Mantan Gelandang Barcelona Ini Jadi Inspirasi Bruno Fernandes

Saat ini performa Bruno Fernandes sedang membaik. Sejak bergabung dengan Manchester United, sepak terjang pemain asal Portugal itu semakin mencuri perhatian. Ternyata di balik performa meyakinkan itu, pemain internasional Portugal itu memiliki sosok yang menjadi inspirasi.

Inspirasi Bruno ternyata mantan pemain Barcelona, Andres Iniesta. Bruno mengakui mantan pemain tim nasional Spanyol itu menjadi contoh dan panutannya di lapangan pertandingan. Menurutnya Iniesta adalah pemain dengan kemampuan dan gaya bermain yang khas.

“Yang aku suka tonton dan ikuti adalah Iniesta, karena Iniesta adalah perpaduan pemain bernomor 8 dan 10 . Ini cara bermain yang bisa aku lakukan dengan baik,” beber Bruno.

Lebih lanjut Bruno mengatakan Iniesta adalah pemain yang mampu menguasai dan mengamankan bola dengan baik. Dalam hal ini, Bruno mengakui Iniesta sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada.

“Dia adalah pemain yang selalu mengusai bola, yang selalu mengambil risiko. Aku pikir Iniesta adalah salah satu yang terbaik di dunia.”

Meski begitu Bruno menyayangkan sang idola gagal mengakhiri karier dengan meraih trofi individu bergengsi seperti Ballon d’Or. Ia sendiri sampai tak percaya pemain sekelas Iniesta sampai tak bisa meriah trofi individu tersebut.

“Menarik bagiku ketika Iniesta menyelesaikan kariernya tanpa Ballon d’Or. Dengan semua yang dia menangkan, sulit bagiku memahaminya,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Liga Primer Inggris sedang dihentikan. Belum diketahui kapan akan berlanjut. Apakah Liga Primer Inggris benar-benar akan berlanjut atau akan bernasib sama seperti Eredivisie Belanda dan Liga Prancis yang akhirnya dihentikan?

Pelatih Chelsea, Frank Lampard mengatakan apapun keputusan yang diambil harus menempatkan kesehatan dan keselamatan di atas segalanya. Ia mengakui saat ini muncul banyak desakan agar kompetisi tersebut digulirkan lagi. Namun baginya banyak hal yang harus dipikirkan terkait kompetisi tersebut.

“Kami semua sadar akan keinginan bangsa ini untuk kembali bermain karena itu sangat berarti, serta sebagai sarana melepaskan diri dan bagaimana kami sangat mencintai sepakbola kami,” bebernya.

Lebih lanjut pelatih asal Inggris itu mengatakan dirinya akhirnya menyadari berbagai hampatan yang harus dialui semua pihak bila ingin kompetisi itu bergulir lagi.

“Saya juga telah menyadari segala hambatannya, ada banyak kendala yang harus dilalui semua pihak. Saya tentu tidak menunjuk siapa pun, tetapi saya pikir kami semua bekerja untuk tujuan yang sama: Kami ingin itu bisa kembali lagi,” sambungnya.

Saat ini fokus semua orang tentu lebih pada aspek keselamatan manusia. Hal ini tengah ditempuh dengan menerapkan berbagai protokol.

Xavi: Messi Bisa Main Hingga Usia 39 Tahun

Saat ini Lionel Messi masih menjadi andalan Barcelona, padahal usianya sudah tak muda lagi. Pemain itu sudah berusia lebih dari kepala tiga. Apakah pemain asal Argentina akan tetap tampil konsisten meski tak muda lagi? Sampai usia berapa Messi akan merumput?

Demikian berbagai pertanyaan terkait pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu. Mantan rekan setim Messi di Barcelona, Xavi Hernandez memprediksi Messi akan bermain hingga beberapa tahun ke depan. Mantan pemain tim nasional Prancis itu menduga Messi akan merumput hingga menginjak usia 39 tahun.

“Dia masih punya lima atau tujuh tahun yang sangat bagus lagi,” beber Xavi.

Lebih lanjut Xavi mengatakan pemain berusia 32 tahun itu masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar yang belum mengisi lemari prestasinya. Salah satunya adalah bersama tim nasional Argentina. Messi, di balik berbagai pencapaian invididu dan bersama Barcelona, belum pernah meraih trofi bergengsi di level tim nasional.

Piala Dunia 2020 di Qatar disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir Messi untuk berbakti bagi negaranya. Xavi yakin Messi akan tampil di Qatar dua tahun mendatang.

“Dia mengurus dirinya dengan baik dan dia bisa terus bermain sampai dia berusia 37, 38, atau bahkan 39 tahun. Dia aka bermain di Qatar untuk Piala Dunia. Aku yakin itu,” tegasnya.

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Matuidi Sempat Panik Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Wabah Corona atau Covid-19 benar-benar mencemaskan banyak orang. Tidak terkecuali para pesepakbola. Bahkan tidak sedikit pesepak bola yang terjangkit Corona. Salah satunya adalah Blaise Matuidi.

Pemain sepak bola berkebangsaan Prancis ini sempat dinyatakan positif Corona. Situasi ini membuatnya sempat merasa syok dan panic. Ia mengatakan situasi saat itu membuatnya merasa gila karena tidak bisa ke mana-mana dan harus menjalani karantina di rumah.

“Sejujurnya itu berat. Ketika dinyatakan positif, aku bahkan tidak bisa keluar untuk belanja. Itu membuatku gila,” beber Matuidi.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam situasi seperti itu ia harus memastikan tidak terjadi kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang-orang terdekat. Menurutnya situasi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya sehingga menjadi pengalaman baru bagi banyak orang.

“Anda selalu mencoba memastikan orang-orang tidak terlalu dekat, Anda harus kuat secara mental. Itu butuh waktu, ini adalah situasi yang baru untuk kita semua,” sambungnya.

Terkait dirinya ia mengatakan dirinya tidak mengalami gejala apa-apa. Situasi ini membuatnya panik. Ia langsung memikirkan keluarga dan teman-temannya.

“Aku tidak ada gejala, tapi begitu mendengar kabarnya, aku syok. Aku panik, aku takut memikirkan keluarga dan teman-temanku,” sambungnya.

Ia pun mengatakan situasi ini sangat sulit bagi banyak orang. Ia pun berharapsituasi tersebut segera berakhir sehingga kehidupan bisa kembali berjalan normal.

“Ini sulit untuk mereka, tapi aku bisa meyakinkan mereka. Ini bukan waktu yang bagus, kita benar-benar ingin ini segera berakhir. Aku bertanya kepada diriku sendiri apa yang akan terjadi kepada sepakbola dan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Saat ini semua kompetisi sepak bola di Eropa sedang terhenti. Beberapa dari antaranya bahkan sudah dinyatakan berakhir. Serie A menjadi salah satu kompetisi yang masih menanti kejelasan.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, ragu dengan masa depan kompetisi tersebut di musim ini. Spadafora memprediksi nasib Serie A tidak akan berbeda dengan Ligue 1 Prancis yang sudah dihentikan.

Ia mengatakan saat ini masih berlangsung negosiasi dengan berbagai pihak terkait kelanjutan kompetisi. Dari pihak Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), diajukan protokol medis sebagai jaminan untuk melanjutkan kompetisi. Namun ternyata protokol tersebut belum cukup.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmuwan dan FIGC, yang menyajikan protokol medis yang dipertimbangkan masih belum cukup,” beber Spadafora.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sejumlah klub Serie A sudah mulai diperbolehkan untuk menggelar latihan, meski masih terbatas. Namun demikian Spadafora menilai hal tersebut belum bisa menjadi indikasi bahwa Serie A akan berlanjut lagi. Ia justru melihat situasi yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kompetisi.

City Tak Tampil di Pentas Eropa Bisa Buat De Bruyne Angkat Kaki

Belum lama ini Manchester City mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa larangan bertanding di pentas Eropa selama dua musim ke depan. Ini merupakan sanksi atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang diduga dilakukan oleh klub tersebut.

Situasi ini tentu membuat para pemain bintang Manchester Biru berpikir panjang untuk bertahan di klub tersebut. Tidak tampil di pentas Eropa tentu akan menjadi pukulan telak bagi mereka. Salah satu pemain bintang City, Kevin De Bruyne pun sudah angkat bicara terkait hal ini.

Pemain internasional Belgia itu mengatakan dirinya masih menunggu keputusan final terkait sanksi tersebut. Saat ini City masih menanti keputusan menyusul pengajuan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).

Menurut De Bruyne para pemain sudah diyakinkan oleh pihak klub untuk menanti keputusan. Kepada mereka diyakinkan bahwa banding akan diterima sehingga City akan tetap tampil di pentas Eropa.

“Saya cuma menunggu. Klub sudah bilang kepada kami kalau mereka akan banding dan mereka hampir 100 persen yakin kalau mereka benar,” beber De Bruyne.

Secara pribadi De Bruyne mengatakan dirinya sangat percaya dengan klub. Hal ini membuatnya untuk tidak berpikir untuk pergi.

“Itulah kenapa saya menunggu apa yang akan terjadi. Saya percaya tim saya.”

Namun demikian ia juga mengantisipasi terkait keputusan yang nanti akan diterima. Bila sampai banding City ditolak CAS maka, De Bruyne akan berpikir lagi terkait masa depannya di Etihad Stadium. Baginya waktu dua tahun bukanlah waktu yang singkat.

“Begitu pernyataan dibuat, saya akan meninjau semuanya. Dua tahun akan lama. Kalau satu tahun, saya akan lihat dulu,” ungkapnya lagi.

Ia juga mengatakan setiap keputusan yang akan dibuat tidak akan terpengaruh oleh masa depan Pep Guardiola di Etihad Stadium. Kontrak pelatih asal Spanyol itu akan berakhir pada 2021. Guardiola diisukan tidak akan berpaling ke klub lain. Namun demikian bagi De Bruyne keputusan yang ia ambil tidak akan dipengaruhi oleh masa depan sang pelatih.

“Saya tidak akan membiarkan keputusan saya bergantung apa yang akan dilakukan Pep,” ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya sudah terbiasa bekerja sama dengan banyak pelatih. Ia akan siap bila Pep Pergi atau ia sendiri siap untuk bekerja sama dengan pelatih baru di klub lain.

“Tentu saya sudah bekerja dengan pelatih lain dan ketika Pep pergi, saya harus lanjut bekerja dengan yang lain. Tapi saya belum benar-benar memerhatikan itu. Ada yang lebih penting saat ini.”

Kepa: Saya Ingin Memenangi Segalanya dengan Chelsea

Masa depan Kepa Arrizabalaga bersama Chelsea dikabarkan tidak akan berlangsung lama. Hal ini dipicu oleh ketertarikan pelatih Chelsea, Frank Lampard terhadap kiper dari klub lain. Namun demikian mantan kiper Atletico Madrid itu tetap tenang. Kepa tak khawatir dengan masa depannya di Stamford Bridge.

“Benar bahwa dalam 10 tahun terakhir, Chelsea adalah tim Inggris yang memenangi titel terbanyak. Saya rasa kami harus punya ambisi itu,” beber Kepa.

Lebih lanjut kiper asal Spanyol itu menegaskan dirinya masih menyimpan banyak target bersama Si Biru. Ia ingin meraih banyak gelar bersama klub tersebut, sama seperti harapannya di level tim nasional Spanyol.

“Bahkan saya datang ke sini untuk itu dan di musim pertama kami sudah memenangi Liga Europa. Kami punya tim yang muda, kemudian ada larangan transfer, tapi Anda harus terus berjuang untuk titel-titel. Saya ingin memenangi segalanya dengan Chelsea dan dengan tim nasional,” sambungnya.

Kepa mengatakan tidak mudah bagi seorang pemain untuk tetap menjaga konsistensi. Di tengah padatnya jadwal pertandingan tidak mudah  bagi seorang pemain untuk menjaga level permainannya agar tetap sama di setiap laga.

“Kami bermain 50-60 pertandingan setiap musimnya, jadi memang sulit menjaga level permainan agar tetap sama,” beber Kepa.

Lebih lanjut pemain yang sebelumnya bermain di La Liga Spanyol itu mengatakan situasi ini membuatnya harus terus bekerja keras. Ia bertekad untuk memperbaiki diri agar bisa tampil lebih konsisten.

“Yang jelas, saya harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Mungkin akan ada hambatan, namun jika tujuanmu jelas, semuanya terasa mudah. Mengenai apa yang terjadi pada saya, yang bisa dilakukan adalah bekerja secara profesional dan lebih keras untuk membalikkan situasi,” lanjutnya.

Apakah saat ini Kepa memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Lampard? Tekait hal ini Kepa mengatakan dirinya tidak memiliki masalah dengan mantan pemain tim nasional Inggris itu. Bahkan ia mengakui Lampard selalu menyemangati dan menyuntikkan kepercayaan diri kepadanya.

“Hubungan saya dengan Frank baik-baik saja. Dia memberikan kepercayaan diri pada saya sejak awal,” bebernya.

Pelatih berusia 41 tahun itu mengatakan sebagai seorang pelatih, adalah tugasnya untuk menganalisis situasi dan mengambil keputusan. Ia yakin masih mendapat dukungan dari Lampard dan para pemain Chelsea. Jelas, tidak ada seorang pemain yang tidak ingin tampil di setiap pertandingan.

Curhat Pemain Ini Soal Susahnya Ganti Posisi

Menjadi seorang pemain sepak bola profesional tidak hanya berhadapan dengan jadwal pertandingan yang padat dan berbagai tekanan selama pertandingan. Hal lain yang menantang seorang pemain sepak bola adalah kemungkinan untuk berotasi ke posisi berbeda dari yang diinginkan.

Hal inilah yang pernah dirasakan oleh Fernandiho. Pemain asal Brasil ini merasakan hal tersebut saat bersama Pep Guardiola di Manchester City. Menurut pemain berkepala plontos ini berpindah posisi bukan perkara mudah.

Sebelumnya pemain yang berposisi asli sebagai gelandang ini digeser menjadi bek tengah. Menurut Fernandinho situasi tersebut sungguh menantang. Apalagi posisi tersebut sangat krusial dalam sebuah tim sepak bola. Ia berada di garda terakhir sebelum lawan menghadapi penjaga gawang.

“Saya rasa tantangan terbesar pindah ke posisi bek tengah buat saya adalah, sebagai gelandang, Anda terbiasa banyak berlari di depan. Anda bertarung di tengah, bisa kehilangan atau memenangi bola,” beber Fernandinho.

Lebih lanjut ia mengatakan meski banyak tantangan dan tekanan bermain lebih ke belakang, baginya ada hal menarik yang ditemui. Salah satunya memungkinkannya untuk mendapatkan ruang lebih lebar. Namun demikian ia tetap harus mewaspadai lawan yang bisa dengan jeli memanfaatkan kesalahan atau kekalaian mereka.

“Tapi di posisi bek tengah, Anda punya banyak ruang di belakang, antara bek tengah dan kiper, dan Anda harus memperhatikan betul bahwa kebanyak tim yang melawan kami mengincar dengan bola-bola terobosan ke belakang barisan empat bek,” sambungnya.

Pemain yang kini sudah berusia 34 tahun itu mengaku sempat merasa aneh di masa-masa awal bermain pada posisi baru tersebut. Namun seiring berjalannya waktu ia pun bisa beradaptasi dan pelan-pelan merasa nyaman dengan posisi itu.

“Buat saya, pada awalnya, agak sedikit aneh beradaptasi dengan itu, tapi setelah itu sih saya bisa melakukannya,” tegasnya.

Pelatih Pep Guardiola tentu memiliki alasan mengutak-atik posisi pemain. Selain melihat kemampuan sang pemain, hal ini juga dipicu oleh kebutuhan tim. Hanya saja untuk pemain seperti Fernandinho, bermain lebih ke belakangan membuat ia kehilangan kesempatan untuk menunjukkan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Manchester Biru tentu merasakan kehilangan hal ini.

Musim ini Manchester City hampir pasti kehilangan gelar juara Liga Primer Inggris. Saat ini Manchester Biru berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara. Namun City tertinggal jauh dari Liverpool di posisi puncak. Liverpool semakin dekat menuju tangga juara.

Hanya saja saat ini kompetisi Liga Inggris sedang vakum. Pandemi Corona atau Covid-19 menjadi sebab. Kapan Liga Inggris akan berlanjut lagi? Kita tunggu saja.

Ligue 1 Dihentikan, PSG Dinobatkan sebagai Juara

Ligue 1 Prancis sudah dinyatakan berakhir. Sementara itu Paris Saint-Germain (PSG) dinobatkan sebagai juara kompetisi sepak bola paling bergengsi di Prancis itu.

Sebelum kompetisi dihentikan, PSG berstatus pemuncak klasemen dengan keunggulan 12 poin dari Marseille di urutan kedua. Musim ini masih menyisahkan 10 pertandingan dan PSG masih harus memainkan 11 laga. Namun demikian situasi yang tak memungkinkan membuat otoritas setempat memutuskan untuk mengakhiri musim ini lebih awal.

Bagi PSG ini merupakan gelar ketiga secara beruntun setelah sebelumnya menjadi juara di musim 2018 dan 2019. PSG dalam pernyataannya mengatakan gelar ini mereka dedikasikan untuk seluruh petugas medis dan tenaga profesional yang berada di garda depan untuk memerangi wabah Corona atau Covid-19.

“Titel liga kesembilan dalam sejarah klub ini akan Paris Saint-Germain dedikasikan untuk seluruh petugas medis dan ribuan tenaga profesional yang selalu bekerja menggerakkan roda perekonomian negara,” beber PSG.

Sementara itu Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi menyampaikan terima kasih kepada para pemain, pelatih, dan berbagai pihak yang ikut mendukung tim tersebut. Ia pun mendedikasikan trofi Ligue 1 musim ini kepada para tenaga medis dan semua pegawai klub.

“Saya ingin berterima kasih kepada para pemain, pelatih, staf teknis, dan medis beserta seluruh pegawai klub atas kerja keras mereka. Trofi ini adalah hadiah untuk mereka,” beber Nasser Al-Khelaifi.

Lebih lanjut milioner asal Timur Tengah itu mengatakan trofi ini sekiranya bisa memberikan hiburan dan harapan bagi para pendukung PSG. Ia mengakui besarnya dukungan dari para penggemar.

“Di saat-saat sulit seperti ini, saya berharap trofi ini bisa sedikit memberikan kebahagiaan dan harapan untuk seluruh suporter kami. Saya merasa tersanjung atas dukungan tanpa henti mereka untuk membawa PSG lebih baik,” tegasnya.

Ligue 1 merupakan kompetisi kedua yang berakhir prematur setelah sebelumnya Eredivisie Belanda. Sementara itu beberapa kompetisi di Eropa belum memiliki sikap yang jelas. Liga Primer Inggris, La Liga dan Serie A masih belum ada keputusan jelas apakah akan berlanjut atau dihentikan.

Jelas keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan kompetisi tidak mudah. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Di balik harapan agar kompetisi dihentikan, ada juga seruan untuk meminta agar kompetisi tetap berlanjut.

Dari Liga Primer Inggris, beberapa klub bahkan sudah mulai berlatih. Tottenham Hotspur, Arsenal, hingga Liverpool sudah mulai berlatih meski tetap mengikuti prosedur dan protokol yang ketat. Meski begitu tidak menjamin bahwa kompetisi Liga Primer Inggris musim ini akan kembali berlanjut.

Cannavaro Berhasrat Latih Real Madrid

Tidak ada seorang pelatih yang tidak ingin menangani klub besar seperti Real Madrid. Begitu juga dengan pemain. Fabio Cannavaro ternyata menyimpan hasrat untuk bisa menukangi Los Blancos. Mantan pemain Madrid itu ingin mengisi lembaran sejarah klub tersebut selain sebagai pemain tetapi juga pelatih.

Mantan pemain tim nasional Italia itu mengatakan dirinya memiliki target tinggi setelah menjadi pelatih di China. Menjadi pelatih Madrid adalah salah satu target tertinggi yang ingin ia capai.

“Jika Anda ingin menjadi pelatih, Anda harus memikirkan soal pencapaian tertinggi,” beber Cannavaro.

Sosok yang pernah mengantar Italia menjadi juara dunia itu mengatakan Real Madrid adalah salah satu tujuan dalam karier kepelatihannya. Tidak hanya Madrid, ia juga memasukan tim nasional Prancis dalam rencananya. Ia menegaskan akan bekerja keras untuk mewujudkan impian tersebut.

“Dan tujuan utamaku adalah Real Madrid, bisa juga timnas Italia atau klub besar di Eropa lainnya. Saya bekerja keras agar kesempatan tersebut bisa datang (ketika saya mampu) melatih klub seperti Real Madrid,” sambungnya.

Saat ini semua kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Beberapa kompetisi bahkan sudah dinyatakan berakhir. Sementara itu Serie A Italia, Liga Inggris, dan La Liga belum memiliki keputusan.

Kubu Lazio sebagaimana disampaikan oleh sang direktur olahraga, Igli Tare, ingin agar kompetisi Serie A bisa berlanjut dan musim ini bisa diselesaikan.

“Yang jelas, kami ingin menyelesaikan musim ini demi kebaikan sistem sepakbola Italia,” beber Igli Tare.

Lebih lanjut Tare berkaca pada sepak bola Jerman yang mana federasi sepak bola dan klub-klub besar masih berada pada sikap yang sama untuk melanjutkan kompetisi.

“Di Jerman, presiden federasi sepakbola mereka dan para pemimpin klub-klub besar telah mengambil sikap untuk melanjutkan kompetisi, yang melibatkan kontinuitas sistem sepakbola negara tersebut,” sambungnya.

Meski begitu ada hal berbeda di Italia. Menurutnya sejumlah klub besar belum juga mengambil sikap yang jelas. Ia menyebut Juventus dan Inter Milan sebagai contoh.

“Tapi hal yang sama tak berlaku di Italia dan saya tak bisa menjelaskan kenapa tim seperti Juventus dan Inter tak mengambil sikap,” lanjutnya.

Tidak hanya itu Lazio juga menawarkan format berbeda untuk menentukan peraih scudetto musim ini. Sulit memang untuk menyelesaikan semua sisa pertandingan sehingga Lazio menawarkan format play-off juara. Dengan demikian Lazio akan berhadapan dengan tim-tim yang sementara ini berada di papan atas klasemen sementara seperti Juventus, Inter Milan dan Atalanta.

Resmi, Ligue 1 Prancis Dihentikan

Situasi pandemi Corona atau Covid-19 yang belum reda membuat Ligue 1 atau Liga Prancis harus diakhiri. Hal ini diputuskan setelah pemerintah melarang semua jenis kegiatan olahraga hingga Agustus nanti.

Sebagaimana dikatakan Perdana Menteri Edouard Philippe, keputusan ini diambil untuk mempermudah pelaksaan sejumlah protokol seperti lockdown. Keputusan ini diambil untuk menghindari penyebaran wabah Corona yang telah memakan ribuan jiwa masyarakat Prancis.

“Musim 2019/2020 dalam olahraga profesional, termasuk sepakbola tidak bisa dilanjutkan,” beber Phillipe.

Keputusan ini membuat nasib kompetisi sepak bola Prancis divisi satu dan dua harus berakhir lebih cepat. Meski semua event olahraga dilarang, pemerintah tetap memberi kemudahan bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas olahraga individual di luar ruangan. Namun demikian tetap harus memperhatikan kebijakan social distancing atau jaga jarak.

“Akan mungkin di hari yang cerah untuk melakukan aktivitas olahraga individual di luar ruangan, tapi dengan mematuhi aturan jaga jarak. Dan tidak akan mungkin, untuk berlatih olahraga di tempat tertutup baik olahraga tim atau olahraga yang mesti berkontak fisik,” sambungnya.

Dengan demikian Liga Prancis mengikuti jejak Eredivisie atau Liga Belanda yang sebelumnya sudah mengambil langkah serupa. Keputusan ini tentu menimbulkan sejumlah pertanyaan. Bagaimana penentuan gelar juara Liga Prancis musim ini? Bagaimana penentuan tim-tim yang akan tampil di pentas Eropa musim depan? Selain itu, bagaimana penentuan degradasi dan promosi?

Sementara itu sejumlah kompetisi di benua Eropa masih belum diketahui nasibnya. Termasuk Serie A Italia. Malah muncul sejumlah desakan agar Serie A musim ini bisa digelar kembali.

Kubu Lazio sebagaimana disampaikan oleh sang direktur olahraga, Igli Tare, ingin agar kompetisi Serie A bisa berlanjut dan musim ini bisa diselesaikan.

“Yang jelas, kami ingin menyelesaikan musim ini demi kebaikan sistem sepakbola Italia,” beber Igli Tare.

Lebih lanjut Tare berkaca pada sepak bola Jerman yang mana federasi sepak bola dan klub-klub besar masih berada pada sikap yang sama untuk melanjutkan kompetisi.

“Di Jerman, presiden federasi sepakbola mereka dan para pemimpin klub-klub besar telah mengambil sikap untuk melanjutkan kompetisi, yang melibatkan kontinuitas sistem sepakbola negara tersebut,” sambungnya.

Meski begitu ada hal berbeda di Italia. Menurutnya sejumlah klub besar belum juga mengambil sikap yang jelas. Ia menyebut Juventus dan Inter Milan sebagai contoh.

“Tapi hal yang sama tak berlaku di Italia dan saya tak bisa menjelaskan kenapa tim seperti Juventus dan Inter tak mengambil sikap,” lanjutnya.

Tidak Akan Kembali ke Inter, Icardi Bakal Bertahan di PSG

Saat ini masa depan Mauro Icardi masih menjadi tanda Tanya. Pemain asal Argentina itu dirumorkan akan hengkang dari Paris Saint-Germain (PSG). PSG adalah klub tempat pemain Inter Milan itu menjalani masa peminjaman.

Meski begitu peluang Icardi untuk tetap bertahan di Parc des Princes terbuka lebar. Sebagaimana dikatakan penasihat hukumnya, Letterio Pino, Icardi berpeluang besar untuk bertahan. Hal ini dilihat dari ketertarikan pihak PSG untuk mengamankan pemain tersebut. Ada kemungkinan Icardi bakal dipermanen.

“Leonardo tahu apa yang Mauro berikan selama musim ini. Dia memang tidak bermain di beberapa laga Liga Champions, tetapi itu lantaran ada 18 pemain lainnya yang sangat bagus di PSG,” beber Pino.

Hal ini dikatakan untuk menunjukkan kualitas Icardi sejak berseragam PSG pemain itu sudah berkontribusi banyak gol dengan jumlah menit bermain yang sedikit. Icardi sama sekali tidak mendapat kesempatan tampil di Liga Champions karena PSG sudah memiliki jatah 18 pemain yang tak kalah bagus.

“Menurut saya, Leonardo ingin mempertahankannya dan saya harap PSG bakal melakukannya. Itu sudah jelas,” sambungnya.

Selain itu Pino juga menggarisbawahi terkait pembawaan sang pemain. Pino menyebut Icardi mampu membawa diri secara baik, baik di dalam lapangan pertandingan maupun di luar lapangan pertandingan. Hal ini membuat Icardi disukai semua orang.

“Mauro membuat dirinya dicintai oleh semua orang. Mereka yang mengenalnya tidak berbicara apa-apa selain tentang dirinya, baik sebagai profesional atau sebagai pribadi,” sambungnya.

Sementara itu Icardi dikabarkan akan kembali ke Italia. Juventus adalah salah satu klub yang disebut tertarik untuk menggunakan jasanya. Namun demikian pemain yang mencetak 13 gol dalam 16 penampilan bersama PSGI itu disebut tak tertarik untuk pulang ke Italia apalagi bergabung dengan klub rival.

Sebagaimana dikatakan oleh istri sekaligus agen, Wanda Nara, Icardi masih bahagia di Paris. Bersama PSG ia sudah memberikan kontribusi penting.

“Mauro sekarang berada di PSG. Dia bahagia di Paris dan dia mencetak gol-gol yang luar biasa,” beber Wanda.

Lebih lanjut Wanda mengatakan dirinya lebih memprioritaskan kebahagiaan diri dan tidak ingin menjadi pengkhianat dengan membelot ke Juventus yang juga adalah rival Inter Milan di Serie A.

“Saya hanya tertarik pada kebahagiaannya dan dia sangat bahagia sekarang. Dia berada di salah satu klub paling penting di dunia dan pilihan untuk pergi ke Paris juga dibuat agar tidak mengkhianati Inter,” lanjutnya.