Tidak Akan Kembali ke Inter, Icardi Bakal Bertahan di PSG

Saat ini masa depan Mauro Icardi masih menjadi tanda Tanya. Pemain asal Argentina itu dirumorkan akan hengkang dari Paris Saint-Germain (PSG). PSG adalah klub tempat pemain Inter Milan itu menjalani masa peminjaman.

Meski begitu peluang Icardi untuk tetap bertahan di Parc des Princes terbuka lebar. Sebagaimana dikatakan penasihat hukumnya, Letterio Pino, Icardi berpeluang besar untuk bertahan. Hal ini dilihat dari ketertarikan pihak PSG untuk mengamankan pemain tersebut. Ada kemungkinan Icardi bakal dipermanen.

“Leonardo tahu apa yang Mauro berikan selama musim ini. Dia memang tidak bermain di beberapa laga Liga Champions, tetapi itu lantaran ada 18 pemain lainnya yang sangat bagus di PSG,” beber Pino.

Hal ini dikatakan untuk menunjukkan kualitas Icardi sejak berseragam PSG pemain itu sudah berkontribusi banyak gol dengan jumlah menit bermain yang sedikit. Icardi sama sekali tidak mendapat kesempatan tampil di Liga Champions karena PSG sudah memiliki jatah 18 pemain yang tak kalah bagus.

“Menurut saya, Leonardo ingin mempertahankannya dan saya harap PSG bakal melakukannya. Itu sudah jelas,” sambungnya.

Selain itu Pino juga menggarisbawahi terkait pembawaan sang pemain. Pino menyebut Icardi mampu membawa diri secara baik, baik di dalam lapangan pertandingan maupun di luar lapangan pertandingan. Hal ini membuat Icardi disukai semua orang.

“Mauro membuat dirinya dicintai oleh semua orang. Mereka yang mengenalnya tidak berbicara apa-apa selain tentang dirinya, baik sebagai profesional atau sebagai pribadi,” sambungnya.

Sementara itu Icardi dikabarkan akan kembali ke Italia. Juventus adalah salah satu klub yang disebut tertarik untuk menggunakan jasanya. Namun demikian pemain yang mencetak 13 gol dalam 16 penampilan bersama PSGI itu disebut tak tertarik untuk pulang ke Italia apalagi bergabung dengan klub rival.

Sebagaimana dikatakan oleh istri sekaligus agen, Wanda Nara, Icardi masih bahagia di Paris. Bersama PSG ia sudah memberikan kontribusi penting.

“Mauro sekarang berada di PSG. Dia bahagia di Paris dan dia mencetak gol-gol yang luar biasa,” beber Wanda.

Lebih lanjut Wanda mengatakan dirinya lebih memprioritaskan kebahagiaan diri dan tidak ingin menjadi pengkhianat dengan membelot ke Juventus yang juga adalah rival Inter Milan di Serie A.

“Saya hanya tertarik pada kebahagiaannya dan dia sangat bahagia sekarang. Dia berada di salah satu klub paling penting di dunia dan pilihan untuk pergi ke Paris juga dibuat agar tidak mengkhianati Inter,” lanjutnya.

Sterling: Man City Akan Sangat Merindukan Silva

Saat ini David Silva tengah berada di pintu keluar dari Manchester City. Pemain asal Spanyol itu akan segera meninggalkan Etihad Stadium seiring berakhir kontrak dengan klub tersebut. Ternyata situasi ini sudah membuat sejumlah pemain The Citizen sedih.

Salah satunya adalah Raheem Sterling. Sterling pun mengakui mereka akan sangat merindukan sosok gelandang berusia 34 tahun itu. Pemain asal Inggris itu mengakui sejumlah keutamaan yang dimiliki Silva yang patut ditiru.

“Satu hal yang pasti saya pelajari dari David adalah rendah hati. Dia adalah pesepakbola paling rendah hati yang pernah Anda jumpai dan trofi yang dia miliki menunjukkannya,” beber Sterling.

Lebih lanjut Sterling mengatakan untuk menjadi pemain top, sikap yang patut ditonjolkan adalah kerendahan hati. Selain itu patut bagi seorang pemain untuk bisa membawa diri dengan baik dalam berbagai situasi. Silva adalah salah satu contoh terbaik untuk sikap-sikap itu.

“Ketika Anda masuk ke level berikutnya dan melakukan semua hal luar biasa ini, pertahankan kerendahan hati dan bawa diri dengan cara layak,” sambungnya.

Sterling mengatakan hal-hal inilah yang membuat dirinya begitu mengagumi Silva. Sikap dan kemampuannya di lapangan pertandingan menjadi perpaduan yang sempurna untuk menjadi seorang pemain profesional yang hebat.

“Dia adalah contoh sempurna tentang bukan cuma jadi seorang profesional yang hebat, tapi juga pemain top dengan banyak trofi.”

Tentu kepergian Silva akan meninggalkan kenangan bagi Manchester Biru. Sterling mengatakan klub akan merindukan sosok Silva. Ia pun berharap agar Silva tetap bisa menunjukkan hal yang sama di klub baru.

“Dia akan sangat dirindukan karena dia mendatangkan kebahagiaan ke klub. Tapi, jika Anda ingin menjadikannya panutan, selalu pertahankan kerendahan hati dan raih trofi,” sambungnya.

Ia pun mengakui mengidolai Silva. Ia pun berencana untuk memiliki seragam Silva dan menyimpannya di rumahnya.

“Semoga saya akan punya beberapa seragamnya di rumah saya di Jamaika,” tegasnya.

Saat ini Liga Primer Inggris sedang dihentikan. Pandemi Corona atau Covid-19 membuat situasi menjadi seperti saat ini.

Gelandang Manchester City, Ilkay Guendogan para pemain harus tetap mengedepankan profesionalisme dalam situasi seperti ini. Para pemai harus siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Apapun yang terjadi, kami harus siap. Ini adalah situasi luar biasa sekarang ini dan situasi luar biasa perlu solusi luar biasa pula,” beber Guendogan.

Nasib Liga Inggris Musim Ini Bisa Seperti Liga Belanda

Saat ini kelanjutan Eredivisie atau Liga Belanda sudah diketahui. Pihak Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sudah mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kompetisi musim ini. Keputusan itu sudah dikeluarkan pada Sabtu, 25 April 2020.

Penghentian Liga Belanda musim ini disebabkan karena situasi yang tak menentu. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi keprihatinan bersama. Belum bisa diprediksi secara pasti kapan wabah itu akan berakhir.

Presiden KNVB, Just Spee, mengatakan susah untuk melanjutkan sisa kompetisi dalam situasi yang tak menentu. Ia juga melihat situasi yang sama juga sebenarnya sedang dialami oleh liga-liga lainnya di dunia.

“Sangat sulit. Pada saat yang sama saya tahu bahwa apa yang terbaik buat kami. Kami semua sebagai pesepakbola jelas ingin bermain dan itu berlaku untuk semua rekan saya di seluruh dunia,” beber Spee.

Lebih lanjut Spee mengatakan hal serupa bisa saja diambil oleh liga-liga lainnya di Eropa, tidak terkecuali Liga Inggris. Saat ini menurutnya sejumlah pihak masih mengharapkan Liga Inggris bisa berlanjut. Namun ia tidak yakin dengan harapan tersebut.

“Di Inggris juga tidak berbeda, sehingga mereka masih berpegang pada harapan selama itu masih ada. Namun sekali lagi, kita melihat bagaimana perkembangannya. Apakah itu realistis? Pada akhirnya bisa saja tidak, tetapi kita akan lihat,” sambungnya.

Lebih lanjut Spee mengatakan kurang realistis bila mengharapkan kompetisi bisa berlanjut. Menurutnya ketidakpastian ini masih akan terus membayang hingga beberapa waktu ke depan.

“Sejujurnya, melihat apa yang terjadi dan melihat bahwa segalanya mesti ditunda dari minggu ke minggu, seberapa realistisnya itu dalam tiga atau empat pekan ke depan sehingga kita bisa sampai pada kesimpulan yang berbeda? Saya yakin itu tidak terlalu banyak,” sambungnya.

Tidak hanya itu ia mengatakan cukup ragu bila Liga Inggris bisa berlanjut dan menyelesaikan kompetisi musim ini. Menurutnya situasi saat ini tidak memungkinkan untuk bisa menyelesaikan sisa kompetisi.

“Selain itu, Premier League bakal membutuhkan beberapa minggu untuk menyelesaikan kompetisi mereka. Apakah akan ada cukup waktu? Itu sangat diragukan,” sambungnya.

Saat ini sejumlah klub Liga Inggris sudah mewacanakan untuk kembali berlatih dalam waktu dekat. Arsenal misalnya, sudah mengumumkan akan kembali berlatih pada pekan depan. Hanya saja suasana latihan akan berbeda mengingat situasi yang belum benar-benar kondusif.

Selain Arsenal, Manchester United pun memiliki rencana yang sama. Hanya saja kita masih menanti apakah rencana itu akan bisa terwujud.

Kubu Setan Merah Berharap Liga Inggris Berlanjut

Dukungan agar kompetisi Liga Primer Inggris dilanjutkan lagi setelah wabah Corona atau Covid-19 mereda datang juga dari kubu Manchester United. Sebagaimana dikatakan CEO klub, Ed Woodward, pihaknya sangat mengharapkan agar tim-tim bisa berlaga kembali sesegera mungkin.

Menurutnya kompetisi patut dilanjutkan segera setelah situasi dinyatakan aman. Setan Merah disebutnya masih bersemangat untuk menuntaskan musim ini.

“Seperti kalian semua, kami juga sangat ingin melihat tim kembali ke lapangan sesegera mungkin setelah kami diberi tahu bahwa aman untuk melakukannya, semoga bisa menuntaskan musim yang masih sangat menjanjikan buat kami di Premier League, Liga Europa, dan Piala FA ketika ditangguhkan,” beber Ed.

Lebih lanjut Ed mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait, terkait nasib Liga Primer Inggris musim ini. Ia pun berjanji untuk terus memberikan update terkait setiap perkembangan dengan para penggemar Setan Merah.

“Kami dalam pembicaraan konstan dengan badan-badan terkait soal kapan dan bagaimana itu akan terjadi dan kami akan terus berhubungan dengan forum ini untuk menjaga agar penggemar tetap mendapat informasi,” sambungnya.

Meski begitu ia tak menjamin suasana pertandingan akan langsung berjalan normal. Setelah diizinkan untuk bertanding ada kemungkinan pertandingan bakal berlangsung tertutup. Menurut Ed tidak mudah untuk mencapai kondisi ideal dalam waktu singkat.

“Dan sementara kemungkinan pertandingan-pertandingan perlu digelar secara tertutup dalam jangka pendek, kami semua menyadari bahwa sepakbola tidak akan sepenuhnya kembali normal sampai suporter ada di tribune lagi,” tegasnya.

Tidak sampai di situ, Ed juga berbicara terkait dampak corona pada aktivitas Setan Merah di bursa transfer musim panas ini. Ia menegaskan aktivitas Setan Merah di bursa transfer nanti akan mengalami perubahan alias tidak seperti biasanya.

“Tidak boleh ada satupun orang yang salah paham dengan skala tantangan yang ada di hadapan semua orang di sepakbola dan mungkin tidak akan ada bisnis seperti biasanya untuk klub manapun, termasuk kami, di bursa transfer musim panas ini,” beber Ed.

Ed menegaskan bahwa kesuksesan tim tetap menjadi prioritas. Terus memperbaiki kedalaman skuad adalah bagian dari upaya mencapai kesuksesan. Namun demikian dalam situasi seperti ini klub perlu mempertimbangkan kondisi keuangan klub.

“Seperti biasanya, prioritas kami adalah sukses tim. Tapi kami perlu visibilitas dari dampak yang ditanggung keseluruhan industri ini, termasuk penempatan waktu bursa transfer, dan gambaran finansial yang lebih luas, sebelum bisa bicara soal kembali ke normal,” sambungnya.

Serie A Tak Memungkinkan Dilanjutkan Lagi

Saat ini berkembang berbagai spekulasi dan saran terkait nasib Serie A Italia musim ini. Ada yang meminta kompetisi tersebut disudahi saja. Hal ini datang dari Zdenek Zeman, salah satu pelatih legendaris.

Menurutnya situasi saat ini tak memungkinkan untuk menggulirkan kembali kompetisi sepak bola di Italia. Ia pun sangat pesimis kompetisi tersebut bisa dilanjutkan lagi.

“Sekarang ini, saya tak merasa kondisi-kondisinya tepat untuk memainkan sepakbola. Saya tetap merasa sangat pesimistis,” beber Zeman.

Sosok yang pernah menangani sejumlah klub top Serie A seperti AS Roma, Napoli, Lazio dan Parma itu berpendapat pandemi Corona atau Covid-19 telah merusak semua sendi kehidupan. Tak hanya itu pandemi ini pun belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir. Saat ini kesehatan masyarakat adalah prioritas utama.

“Virusnya sudah memberikan kerusakan besar dan akan terus begitu. Kesehatan orang-orang adalah yang terpenting dan uang adalah hal berikutnya,” sambungnya.

Melihat situasi tersebut, ia menganjurkan agar kompetisi tersebut dihetinkan saja. “Buat saya, kompetisi tak semestinya ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu terkait kelanjutan kompetisi Serie A musim ini masih menjadi tanda tanya. Berkembang wacana terkait penjadwalan ulang Serie A. semula Serie A dijadwalkan berakhir pada 30 Juni namun Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melakukan penyesuaian dengan memundurkan ke 2 Agustus 2020 nanti.

Sebagaimana dikatakan Presiden FIGC, Gabriele Gravina, pihaknya berusaha mencari segara cara untuk mendapatkan solusi terbaik. Menurutnya menyelamatkan musim kompetisi kali ini dan musim berikutnya adalah bagian dari prioritas.

“Dunia sepakbola bekerja tanpa henti dan penuh tanggung jawab demi menemukan solusi yang konkrit dan berkelanjutan untuk krisis akibat COVID-19. Langkah ini diperlukan juga untuk melindungi musim 2020-2021,” beber Gabriele Gravina.

Lebih lanjut Gravina mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kerja pemerintah yang bertindak responsif terhadap situasi yang ada saat ini. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menghadapi situasi ini.

“Saya berterima kasih kepada Menteri Olahraga Spadafora atas perhatian yang diberikan kepada kami dalam pertemuan hari Rabu. Kami sudah menjelaskannya secara mendalam,” tambahnya.

Bila sampai Serie A benar-benar dihentikan, siapa yang akan dinobatkan sebagai peraih scudetto? Tidak hanya itu, bagaimana dengan perhitungan promosi dan degradasi? Tentu hal-hal ini menjadi perhatian dari pihak terkait sebelum mengambil suatu kebijakan. Selain itu segala keputusan yang diambil sudah diperhitungkan matang-matang dampaknya, termasuk nasib kompetisi di musim berikutnya.

Griezmann Masuk dalam Rencana Tukar Guling Lautaro Martinez

Keinginan Barcelona untuk mendapatkan Lautaro Martinez tampaknya bukan isapan jempol belaka. Klub La Liga Spanyol itu bahkan diisukan sudah menyiapkan berbagai scenario untuk mendapatkan tanda tangan pemain internasional Argentina.

Selain siap untuk menggelontorkan dana besar, Barcelona juga sudah menyiapkan rencana untuk menyertakan sejumlah pemain bintang dalam rencana tersebut. Salah satunya adalah memasukan Antoine Griezmann dalam skema tukar guling dengan Lautaro.

Namun demikian tidak sedikit suara minor terkait rencana tersebut. Salah satunya datang dari legenda Inter, Guiseppe Bergomi. Menurut Bergomi skema tersebut sangat merugikan Inter. Alasannya, usia Lautaro yang baru 22 tahun tak sebanding dengan Griezmann yang lebih tua. Griezmann sendiri sudah berusia 29 tahun.

“Saya mendengar tentang Griezmann, tetapi perbedaan usianya mereka terlalu menurut saya. Saya tidak akan menjual Lautaro dengan cara ditukar,” beber Bergomi.

Lebih lanjut Bergomi mengatakan bila menggunakan skema tukar guling, Inter adalah pihak yang dirugikan. Sementara itu Bergomi tidak berkeberatan bila Barcelona akhirnya harus menebus klausul Lautaro senilai 111 juta euro.

Bila Lautaro akhirnya hengkang ke Barcelona, Bergomi sudah memiliki usulan pemain pengganti. Bergomi mengatakan Timo Werner adalah sosok ideal untuk menggantikan peran Lautaro.

“Namun, jika Barca membayar 111 juta euro, idealnya Timo Werner menjadi pengganti. Dia punya keunggulan dalam menciptakan peluang dan akan jadi tandem yang hebat bagi (Romelu) Lukaku,” bebernya.

Sementara itu Juan Antonio Pizzi mengatakan Lautaro adalah pemain yang cocok bermain untuk Barcelona. Kemampuannya di lini depan disebut-sebut melebihi sejumlah pemain top Argentina seperti Sergio Aguero. Hal ini sudah Martinez tunjukkan saat bermain untuk tim nasional Argentina dan Inter Milan.

“Lautaro Martinez itu lebih dari Kun Aguero, merupakan prototipe dari jenis penyerang baru yang akan cocok dengan Barca. Dia sudah membuktikan kemampuannya dengan Argentina, dengan Racing, dan Inter,” beber Pizzi.

Lebih lanjut Pizzi menegaskan bahwa gaya bermain Martinez sangat cocok untuk Barcelona. Ia disebut-sebut sebagai sosok yang idel untuk lini serang Blaugrana. Martinez disebut-sebut sudah menunjukkan kualitasnya saat bermain untuk Inter Milan di salah satu kompetisi terberat di dunia.

“Dia tampaknya penyerang yang ideal untuk cara bermain Barcelona. Bahkan di salah satu liga terberat di dunia, di Italia, dia masih bisa bermain di level yang sangat tinggi,” tegasnya.

Agen Lautaro, Albert Yaque mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan klub manapun. Belum ada negosiasi yang terjadi terkait pemain tersebut.

Diminati Juventus, Begini Respon Jorginho

Penampilan Jorginho bersama Chelsea terbilang cemerlang. Sejak berlabuh di Stamford Bridge, pemain kelahiran Brasil itu selalu menjadi pilihan utama dalam starting line-up the Blues. Tak heran sepak terjang Jorginho membuat klub-klub top Eropa kepincut.

Salah satunya adalah Juventus. Raksasa Serie A itu dikabarkan tertarik untuk menggunakan jasa Jorginho. Namun tidak mudah bagi Juventus untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 28 tahun itu. Pasalnya Jorginho masih merasa senang di Londong.

Selain itu Jorginho memang telah mendengar rumor ketertarikan Juventus padanya. Namun hingga kini belum ada pembicaraan resmi yang terjalin di antara mereka. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh agan Jorginho, Joao Santos.

“Saya sudah baca berita soal rumor itu, tapi saya sendiri belum pernah dikontak oleh Juventus. Baik Sarri ataupun Fabio Paratici (Direktur Olahraga Juventus) belum ada yang menanyakan informasi mengenai Jorginho kepada saya,” beber Joao Santos.

Lebih lanjut Joao mengatakan Jorginho sangat bahagia bermain untuk Chelsea. Hal ini ditunjukkan dengan performa gemilangnya bersama klub tersebut.

“Sampai hari ini, saya tak tahu apa-apa soal situasi ini. Jorginho sangat bahagia di London, dia membuktikan kemampuan terbaiknya di sana dan kontraknya masih tersisa tiga tahun,” sambungnya.

Tidak hanya itu Santos mengatakan pihaknya bahkan akan membicarakan terkait perpanjangan kontrak Jorginho. Rencananya pihak Jorginho dan manajemen klub akan duduk bersama pada bulan Juli nanti untuk membicarakan perpanjangan kontrak.

“Bahkan Juli nanti ada kemungkinan kami akan bicara soal perpanjangan kontraknya dengan Cheslea. Saya tak tahu apa strategi transfer Juve, tapi seperti itulah rencana masa depan Jorginho saat ini,” tegasnya.

Jorginho tidak hanya menjadi pilihan utama Maurizio Sarri, tetapi juga di era kepelatihan Frank Lampard saat ini. Bahkan Lampard sudah jatuh hati dengan penampilan pemain tersebut saat menjalani pramusim pada musim lalu.

“Dia (Jorginho) merupakan seorang pemimpin dengan kepribadiannya. Untuk alasan apa pun, orang-orang membuat penilaian tentangnya atas performanya musim lalu,” beber Lampard.

Lebih lanjut saat ini Lampard mengatakan dirinya masih harus terus memantau perkembangan Jorginho. Hanya saja soal kepemimpinannya baik di ruang ganti dan lapangan pertandingan sudah membuat Lampard terkesan.

“Akan tetapi saya hanya bisa menilai apa yang saya lihat di depan saya dan sejak pramusim dia menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti dan di lapangan. Dia ingin menang dan menunjukkan bahwa semua yang kami lakukan punya arti penting,” lanjutnya.

Aturan 5 Pergantian Pemain di Serie A Untungkan Juventus

Demikian anggapan yang keluar dari mantan pemain Inter Milan, Giuseppe Bergomi. Menurutnya aturan lima pergantian pemain di kompetisi Serie A hanya menguntungkan tim dengan materi pemain memadai. Salah satunya adalah Juventus.

Bukan rahasia lagi Juventus memiliki segudang pemain berkualitas. Dengan lima kemungkinan pergantian pemain maka Juventus bisa lebih mengoptimalkan sumber daya pemain yang dimiliki.

Menurut Bergomi hal ini bisa mempengaruhi persaingan di antara kontestan Serie A terutama dengan Lazio. Sebelum kompetisi Serie A terhenti, kedua tim terus bersaing untuk menduduki puncak klasemen sementara. Saat ini Juventus dan Lazio hanya berjarak satu angka. Juventus berada di urutan teratas, ditempel ketat Lazio dengan raihan total 62 poin dari 26 pertandingan yang telah dijalani.

“Lazio menjalani musim ini dengan hebat. Ini karena (pelatih Simone) Inzaghi berhasil mengembalikan permainan tim dengan tiga perubahan. (Felipe) Caicedo dan dua sayap mereka adalah perubahan jitu yang membuahkan hasil,” beber Bergomi.

Lebih lanjut legenda Internazionale Milan itu menyebut AS Roma sebagai tim lain yang diuntungkan dengan penerapan aturan tersebut. Seperti Juventus, menurut Bergomi, Serigala Roma juga memiliki banyak pemain yang bisa dimainkan.

“Dengan aturan lima pergantian, saya merasa ini adalah hukuman bagi mereka. Tim-tim yang mendapat keuntungan besar dari aturan ini adalah Juventus dan AS Roma. Mereka punya banyak pemain yang bisa dimainkan,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Serie A masih terhenti karena pandemi Corona atau Covid-19. Italia bahkan menjadi salah satu negera terparah dengan korban jiwa tak sedikit.  Tak heran pemerintah setempat sangat ketat memberlakukan protokol terkait pencegahan penyebaran wabah tersebut.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora berharap kompetisi sepak bola di negara tersebut bisa segera bergulir. Namun demikian sang menteri mengatakan hal ini ditentukan oleh perkembangan status kesehatan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk memahami evolusi situasi perawatan kesehatan, dan bagaimana, jika, dan kapan kami bisa kembali bermain olahraga di semua level,” beber Spadafor.

Lebih lanjut sang menteri mengatakan ia berharap latihan para pemain Serie A bisa terjadi tak lama setelah masa karantina berakhir. Ia mengharapkan jadwal tersebut tidak berubah dan tetap menjadi patokan bagi para pemain untuk mulai bersiap menjalani latihan, termasuk bila itu hanya terjadi secara tertutup.

“Kami berharap mengonfirmasi tanggal 4 Mei untuk kembali ke pelatihan sesegera mungkin,” sambungnya.

 

Bos Persib Bandung Siap Jadi Sekjen PSSI

Saat ini posisi Sekretaris Jenderal PSSI sedang kosong. Hal ini menyusul pengunduran diri Ratu Tisha dari jabatan tersebut. Sejumlah nama pun berhembus untuk mengisi posisi tersebut. Salah satunya adalah Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar.

Tidak hanya mencuat sebagai salah satu kandidat, Umuh pun tegas mengatakan siap bersaing untuk menjadi Sekjen PSSi. Ia mengatakan dirinya siap bila dipercaya dan siap bersaing untuk menjalani semua seleksi.

“Saya siap saja, biar saja. Tapi semua transparan. Saya terus terang tidak akan berat ke mana saja,” beber Umuh.

Lebih lanjut ia menepis anggapan bahwa keinginannya untuk mengisi posisi tersebut karena memiliki kedekatan dengan ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia mengatakan dirinya sangat menjunjung profesionalisme.

“Nanti, ada anggapan ‘oh pantes Wa Umuh dekat dengan ini’ ya tidaklah. Saya Persib, tapi kalau bicara profesional hal yang diutamakan. Ini supaya saya tidak jadi bulan-bulanan orang juga,” bebernya.

Sebelumnya Ratu Tisha memilih mundur dari jabatan Sekretaris Jenderal PSSI pada Senin, 13 April 2020. Melalui surat yang dikirimkan kepada PSSI, Tisha tak membeberkan alasan jelas terkait keputusan tersebut.

Pengunduran diri Tisha pun menuai banyak komentar. Ketua Umum PSSI mengatakan dirinya menghargai keputusan Tisha. Ia pun mengucapkan terima kasih mewakili PSSI kepada Tisha atas pengabdiannya selama ini.

“Saya menghargai keputusan dari saudari Ratu Tisha. PSSI mengucapkan terima kasih kepada Ratu Tisha atas pengabdiannya sebagai Sekjen,” beber Iwan Bule.

Kabar mundurnya Tisha sebenarnya sudah berhembus sebelumnya. Ternyata desas-desus tersebut menjadi nyata.

Dalam keterangannya setelah pengunduran diri itu, Tisha mengatakan dirinya sudah ikut melakukan sejumlah hal untuk sepak bola Indonesia.

“Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda, membangun kerjasama dengan federasi kelas dunia,” ungkap Tisha memberi contoh.

Selain itu ia juga menyebut keterpilihan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 sebagai salah satu bagian dari kontribusinya.

“Lalu menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepakbola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20,” sambungnya.

Ia mengatakan bahwa kecintaannya pada dunia sepak bola tak akan memudar.

“Hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepakbola. I have loved you for a thousand years, and I will love you for a thousand more. Because we love football,” pungkasnya.

UEFA Akan Rapat Tentukan Nasib Liga Champions dan Liga Europa

Saat ini Liga Champions Eropa dan Liga Europa masih terhenti. Publik masih bertanya-tanya terkait kelanjutan dua kompetisi bergengsi di benua biru itu. Pihak Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) pun belum mengambil keputusan.

Pihak UEFA mengklaim baru akan mengambil keputusan terkait nasib dua kompetisi itu saat rapat pada akhir April ini. Rapat ini akan diikuti oleh 55 anggota UEFA dan dilakukan secara online.

“Komite Eksekutif UEFA akan bertemu via konferensi video pada Kamis 23 April mendatang untuk menggelar rapat pembaruan membahas perkembangan terkini terkait dampak yang dipicu oleh wabah virus Corona di sepakbola Eropa,” ungkap pihak UEFA.

Lebih lanjut UEFA mengatakan pertemuan itu memiliki sejumlah agenda. Tidak hanya membahas nasib kompetisi Eropa tetapi juga kompetisi domestik di negara-negara Eropa.

“Pertemuan ini akan meninjau perkembangan baik di kompetisi domestik dan Eropa. Komunikasi lebih jauh akan disampaikan, jika diperlukan, menyusul pertemuan Komite Eksekutif UEFA,” lanjut UEFA.

Sebelumnya berhembus rumor yang menyebutkan UEFA  telah mengeluarkan keputusan terkait tenggat waktu pelaksanaan kedua kompetisi itu yakni hingga 3 Agustus 2020.

Namun demikian kabar ini lantas dibantah oleh otoritas tertinggi di sepak bola Eropa itu. “Telah dilaporkan bahwa Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengatakan kepada ZDF di Jerman bahwa Liga Champions UEFA harus selesai pada 3 Agustus. Ini tidak benar. Sudah sangat jelas, Presiden tidak menentukan tanggal yang tepat untuk mengakhiri musim,” ungkap pihak UEFA.

Lebih lanjut pihak UEFA mengatakan saat ini pihaknya masih menganalisis semua pilihan bagaimana untuk mengakhiri musim ini. Saat ini UEFA intensif berkomunikasi dengan asosiasi klub Eropa dan liga-liga Eropa terkait hal ini. Namun demikian UEFA mengatakan yang terpenting saat ini bukan sepak bola tetapi kesehatan masyarakat.

“UEFA saat ini sedang menganalisis semua opsi untuk menyelesaikan musim domestik dan Eropa, bersama Asosiasi Klub Eropa dan liga-liga di Eropa dalam tim yang dibuat pada 17 Maret. Prioritas utama semua anggota tim adalah menjaga kesehatan masyarakat,” lanjut UEFA.

Saat ini pihaknya dan para pihak terkait sedang mencari solusi kalander agar semua kompetisi bisa dituntaskan. Salah satu opsi yang sedang ditawarkan adalah pelaksaan kompetisi itu pada Juli dan Agustus.

“Sebagai tindak lanjutnya adalah mencari solusi kalender untuk menyelesaikan semua kompetisi. Opsi yang saat ini sedang dipelajari adalah memainkan pertandingan pada Juli dan Agustus jika diperlukan, tergantung pada tanggal memulai ulang kegiatan dan mendapat izin dari otoritas nasional,” sambung UEFA.