Mantan Bos Barcelona: Saya Ingin Guardiola Kembali

Saat ini sejumlah pihak sedang mempersiapkan diri untuk menjadi calon Presiden Barcelona. Pemilihan akan digelar tahun depan. Namun demikian Joan Laporta sudah mulai mempersiapkan diri.

Mantan Presiden Barcelona itu pun sudah menghembuskan sejumlah isu yang sekiranya bisa memuluskan jalannya ke kursi orang nomor satu di klub tersebut. Salah satunya adalah dengan mewacanakan untuk memulangkan Pep Guardiola. Guardiola merupakan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub Catalonia itu.

Sementara itu Laporta pernah menjadi presiden klub pada 2003 hingga 2010. Saat itu Barcelona menjadi salah satu klub yang paling sukses di Eropa.

Menurut Laporta dirinya perlu mendatangkan Guardiola sebagai salah satu cara untuk mengembalikan kesuksesan Barcelona seperti pada periodenya. Guardiola selama menjadi pelatih Barcelona sukses mempersembahkan 14 trofi.

“Saya sedang berusaha memperkenalkan diri sebagai kandidat presiden. Saya pernah menjadi presiden sebelumnya dan saya senang bisa kembali. Situasi pada 2021 akan sangat dramatis dan saya harus mengembalikan itu. Saya bekerja dengan orang-orang yang saya percayai,” beber Laporta.

Lebih lanjut Laporta mengatakan tidak mudah untuk mendatangkan Guardiola. Saat ini Guardiola berada di ambang masa akhir kontraknya. Menurutnya semua keputusan ada di tangan Guardiola apakan tetap menjadi pelatih City atau mencari klub baru. Ia menegaskan saat ini banyak suara yang mengharapkan agar Guardiola kembali.

“Saya sangat ingin Guardiola kembali, tetapi sekarang dia di City dan itu adalah keputusan yang harus diambil Pep. Dia adalah patokan bagi Barcelona dan banyak Catalan ingin dia melatih Barca lagi,” lanjutnya.

Laporta menegaskan saat ini dirinya sedang mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Guardiola. Ia berharap bisa mendapatkan titik temu sehingga harapannya Guardiola bisa kembali berada di kursi pelatih Barcelona pada 2021 mendatang.

“Pada saat yang tepat, saya akan berbicara kepada orang yang kami pikir harus menjadi pelatih Barca mulai 2021,” pungkasnya.

Saat ini kompetisi La Liga sedang terhenti. Berhembus kabar kompetisi tersebut akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Saat ini sejumlah klub La Liga sudah mulai membuka kembali tempat latihan.

Namun demikian latihan yang digelar tetap mengikuti protokol yang ketat. Interaksi antarpemain sangat dibatasi. Begitu juga dengan penggunaan berbagai fasilitas latihan.

Diperkirakan La Liga akan kembali bergulir pada pertengahan bulan depan. Kita berharap saat itu situasi sudah lebih kondusif.

Bek Madrid: Saya Ingin Berkompetisi Lagi

Saat ini para penggemar La Liga Spanyol sedang menanti nasib kompetisi tersebut musim ini. La Liga tengah ditangguhkan karena terjangan wabah Corona atau Covid-19. Absennya La Liga jelas meninggalkan kerinduan.

Bek Real Madrid, Sergio Ramos mengatakan betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat Spanyol. Kapten El Real itu mengatakan sepak bola merupakan hal yang dibutuhkan oleh negara. Apalagi dalam situasi seperti ini negara butuh sepak bola untuk kembali meningkatkan gairah masyarakat, termasuk menggulirkan roda ekonomi.

Tidak hanya menjadi pendorong bagi ekonomi, sepak bola diyakini sebagai penyemangat bagi masyarakat yang dalam beberapa bulan terakhir dihantui ketakutan dan kecemasan akan wabah tersebut.

“Berkembang membutuhkan waktu. Negara membutuhkan sepakbola sebagai dukungan ekonomi, dan orang-orang membutuhkannya sebagai selingan,” beber Ramos.

Lebih lanjut bek berusia 34 tahun itu mengatakan dirinya sangat berharap untuk kembali berkompetisi. Ia sudah rindu untuk merumput. Untuk itu ia dibutuhkan kedisiplinan agar situasi bisa segera pulih.

“Saya ingin sekali berkompetisi lagi, agar La Liga Santander normal kembali. Kami harus disiplin agar bisa menghilangkan virus ini,” lanjutnya.

Bek tim nasional Spanyol itu pun mengirim pesan kepada semua orang terutama yang terdampak wabah tersebut. Ia mengharapkan agar bersama bisa melewati situasi sulit itu. Untuk itu ia menegaskan pentingnya kebersamaan.

“Saya ingin mengirim pesan dukungan kepada semua orang yang kehilangan orang yang dicintai. Kita sama-sama akan melewati ini dan tetap harus bersama,” tegasnya.

Salah satu klub yang menyatakan siap untuk kembali melanjutkan kompetisi adalah Atletico Madrid. Sebagaimana dikatakan Koke, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk memulai lagi kompetisi. Sejak kompetisi ditangguhkan pada Maret lalu, dirinya sudah tak sabar untuk kembali merumput dan menghibur para penggemarnya.

“Dua bulan mengkarantina dan saya berpikir untuk segera normal lagi, bermain sepakbola untuk membuat para fans Atletico bahagia,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat. Untuk itu ia menegaskan pihaknya selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan termasuk kembali berkompetisi.

“Begitu banyak waktu tanpa sepakbola; itu mempengaruhi kita semua. Kami telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kembali sehingga kami dapat menghibur orang,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah pemain Atletico Madrid sudah mulai menjalani latihan meski masih dilakukan sendiri-sendiri. Tidak hanya Atletico, Real Madrid pun sudah menunjukkan lampu hijau untuk kembali berkompetisi. Para pemain Madrid dilaporkan sudah mulai menjalani latihan pribadi.

Liga Inggris Dilanjutkan Lagi, Pemain Ini Sebut Mayoritas Pemain Masih Enggan

Saat ini muncul berbagai spekulasi terkait kelanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Kompetisi tersebut diprediksi akan kembali bergulir pada awal bulan depan. Saat ini sejumlah tim sudah mulai menggelar latihan, meski masih berlangsung secara terbatas.

Jelas tidak mudah untuk kembali berkompetisi apalagi di tengah situasi dunia yang belum benar-benar terbebas dari virus tersebut. Hal inilah yang membuat Aguero takut untuk kembali bertanding lagi.

Pemain asal Argentina itu mengatakan para pemain sepak bola masih merasa takut bila harus bertanding lagi dalam waktu dekat. Pemain depan Manchester City itu mengatakan para pemain masih memikirkan kesehatan dan keselamatannya, selain itu juga kesehatan dan keselamatan keluarga mereka.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya keluarga, anak, bayi, dan orang tua,” beber Aguero.

Lebih lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu mengakui dirinya juga merasa takut. Apalagi saat ini ia sedang bersama kekasihnya. Menurut informasi yang ia dapat tidak mudah bagi seseorang untuk terserang Corona bila tidak menjalin kontak dengan dunia luar. Hal ini yang membuatnya lebih memilih untuk tetap berada di dalam rumah.

“Itu membuat saya takut, tetapi saya masih baru di sini dengan pacar. Saya belum pernah kontak dengan orang lain, dan mereka mengatakan sangat jarang dan sulit yang tertular,” sambungnya.

Selain itu ia juga khawatir dengan kenyataan bahwa ada orang yang tertular dengan tanpa gejala yang jelas. Hal ini membuatnya lebih berhati-hati dan memilih tidak menjalani aktivitas di luar rumah.

“Tetapi, mereka mengatakan ada orang yang tertular, tidak memiliki gejala, dan mereka dapat menginfeksi Anda. Itu sebabnya saya berdiam diri di rumah. Anda bisa terinfeksi dan tidak menyadarinya,” sambungnya.

Lantas bagaimana tanggapan Kepa terkait kabar ini? Kepa mengatakan tidak mudah bagi seorang pemain untuk tetap menjaga konsistensi. Di tengah padatnya jadwal pertandingan tidak mudah  bagi seorang pemain untuk menjaga level permainannya agar tetap sama di setiap laga.

“Kami bermain 50-60 pertandingan setiap musimnya, jadi memang sulit menjaga level permainan agar tetap sama,” beber Kepa.

Lebih lanjut pemain yang sebelumnya bermain di La Liga Spanyol itu mengatakan situasi ini membuatnya harus terus bekerja keras. Ia bertekad untuk memperbaiki diri agar bisa tampil lebih konsisten.

“Yang jelas, saya harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Mungkin akan ada hambatan, namun jika tujuanmu jelas, semuanya terasa mudah. Mengenai apa yang terjadi pada saya, yang bisa dilakukan adalah bekerja secara profesional dan lebih keras untuk membalikkan situasi,” lanjutnya.

Zanetti Jadi Magnet Para Pemain Bintang Argentina ke Inter

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Pemain asal Argentina itu sudah menjadi bagian dari klub La Liga tersebut. Pemain yang berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu disebut-sebut akan menjadi legenda klub tersebut.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Sosok yang pernah menjadi asisten pelatih Inter Milan semasa Jose Mourinho itu mengatakan Zanetti sudah memberikan pengaruh pada klub tersebut. Tidak hanya itu ia menilai para pemain Argentina yang pernah bergabung dengan klub tersebut adalah sosok-sosok penting pada masanya. Atas dasar itu ia yakin Messi pun bisa menjadi bagian dari sejarah klub tersebut.

“Menurut saya Inter itu menyambut dengan cara yang istimewa dan untuk para pemain Argentina,, mungkin karena kehadiran Zanetti. Semua pemain Argentina yang bergabung Inter itu adalah pemain-pemain yang luar biasa, mereka membawa kesuksesan ke klub. Saya percaya Messi bisa menjadi salah satu pemain itu,” tegasnya.

Selain menggunakan pengaruh Zanetti, Inter tentu harus menggunakan cara lain untuk menggoda Messi dan Barcelona. Pasalnya Messi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari klub tersebut. Barcelona sendiri pun tak akan mudah melepaskan salah satu pemain paling penting dalam tim tersebut.

Sulit membayangkan Barcelona tanpa Messi. Apalagi performa tim tersebut belakangan ini kerap mendapat sorotan.

Rodgers: Kualitas Liverpool Sangat Fantastis

Seandainya Corona atau Covid-19 tak mewabah maka Liverpool sudah bisa berpesta. Sebelum virus itu mewabah, The Reds begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Sekalipun kini kompetisi sementara ditangguhkan, kans Liverpool sebagai juara tetap besar. Mantan pelatih Liverpool, Bredan Rodgers berpendapat mantan tim besutannya itu pantas untuk menjadi juara.  Ia menilai Liverpool sebagai salah satu tim yang tampil konsisten dengan kualitas yang mumpuni.

“Selama ini mereka menjadi tim terbaik yang konsisten. Level permainan mereka, kualitas, mereka selama ini sangatlah fantastis,” bebernya.

Ia mengatakan Liverpool akan sangat menyesal bila sampai gagal menjadi juara. Apalagi mereka sudah menanti lama, lebih dari 30 tahun untuk kembali angkat trofi Liga Primer Inggris.

“Jadi akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya kesempatan untuk mengangkat trofi juara. Mereka sudah menunggu sangat, sangat lama – mereka layak mendapatkannya. Tapi Juergen akan seperti orang lain, mengharap kita bisa kembali bermain dalam sebuah lingkungan yang aman.”

Rodgers masih mengingat salah satu kesempatan di mana timnya nyaris menjadi juara. Sosok yang kini menjadi pelatih Leicester City itu mengatakan mereka nyaris menjadi juara bila saja tidak tergelincir di laga-laga akhir.

“Saat itu bukan takdir kami dan sudah tentu Anda memiliki momen-momen di mana Anda memikirkan musim itu. Kami dulu begitu dekat, dan akan brilian kalau kami berhasil, tapi belum takdirnya. Jadi Anda cuma harus melanjutkan hidup,” bebernya lagi.

Walikota Liverpool, Joe Anderson mengatakan kompetisi sebaiknya dihentikan dan Liverpool duanugerahi gelar juara. Sulit untuk melanjutkan kompetisi termasuk bila harus digelar secara tertutup alias tanpa penonton.

Ia berlasan pertandingan tertutup tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

La Liga Tanpa Penonton, Rakitic: Sangat Berat Buat Kami

Saat ini kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Tidak terkecuali La Liga Spanyol. Masih belum ada kepastian kapan kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Salah satu harapan adalah kompetisi tersebut bisa berlanjut lagi.

Harapan ini di antaranya datang dari gelandang Barcelona, Ivan Rakitic. Pemain internasional Kroasia itu mengatakan ia siap menerima konsekuensi bila kompetisi dilanjutkan lagi dengan tanpa menghadirkan penonton.

“Itu akan sangat berat dan tidak biasa buat kami, tapi saya ingin bilang ke para penggemar bahwa kami akan lebih fokus daripada sebelumnya. Kami akan tahu bahwa mereka akan ada di rumah, menyaksikannya dengan gairah yang sama dan kami tidak akan mengecewakan mereka,” bebernya.

Selain itu ia mengatakan dengan kembali menggulirkan sepak bola akan memberikan suntikan semangat kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Meski begitu para penggemar bisa tetap mendukung tim kesayangannya bertanding dengan tanpa harus datang ke lapangan pertandingan.

“Bersama-sama kami akan mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi ini dan kami pastinya akan bisa merasakan dukungan para penggemar di rumah masing-masing. Semoga setelah ini semua, kita akan jadi manusia lebih baik dan menyadari hal-hal yang sangat penting,” sambungnya.

Sebelumnya Ivan Rakitic pun terang-terangan mengakui kerinduannya untuk kembali bertanding. Pemain asal Kroasia itu mengatakan saat ini yang diinginkan dirinya hanyalah kembali merumput di lapangan hijau.

“Aku ingin bermain,” tegas Rakitic.

Lebih lanjut Rakitic mengatakan keputusan untuk menggulirkan kembali kompetisi jelas tidak mudah. Para pemain dan tim pelatih benar-benar harus menyaipkan segala sesuatu dan memastikan pertandingan bisa berjalan dengan aman. Saat ini fokus semua orang lebih pada aspek kesehatan dan keselamatan.

“Kami memang harus berusaha kembali dengan jaminan kesehatan terbaik, tapi kami juga harus tahu bahwa hal itu tidak menjamin 100 persen. Ada risiko yang sama buat seluruh para pekerja yang kembali menjalani profesinya,” sambungnya.

Lebih lanjut Rakitic juga menunjukkan simpatinya pada para pekerja medis di seluruh dunia yang berada di garda terdepan untuk menghadapi wabah tersebut.

“Pekerja di supermarket… memiliki peluang sama atau bahkan lebih besar terpapar ketimbang kami. Mereka mengambil risiko itu dan aku pun ingin mengambilnya. Menurutku kami punya kewajiban itu,” bebernya.

Menurutnya saat ini banyak hal bisa dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para tenaga medis. Salah satunya adalah dengan terus memberikan hiburan kepada mereka dengan apa yang mereka sukai. Hal ini penting agar para pekerja bisa terhindar dari tekanan dan tidak harus memikirkan situasi pandemi secara terus-menerus.

Mantan Gelandang Barcelona Ini Jadi Inspirasi Bruno Fernandes

Saat ini performa Bruno Fernandes sedang membaik. Sejak bergabung dengan Manchester United, sepak terjang pemain asal Portugal itu semakin mencuri perhatian. Ternyata di balik performa meyakinkan itu, pemain internasional Portugal itu memiliki sosok yang menjadi inspirasi.

Inspirasi Bruno ternyata mantan pemain Barcelona, Andres Iniesta. Bruno mengakui mantan pemain tim nasional Spanyol itu menjadi contoh dan panutannya di lapangan pertandingan. Menurutnya Iniesta adalah pemain dengan kemampuan dan gaya bermain yang khas.

“Yang aku suka tonton dan ikuti adalah Iniesta, karena Iniesta adalah perpaduan pemain bernomor 8 dan 10 . Ini cara bermain yang bisa aku lakukan dengan baik,” beber Bruno.

Lebih lanjut Bruno mengatakan Iniesta adalah pemain yang mampu menguasai dan mengamankan bola dengan baik. Dalam hal ini, Bruno mengakui Iniesta sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada.

“Dia adalah pemain yang selalu mengusai bola, yang selalu mengambil risiko. Aku pikir Iniesta adalah salah satu yang terbaik di dunia.”

Meski begitu Bruno menyayangkan sang idola gagal mengakhiri karier dengan meraih trofi individu bergengsi seperti Ballon d’Or. Ia sendiri sampai tak percaya pemain sekelas Iniesta sampai tak bisa meriah trofi individu tersebut.

“Menarik bagiku ketika Iniesta menyelesaikan kariernya tanpa Ballon d’Or. Dengan semua yang dia menangkan, sulit bagiku memahaminya,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggris sedang dihentikan. Belum diketahui kapan akan berlanjut. Apakah Liga Primer Inggris benar-benar akan berlanjut atau akan bernasib sama seperti Eredivisie Belanda dan Liga Prancis yang akhirnya dihentikan?

Pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan apapun keputusan yang diambil harus menempatkan kesehatan dan keselamatan di atas segalanya. Ia mengakui saat ini muncul banyak desakan agar kompetisi tersebut digulirkan lagi. Namun baginya banyak hal yang harus dipikirkan terkait kompetisi tersebut.

“Kami semua sadar akan keinginan bangsa ini untuk kembali bermain karena itu sangat berarti, serta sebagai sarana melepaskan diri dan bagaimana kami sangat mencintai sepakbola kami,” bebernya.

Lebih lanjut pelatih asal Inggris itu mengatakan dirinya akhirnya menyadari berbagai hampatan yang harus dialui semua pihak bila ingin kompetisi itu bergulir lagi.

“Saya juga telah menyadari segala hambatannya, ada banyak kendala yang harus dilalui semua pihak. Saya tentu tidak menunjuk siapa pun, tetapi saya pikir kami semua bekerja untuk tujuan yang sama: Kami ingin itu bisa kembali lagi,” sambungnya.

Saat ini fokus semua orang tentu lebih pada aspek keselamatan manusia. Hal ini tengah ditempuh dengan menerapkan berbagai protokol.

Xavi: Messi Bisa Main Hingga Usia 39 Tahun

Saat ini Lionel Messi masih menjadi andalan Barcelona, padahal usianya sudah tak muda lagi. Pemain itu sudah berusia lebih dari kepala tiga. Apakah pemain asal Argentina akan tetap tampil konsisten meski tak muda lagi? Sampai usia berapa Messi akan merumput?

Demikian berbagai pertanyaan terkait pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu. Mantan rekan setim Messi di Barcelona, Xavi Hernandez memprediksi Messi akan bermain hingga beberapa tahun ke depan. Mantan pemain tim nasional Prancis itu menduga Messi akan merumput hingga menginjak usia 39 tahun.

“Dia masih punya lima atau tujuh tahun yang sangat bagus lagi,” beber Xavi.

Lebih lanjut Xavi mengatakan pemain berusia 32 tahun itu masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar yang belum mengisi lemari prestasinya. Salah satunya adalah bersama tim nasional Argentina. Messi, di balik berbagai pencapaian invididu dan bersama Barcelona, belum pernah meraih trofi bergengsi di level tim nasional.

Piala Dunia 2020 di Qatar disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir Messi untuk berbakti bagi negaranya. Xavi yakin Messi akan tampil di Qatar dua tahun mendatang.

“Dia mengurus dirinya dengan baik dan dia bisa terus bermain sampai dia berusia 37, 38, atau bahkan 39 tahun. Dia aka bermain di Qatar untuk Piala Dunia. Aku yakin itu,” tegasnya.

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Matuidi Sempat Panik Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Wabah Corona atau Covid-19 benar-benar mencemaskan banyak orang. Tidak terkecuali para pesepakbola. Bahkan tidak sedikit pesepak bola yang terjangkit Corona. Salah satunya adalah Blaise Matuidi.

Pemain sepak bola berkebangsaan Prancis ini sempat dinyatakan positif Corona. Situasi ini membuatnya sempat merasa syok dan panic. Ia mengatakan situasi saat itu membuatnya merasa gila karena tidak bisa ke mana-mana dan harus menjalani karantina di rumah.

“Sejujurnya itu berat. Ketika dinyatakan positif, aku bahkan tidak bisa keluar untuk belanja. Itu membuatku gila,” beber Matuidi.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam situasi seperti itu ia harus memastikan tidak terjadi kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang-orang terdekat. Menurutnya situasi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya sehingga menjadi pengalaman baru bagi banyak orang.

“Anda selalu mencoba memastikan orang-orang tidak terlalu dekat, Anda harus kuat secara mental. Itu butuh waktu, ini adalah situasi yang baru untuk kita semua,” sambungnya.

Terkait dirinya ia mengatakan dirinya tidak mengalami gejala apa-apa. Situasi ini membuatnya panik. Ia langsung memikirkan keluarga dan teman-temannya.

“Aku tidak ada gejala, tapi begitu mendengar kabarnya, aku syok. Aku panik, aku takut memikirkan keluarga dan teman-temanku,” sambungnya.

Ia pun mengatakan situasi ini sangat sulit bagi banyak orang. Ia pun berharapsituasi tersebut segera berakhir sehingga kehidupan bisa kembali berjalan normal.

“Ini sulit untuk mereka, tapi aku bisa meyakinkan mereka. Ini bukan waktu yang bagus, kita benar-benar ingin ini segera berakhir. Aku bertanya kepada diriku sendiri apa yang akan terjadi kepada sepakbola dan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Saat ini semua kompetisi sepak bola di Eropa sedang terhenti. Beberapa dari antaranya bahkan sudah dinyatakan berakhir. Serie A menjadi salah satu kompetisi yang masih menanti kejelasan.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, ragu dengan masa depan kompetisi tersebut di musim ini. Spadafora memprediksi nasib Serie A tidak akan berbeda dengan Ligue 1 Prancis yang sudah dihentikan.

Ia mengatakan saat ini masih berlangsung negosiasi dengan berbagai pihak terkait kelanjutan kompetisi. Dari pihak Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), diajukan protokol medis sebagai jaminan untuk melanjutkan kompetisi. Namun ternyata protokol tersebut belum cukup.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmuwan dan FIGC, yang menyajikan protokol medis yang dipertimbangkan masih belum cukup,” beber Spadafora.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sejumlah klub Serie A sudah mulai diperbolehkan untuk menggelar latihan, meski masih terbatas. Namun demikian Spadafora menilai hal tersebut belum bisa menjadi indikasi bahwa Serie A akan berlanjut lagi. Ia justru melihat situasi yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kompetisi.

City Tak Tampil di Pentas Eropa Bisa Buat De Bruyne Angkat Kaki

Belum lama ini Manchester City mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa larangan bertanding di pentas Eropa selama dua musim ke depan. Ini merupakan sanksi atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang diduga dilakukan oleh klub tersebut.

Situasi ini tentu membuat para pemain bintang Manchester Biru berpikir panjang untuk bertahan di klub tersebut. Tidak tampil di pentas Eropa tentu akan menjadi pukulan telak bagi mereka. Salah satu pemain bintang City, Kevin De Bruyne pun sudah angkat bicara terkait hal ini.

Pemain internasional Belgia itu mengatakan dirinya masih menunggu keputusan final terkait sanksi tersebut. Saat ini City masih menanti keputusan menyusul pengajuan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).

Menurut De Bruyne para pemain sudah diyakinkan oleh pihak klub untuk menanti keputusan. Kepada mereka diyakinkan bahwa banding akan diterima sehingga City akan tetap tampil di pentas Eropa.

“Saya cuma menunggu. Klub sudah bilang kepada kami kalau mereka akan banding dan mereka hampir 100 persen yakin kalau mereka benar,” beber De Bruyne.

Secara pribadi De Bruyne mengatakan dirinya sangat percaya dengan klub. Hal ini membuatnya untuk tidak berpikir untuk pergi.

“Itulah kenapa saya menunggu apa yang akan terjadi. Saya percaya tim saya.”

Namun demikian ia juga mengantisipasi terkait keputusan yang nanti akan diterima. Bila sampai banding City ditolak CAS maka, De Bruyne akan berpikir lagi terkait masa depannya di Etihad Stadium. Baginya waktu dua tahun bukanlah waktu yang singkat.

“Begitu pernyataan dibuat, saya akan meninjau semuanya. Dua tahun akan lama. Kalau satu tahun, saya akan lihat dulu,” ungkapnya lagi.

Ia juga mengatakan setiap keputusan yang akan dibuat tidak akan terpengaruh oleh masa depan Pep Guardiola di Etihad Stadium. Kontrak pelatih asal Spanyol itu akan berakhir pada 2021. Guardiola diisukan tidak akan berpaling ke klub lain. Namun demikian bagi De Bruyne keputusan yang ia ambil tidak akan dipengaruhi oleh masa depan sang pelatih.

“Saya tidak akan membiarkan keputusan saya bergantung apa yang akan dilakukan Pep,” ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya sudah terbiasa bekerja sama dengan banyak pelatih. Ia akan siap bila Pep Pergi atau ia sendiri siap untuk bekerja sama dengan pelatih baru di klub lain.

“Tentu saya sudah bekerja dengan pelatih lain dan ketika Pep pergi, saya harus lanjut bekerja dengan yang lain. Tapi saya belum benar-benar memerhatikan itu. Ada yang lebih penting saat ini.”