Mantan Bos Barcelona: Saya Ingin Guardiola Kembali

Saat ini sejumlah pihak sedang mempersiapkan diri untuk menjadi calon Presiden Barcelona. Pemilihan akan digelar tahun depan. Namun demikian Joan Laporta sudah mulai mempersiapkan diri.

Mantan Presiden Barcelona itu pun sudah menghembuskan sejumlah isu yang sekiranya bisa memuluskan jalannya ke kursi orang nomor satu di klub tersebut. Salah satunya adalah dengan mewacanakan untuk memulangkan Pep Guardiola. Guardiola merupakan salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub Catalonia itu.

Sementara itu Laporta pernah menjadi presiden klub pada 2003 hingga 2010. Saat itu Barcelona menjadi salah satu klub yang paling sukses di Eropa.

Menurut Laporta dirinya perlu mendatangkan Guardiola sebagai salah satu cara untuk mengembalikan kesuksesan Barcelona seperti pada periodenya. Guardiola selama menjadi pelatih Barcelona sukses mempersembahkan 14 trofi.

“Saya sedang berusaha memperkenalkan diri sebagai kandidat presiden. Saya pernah menjadi presiden sebelumnya dan saya senang bisa kembali. Situasi pada 2021 akan sangat dramatis dan saya harus mengembalikan itu. Saya bekerja dengan orang-orang yang saya percayai,” beber Laporta.

Lebih lanjut Laporta mengatakan tidak mudah untuk mendatangkan Guardiola. Saat ini Guardiola berada di ambang masa akhir kontraknya. Menurutnya semua keputusan ada di tangan Guardiola apakan tetap menjadi pelatih City atau mencari klub baru. Ia menegaskan saat ini banyak suara yang mengharapkan agar Guardiola kembali.

“Saya sangat ingin Guardiola kembali, tetapi sekarang dia di City dan itu adalah keputusan yang harus diambil Pep. Dia adalah patokan bagi Barcelona dan banyak Catalan ingin dia melatih Barca lagi,” lanjutnya.

Laporta menegaskan saat ini dirinya sedang mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Guardiola. Ia berharap bisa mendapatkan titik temu sehingga harapannya Guardiola bisa kembali berada di kursi pelatih Barcelona pada 2021 mendatang.

“Pada saat yang tepat, saya akan berbicara kepada orang yang kami pikir harus menjadi pelatih Barca mulai 2021,” pungkasnya.

Saat ini kompetisi La Liga sedang terhenti. Berhembus kabar kompetisi tersebut akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Saat ini sejumlah klub La Liga sudah mulai membuka kembali tempat latihan.

Namun demikian latihan yang digelar tetap mengikuti protokol yang ketat. Interaksi antarpemain sangat dibatasi. Begitu juga dengan penggunaan berbagai fasilitas latihan.

Diperkirakan La Liga akan kembali bergulir pada pertengahan bulan depan. Kita berharap saat itu situasi sudah lebih kondusif.

La Liga Tanpa Penonton, Rakitic: Sangat Berat Buat Kami

Saat ini kompetisi sepak bola di Eropa sedang dihentikan. Tidak terkecuali La Liga Spanyol. Masih belum ada kepastian kapan kompetisi tersebut akan dilanjutkan lagi. Salah satu harapan adalah kompetisi tersebut bisa berlanjut lagi.

Harapan ini di antaranya datang dari gelandang Barcelona, Ivan Rakitic. Pemain internasional Kroasia itu mengatakan ia siap menerima konsekuensi bila kompetisi dilanjutkan lagi dengan tanpa menghadirkan penonton.

“Itu akan sangat berat dan tidak biasa buat kami, tapi saya ingin bilang ke para penggemar bahwa kami akan lebih fokus daripada sebelumnya. Kami akan tahu bahwa mereka akan ada di rumah, menyaksikannya dengan gairah yang sama dan kami tidak akan mengecewakan mereka,” bebernya.

Selain itu ia mengatakan dengan kembali menggulirkan sepak bola akan memberikan suntikan semangat kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Meski begitu para penggemar bisa tetap mendukung tim kesayangannya bertanding dengan tanpa harus datang ke lapangan pertandingan.

“Bersama-sama kami akan mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi ini dan kami pastinya akan bisa merasakan dukungan para penggemar di rumah masing-masing. Semoga setelah ini semua, kita akan jadi manusia lebih baik dan menyadari hal-hal yang sangat penting,” sambungnya.

Sebelumnya Ivan Rakitic pun terang-terangan mengakui kerinduannya untuk kembali bertanding. Pemain asal Kroasia itu mengatakan saat ini yang diinginkan dirinya hanyalah kembali merumput di lapangan hijau.

“Aku ingin bermain,” tegas Rakitic.

Lebih lanjut Rakitic mengatakan keputusan untuk menggulirkan kembali kompetisi jelas tidak mudah. Para pemain dan tim pelatih benar-benar harus menyaipkan segala sesuatu dan memastikan pertandingan bisa berjalan dengan aman. Saat ini fokus semua orang lebih pada aspek kesehatan dan keselamatan.

“Kami memang harus berusaha kembali dengan jaminan kesehatan terbaik, tapi kami juga harus tahu bahwa hal itu tidak menjamin 100 persen. Ada risiko yang sama buat seluruh para pekerja yang kembali menjalani profesinya,” sambungnya.

Lebih lanjut Rakitic juga menunjukkan simpatinya pada para pekerja medis di seluruh dunia yang berada di garda terdepan untuk menghadapi wabah tersebut.

“Pekerja di supermarket… memiliki peluang sama atau bahkan lebih besar terpapar ketimbang kami. Mereka mengambil risiko itu dan aku pun ingin mengambilnya. Menurutku kami punya kewajiban itu,” bebernya.

Menurutnya saat ini banyak hal bisa dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para tenaga medis. Salah satunya adalah dengan terus memberikan hiburan kepada mereka dengan apa yang mereka sukai. Hal ini penting agar para pekerja bisa terhindar dari tekanan dan tidak harus memikirkan situasi pandemi secara terus-menerus.

Pelatih Barcelona Lebih Pilih Pemain Luar Ketimbang Jebolan Akademi

Barcelona adalah salah satu klub dengan regenerasi yang baik. Tim asal Catalonia itu dikenal memiliki bibit pemain bintang yang terus bermunculan. Hal ini tentu tidak lepas dari kehadiran akademi La Masia.

Ternyata, saat ini akademi Barcelona sedang dalam sorotan menyusul minimnya kontribusi bagi pemain utama Barcelona. Sorotan ini datang dari pelatih Barcelona, Queque Setien. Menurut pelatih anyar Blaugrana itu saat ini perhatiannya adalah pada prestasi bukan lagi pada kepentingan akademi Barcelona atau La Masia.

“Apa yang orang-orang inginkan: Akademi atau untuk terus maju?,” beber Setien.

Lebih lanjut Setien mengatakan ia bukannya tidak menaruh perhatian pada La Masia. Namun akademi tersebut belum mampu menghasilkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim utama. Ia pun meminta La Masia untuk melakukan peningkatan agar lebih kompetitif sehingga mampu menghasilkan pemain yang sesuai standar dan kebutuhan skuad utama Barcelona.

“Saya tak mengatakan bila kami tak bisa melakukannya dengan akademi. Namun saat melihat pemain-pemain itu tidak sesuai dengan yang anda butuhkan, mereka perlu peningkatan dan menjadi lebih kompetitif,” sambungnya.

Ia pun meminta para pemain muda Barcelona untuk berjuang maksimal bila ingin mendapat tempat di tim utama. Itulah jalan yang harus ditempuh bila ingin mendapat kans bermain di skuad utama.

“Oleh karenanya, yang anda bisa lakukan adalah meminta mereka berkembang agar bisa menembus tim utama,” tegasnya.

Salah satu pemain jebolan La Masia yang kini mampu menembus skuad utama Barcelona adalah Ansu Fatih. Sementara itu belum ada lagi bibit-bibit muda potensial yang mampu mengikuti jejak Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Sementara itu di sisi lain Barcelona terus mencari pemain baru dari luar klub. Salah satu pemain yang santer dikaitkan dengan klub asal Catalonia itu adalah Lautaro Martinez.

Menurut sang agen Lautaro, Albert Yaque, peluang gabung Barcelona bukan sesuatu yang mustahil. Kemampuan yang dimiliki Martinez diyakini akan sangat dibutuhkan Barcelona. Selain itu Martinez bisa menjadi penerus bagi Luis Suarez yang kini semakin menua.

Hal senada disampaikan perwakilan Martinez yang lain, Sergio Zarate. “Ada kemungkinan yang sangat besar. Dia pemain yang bagus, pemain yang luar biasa. Anak ini tidak punya batas untuk berkembang,” beber Zarate.

Lebih lanjut Zarate mengatakan saat ini keputusan ada di tangan berbagai pihak. Salah satunya adalah Inter Milan. Namun demikian Zarate menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan pemain. Faktor Messi disebut-sebut memperkuat peluang Martinez gabung Barcelona.

Gelar La Liga Musim Ini Dianjurkan Jadi Milik Barcelona

Bagaimana nasib La Liga Spanyol musim ini? Siapa yang bakal keluar sebagai juara? Bagaimana bila kompetisi tak bisa dilanjutkan? Bagaimana dengan tim perhitungan gelar juara, promosi dan degradasi?

Saat ini Spanyol dan negara-negara di dunia masih menghadapi pandemi Corona atau Covid-19. Nasib kompetisi olahraga di negara-negara tersebut pun terkatung-katung. Salah satunya adalah La Liga Spanyol. Belum diketahui kapan kompetisi tersebut akan bergulir lagi.

Meski begitu ada harapan agar kompetisi tersebut dihentikan saja. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh legenda Barcelona, Hristo Stoichkov. Menurut Stoichkov hal ini penting untuk menghindari penyebaran Corona. Baginya yang terpenting adalah kedisiplinan alih-alih ketakutan.

“Kami tidak butuh ketakutan, tapi kami butuh disiplin. Jika kita melihat bagaimana situasinya, dengan pertandingan yang sudah dimainkan, yang paling adil adalah mengakhiri LaLiga seperti apa adanya sekarang,” bebernya.

Selain menyarankan kompetisi tersebut dihentikan, Stoichkov juga memberikan anjuran terkait penentuan gelar juara. Ia menyarankan agar Barcelona ditetapkan sebagai juara musim ini. Saat ini Barcelona berstatus pemuncak klasemen sementara dengan raihan 58 poin dari 27 pertandingan. Barcelona unggul dua angka dari Real Madrid di urutan kedua.

“Di bawah, banyak yang masih bisa menghindari degradasi, ada banyak pertandingan tersisa,” ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan degradasi dan promosi? Stoichkov menganjurkan untuk meniadakan degradasi musim ini. Sementara itu dua tim teratas di Divisi Segunda dipromosikan ke La Liga.

“Jadi liga bisa tetap seperti ini, dengan tidak ada degradasi dan dua tim teratas di Segunda promosi dan membuat liga punya 22 peserta. Karena mereka (Cadiz dan Real Zaragoza) sudah bekerja keras dan memenangi banyak pertandingan,” ungkapnya.

Saat ini klub-klub peserta sedang berjuang menghadapi terpaan wabah corona. Begitu juga para pemain. Bahkan sejumlah klub La Liga mengambil kebijakan untuk memangkas gaji karyawan. Salah sejumlah klub yang mengambil kebijakan tersebut di antaranya Atletico Madrid.

Sebagaimana dikatakan CEO Atletico, Gil Marin, saat ini pihaknya memangkas gaji dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini.

“Situasi seserius ini memaksa kami membuat keputusan sulit yang dibutuhkan untuk kebaikan klub. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub atas usaha spesialnya selama masa-masa sulit ini,” beber Marin.

Lebih lanjut Marin mengatakan hal ini ditempuh untuk menjamin kondisi finansial klub.

“Sayangnya, dan dengan tujuan utama menjamin keberlangsungan klub, kami terpaksa meminta pemotongan gaji sementara untuk profesi yang tidak bisa menjalankan tugasnya karena situasi darurat di negara ini, karena mereka menghentikan aktivitas sepenuhnya, begitu juga mereka yang jam kerjanya berkurang.”

Setien: Coutinho Masih Pemain Barcelona

Saat ini Philippe Coutinho masih menjalani masa peminjaman di Bayern Muenchen. Lantas bagaimana nasib pemain asal Brasil itu setelah masa peminjaman selesai?

Pelatih Barcelona, Queque Setien mengisyaratkan pemain berusia 27 tahun itu akan kembali ke Nou Camp musim depan. Setien mengakui ia sangat menyukai mantan pemain Liverpool dan menganggapnya masih dibutuhkan tim Barcelona.

“Coutinho? Saya sangat menyukainya,” beber Setien.

Lebih lanjut Setien menegaskan Coutinho masih menjadi pemain Barcelona. Bila ingin mempermanenkan Coutinho maka klub harus menggelontorkan uang tebusan atau membayar klausul pelepasannya.

“Dia masih pemain Barcelona. Anda harus menebus klausul atau membayar uang transfer kepada Barca. Saya kira dia bisa ada di sini di awal musim depan,” sambungnya.

Meski begitu Setien belum bisa memastikan apakah pemain tersebut benar-benar akan kembali ke Spanyol. Ia masih harus melakukan pembicaraan dengan pemain tersebut dan mengetahui keinginannya apakah kembali atau meninggalkan Barcelona.

“Saya tidak tahu apakah dia ingin kembali atau pergi lagi, saya harus bicara kepadanya untuk tanya kepadanya. Dia adalah pemain hebat, tidak diragukan lagi,” bebernya lagi.

Saat ini Barcelona masih terus memantau sejumlah pemain. Ada dua nama yang berhembus yakni Neymar Junior dan Lautaro Martinez. Nama yang disebut terakhir itu dianggap sebagai pemain yang cocok untuk Barcelona.

Anggapan ini dikemukakan oleh mantan pemain Barcelona, Juan Antonio Pizzi. Pria yang pernah mengantar Chile menjadi juara Copa America 2016 out mengatakan Lautaro adalah pemain yang cocok bermain untuk Barcelona.

Kemampuannya di lini depan disebut-sebut melebihi sejumlah pemain top Argentina seperti Sergio Aguero. Hal ini sudah Martinez tunjukkan saat bermain untuk tim nasional Argentina dan Inter Milan.

“Lautaro Martinez itu lebih dari Kun Aguero, merupakan prototipe dari jenis penyerang baru yang akan cocok dengan Barca. Dia sudah membuktikan kemampuannya dengan Argentina, dengan Racing, dan Inter,” beber Pizzi.

Lebih lanjut Pizzi menegaskan bahwa gaya bermain Martinez sangat cocok untuk Barcelona. Ia disebut-sebut sebagai sosok yang idel untuk lini serang Blaugrana. Martinez disebut-sebut sudah menunjukkan kualitasnya saat bermain untuk Inter Milan di salah satu kompetisi terberat di dunia.

“Dia tampaknya penyerang yang ideal untuk cara bermain Barcelona. Bahkan di salah satu liga terberat di dunia, di Italia, dia masih bisa bermain di level yang sangat tinggi,” tegasnya.

Agen Lautaro, Albert Yaque mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan klub manapun. Belum ada negosiasi yang terjadi terkait pemain tersebut.

Valdes: Bila Terlahir Kembali Tak Ingin Jadi Kiper

Nama besar Victor Valdes di jagad sepak bola dunia tak diragukan lagi. Ya, ia adalah salah satu kiper terbaik yang pernah ada. Pria asal Spanyol ini ikut andil dalam mengantar Barcelona meraih sejumlah gelar juara baik di pentas domestik maupun Eropa.

Tidak hanya itu Valdes juga menjadi langganan di timnas Spanyol pada masanya. Ia ikut andil mengantar Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Namun demikian bila memutar kembali roda waktu, mantan kiper Manchester United itu sebenarnya tidak ingin menjadi kiper. Saat ditanya bila terlahir kembali ingin menjadi apa, Valdes tegas mengatakan tidak ingin menjadi penjaga gawang.

“Jika aku terlahir kembali, aku takkan jadi kiper,” beber Valdes.

Lebih lanjut Valdes mengatakan tidak mudah menjadi kiper. Ia sampai harus membutuhkan banyak dukungan dan dorongan untuk bisa menjadi seorang kiper hebat.

“Itu bukanlah jalan yang mudah dan tidak memberiku ganjaran yang cukup atas penderitaan bertahun-tahun. Ada hari-hari di mana aku enggan berada di sana. Aku bermain karena mereka meyakinkanku semasa masih muda dan aku menerima jalan tersebut,” sambungnya.

Lebih dari itu secara pribadi Valdes tidak ingin mendapat tekanan. Ia tidak ingin mendapatkan pujian terlalu tinggi untuk apa yang diraih bukan karena perjuangan dan kerja kerasnya semata.

“Aku tak suka ketenaran. Aku tidak nyaman ketika mereka memberiku sanjungan yang teramat tinggi, apalagi karena itu bukanlah semata kontribusi diriku; sepakbola adalah sebuah permainan tim,” tegasnya.

Setelah menuntaskan kariernya sebagai pemain profesional, Valdes sempat mendapat kepercayaan untuk menangani tim muda Barcelona. Ia dipercaya menjadi pelatih Tim U-19 Barcelona. Namun demikian kariernya sebagai pelatih tamat pada tahun 2019 setelah Barcelona memecatnya dari jabatan tersebut.

“Pada hari Senin, Barcelona sudah memberitahu kepada Victor Valdes bahwa dia tidak lagi jadi pelatih Tim U-19A sekaligus pegawai klub ini,” ungkap pihak Barcelona terkait pemecatan tersebut.

Pemecatan tersebut tidak lain karena gagalnya ia memberikan prestasi kepada tim muda Barcelona. Posisinya pun digantikan oleh sosok yang sudah lama mengenal akademi Barcelona, La Masia.

Sementara itu ketika dimintai komentar terkait rumor transfer Neymar ke Barcelona, Valdes mengatakan dirinya cukup mengenal pemain tersebut.

“Apa yang bisa saya katakan pada anda mengenai Neymar? Saya menghabiskan waktu setahun dengannya dan dia selalu menonjol, itu merupakan suatu hal yang mesti anda apresiasi,” tandas Valdes.

 

Zidane: Kami Akan Pertaruhkan Segalanya Lawan Barcelona

Duel sengit dipastikan akan tersaji di Stadion Santiago Bernabeu pada Senin, 2 Maret 2020 dini hari WIb saat tuan rumah Real Madrid menjamu Barcelona. Kedua tim jelas sama-sama berambisi untuk memenangi laga ini.

Laga klasik ini telah dikenal sarat gengsi dan akan menghadirkan atmosfer pertandingan yang panas, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kedua kubu pun sudah menegaskan diri siap untuk menghadapi pertandingan bergengsi nan penting ini.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menegaskan mereka akan tampil habis-habisan menghadapi Barcelona. Ia akan meminta para pemainnya untuk memberikan segalanya demi meraih kemenangan.

“Kami akan mempertaruhkan segalanya [lawan Barcelona], jadi kami harus berangkat dari hal-hal positif yang sudah kami lakukan sejauh ini,” beber Zidane.

Lebih lanjut pelatih asal Prancis itu mengatakan pertandingan ini penting untuk mengakhiri tren buruk dalam dua laga terakhir. Apalagi pertandingan ini akan digelar di hadapan pendukung sendiri sehingga patut dimenangkan.

“Setelah dua pertandingan ini, di mana kami kehilangan lima poin, kami tahu bahwa kami harus memenangi laga kandang nanti,” sambungnya.

Jelang laga ini kapten Real Madrid, Sergio Ramos justru melempar pujian kepada bintang Barcelona, Lionel Messi. Ramos mengatakan Messi adalah salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.

“Saya menaruh hormat kepadanya. Saya rasa dia salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah dan saya respek dengannya,” beber Ramos.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

19-12-2019 Barcelona 0-0 Madrid (La Liga)

03-03-2019 Madrid 0-1 Barcelona (La Liga)

28-02-2019 Madrid 0-3 Barcelona (Copa del Rey)

07-02-2019 Barcelona 1-1 Madrid (Copa del Rey)

28-10-2018 Barcelona 5-1 Madrid (La Liga).

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:

07-02-2020 Madrid 3-4 Sociedad (Copa del Rey)

09-02-2020 Osasuna 1-4 Madrid (La Liga)

17-02-2020 Madrid 2-2 Celta (La Liga)

23-02-2020 Levante 1-0 Madrid (La Liga)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Barcelona:

07-02-2020 Bilbao 1-0 Barcelona (Copa del Rey)

10-02-2020 Betis 2-3 Barcelona (La Liga)

15-02-2020 Barcelona 2-1 Getafe (La Liga)

22-02-2020 Barcelona 5-0 Eibar (La Liga)

26-02-2020 Napoli 1-1 Barcelona (UCL).

Perkiraan starting line-up Real Madrid versus Barcelona:

Real Madrid (4-3-1-2): Thibaut Courtois; Mendy, Sergio Ramos, Raphael Varane, Dani Carvajal; Toni Kroos, Casemiro, Federico Valverde; Isco; Gareth Bale, Karim Benzema.

Pelatih: Zinedine Zidane.

Barcelona (4-3-1-2): Marc Andre ter Stegen; Junior Firpo, Clement Lenglet/Samuel Umtiti, Gerard Pique, Nelson Semedo; Frankie de Jong, Sergio Busquets, Arthur; Arturo Vidal; Antoine Griezmann, Lionel Messi.

Pelatih: Quique Setien.

Jadwal Lengkap Pekan ke-24 La Liga Sejak Akhir Pekan Ini

La Liga Spanyol akan memasuki pekan ke-24 sejak Sabtu, 15 Februari 2020. Sejumlah laga menarik siap memanjakan mata para penggemarnya. Salah satu pertandingan menarik adalah pertemuan antara Valencia kontra Atletico Madrid. Laga ini akan digelar di Stadion Mestalla pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Di hari yang sama, Real Mallorca akan kedatangan tamunya Deportivo Alaves. Sementara itu Barcelona akan tampil di kandang sendiri saat menjamu Getafe di Stadion Nou Camp.

Saat ini Barcelona sedang ditempa krisi menyusul polemic antara sang megabintang, Lionel Messi dan direktur olahraga, Erick Abidal. Namun demikian pelatih Barcelona, Queque Setien tak khawatir dengan masa depan pemain penting itu. Menurut suksesor Ernesto Valverde itu, Messi masih akan tetap bertahan di Nou Camp.

“Messi seperti banyak pemain lain tentu tahu apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukannya. Jika dia berada di lapangan, itu karena dia bisa bermain. Dia baik-baik saja, tidak ada masalah,” beber Setien.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu mengatakan pemain tersebut masih menjadi pilihan utama dalam tim. Namun ada saatnya Messi akan diistirahatkan demi menjag kondisinya tetap prima.

“Seperti pemain lain, akan ada waktu ketika kita harus mengistirahatkannya. Namun, saya belum lama disini untuk bisa mengevaluasi hal tersebut. Para pemain ini sudah terbiasa bermain di hari Minggu dan kemudian tampil lagi di hari Rabu selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa mereka tak harus diistirahatkan, tapi kita lihat saja nanti,” sambungnya.

Pada Minggu, 16 Februari akan digelar beberapa pertandingan. Villarreal dan Levante akan saling berhadapan. Granada akan menjamu Real Valladolid. Sementara itu Sevilla akan menjamu Espanyol.

Pemuncak klasemen sementara Real Madrid baru akan bertanding pada Senin, 17 Februari. Di laga ini El Real akan tampil di kandang sendiri saat menjamu Celta Vigo di Stadion Santiago Bernabeu. Sebelum itu di markas Athletic Bilbao, tuan rumah akan menghadapi Osasuna.

Berikut Jadwal Lengkap Pekan ke-24 La Liga Spanyol:

Sabtu (15/2)

Valencia vs Atletico Madrid — 3.00 WIB

Mallorca vs Deportivo Alaves — 19.00 WIB

Barcelona vs Getafe — 22.00 WIB

Minggu (16/2)

Villarreal vs Levante — 0.30 WIB

Granada vs Real Valladolid — 3.00 WIB

Sevilla vs Espanyol — 18.00 WIB

Leganes vs Real Betis — 20.00 WIB

Eibar vs Real Sociedad — 22.00 WIB

Senin (17/2)

Athletic Bilbao vs Osasuna — 0.30 WIB
Real Madrid vs Celta Vigo — 3.00 WIB

 

 

 

Setien Sebut Messi Tak Akan Tinggalkan Barcelona

Pelatih Barcelona, Queque Setien, menyebut megabintang Lionel Messi tidak akan meninggalkan klub tersebut. Messi sempat dikabarkan tak lagi betah bersama klub yang bermarkas di Stadion Nou Camp tersebut menyusul pemecatan Ernesto Valverde dari kursi pelatih utama Blaugrana.

Menurut Setien, Messi masih akan berseragam Barcelona. Ia menegaskan pemain asal Argentina itu masih menjadi pemain penting dalam tim. Dan kehadiran Messi sangat penting bagi Barcelona baik saat berada di dalam maupun di luar lapangan.

“Dia tahu jika dirinya adalah pemain penting dan bisa menyelesaikan banyak permainan dengan caranya sendiri. Dia juga terlibat dalam perkembangan tim, baik di luar mau pun di luar lapangan,” beber Setien.

Messi walau sudah berusia kepala tiga masih tetap menunjukkan kinerja positif bersama tim. Ia menjadi sosok penting di balik kemenangan Barcelona atas Levante di pekan ke-22 La Liga Spanyol beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan yang digelar di kandang sendiri di Stadion Nou Camp pada Minggu, 2 Februari 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, Blaugrana menang dengan skor 2-1.

Sepasang gol Barcelona dibukukan oleh Ansu Fati di menit ke-30 dan 31. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Ruben Rochina di menit ke-90+2.

Kemenangan ini membuat Barcelona berhasil memperkecil jarak dari sang pemuncak klasemen sementara, Real Madrid. Selain itu bagi Fati, dua gol ini membuatnya sukses menorehkan rekor pribadi sebagai pemain termuda yang mencetak sepasang gol di pentas La Liga.

Bermain di kandang sendiri membuat Barcelona sangat percaya diri. Sejak menit pertama mereka mampu menciptakan berbagai peluang. Penguasaan bola tuan rumah pun mencapai lebih dari 60 persen.

Dominasi Barcelona itu akhirnya disempurnakan dengan sepasang gol yang dicetak dalam selang satu menit. Fati sukses memaksimalkan umpan Lionel Messi untuk membuat Barcelona unggul dua gol di babak pertama.

Tim tamu baru bisa memaksimalkan kesempatan untuk memperkecil kedudukan jelang bubaran. Rochina berhasil memperkecil jarak sebelum laga usai.

Pelatih Barcelona, Queque Setien angkat bicara usai pertandingan. Setien mengatakan dirinya senang dengan hasil tersebut. Namun demikian ada hal yang membuatnya kurang puas dengan performa timnya.

“Saya bahagia karena sesuatu hal tetapi tidak untuk hal lain. Kami bermain bagus pada paruh pertama dan menciptakan sejumlah peluang. Seharusnya kami mencetak lebih banyak gol,” beber Setien.

“Kami memberikan terlalu banyak peluang bagi Levante. Pertandingan ini seharusnya berakhir dengan skor 8-2 atau 8-3,” sambungnya.

 

 

Jadwal Pertandingan Awal Pekan Ini: Barcelona Jamu Levante di La Liga

Pertandingan antara Barcelona kontra Levante akan menghiasi kalender La Liga di awal pekan ini. Kedua tim akan berduel di Stadion Nou Camp pada Senin, 3 Februari 2020 dini hari WIB.

Di atas kertas Barcelona berpeluang mesar memenangi laga tersebut. Namun demikian pelatih Barcelona, Queque Setien masih terus memantau perkembangan Barcelona menyusul hasil minor dua pekan lalu saat menelan kekalahan di pentas La Liga.

“Barcelona masih harus memperbaiki kondisi mental mereka dulu saat bertanding. Kondisi saat ini tidak bagus untuk klub besar seperti mereka,” beber Setien.

“Sekarang, kami akan memainkan dua pertandingan serius dan akan melihat apakah kami dapat menunjukkan peningkatan yang lebih bagus saat jauh dari kandang,” sambung suksesor Ernesto Valverde itu.

Ia juga terus mengharapkan para pemain muda Barcelona bisa menunjukkan performa gemilang. Salah satunya Frankie De Jong, pemain muda yang belum lama berseragam Barcelona.

“Anda bisa mengharapkan apa saja dari De Jong. Memang benar dia tidak akan pernah melakukan hal seperti yang Andres Iniesta lakukan, tetapi De Jong akan memberikan penampilan yang bagus karena sikapnya selalu mengagumkan,” beber Setien.

Ia mengakui ada beberapa pemain yang kesulitan untuk keluar dari zona nyaman. Namun ia menegaskan situasi tersebut menuntut para pemain untuk bisa menyesuaikan diri bila tidak ingin kehilangan tempat dalam skuad.

“Memang benar beberapa pemain mengalami kesulitan keluar dari zona nyaman mereka, tetapi ini adalah suatu persyaratan yang tidak bisa lagi dinegosiasikan. Anda harus melakukan ini. Karena ini baik untuk tim dan jika kami semua ingin ada peningkatan, kami harus terus berusaha untuk melakukannya,” tegasnya.

Saat ini Barcelona tergusur dari puncak klasemen La Liga. Blaugrana tertinggal tiga angka dari Real Madrid.

Berikut jadwal pertandingan pada awal pekan ini:

SENIN, 3 JANUARI 2020

LA LIGA

00:30 WIB – Sevilla vs Alaves – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Barcelona vs Levante – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Lecce vs Torino – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Udinese vs Inter – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Paderborn vs Wolfsburg – Fox Sports 3 (Live)

SELASA, 4 FEBRUARI 2020

SERIE A

02:45 WIB – Sampdoria vs Napoli – RCTI, beIN Sports 1 (Live)

GARUDA SELECT

20:00 WIB – QPR U-18 vs Garuda Select – Mola TV (Live)