Serie A Berpeluang Hadirkan Penonton ke Stadion

Saat ini tim-tim Serie A sedang mempersiapkan diri untuk kembali menghadapi kompetisi yang sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun demikian belum dipastikan apakah pertandingan demi pertandingan akan digelar secara terbuka atau sebaliknya.

Sempat ada wacana para penonton tidak akan diizinkan datang ke stadion. Laga-laga akan digelar secara tertutup. Namun demikian belakangan muncul kabar baru. Pemerintah Italia dikabarkan memberikan lampu hijau untuk pertandingan secara terbuka atau memberikan izin kepada para penonton untuk menyaksikan secara langsung aksi-aksi tim-tim kesayangannya.

Sebagaimana dikatakan Wakil Menteri Kesehatan Alessandro Zampa, ada kemungkinan laga digelar seperti biasa setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait.

“Itu memungkinkan, kami bisa mendiskusikannya dengan komite teknis ilmiah, Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora, dan Menteri Kesehatan Roberto Speranza,” beber Zampa.

Lebih lanjut ia mengatakan keputusan apakah laga akan digelar secara tertutup atau tidak tergantung pada perkembangan situasi. Saat ini sudah ada sinyal bagus terkait tren penyebaran Corona di negara tersebut. Perlahan-lahan masyaraka setempat sudah diberikan izin untuk keluar rumah dan beraktivitas.

“Statistik yang masuk akan sangat membantu dan sudah merupakan sinyal bagus ketika kita saat ini sedang menuju kebebasan bergerak secara penuh antar wilayah,” sambungnya.

Namun demikian ia mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kurva pandemi. Bila terus menurun, maka ada kemungkinan sejumlah tribun stadion dibuka untuk penonton.

“Kami akan mengevaluasi kurva pandeminya dan kalau itu benar-benar menurun, kita bisa membayangkan bahwa untuk tahap akhir di musim ini, dengan upaya dari seluruh klub, kita bisa memainkan laga-laga dengan pembukaan sebagian tribune,” lanjutnya.

Ia pun menegaskan kalau kurva terus menurun bukan tidak mungkin situasi akan kembali seperti sedia kala, termasuk dalam dunia sepak bola.

“Kalau kurvanya terus bergerak seperti sekarang ini (menurun), kita bisa benar-benar kembali ke kehidupan normal di negara ini,” pungkasnya.

Seturut rencana kompetisi akan bergulir kembali pada 20 Juni 2020 mendatang. Namun demikian ada pihak yang masih merasa khawatir dengan situasi saat ini yang belum benar-benar bebas dari wabah Corona atau Covid-19.

Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti menjadi salah satu tokoh yang khawatir dengan bergulirnya kembali kompetisi sepak bola di negara tersebut. Ia memang tak keberatan kompetisi dilanjutkan lagi, namun dirinya tetap menyimpan kekhawatiran.

“Memang benar kegiatan olahraga bisa kembali digelar, tetapi untuk saat ini, saya sangat berhati-hati karena ada begitu banyak kekhawatiran,” beber Zanetti.

Bek Inter Milan Kesal Italia Lamban Tangani Corona

Italia merupakan salah satu negara yang paling terdampak wabah corona atau Covid-19. Jumlah penderita dan korban meninggal di negara tersebut menginjak angka ribuan. Situasi ini sampai-sampai membuat bek Inter Milan, Diego Godin angkat bicara.

Pemain asal Uruguay itu mengaku kesal dengan lambannya pemerintah menangani wabah tersebut. Selain karena kelalaian masyarakat yang meremehkan wabah tersebut, ia juga menyesali lambannya pemerintah menangani wabah tersebut.

“Itu bukan masalah besar pada awalnya. Semua orang mengira itu masalah di Cina dan tidak akan menyebar ke negara lain,” beber Godin.

Lebih lanjut mantan bek Atletico Madrid itu mengatakan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah Italia sangat lambat. Ia menyayangkan hal tersebut.

“Langkah-langkah yang diberlakukan sangat, sangat lambat. Kami disuruh mengambil tindakan pencegahan, tetapi di tingkat pemerintah tidak ada tindakan drastis yang diambil, yang akan mencegah apa yang mungkin terjadi,” sambungnya.

Saat ini Godin sudah kembali ke negara asalnya. Sebelum itu ia menjalani karantina selama dua pekan. Tak lupa pula Godin memberikan dukungan kepada para tenaga medis yang beberapa dari antaranya harus kehilangan nyawa.

“Pekerjaan yang dilakukan para dokter dan mereka semua dalam pelayanan kesehatan sangat mengesankan,” sambungnya.

Pemain belakang berusia 34 tahun itu mengatakan para dokter dan tenaga medis adalah pahlawan. Merekalah yang berada di garda terdepan untuk menghadapi pandemi ini.

“Apa pun yang dilakukan untuk menghormati mereka akan muncul secepatnya. Mereka adalah pahlawan nyata hari ini. Gambar-gambar dari apa yang telah mereka lakukan benar-benar membuat tergugah,” sambungnya.

Sebelumnya Godin mengkritik langkah pemerintah yang tidak mengambil tindakan tegas, termasuk memberhentikan kompetisi Serie A segera setelah negara tersebut terdampak corona.

“Kami terekspos sampai momen-momen terakhir. Mereka memilih untuk terus melanjutkan kompetisi, untuk melihat apakah kami bisa terus bermain, sampai situasi tak bisa dipertahankan dan sistem kesehatan kolaps,” ungkapnya.

“Kami terus bermain selama beberapa pekan, kami terus berlatih, dan bertanding secara tertutup sampai Rugani dinyatakan positif oleh tes. Baru sampai titik itulah kompetisi berhenti,” tegasnya.

Situasi ini tentu membuat penyebaran semakin luas. Tidak hanya itu ia menilai banyak pemain juga yang bakal tertular virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu. Untuk itu pihak klub sempat mengkarantina mereka untuk memastikan tidak ada penularan dari satu pemain ke pemain lain.

Kita berharap pandemi ini segera berakhir. Para pemain bisa berkompetisi lagi. Serie A pun bisa bergulir lagi. Namun kapan roda kompetisi tersebut bisa berputar lagi?

Bekuk Inter Milan, Juventus Kudeta Lazio di Puncak Serie A

Juventus berhasil memetik kemenangan di laga tunda pekan ke-26 Serie A Italia. Pertandingan ini digelar di Stadion Allianz Arena yang menjadi kandang sendiri saat menjamu Inter Milan pada Minggu, 8 Maret 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Di laga ini Juventus menang dua gol tanpa balas. Sepasang gol Nyonya Tua dicetak oleh Aaron Ramsey di menit ke-55 dan Paolo Dybala di menit ke-67.

Tambahan tiga poin sangat penting bagi Nyonya Tua. Tim tersebut kini mengemas total 63 poin dari 26 pertandingan dan sukses menggusur Lazio di puncak klasemen sementara. Juventus kini unggul satu angka dari Bianconeri.

Sementara itu kegagalan ini membuat Inter Milan tak beranjak dari urutan ketiga. Internazionale Milan mengemas total 54 poin dari 26 pertandingan yang sudah dijalani.

Bermain di kandang sendiri membuat Juventus sangat percaya diri. Tuan rumah pun mampu menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen. Situasi ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah untuk mencetak sepasang gol untuk memastikan kemenangan.

Usai pertandingan pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengakui kualitas Juventus. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan kualitas Juventus berada di atas tim-tim lain di Italia.

“Kami berbicara tentang tim Juventus yang semakin kuat setiap tahun selama delapan musim, menambah pemain-pemain berkualitas dengan banyak pengalaman dan trofi,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan performa timnya masih terus dibenahi sejak kedatangannya. Hal ini membuat mereka tak bisa dibandingkan dengan Juventus.

“Proyek kami ini baru berjalan tujuh bulan lalu dan kami mencoba melakukan yang terbaik di dalam skuat, tetapi itu tak bisa dibandingkan dengan tim yang sudah mendominasi sepakbola Italia selama delapan tahun. Kami di sini bermain dan mencari tujuan yang lebih tinggi ketimbang musim lalu,” sambungnya.

“Kami harus membangun proyek ini, bata demi bata, tahun demi tahun, untuk bisa mencapai level pengalaman, kualitas, dan karakter seperti Juventus. Saya merasa semua tim yang lain sangat jauh dengan Juventus saat ini,” tegas Conte.

Susunan pemain Juventus versus Inter Milan:

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny (GK); 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs de Ligt, 12-Alex Sandro (2-Mattia De Sciglio); 8-Aaron Ramsey, 30-Rodrigo Bentancur, 14-Blaise Matuidi; 11-Douglas Costa (10-Paulo Dybala), 21-Gonzalo Higuain (33-Federico Bernardeschi), 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic (GK); 37-Milan Skriniar, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 87-Antonio Candreva (5-Roberto Gagliardini), 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella (24-Christian Eriksen), 15-Ashley Young; 9-Romelu Lukaku (7-Alexis Sanchez), 10-Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte.

Jadwal Pertandingan Awal Pekan, Big Match di Seri A

Salah satu pertandingan menarik akan tersaji di pentas Serie A Italia pada awal pekan ini. Tepatnya pada Senin, 9 Maret 2020. Duel dua tim papan atas, Juventus dan Inter Milan akan tersaji di Stadion Allianz Arena yang merupakan kandang tim yang disebutkan pertama.

Pertandingan ini layak ditonton. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, terutama di posisi teratas. Saat ini Juventus berada di urutan teratas. Kedua tim masih berpeluang untuk bersaing menjadi juara di akhir musim.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menegaskan penting dan bergengsinya lagai ini. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, laga ini disebut sebagai laga paling bergengsi di Serie A.

“Ini akan menjadi laga indah. Jelas Juve-Inter adalah laga paling bergengsi di Serie A; dilihat dari sejarah, dan tahun ini peringkat di klasemen,” beber Sarri.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengakui pertandingan ini tidak akan mudah bagi mereka. Ia menyebut Inter sebagai tim yang kuat dan gaya bermain mereka cukup merepotkan.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dari segi taktikal. Gaya bermain mereka dapat menyulitkan kami. Persiapan matang dibutuhkan. Tetapi tentu saja, ini juga akan menjadi laga yang sulit bagi mereka,” sambungnya.

Hal senada diakui oleh pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Conte yang juga pernah menangani Chelsea mengakui duel ini akan menjadi duel yang seru.

Pertandingan lainnya akan mempertemukan Udinese kontra Fiorentina. Udinese akan menjadi tuan rumah.

Dari pentas La Liga Spanyol, Real Madrid akan melakoni laga tandang. Los Blancos akan melawat ke markas Real Betis. Laga lainnya akan mempertemukan Villarreal kontra Leganes.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 9 Maret 2020:

SENLA LIGA

00:30 WIB – Villarreal vs Leganes – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Udinese vs Fiorentina – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs Inter Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Mainz vs Dusseldorf – Fox Sports (Live)

MAJOR LEAGUE SOCCER

06:00 WIB – Portland Timbers vs Nashville SC – beIN Sports 2 (Live)
09:30 WIB – Los Angeles FC vs Philadelphia Union – beIN Sports 1 (Live)

SHOPEE LIGA 1

18:30 WIB – Madura United vs Persiraja Banda Aceh – O Channel (Live)

 

 

Juventus Vs Inter Milan, Perebutan Takhta Serie A

Duel menarik di pentas Serie A Italia akan tersaji di laga tunda pekan ke-26 pada Senin, 9 Maret 2020. Dua tim papan atas yakni Juventus dan Inter Milan akan saling berhadapan di kandang Juventus di Stadion Allianz.

Pertandingan ini layak ditonton. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, terutama di posisi teratas. Saat ini Juventus berada di urutan teratas. Kedua tim masih berpeluang untuk bersaing menjadi juara di akhir musim.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menegaskan penting dan bergengsinya lagai ini. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, laga ini disebut sebagai laga paling bergengsi di Serie A.

“Ini akan menjadi laga indah. Jelas Juve-Inter adalah laga paling bergengsi di Serie A; dilihat dari sejarah, dan tahun ini peringkat di klasemen,” beber Sarri.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengakui pertandingan ini tidak akan mudah bagi mereka. Ia menyebut Inter sebagai tim yang kuat dan gaya bermain mereka cukup merepotkan.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dari segi taktikal. Gaya bermain mereka dapat menyulitkan kami. Persiapan matang dibutuhkan. Tetapi tentu saja, ini juga akan menjadi laga yang sulit bagi mereka,” sambungnya.

Hal senada diakui oleh pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Conte yang juga pernah menangani Chelsea mengakui duel ini akan menjadi duel yang seru.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

07-10-2019 Inter 1-2 Juventus (Serie A)

28-04-2019 Inter 1-1 Juventus (Serie A)

08-12-2018 Juventus 1-0 Inter (Serie A)

29-04-2018 Inter 2-3 Juventus (Serie A)

10-12-2017 Juventus 0-0 Inter (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

14-02-2020 Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia)

16-02-2020 Juventus 2-0 Brescia (Serie A)

23-02-2020 SPAL 1-2 Juventus (Serie A)

27-02-2020 Lyon 1-0 Juventus (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Inter Milan:

10-02-2020 Inter 4-2 Milan (Serie A)

13-02-2020 Inter 0-1 Napoli (Coppa Italia)

17-02-2020 Lazio 2-1 Inter (Serie A)

21-02-2020 Ludogorets 0-2 Inter (UEL)

28-02-2020 Inter 2-1 Ludogorets (UEL).

Perkiraan starting line-up Juventus versus Inter Milan:

Juventus (4-3-3): Wojciech Szczesny; Danilo, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Stefan De Vrij, Milan Skriniar; Antonio Candreva, Matias Vecino, Marcelo Brozovic, Nicolo Barella, Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte

Tekuk Inter Milan, Lazio Tempel Ketat Juventus

Lazio berhasil memenangi pertandingan besar kontra Inter Milan di pekan ke-24 Serie A Italia. Pertandingan yang digelar di kandang sendiri di Stadion Olimpico, Roma, pada Minggu, 16 Februari 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, dimenangi tuan rumah dengan skor 2-1.

Sepasang gol Lazio dicetak oleh Ciro Immobile dari titik penalti di menit ke-50 dan Sergej Milinkovic-Savic di menit ke-69. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Ashley Young di menit ke-44.

Kemenangan ini memberikan arti penting bagi Lazio. Tambahan tiga angka membuat Lazio kini mengemas total 56 poin dari 24 pertandingan. Lazio berhasil menggeser Inter Milan dari urutan kedua. Sementara itu Lazio kini hanya berjarak satu angka dari Juventus di urutan teratas. Inter Milan pun harus puas turun satu tingkat ke posisi ketiga.

Kemenangan Lazio ini cukup beralasan. Sebagai tuan rumah mereka mampu menguasai pertandingan. Namun begitu tim tamu berhasil mencuri gol di penghujung babak pertama melalui pemain anyar yang sebelumnya memperkuat Manchester United, Ashley Young.

Lazio semakin meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Hasilnya Lazio mampu menyamakan kedudukan dan berbalik unggul untuk mengunci pertandingan dengan kemenangan.

Meski kalah pelatih Inter Milan, Antonio Conte tetap menilai positif performa timnya. Mantan pelatih Chelsea itu menegaskan mereka tampil baik meski hasilnya tidak sesuai harapan.

“Saya menilai kami telah tampil cukup baik, ini hasil yang tidak saya sukai dengan cara kami kebobolan dua gol. Kami menghadiahkan itu ke Lazio,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan kekalahan timnya tidak lepas dari kelalaian timnya untuk memperhatikan hal-hal kecil. Ia menyayangkan para pemainnya yang tampil kurang tenang di laga itu.

“Kami memang bukan tim yang sempurna, tapi dalam pertandingan besar detail kecil akan menjadi penentu dan kesalahan harus dikurangi. Ini adalah bagian perkembangan tim. Para pemain terlalu naif dan mereka harusnya lebih tenang dalam menghadapi situasi seperti ini,” sambungnya.

Susunan pemain Lazio versus Inter Milan:

Lazio (3-5-2): Thomas Strakosha (GK); Luiz Felipe, Francesco Acerbi, Stefan Daniel Radu; Adam Marusic, Sergej Milinkovic-Savic, Lucas Leiva (Danilo Cataldi), Luis Alberto, Jony (Manuel Lazzari); Felipe Caicedo (Joaquin Correa), Ciro Immobile.

Pelatih: Simone Inzaghi.

Inter Milan (3-5-2): Daniele Padelli (GK); Diego Godin (Alexis Sanchez), Stefan de Vrij, Milan Skriniar; Antonio Candreva (Victor Moses), Matias Vecino, Marcelo Brozovic (Christian Eriksen), Nicolo Barella, Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte.

Juventus Jamu Brescia di Pekan ke-24 Serie A

Juventus akan melakoni laga kandang di pekan ke-24 Serie A Italia pada Minggu, 16 Februari 2020 malam WIB. Di laga ini Nyonya Tua akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Brescia di Stadion Allianz.

Pertandingan ini sangat penting bagi Juventus. Pasalnya mereka butuh tiga angka untuk kembali ke puncak klasemen sementara. Saat ini Juventus hanya berjarak satu angka dari Internazionale Milan.

Tidak hanya menang demi posisi puncak, tetapi juga agar bisa terhindar dari kejaran tim peringkat tiga, Lazio. Lazio hanya berselisih satu poin dari Nyonya Tua. Bila Juventus gagal menang di laga ini, tim tersebut tidak hanya kehilangan kesempatan ke puncak klasemen tetapi juga terancam tergusur ke posisi ketiga.

Meski begitu para pemain Juventus tetap optimistis dengan performa timnya. Sebagaimana dikatakan Rodrigo Bentacur, timnya akan kembali ke jalur kemenangan.

“Tim berada dalam bentuk bagus, seperti yang kalian lihat, faktanya kami berada di perburuan juara Serie A, mencapai 16 besar Liga Champiosn dan semifinal Coppa Italia,” beber Bentacur.

Lebih lanjut pemain asal Uruguay itu mengatakan saat ini timnya hanya perlu untuk mengembangkan performa agar bisa meraih kemenangan demi kemenangan.

“Kami hanya harus lebih mengembangkan performa kami, tetapi kami berada di jalur yang benar. Kami sedang bekerja untuk menjadi lebih kuat,” sambungnya.

Untuk meraih kemenangan di laga ini, pelatih Juventus, Mario Sarri harus menerapkan strategi yang tepat termasuk untuk menambah kekuatan di tengah absennya sejumlah pemain pilar seperti Sami Khedira, Giorgio Chiellini, hingga Douglas Costa.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

25-09-2019 Brescia 1-2 Juventus (Serie A)

20-03-2011 Juventus 2-1 Brescia (Serie A)

11-11-2010 Brescia 1-1 Juventus (Serie A)

10-03-2007 Brescia 3-1 Juventus (Serie B)

01-11-2006 Juventus 2-0 Brescia (Serie B).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

02-02-2020 Juventus 3-0 Fiorentina (Serie A)

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

14-02-2020 Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia).

5 Pertandingan Terakhir Brescia:

12-01-2020 Sampdoria 5-1 Brescia (Serie A)

19-01-2020 Brescia 2-2 Cagliari (Serie A)

25-01-2020 Brescia 0-1 Milan (Serie A)

01-02-2020 Bologna 2-1 Brescia (Serie A)

09-02-2020 Brescia 1-1 Udinese (Serie A).

Perkiraan starting line up Juventus versus Brescia:

Juventus (4-3-1-2): Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Adrien Rabiot; Aaron Ramsey; Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Brescia (4-4-2): Jesse Jorenen; Stefano Sabelli, Andrea Cistana, Jhon Chancellor, Ales Mateju; Dimitri Bisoli, Daniele Dessenea, Sandro Tonali, Nikolas Spalek; Ernesto Torregrossa, Mario Balotelli.

Pelatih: Eugenio Corini.

AC Milan Kontra Juventus di Empat Besar Coppa Italia

AC Milan dan Juventus mulai berhadapan di babak semi final Coppa Italia. Pertandingan leg pertama akan digelar di Stadion San Siro, kandang Milan, pada Jumat, 14 Februari 2020 dini hari WIB.

Kedua tim tentu sama-sama berambisi untuk memetik kemenangan di pertandingan pertama ini demi membuka jalan ke partai final. Milan tentu harus lebih percaya diri mengingat Juventus merupakan penghuni papan atas Serie A. sementara itu Milan masih berada di papan tengah.

Selain itu Milan memiliki modal buruk jelang pertandingan ini. Pasalnya, Rossoneri baru saja menelan kekalahan dalam derbi Milan menghadapi Inter Milan. Sempat memimpin dua gol di babak pertama, performa Milan menurun di babak kedua sehingga rival sekotanya itu berhasil mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul dengan skor akhir 2-4.

Kehadiran Zlatan Ibrahimovic diharapkan memberikan suntikan amunisi dan semangat bagi Milan. Banyak pihak memprediksi kehadiran pemain asal Swedia itu akan memberikan pengaruh positif bagi tim asal kota mode itu.

Sementara itu Juventus sedang dalam tren positif meski di laga terakhir di Serie A menderita kekalahan. Bahkan tim tersebut sedang dikaitkan dengan Pep Guardiola yang saat ini sedang menangani Manchester City.

“Kita tahu Italia dikenal dengan sepakbola negatifnya, bertahan amat dalam, dan memang seperti itu dari dulu,” beber mantan pelatih timnas Inggris, Sam Allardyce.

Lebih lanjut Allardyce meyakini kehadiran Guardiola akan membawa banyak perubahan bagi kompetisi di Italia, tidak hanya bagi klub yang dilatih tetapi juga bagi kompetisi secara keseluruhan.

“Selama ini, skor 1-0 sudah cukup bagi mereka. Dia (Guardiola) akan mengubah total hal tersebut. Dia menerapkan gaya sepakbolanya sendiri di klub manapun yang ia latih dan banyak manajer di Inggris yang mencoba menirunya,” sambungnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

11-11-2019 Juventus 1-0 Milan (Serie A)

06-04-2019 Juventus 2-1 Milan (Serie A)

17-01-2019 Juventus 1-0 Milan (Supercoppa)

12-11-2018 Milan 0-2 Juventus (Serie A)

10-05-2018 Juventus 4-0 Milan (Coppa Italia).

5 Pertandingan Terakhir AC Milan:

19-01-2020 Milan 3-2 Udinese (Serie A)

25-01-2020 Brescia 0-1 Milan (Serie A)

29-01-2020 Milan 4-2 Torino (Coppa Italia)

02-02-2020 Milan 1-1 Verona (Serie A)

10-02-2020 Inter 4-2 Milan (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

20-01-2020 Juventus 2-1 Parma (Serie A)

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

02-02-2020 Juventus 3-0 Fiorentina (Serie A)

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A).

Perkiraan starting line-up AC Milan versus Juventus:

AC Milan (4-4-2): Gianluigi Donnarumma; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Theo Hernandez; Castillejo, Kessie, Bennacer, Bonaventura; Ante Rebic, Zlatan Ibrahimovic.

Pelatih: Stefano Pioli.

Juventus (4-3-1-2): Gianluigi Buffon; De Sciglio, Rugani, Bonucci, Alex Sandro; Bentancur, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi; Aaron Ramsey; Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Pelatih Inter Milan Puas dengan Performa Romelu Lukaku

Kehadiran Romelu Lukaku ternyata membawa pengaruh positif bagi Inter Milan. Pemain yang belum lama didatangkan dari Manchester United itu sudah menunjukkan kinerja positif yang membuat pelatih Inter, Antonio Conte puas.

Conte terang-terangan mengakui hal tersebut tak lama setelah Inter Milan menghadapi Udinese di pekan ke-22 Serie A Italia. Lukaku menjadi pemain penting dengan memborong dua gol kemenangan Internazionale Milan.

Pelatih Inter, Antonio Conte pun angkat topi dengan performa Lukaku. Pemain asal Belgia itu telah mengemas 12 gol sejak awal musim.

“Romelu punya kualitas, ini bukan performa terbaiknya dan dia harus jauh lebih baik. Fakta bahwa dia mencetak dua gol itu penting, tapi dia bisa melakukan lebih lagi dalam hal lain. Dia sudah nyetel dengan sangat baik dengan skuad dan saya cuma bisa menyanjungnya,” beber Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan performa Lukaku membuatnya puas. Ia pun senang karena kehadiran Lukaku ternyata sangat berarti bagi timnya.

“Saya sangat senang karena sudah memaksakan transfernya!” sambung pelatih asal Italia itu.

Inter Milan sukses mencuri kemenangan di markas Udinese di pekan ke-22 Serie A. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Friuli pada Senin, 3 Februari 2020 dini hari WIB, Internazionale Milan menang dengan skor 2-0.

Sepasang gol Inter dicetak oleh Romelu Lukaku. Mantan pemain Manchester United ini mencetak brace masing-masing di menit ke-64 dan sepakan penalti di menit ke-71.

Kemenangan ini sangat penting bagi Inter. Tambahan tiga poin membuat Inter sukses menggeser Lazio di urutan kedua. Inter pun kembali menempati urutan kedua, di belakang Juventus. sementara itu kekalahan ini membuat Udinese tak beranjak dari papan bawah, tepatnya di urutan ke-15 dengan tabungan total 24 poin dari 22 pertandingan yang telah dijalani.

Inter mampu menguasai pertandingan. Sejak menit awal tim besutan pelatih Antonio Conte sukses mencuri sejumlah peluang. Namun demikian penguasaan bola Inter tak berjalan lurus dengan peluang yang diciptakan. Inter gagal menciptakan gol di babak pertama.

Inter baru bisa memaksimalkan peluang di babak kedua. Menit ke-64, Lukaku sukses memecah kebuntuan setelah memaksimalkan umpan terukur dari Nicolo Barella.

Tak berapa lama Inter mendapat kesempatan emas untuk memperlebar jarak. Tim tamu mendapat hadiah penalti. Sebagai eksekutor, Lukaku tak membuang kesempatan untuk menggandakan keunggulan. Keunggulan dua gol pun bertahan hingga laga usai.

 

Ronaldo Dua Gol, Juventus Bungkam Fiorentina Tiga Gol Tanpa Balas

Juventus sukses memetik kemenangan saat menjamu Fiorentina di pekan ke-22 Serie A Italia. Bermain di kandang sendiri di Stadion Allianz, Turin, Bianconeri membungkam tim tamu tiga gol tanpa balas.

Trigol Nyonya Tua disumbangkan oleh Cristiano Ronaldo dan Matthijs De Ligt. Ronaldo mencetak brace alias dua gol yang semua lahir dari titik penalti di menit ke-40 dan 80. Sementara satu gol lainnya terjadi di menit ke-90+1.

Kubu Fiorentina tak terima dengan kekalahan tersebut. Sebagaimana dikatakan bos Fiorentina, Rocco Commisso, timnya dirugikan oleh keputusan wasit yang memberikan dua hadiah penalti kepada tuan rumah.

“Saya merasa jijik. Saya yakin tim yang bernilai 350 juta euro tidak butuh bantuan wasit. Juve sangat kuat, harusnya mereka menang lewat performa di lapangan, bukan karena bantuan wasit,” bebernya.

Lebih lanjut Commisso mengatakan hal ini tidak baik untuk sepak bola Italia.  “Ini tidak adil untuk sepakbola Italia, laga-laga ini disiarkan ke seluruh dunia. Lalu, apa yang mereka pikirkan setelah melihat sampah seperti ini?,” sambungnya.

Sementara itu pelatih Juventus, Maurizio Sarri sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri karier kepelatihannya bersama Juventus. Menurutnya Nyonya Tua bisa menjadi klub terakhir yang dilatihnya.

“Setelah merasakan pengalaman ini [melatih Juventus], saya mungkin bisa berhenti melatih. Saya pensiun atau tidak tergantuk apakah saya masih memiliki energi yang tersisa atau apakah saya bisa berpikir bahwa saya bisa melatih dengan baik lagi,” beber Sarri.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu menegaskan keputusan tersebut akan diambil bukan karena faktor tekanan sebagai pelatih Juventus.

“Tekanan bukanlah penyebab hal ini, karena tekanan dari luar seharusnya tidak mempengaruhi anda. Namun yang mempengaruhi adalah ketika motivasi anda hilang sehingga lebih baik untuk mengakhirinya,” bebernya.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu mengatakan keputusan pensiun akan dipengaruhi oleh kontraknya bersama Juventus. Bila kontraknya tidak diperpanjang maka keputusan untuk pensiun bakal diambil.

“Saya tidak tahu apakah saya akan tetap menjadi Sarri yang sama setelah kontrak saya di Juventus habis. Jika iya, maka saya akan melanjutkan karir saya, dan jika tidak maka saya akan berhenti.” Pungkasnya.

Susunan pemain Juventus versus Fiorentina:

Juventus: 1-Wojciech Szczesny; 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs De Ligt, 12-Alex Sandro; 25-Adrien Rabiot (14-Blaise Matuidi 88′), 5-Miralem Pjanic, 30-Rodrigo Bentancur; 11-Douglas Costa (33-Federico Bernardeschi 83′), 21-Gonzalo Higuain (10-Paulo Dybala 67′), 7- Cristiano Ronaldo

Pelatih: Maurizio Sarri

Fiorentina: 69-Bartlomiej Dragowski; 17-Ceccherini, 20-German Pezzella, 3-Igor; 21-Pol Lirola (19-Kevin Agudelo 89′), 78-Erick Pulgar, 24-Marco Benassi, 29-Dalbert; 25-Federico Chiesa, 63-Patrick Cutrone (11-Riccardo Sottil 73′), 18-Rachid Ghezzal (28-Dusan Vlahovic 60′)

Pelatih: Giuseppe Iachini