Arsenal Takluk dari Sheffield United di Pekan Sembilan Liga Inggris

Arsenal mendapat pil pahit di pekan sembilan Liga Primer Inggris. Tim berjuluk The Gunners itu tersungkur di Stadion Bramall Lane pada Senin, 21 Oktober 2019 waktu setempat atau Selasa dini hari WIB saat menghadapi tuan rumah Sheffield United. Arsenal kalah tipis, satu gol tanpa balas.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Lys Mousset di menit ke-30. Kekalahan ini cukup mengejutkan bagi para penggemar skuad Meriam London. Gagal mendapat poin dari laga tandang ini membuat tim besutan pelatih Unay Emery itu gagal menggeser Chelsea dan Leicester City di lingkaran tiga besar.

Arsenal kini mengemas total 15 poin dari sembilan pertandingan dan berada di posisi kelima. Sementara itu di urutan kedua ada Manchester City dengan tabungan total 19 poin dan berjarak enam poin dari Liverpool di urutan teratas.

Sementara itu bagi Sheffield tambahan tiga poin ini membuat perolehan poin tim tersebut menjadi 12 poin dari sembilan pertandingan. Tim promosi itu pun merangsek ke urutan kesembilan dan hanya berjarak tiga poin dari Arsenal.

Arsenal sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bol tim asal London tersebut mencapai lebih dari 65 persen. Sayangnya penguasaan bola itu tidak berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta.

Kekalahan ini pun membuat Arsenal mendapat sorotan. Salah satu kritik datang dari mantan pemain Manchester United, Patrice Evra. Evra menyoroti sisi mentalitas skuad Arsenal saat ini. Sambil memuji Sheffield yang dinilai layak menang, mantan pemain tim nasional Prancis itu menyebut tim tersebut terlihat masih seperti seorang bayi.

“Sheffield United layak dengan kemenangan itu, tapi saya tak terkejut soal Arsenal. Saya dulu memanggil mereka ‘bayi saya’ 10 tahun lalu, dan mereka masih begitu ketika saya melihat mereka dan rasanya mereka adalah ‘bayi saya’ dan itulah kebenarannya, saya tak sedang melecehkan ketika mengatakan itu,” beber Evra.

Evra yang berposisi sebagai bek menyebut Arsenal sebenarnya bermain baik. Namun kemampuan tersebut tidak dibarengi dengan mentalitas untuk menjadi tim juara.

“Mereka tampak cantik, tapi mereka tidak terlihat seperti tim juara. Mereka memainkan sepakbola yang bagus, tapi saya dulu sangat senang menghadapi mereka, karena saya tahu saya akan menang,” sambungnya.

Sementara itu pelatih Arsenal, Unay Emery mengaku timnya sebenarnya pantas meraih kemenangan. Namun peluang demi peluang yang dimiliki gagal dikonversi menjadi gol.

“Kami tidak pantas kalah dan kami mendapat banyak sepak pojok di babak pertama dan mereka mencetak satu gol. Namun yang utama, kami harus bisa lebih mengantisipasi bola-bola seperti itu,” beber mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu.

Susunan pemain Sheffield United versus Arsenal:

Sheffield United (3-5-2): 1-Dean Henderson; 6-Cris Basham, 12-John Egan, 5-Jack O’Connell; 2-George Baldock, 7-John Lundstram, 16-Oliver Norwood (9-Oliver McBurnie 86′), 4-John Fleck, 3-Enda Stevens; 17-David McGoldrick (8-Luke Freeman 78′), 22-Lys Mousset (10-Billy Sharp 55′)

Pelatih: Chris Wilder

Arsenal (4-2-3-1): 1-Bernd Leno; 21-Calum Chambers, 5-Sokratis Papastathopoulos, 31-Sead Kolasinac; 29-Matteo Guendouzi 34-Granit Xhaka (9-Alexandre Lacazette 68′); 19-Nicolas Pepe (35-Gabriel Martinelli 78′), 28-Joe Willock (8-Dani Ceballos 46′), 77-Bukayo Saka; 14-Pierre-Emerick Aubameyang

Pelatih: Unai Emery

Manchester United Hentikan Laju Kemenangan Beruntun Liverpool

Catatan apik Liverpool sejak awal musim akhirnya terhenti. Adalah Manchester United yang mengakhiri rekor manis tim berjuluk The Red tersebut. Pada pertandingan pekan kesembilan Setan Merah sukses menjinakkan Liverpool di Stadion Old Trafford pada Minggu, 20 Oktober 2019 malam WIB.

Kedua tim mengakhiri pertandingan dengan skor identik, 1-1. Satu-satunya gol United di laga itu dicetak oleh Marcus Rashford di menit ke-36. Sementara gol tunggal tim tamu dicetak oleh Adam Lallana di menit ke-85.

Hasil imbang ini mengakhiri catatan kemenangan beruntun Liverpool sejak awal musim. Di sisi lain menjaga keangkeran Old Trafford di mata Liverpool. Sebagaimana diketahui, Liverpool tak pernah menang saat bermain di kota Manchester.

Meski hanya mendapat satu poin, Liverpool tetap menguasai posisi puncak. Tim besutan Jurgen Klopp itu mengemas total 25 poin dari sembilan pertandingan. Liverpool unggul enam poin dari Manchester City di urutan kedua.

Sementara itu Manchester United kini mengemas total 10 poin dari sembilan pertandingan dan masih berada di papan bawah, tepatnya di urutan ke-13. United hanya berjarak dua poin dari Newcastle United di zona degradasi.

Sebagai tim tamu, Liverpool tidak tampil dengan kekuatan terbaik di laga ini. Salah satu amunisi di lini depan yakni Mohamed Salah tidak menemani Sadio Mane dan Roberto Firmino di lapangan pertandingan. Sebagai ganti posisi pemain internasional Mesir itu, Klopp menempatkan Divock Origi.

Para pendukung tuan rumah lebih dulu bersorak saat pertandingan memasuki menit ke-35. Berawal dari umpan silang Daniel James, Rashford melepaskan sepakan terukur dari jarak dekat yang tak bisa digagalkan kiper Liverpool, Alisson Becker. Gol ini sempat menuai kontroversi karena sempat terjadi perebutan antara Origi dan Lindelof di kotak terlarang.

Gol ini memancing para pemain Liverpool untuk tampil lebih intens. Jelang babak pertama berakhir Sadio Mane sempat mengoyak gawang David De Gea. Namun wasit Martin Atkinson menganulir gol tersebut. Manchester United pun menjaga keunggulan hingga kedua tim ke ruang ganti.

Setelah jeda, Liverpool berusaha meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah terlihat tampil lebih defensive untuk meredam serangan demi serangan dari Liverpool. Upaya tim tamu baru berbuah manis jelang bubaran.

Lima menit sebelum waktu normal berakhir Adam Lallana sukses mengkonversi umpan silang Andre Robertson untuk memaksa De Gea harus memungut bola dari dalam gawangnya. Hingga wasit meniup peluit panjang, Liverpool gagal menambah pundi-pundi gol.

Susunan pemain Manchester United versus Liverpool:

Manchester United: 1-David De Gea; 5-Harry Maguire, 2-Victor Lindelof, 38-Alex Tuanzebe; 29-Aaron Wan-Bissaka, 18-Ashley Young, 39-Scott McTominay, 17-Fred; 15-Andreas Pereira (53-William 90+3′), 21-Daniel James, 10- Marcus Rashford (9-Anthony Martial 84′)

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Liverpool: 1-Alisson Becker; 26-Andy Robertson, 4-Virgil Van Dijk, 32-Joel Matip, 66-Trent Alexander-Arnold; 5-Georginio Wijnaldum (8-Naby Keita 82′), 3-Fabinho, 14-Jordan Henderson (20- Adam Lallana 70′); 10-Sadio Mane, 9-Roberto Firmino, 27-Divock Origi (15-Alex Oxlade-Chamberlain 59′)

Pelatih: Juergen Klopp

Dele Alli Selamatkan Spurs dari Kekalahan Atas Watford

Dele Alli menjadi penyelamat Tottenhan Hotspur dari hasil minor di pekan kesembilan Liga Primer Inggris. Pada pertandingan yang berlangsung di kandang sendiri di Stadion Tottenham Hotspur pada Sabtu, 19 Oktober 2019, Spurs diimbangi tim tamu Watford.

Ali yang merupakan gelandang serang andalan Spurs mencetak gol penyama kedudukan sekaligus menghindari timnya dari kekalahan. Laga tersebut berakhir dengan skor seri, 1-1. Ali mencetak gol penyeimbang ujung pertandingan, tepatnya di menit ke-86 untuk membuat skor sama kuat setelah Abdoulaye Doucoure lebih dulu membawa tim tamu memimpin sejak menit keenam.

Spurs dan Watford menurunkan formasi terbaik di laga ini. Meski bertindak sebagai tuan rumah, Spurs justru mendapat tekanan sejak awal pertandingan. Buktinya saat pertandingan baru berjalan enam menit gawang Spurs sudah kebobolan.

Berawal dari umpan Daryl Janmaat, Doucoure sukses menggetarkan gawang tuan rumah yang dijaga Gazzaniga yang merupakan pelapis Hugo Lloris. Gol cepat ini cukup mengagetkan tuan rumah. Namun upaya untuk menyamakan kedudukan tidak berjalan mudah. Hingga paru pertama berakhir, tim tamu tetap memimpin.

Di babak kedua, pelatih Spurs, Mauricio Pochettino menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih agresif. Upaya tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan baru membuahkan hasil jelang bubaran. Dele Alli tampil sebagai penyelamat setelah aksinya berujung gol.

Hasil imbang ini tak mempengaruhi posisi kedua tim di tabel klasemen sementara. Spurs yang mengemas total 12 poin masih berada di posisi ketujuh. Sementara itu Watford yang baru mengumpulkan empat poin masih tertahan di posisi buncit.

“Setelah kekalahan dari Bayern Munich, kepercayaan diri kami memang hancur. Pada pertandingan melawan Brighton, kami kebobolan di menit-menit awal dan harus kehilangan kapten yang membuat kepercayaan diri kami semakin rendah,” beber Pochettino usai laga.

Lebih lanjut pelatih asal Argentina itu mengatakan timnya akan terus berbenah. Hasil imbang ini sedikit banyak memberikan pelajaran bagi mereka untuk menjadi lebih baik di laga-laga selanjutnya.

Susunan pemain Tottenham Hotspur versus Watford:

Totenham Hotspur (3-4-3): 22. Gazzaniga, 6. Sanchez (46′ Son Heung-Min), 4. Alderweireld, 5. Vertonghen, 24. Aurier, 8. Winks (70′ NDombele), 17. Sissoko, 3. Rose, 20. Alli (86′ Gol), 27. Moura (63′ Lamela), 10. Kane.

Pelatih: Mauricio Pochettino

Watford (5-4-1): 26. Foster, 25. Holebas, 15. Cathcart, 27. Kabasele, 2. Janmaat (71′ Kiko Femina), 4. Dawson, 8. Cleverley, 37. Pereyra (84′ Hughes), 14. Chalobah, 16. Doucoure (6′ Gol), 10. Welbeck (4′ Deulofeu).

Pelatih: Quique Sanchez Flores

Berikut hasil lengkap Liga Primer Inggris, Sabtu (19/10/2019):

Everton 2-0 West Ham United (Bernard 17’, Gylfi Sigurdsson 90’)

AFC Bournemouth 0-0 Norwich City

Aston Villa 2-1 Brighton & Hove Albion (Jack Grealish 45’, Matt Targett 90’ ; Adam Webster 21’)

Chelsea 1-0 Newcastle United (Marcos Alonso 73’)

Leicester City 2-1 Burnley (Jamie Vardy 45’, Youri Tielemans 74’ ; Chris Wood 26’)

Tottenham Hotspur 1-1 Watford (Dele Alli 86’ ; Abdoulaye Doucoure 6’)

Wolverhampton Wanderers 1-1 Southampton (Raul JImenez 61’-penalti ; Danny Ings 53’)

Ronaldo Cetak Gol, Juventus Menang Tipis Atas Bologna

Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pembeda pada pertandingan Juventus menghadapi Bologna di pekan kedelapan Serie A Italia. Pemain internasional Portugal itu mencetak satu dari dua gol kemenangan Nyonya Tua yang berlangsung di Stadion Allianz pada Sabtu, 19 Oktober 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Pertandingan kedua tim berakhir dengan skor 2-1. Ronaldo mencetak gol pembuka di menit ke-19, menyusul Miralem Pjanic di menit ke-54. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Danilo Larangeira di menit ke-26.

Kemenangan tipis ini lebih dari cukup mengamankan Juventus di posisi puncak. Bianconeri telah mengemas total 22 poin dari delapan pertandingan, unggul empat poin dari Inter Milan yang baru akan memainkan laga kedelapan hari ini.

Tampil di kandang sendiri, Juventus tampil dominan. Tuan rumah membuka keunggulan saat pertandingan memasuki menit ke-19. Gol ini tidak lepas dari kejelian Ronaldo melepaskan sepakan keras tanpa bisa digagalkan kiper tim tamu, Skorupsi.

Tertinggal satu gol tim tamu langsung meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya dipetik tak lama berselang. Tujuh menit kemudian, Bologna berhasil menyamakan kedudukan setelah sepakan keras Danilo tak mampu digagalkan kiper Juventus, Gianluigi Buffon. Skor imbang bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pertandingan menjadi semakin menarik di paruh kedua. Dari beberapa percobaan, Juventus akhirnya mampu mencetak gol di menit ke-54. Kali ini giliran Pjanic yang mencatatkan namanya di papan skor setelah sepakan kerasnya mengarah di pojok kiri gawang Bologna. Gol tersebut ternyata menjadi pembeda di laga ini.

Usai laga Pjanic mengatakan tidak mudah bagi timnya untuk memetik kemenangan di laga tersebut. Pjanic menilai tim tamu memiliki organisasi pertahanan yang rapih sehingga sulit ditembus.

“Kami tahu betul itu akan sulit setelah kami melihat pertandingan Bologna. Mereka terorganisir dan menyebabkan masalah bagi kami, tetapi saya masih berpikir kami pantas menang,” beber Pjanic.

Lebih lanjut ia mengatakan timnya seharusnya mampu mencetak lebih banyak gol. Namun padatnya jadwal pertandingan membuat timnya tak mampu mengerahkan segenap kemampuan terbaik.

“Kami menciptakan banyak peluang dan seharusnya mencetak satu gol lagi untuk membuat laga lebih nyaman untuk kami. Ini sulit setelah jeda internasional, jadi kami terima poin ini,” lanjutnya.

Susunan pemain Juventus versus Bologna:

Juventus (4-3-1-2): 77-Gianluigi Buffon; 16-Juan Cuadrado, 4-Matthijs de Ligt, 19-Leonardo Bonucci, 12-Alex Sandro; 6-Sami Khedira (30-Rodrigo Bentancur 62′), 5- Miralem Pjanic, 25-Adrien Rabiot (14-Blaise Matuidi 73′); 33-Federico Bernardeschi; 7- Cristiano Ronaldo, 21-Gonzalo Higuain (10-Paulo Dybala 82′)

Pelatih: Maurizio Sarri

Bologna (4-2-3-1): 28-Lukasz Skorupski; 15-Ibrahima Mbaye, 23-Danilo Larangera, 13-Mattia Bani, 11-Ladislav Krejci; 32-Mattias Svanberg (17-Andreas Skov Olsen 80′), 16-Andrea Poli (31-Blerim Dzemaili 82′); 7-Riccardo Orsolini, 21-Roberto Soriano, 10-Nicola Sansone (9-Federico Santander 80′); 24-Rodrigo Palacio

Pelatih: Sinisa Mihajlovic

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring BolaMantan pemain Barcelona, Rafael Marquez membagikan cerita unik tentang Lionel Messi muda yang frustrasi saat diminta mengumpan bola. Messi ternyata sudah menunjukkan semangat kompetitif sejak masih belia, bahkan di sesi latihan. Kini, berusia 32 tahun, Messi masih bisa menjaga permainannya di level tinggi. Tidak ada rahasia khusus, La Pulga mengaku hanya berusaha menjaga tubuhnya lebih baik dan berlatih seperti biasanya. Kalimat ‘berlatih seperti biasanya’ inilah yang ternyata tidak biasa-biasa amat. Messi selalu memberikan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan, tanpa mencoba menahan diri.

Kisah Masa Lalu Lionel Messi: Marah Besar Saat diminta berhenti Menggiring Bola

Tidak ada yang meragukan kemampuan Messi menggiring bola. Melewati empat sampai lima pemain lawan adalah hal mudah bagi Messi, bahkan terkesan biasa saja. Uniknya, bukan hanya lawan yang harus menderita, pemain-pemain Barca pun demikian. Marquez membongkar cerita unik pada sesi latihan Barca beberapa tahun lalu, di era Pep Guardiola. Messi benar-benar merepotkan pemain-pemain Barca. “Kala itu ada pertandingan tujuh lawan tujuh dan Leo [Messi] ada dalam tim saya. Dia menggiring bola melewati satu pemain, dua, tiga, putar balik dan melewati mereka lagi dengan mudah,” kata Marquez kepada Fox Sports. “Dia tidak mau melepaskan bola barang sedetik. Sampai satu momen saat saya meneriaki dia: ‘Leo, lepaskan bola itu!’.

Tak disangka, Messi ternyata marah besar begitu mendengar teriakan Marquez. Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Messi saat sedang asyik menggiring bola. Akibatnya, Guardiola sampai harus turun tangan menenangkan sang mega bintang Barcelona itu. “Dia [Messi] jadi marah besar dan bahkan mulai berteriak kepada kami dan kami pun mulai berdebat. Sampai akhirnya Pep menghentikan dia dan meminta dia lebih tenang,” lanjut Marquez. “Pep langsung mendekati Leo untuk menenangkannya karena saya lebih berpengalaman di dalam tim daripada Leo yang waktu itu masih sangat muda.”

Bagaimanapun, Marquez dan pemain-pemain Barca saat itu terbilang beruntung bisa menyaksikan langsung kebangkitan Messi. Saat itu ternyata mereka sedang melihat calon pemain terbaik di dunia.”Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti. Saat itu kami mendengar bahwa dia tampil luar biasa di Barcelona B dan bahwa dia adalah Maradona baru,” imbuh Marquez.”Rasanya spektakuler bisa melihat dia berkembang dari jarak yang sangat dekat,” tutupnya.

Liverpool Vs MU: Mohammad Salah Bermain, De Gea Absen?

Liverpool Vs MU: Mohammad Salah Bermain, De Gea Absen-Liverpool tampak siap menurunkan skuad terbaik mereka saat akan menyambangi Manchester United, Minggu (20/10/2019) akhir pekan ini. The Reds bisa jadi membuat Setan Merah bertekuk lutut. Duel klasik Liga Inggris itu selalu penuh gengsi dan tekanan tinggi. Saat ini kondisi kedua tim berbanding terbalik. Liverpool tentunya jelas jauh lebih kuat dari MU di setiap sisi.

Liverpool Vs MU: Mohammad Salah Bermain, De Gea Absen?

Terlebih, Liverpool mendapatkan kabar baik bahwa penyerang andalan mereka,Mohammad Salah mungkin bisa bermain penuh pada pertandingan ini setelah mendapatkan tekel horor. Sebaliknya, MU mungkin tidak bisa diperkuat kiper andalan mereka, David De Gea. Sebelum jeda internasional lalu, Salah terpaksa mengakhiri pertandingan lebih cepat ketika Liverpool mengalahkan Leicester City 2-1. Salah tampak bergulung-gulung kesakitan di lapangan setelah mendapatkan tekel horor dari Hamza Choudhury.

Usai laga tersebut, Jurgen Klopp langsung mengecam tekel keras itu dan mengkhawatirkan kondisi Salah. Untungnya, Liverpool bisa bernapas lega ketika mendapati bahwa cedera Salah tidak terlalu parah usai menjalani serangkaian tes. Sebelumnya, Salah sempat diragukan bakal bermain akhir pekan ini. Klopp dikenal sebagai pelatih yang tidak mau mengambil risiko ketika pemainnya tidak sedang dalam kondisi yang fit.

Biar begitu, kini Liverpool Echo mengklaim bahwa kondisi Salah sudah 100 persen dan siap bermain sebagai starter. Kehadiran Salah jelas akan membuat Liverpool jadi lebih kuat. Ketika Liverpool mendapatkan kabar baik, MU justru diterpa kabar buruk. Kiper nomor satu mereka, David De Gea cedera ketika membantu Timnas Spanyol pada laga jeda kualifikasi Euro 2020 dewasa ini. De Gea terpaksa meninggalkan lapangan di menit ke-60, dia tampak kesakitan usai menyapu bola. De Gea hanya bisa terduduk dan meminta bantuan tim medis.Menurut Sky Sports, De Gea mengalami cedera hamstring dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Dia bahkan harus dipapah keluar lapangan oleh staf medis Spanyol. Cedera De Gea ini jelas menjadi kabar buruk untuk MU. Dia diragukan bisa tampil saat menjamu Liverpool akhir pekan nanti.

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan Dihukum

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan DihukumEks pemain Barcelona, Rivaldo menyarankan mantan timnya untuk menghukum pemain mereka, Ousmane Dembele gara-gara kartu merah melawan Sevilla akhir pekan kemarin.Dalam laga tersebut, Dembele mendapat kartu merah pada menit-menit akhir karena melakukan protes berlebihan kepada wasit.Buntutnya, Dembele pun diskors dua laga. Akibat hukuman ini, Dembele dipastikan bakal absen dalam laga kontra Eibar dan partai El Clasico versus sang rival abadi, Real Madrid.

Barcelona Mendapatkan Kartu Merah, Ousmane Dembele Disarankan Dihukum

Dalam laporan pertandingannya, wasit Antonio Mateu Lahoz menuliskan bahwa Dembele mengucapkan kata-kata yang keras padanya berbunyi ‘Anda sangat buruk’.Kritik keras itu pun dialamatkan Rivaldo pada Dembele. Sosok asal Brasil itu mendesak Barca agar menegur Dembele atau bahkan memberinya sanksi.”Barca harus berbicara pada pemain mereka mengenai kartu merah konyol  yang mereka dapatkan ini. Tindakannya tidak bisa diterima dan bisa menyakiti tim, absennya dia bakal menyulitkan semua rekan setimnya,” ujar Rivaldo kepada Betfair.

Lebih lanjut lagi, Rivaldo menyebut ketegasan klub diperlukan dalam kasus ini. Rivaldo tak ingin tingkah laku Dembele diikuti oleh pemain pemain lain di masa depan.”Penting bagi klub untuk memiliki prosedur internal guna memberi sanksi pada pemain dalam situasi yang bodoh ini, dalam hal ini berbicara tidak benar kepada wasit atau pelatih. Menghukum dia untuk menghindari situasi baru di masa depan bakal terasa masuk akal,” tutur Rivaldo.”Saya tak hanya berbicara pada Dembele, tapi pada semua pemain yang mungkin akan melakukan aksi yang mirip seperti dembele. Seorang pemain harus pintar, sadar bahwa ada banyak laga yang harus dihadapi setelahnya, dan jangan biarkan rekan setimnya, pelatih dan klub berada dalam situasi berat ini,” tukasnya.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir KarirnyaLionel messi akhirnya angkat bicara terkait situasi kontraknya di barcelona. Pesepakbola asal argentina itu sudah berjanji akan tetap bertahan di barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu beredar kabar mengenai ketentuan istimewa dalam kontrak lionel messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun. Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan messi. Tidak sedikit yang takut jika pemain 32 tahun itu bakal angkat kaki dari barca dalam waktu dekat. Namun messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari barcelona dalam waktu dekat. “tentu saja saya akan bertahan jika kalian mencintai saya,” beber messi kepada rac 1.

Lionel Messi Memutuskan Untuk Tetap Di Barcelona Sampai Akhir Karirnya

Messi menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman berada di barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di el blagurana.”saya sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini.” pungkasnya. “saya mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya.Dulu Saya sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama juga terjadi pada anak-anak saya.”

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di newell old boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak messi di barcelona sendiri akan segera habis.Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

 

Fred Dituduh menjadi Penyebab Kekalahan MU Kontra Newcastle

Fred Dituduh menjadi Penyebab Kekalahan MU Kontra NewcastleSebuah kritikan datang dari Martin Keown kepada Fred. Legenda Arsenal itu menilai sang gelandang menjadi penyebab terjadinya kekalahan yang dialami Manchester United saat berhadapan dengan Newcastle. pada pertandingan itu Fred akhirnya diberikan kesempatan untuk bermain kembali menjadi starter di lini tengah United. Ia dipercaya oleh Sloskjaer , pelatih mereka untuk bermain sejak awal bersama Scott McTominay saat mereka menjadi tamu Newcastle di St James Park.

Fred Dituduh menjadi Penyebab Kekalahan MU Kontra Newcastle

Pada laga itu memang fred kerap melakukan kesalahan di lini tengah United. Ia kerap kehilangan bola dan sulit menghubungkan antara lini tengah dengan lini serang United. Keown merasa pemain asal Brasil itu menjadi penyebab Setan Merah kalah di laga itu. “Mereka sangat buruk saat menjaga penguasaan bola,” beber Keown yang dikutip Manchester Evening News.

Keown merasa Fred benar-benar menjadi beban bagi Manchester United terutama di posisi lini tengah. Ia menilai sang gelandang seperti tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat membawa bola dan itu berdampak sangat besar bagi timnya. “Dia terlihat seperti sebuah lelucon ketika ia mendapatkan bola. Saya tahu bahwa memang penting untuk merebut bola dari lawan, namun dia seharusnya bisa mengontrol bola itu dan juga melepaskan umpan yang tepat.”

Keown juga meyakini bahwa sosok gelandang tengah memegang peran yang sangat penting di dalam tim. Untuk itu ketika seorang gelandang tengah tidak bermain optimal seperti Fred maka itu akan membuat timnya kesulitan. “Jika seorang gelandang bermain seperti apa yang ia tunjukkan hari ini, maka timnya tidak akan bisa berbuat apa-apa.” imbuhnya. Manchester United akan kembali beraksi di ajang EPL setelah jeda internasional. Mereka akan menghadapi Liverpool di Old Trafford pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Bermain Tanpa Eden Hazard, Peringkat Enam Sudah Cukup Bagus Untuk Chelsea

Bermain Tanpa Eden Hazard, Peringkat Enam Sudah Cukup Bagus Untuk ChelseaMantan Bek dari Club Chelsea, Glen Johnson enggan mematok target yang tidak pasti untuk The Blues musim ini, Johnson percaya tim yang berasal dari London Barat itu sudah menjalani Musim yang bagus jika mereka Finish di peringkat enam klasemen Akhir EPL Musim ini. Dimusim 19/20 ini menjadi musim yang berat bagi Chelsea. Mereka kehilangan sejumlah pemain andalan yang menjadi pilar mereka seperti Eden Hazard, Alvaro Morata dan Gonzalo Higuain namun mereka tidak bisa mendatangkan penggantinya karena mereka terkena hukuman Embargo Transfer setelah melakukan perekrutan pemain dibawah umur.

Mantan Bek dari Club Chelsea, Glen Johnson enggan mematok target yang tidak pasti untuk The Blues musim ini, Johnson percaya tim yang berasal dari London Barat itu sudah menjalani Musim yang bagus jika mereka Finish di peringkat enam klasemen Akhir EPL Musim ini

Sejauh ini Frank Lampard banyak mengandalkan pemain muda di skuat The Blues dan bisa dinilai untuk performa pemain muda mereka cukup bagus dimana mereka kini bisa menempati peringkat ketujuh Klasemen Sementara EPL. Johnson percaya bahwa hukuman transfer yang mereka terima pasti sangat merugikan bagi tim London Barat tersebut “Musim ini mereka kehilangan banyak pemain terbaik mereka dan tidak bisa menggantikannya” beber Johnson kepada Talk Sport.

Johnson menilai bahwa tidak adil bagi para pendukung Chelsea untuk memberikan target yang tinggi untuk para pemain muda Chelsea. Ia menyebutkan bahwa pemain muda  Chelsea masih dalam proses adaptasi di tim utama dan ada kemungkinan performa mereka akan tidak stabil sepanjang musim ini. “ mereka memberikan para pemain muda kesempatan dan beberapa diantara mereka belum pernah bermain di Premier League sebelumnya, jadi kita tidak bisa berharap terlalu banyak”

Johnson percaya bahwa menargetkan Chelsea untuk kembali bermain di Liga Champions pada musim depan bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah. Ia menilai Chelsea bisa mengamankan posisi di Liga Europa saja sudah merupakan pencapaian yang bagus untuk pasukan muda Frank Lampard itu. “ Saya rasa finish di posisi enam sudah menjadi pencapaian yang bagus untuk mereka dimusim ini” ia menambahkan. Chelsea sendiri bertekad untuk memperbaiki posisi mereka di Klasemen sementara EPL dan mereka akan menjadikan pertemuan mereka dengan Southampton pada hari minggu malam nanti menjadi kemenangan mereka.