. Itu harus menjadi tujuan kami,” sambungnya.

Kane menyadari persaingan bakal ketat. Namun demikian ia menegaskan dirinya sangat berhasarat untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan. Karena itu tidak ad acara lain selain memenangi sebanyak mungkin pertandingan.

“Tentu saja kami mau memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus memastikan jika kami cukup finis cukup kuat agar bisa bermain di Liga Champions musim depan,” pungkasnya.

Namun demikian tidak mudah bagi klub-klub peserta untuk langsung mendapatkan penampilan terbaik di awal pertandingan. Jeda beberapa bulan ternyata sangat mempengaruhi performa tim.

Hal ini diakui oleh pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. Menurutnya tim-tim butuh beberapa pekan untuk kembali mendapatkan performa terbaik. Butuh beberapa pertandingan untuk bisa sampai ke level semestinya.

Mourinho mengatakan hal ini dengan berkaca pada Bundesliga Jerman. Menurutnya, baru pertandingan antara Bayern Muenchen kontra Borussia Dortmund, publik bisa menyaksikan pertandingan yang sesungguhnya.

Mourinho menegaskan timnya akan melakukan secara bertahap untuk sampai pada level yang diinginkan. Ia berusaha agar timnya sudah siap menghadapi laga pertama.

Mourinho Sebut Tim-tim Liga Inggris Tak Bisa Langsung Nyetel

Saat ini Bundesliga Jerman menjadi satu-satunya kompetisi sepak bola di Eropa yang bergulir setelah sempat terhenti selama beberapa bulan. Sementara itu Liga Primer Inggris sedang bersiap-siap untuk menyusul Bundesliga.

Namun demikian tidak mudah bagi klub-klub peserta untuk langsung mendapatkan penampilan terbaik di awal pertandingan. Jeda beberapa bulan ternyata sangat mempengaruhi performa tim.

Hal ini diakui oleh pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. Menurutnya tim-tim butuh beberapa pekan untuk kembali mendapatkan performa terbaik. Butuh beberapa pertandingan untuk bisa sampai ke level semestinya.

Mourinho mengatakan hal ini dengan berkaca pada Bundesliga Jerman. Menurutnya, baru pertandingan antara Bayern Muenchen kontra Borussia Dortmund, publik bisa menyaksikan pertandingan yang sesungguhnya.

Mourinho menegaskan timnya akan melakukan secara bertahap untuk sampai pada level yang diinginkan. Ia berusaha agar timnya sudah siap menghadapi laga pertama.

“Kami akan memastikan secara bertahap bahwa kami akan tiba di pertandingan pertama dalam keadaan siap,” beber Mourinho.

Meski begitu mantan pelatih Real Madrid dan Chelsea itu tidak yakin timnya bisa akan langsung mendapatkan ritme dan level terbaik. Kualitas dan intensitas laga-laga awal tidak akan sebaik pertandingan ketiga dan seterusnya.

“Kami bilang siap tapi lihat Bundesliga dan kita bisa merasakan perbedaan dalam kualitas dan intensitas antara pertandingan pertama dan ketiga.”

Ia mengatakan hal ini dengan melihat laga Der Klassiker antara Muenchen kontra Dortmund. Ini merupakan pertandingan di pekan ketiga setelah Bundesliga kembali bergulir.

“Ketika Anda menonton Bayern melawan Dortmund di laga ketiga, Anda langsung merasakannya, ‘wow itu baru pertandingan’.”

Mantan juru taktik Manchester United itu berkeyakinan situasi serupa akan terjadi di Liga Primer Inggris. Butuh waktu bagi tim-tim peserta untuk sampai pada level semestinya.

“Saya kira hal yang sama akan terjadi (di sini). Tim akan secara bertahap mencapai levelnya, sesuatu yang terjadi di pramusim normal. Tim-tim akan sangat sulit menghadapi pertandingan pertama pada 7 atau 10 Agustus dan dalam kondisi yang benar-benar terbaik,” sambungnya.

Untuk itu pelatih yang dijuluki The Special One itu mengatakan mereka akan melakukan langkah demi langkah untuk sampai pada situasi ideal. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan tontonan yang menghibur bagi para penggemar di seluruh dunia.

“Jadi mari berjalan selangkah demi selangkah dan tentu kami maunya siap, siap bertarung untuk poin, tapi kami ingin memberi kesenangan untuk orang-orang, memberi kebahagiaan untuk fans Tottenham, menyajikan pertandingan bagus kepada semua pencinta sepakbola di dunia,” pungkasnya.

Timo Werner Makin Dekat ke Liverpool

Saat ini nama Timo Werner terus dikaitkan dengan sejumlah klub, salah satunya adalah Liverpool. Bahkan nama klub yang disebutkan terakhir itu semakin kuat sebagai calon terdepan untuk mendapatkan tanda tangan pemain RB Leipzig itu.

Kabar ini semakin diperkuat oleh salah satu peristiwa yang baru saja terjadi. Pemain berusia 24 tahun itu dikabarkan baru saja melakukan pembicaraan dengan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Pembicaraan itu dikabarkan terjadi secara virtual mengingat situasi saat ini belum memungkinkan untuk melakukan perjumpaan pribadi.

Rumor tersebut pertama kali dihembuskan oleh pakar sepakbola Jerman, Raphael Honigstein. Honigstein sangat yakin Timo akan berlabuh di Stadion Anfield. Ia memprediksi tidak butuh waktu lama bagi pemain tersebut untuk berseragam merah. Cepat atau lambatnya proses transfer, menurut Honigstein, dipengaruhi oleh Liverpool.

“Saya pikir itu tergantung dengan apa yang mau dilakukan Liverpool. Dia bisa dibeli karena klausul rilis, kira-kira akan menelan biaya 55 juta euro,” beber Honigstein.

Lebih lanjut Honigstein mengatakan proses perpindahan bisa sedikit terhambat karena situasi saat ini yang belum sepenuhnya pulih. Wabah Corona atau Covid-19 yang masih terjadi membuat proses transfer bisa menjadi sedikit lambat.

“Saya rasa sudah ada pertemuan virtual antara Juergen Klopp dan Werner dalam beberapa minggu terakhir. Ada sedikit keraguan untuk segera bertindak karena mereka belum tahu dampak dari kembalinya sepakbola,” sambungnya.

Honigstein memprediksi ada sejumlah opsi waktu yang mungkin untuk mendapatkan kejelasan soal transfer tersebut. Bila tidak diumumkan pada Mei, kemungkinan transfer akan diselesaikan pada September atau Oktober mendatang.

“Dia tengah menunggu agar segalanya menjadi jelas. Kesepakatan semacam ini, yang mana biasanya bisa dikonfirmasi pada April atau Mei, mungkin saja tak diumumkan sampai September atau Oktober,” tegasnya.

 

Pelatih Liverpool Tidak Ingin Buru-buru Latihan

Tim-tim Liga Primer Inggris mulai berlatih secara berkelompok. Setelah sebelumnya latihan hanya diizinkan digelar secara individu dan terbatas, kini otoritas setempat mulai memberikan kelonggaran.

Situasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Bila Pemain Ini Pergi, Arsenal Bakal Kehilangan Pemain Besar

Lukas Podolski angkat bicara mengenai berbagai spekulasi terkait Pierre-Emerick Aubameyang. Striker Arsenal itu dikabarkan akan dilepas pada bursa transfer ini. Sebagai mantan pemain Arsenal, Podolski mengatakan melepas pemain berdarah Afrika itu akan menjadi sebuah kehilangan bagi The Gunners.

“Menurut saya Anda kehilangan pemain besar, dia melewati musim yang luar biasa dengan catatan gol bagus, tapi Anda bisa menghasilkan uang dari seorang pemain, menjualnya dan bisa berinvestasi untuk pemain baru. Untuk pemain seperti saya atau Aubameyang, ketika klub besar memanggil, Anda selalu ingin punya mimpi seperti ini,” beber Podolski.

Menurut mantan pemain tim nasional Jerman itu, bila melepaskan Aubameyang maka akan menjadi sebuah kerugian bagi Arsenal. Pasalnya pemain tersebut sedang berada dalam performa terbaik dan banyak klub tertarik untuk mendatangkannya.

“Ketika Anda menjalani musim luar biasa seperti dia, banyak klub tertarik,” beber Podolski.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap pemain bintang tentu memilik impian untuk tampil di berbagai klub top di Eropa baik di Inggris, Spanyol, maupun Italia.

“Saat seorang pemain punya keinginan untuk bermain untuk klub besar atau bermimpi main di Italia atau Spanyol, atau seperti Aubameyang dan kaitannya dengan Real Madrid…”

Podolski mengatakan tidak ada yang salah bila Aubameyang memiliki impian tersendiri. Menurutnya untuk setiap kesempatan yang datang jangan sampai ditolak. Bagi Arsenal bila sampai Aubameyang pergi maka akan menjadi sebuah kehilangan.

“Jika dia punya mimpi main untuk klub ini ketika masih muda, maka kenapa tidak? Sebagai pemain, Anda harus mengambil kesempatan main untuk klub seperti itu. Tentu saja, buat Arsenal, itu akan jadi sebuah kehilangan besar kalau mereka harus menjualnya, tapi ini bisnis sepakbola,” sambungnya.

Podolski yang pernah bermain untuk Arsenal mengatakan Aubameyang sudah melewatkan musim yang luar biasa. Tidak hanya itu ia juga sudah banyak berkontribusi bagi tim dengan gol-gol yang diciptakannya.

Namun demikian ia mengatakan menjual pemain bintang bisa menjadi sebentuk investasi. Uang hasil penjualan pemain bintang bisa digunakan untuk mendatangkan pemain baru.

Saat ini tim-tim Liga Inggris sedang mempersiapkan diri. Otoritas sepak bola setempat sudah memberikan kelonggaran kepada masing-masing tim unguk mulai menggelar latihan.

Pelatih Newcastle United, Steve Bruce pun beranggapan yang sama. Menurutnya, waktu tersebut terlalu cepat.

“Kami perlu waktu persiapan yang cukup untuk membuat para pemain ini mencapai kondisi yang bagus atau mereka bakalan bertumbangan seperti tumpukan kartu,” beber Bruce.

 

Liverpool Akan Rayakan Gelar Juara di Stadion Kosong, Kane: Rasanya Aneh

Langkah Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin dekat. The Reds hanya butuh beberapa poin untuk mengakhiri puasa gelar yang telah dinanti selama 30 tahun.

Namun demikian saat ini situasi sedang tak menentu. Dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Sementara ini Liga Primer Inggris ditangguhkan. Bila dilanjutkan, kompetisi bakal berlangsung secara tertutup alias tanpa penonton.

Bila demikian maka Liverpool akan merayakan gelar juara tanpa kehadiran para penggemar setia. Situasi ini mengundang komentar dari penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Kane sendiri mengatakan adalah  sesuatu yang aneh bila mengangkat trofi tanpa kehadiran para penggemar.

“Situasi ini akan sulit. Liverpool pantas meraih juara liga musim ini dan mengangkat trofi tanpa kehadiran fans pasti aneh rasanya,” beber Kane.

Lebih lanjut pemain depan internasional Inggris itu mengatakan dirinya belum punya pengalaman menghadapi situasi seperti ini. Sepanjang kariernya ia belum pernah mengangkat trofi di stadion kosong. Ia pun sulit untuk membayangkan seperti apa situasi yang akan terjadi baik dengan para pemain maupun para penggemarnya.

“Seumur hidup, kami tak pernah mengalami masa-masa seperti ini jadi sulit mengetahui apa yang seharusnya dilakukan. Fans adalah bagian penting dari sepakbola,” sambungnya.

Menurutnya kehadiran penggemar sangat penting. Fans adalah bagian penting dari sebuah kompetisi. Bermain tanpa penonton jelas menjadi sesuatu yang aneh.

“Merekalah yang membuat sepakbola seperti sekarang ini, jadi rasanya pasti berbeda bermain tanpa mereka.”

Terkait bertanding tanpa penonton, Kane sudah pernah mengalaminya. Hal ini terjadi saat dirinya memperkuat tim nasional Inggris dalam suatu pertandingan internasional. Terlepas dari hal ini, menurutnya kompetisi musim ini harus diselesaikan.

“Saya sudah pernah mengalaminya (bermain tanpa penonton) saat membela Timnas Inggris dan rasanya tak sama. Tapi jika kami ingin menyelesaikan musim ini, kami harus melakukan hal itu,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin. Liverpool memimpin dengan selisih poin sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim terbentang jarak 25 poin.

Liverpool hanya butuh dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri puasa gelar selama tiga dekade.

Sementara itu Manchester City harus puas kehilangan gelar juara. Namun demikian City sudah meraih sejumlah gelar musim ini dan masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Sudah Fit, Kane Siap Hadapi Kompetisi Liga Inggris

Saat ini para pemain Liga Inggris sedang menanti informasi resmi terkait nasib kompetisi musim ini. Sebagian besar kabar berisi kemungkinan kompetisi berlanjut lagi. Tak heran sejumlah klub mulai melakukan persiapan dengan menggelar latihan dengan mengikuti protokol yang ketat.

Salah satu pemain yang sudah tak sabar berkompetisi lagi adalah Harry Kane. Striker Tottenham Hotspur itu pantas merasa tak sabar. Pasalnya Kane sudah lama bergulat dengan cedera yang membuatnya harus absen di banyak pertandingan sebelumnya.

Striker tim nasional Inggris itu menegaskan kondisi terbarunya. Ia mengatakan dirinya sudah pulih seratus persen. Ia menegaskan dirinya siap untuk tampil sejak pertandingan pertama pasca penangguhan karena wabah Corona atau Covid-19.

“Kapan pun musim berlanjut, apakah itu bulan depan, atau dua bulan, tiga bulan laga, saya harus siap untuk bermain di pertandingan pertama,” beber Kane.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya selalu berjuang dan bekerja keras untuk mencapai kondisi bugar. Bahkan sebelum masa karantina dirinya sudah berada dalam kondisi yang baik.

“Saya berusaha sebaik mungkin yang saya bisa – saya berada pada kondisi yang baik sebelum lockdown dan berusaha melakukan segalanya agar bisa kembali berlatih bersama tim ini,” pungkasnya.

Namun demikian muncul kekecewaan dari pemain Liga Inggris yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan nasib kompetisi musim ini. Sebagaimana dikatakan oleh bek West Ham United, Aaron Cresswell, para pemain tidak didengar pendapat dan pandangannya. Begitu juga, ia menilai hal yang sama untuk kepala medis FIFA.

“Saya pikir terlihat jelas bahwa opini para pemain tidak didengar, termasuk saran dari kepala medis FIFA sendiri,” ungkap Cresswell di jejaring sosial twitternya.

Pemain internasional Inggris itu menilai sejak kompetisi ditangguhkan hingga kini para pemain sama sekali belum diberikan ruang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terkait masa depan Liga Inggris di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

“Sudah 10 pekan sejak kami terakhir bermain bola dan belum ada polling untuk melihat bagaimana pendapat para pemain,” sambungnya.

Meski tidak dimintai secara resmi oleh otoritas terkait, beberapa pemain yang merumput di Liga Primer Inggris sudah menyatakan pendapatnya. Beberapa di antaranya adalah striker Manchester City, Sergio Aguero dan pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Para pemain itu berpendapat saat ini situasi belum kondusif untuk memulai lagi kompetisi. Mereka menyatakan masih ada rasa takut bila harus bermain dalam situasi seperti saat ini.

Bernardo Silva Sempat Disentil Fernandinho

Ternyata untuk menjadi pemain hebat perlu mendapat ujian dan tantangan. Hal inilah yang pernah dialami Bernardo Silva. Pemain Manchester City ini memiliki pengalaman saat dirinya mendapat sentilan dari pemain senior, Fernandinho.

Silva kembali menceritakan hal tersebut saat suatu ketika dirinya mengeluh pada Fernandinho. Patut diakui sejak didatangkan dari AS Monaco, Silva selalu mendapat menit bermain reguler. Seiring performanya yang terus meningkat, pelatih City, Pep Guardiola pun selalu memberikan kepercayaan kepadanya.

Tak heran tingginya menit bermain membuatnya kerap merasa sakit. Situasi ini coba diceritakan kepada Fernandinho. Bukan simpati yang didapat, pemain asal Portugal itu justru mendapat sentilan yang membuatnya tersentak.

“Ketika bermain setiap tiga atau empat hari sekali, dalam empat atau lima musim berturut-turut, itu semakin menyulitkan. Anda menjadi lebih lelah, memiliki sedikit masalah,” beber Bernardo.

Bermain reguler membuatnya sempat merasa sakit. Suatu kesempatan setelah latihan ia coba membagikan keluh kesahnya itu kepada pemain senior berusia 35 tahun.

“Aku ingat pernah berbicara dengan Fernandinho tentang hal ini, dan setelah latihan, aku mengeluhkan punggung dan kaki yang sakit. Dia hanya berkata, ‘Bernardo, kamu baru 25 tahun, ketika kamu seusiaku, kamu akan selalu bermain dengan rasa sakit di tiga bagian tubuh yang berbeda!’ Sejak saat itu aku berpikir ‘Oke, mari lakukan saja kalau begitu,'” kenang Silva.

Tidak hanya itu, Fernandinho juga mengatakan rasa sakit yang bakal kerap dialami bukan menjadi alasan. Para pemain harus bisa terbiasa dengan situasi seperti itu. Lebih lanjut Fernandinho mengatakan dalam situasi seperti itu para pemain hanya perlu makan dan tidur secara teratur, serta menjaga pola hidup yang baik.

“Tidak masalah jika kaki kirimu merasa sakit, di lengan kanan atau kepala, tidak masalah. Lakukan saja seperti biasa. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Anda cuma perlu makan, tidur, punya gaya hidup yang baik, lakukan saja seperti itu,” kenang Silva lagi.

Saat ini Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan. Berkembang kabar bahwa kompetisi itu akan kembali dimulai. Namun tidak sedikit pemain yang masih khawatir dengan masalah kesehatan dan keselamatan.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard menyampaikan masukan kepada para pelatih klub Liga Inggris terkait hal ini. Untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan, Lampard meminta para manajer untuk berbicara dengan para pemain.

“Bagian penting dari pekerjaan pelatih saat ini adalah memiliki empati terhadap para pemainnya,” beber Lampard.