Liga Jerman Tanpa Penonton, Enrique: Itu Jelek Sekali

Saat ini Bundesliga Jerman menjadi satu-satnya kompetisi di Eropa yang sudah kembali menggulirkan kompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun situasi tidak seperti biasanya.

Bundesliga berlangsung tanpa kehadiran penonton. Laga-laga digelar secara tertutup. Ternyata situasi ini mendapatkan banyak komentar. Salah satunya datang dari mantan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique.

Menurut pria asal Spanyol itu situasi tersebut sungguh tidak ideal. Bahkan ia mengatakan hal seperti itu terlihat sangat buruk. Ia mengatakan hal ini berangkat dari kenyataan bahwa pertandingan sepak bola selalu penuh warna dan situasi serta atmosfer di luar lapangan yang begitu luar biasa.

“Sepakbola seperti itu jelek sekali,” beber Enrique.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya sempat menonton Bundesliga yang digelar secara tertutup. Menurutnya laga yang berlangsung secara tertutup itu kehilangan banyak momen menarik.

“Saya menonton Liga Jerman dan itu menyedihkan. Kamu bisa mendengar hinaan-hinaan dalam lapangan dan kamu kehilangan keintiman dengan momen-momen luar biasa.”

Sosok yang pernah menangani Barcelona ini pun menganalogikan situasi tersebut dengan aktivitas berdansa. Alih-alih berdansa dengan pasangan, menurutnya dalam situasi seperti ini jauh lebih buruk dan menyedihkan ketimbang seorang pria yang berdansa dengan saudari perempuannya.

“Situasinya lebih menyedihkan dibandingkan berdansa dengan saudara perempuanmu,” tegasnya.

Namun demikian Enrique mengatakan situasi seperti ini tidak bisa dipaksakan untuk menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Menurutnya ini merupakan pilihan terbaik di tengah situasi yang belum benar-benar kondusif.

Meski digelar secara tertutup, laga-laga tersebut tetap memiliki makna dan arti tersendiri. Salah satunya memberikan hiburan kepada masyarakat yang sedang diliputi kecemasan dan ketakutan.

“Ini adalah bisnis global yang menghasilkan banyak uang. Sekalipun kondisinya berbeda dibandingkan saat ada penonton, hal ini bisa membantu kita semua menghabiskan waktu di masa karantina ini dan melalui momen-momen sulit ini,” tegasnya.

Berbeda dengan Bundesliga Jerman, sejumlah kompetisi di benua Eropa masih menunggu jadwal terbaru. Liga Primer Inggris dan Serie A Italia diperkirakan akan segera bergulir, paling lambat pada bulan Juni.

Saat ini tim-tim peserta sudah mulai berlatih, tidak hanya secara individu tetapi berkelompok. Namun demikian ada aturan dan protokol yang harus ditaati secara ketat. Meski digelar secara berkelompok jumlah pemain yang berada dalam suatu lapangan tetap dibatasi jumlahnya.

Meski begitu tidak semua pemain antusias dengan kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Pemain depan Manchester City, Sergio Aguero dan Raheem Sterling, adalah beberapa dari antara pemain yang masih mencemaskan situasi yang ada saat ini.

Meski Ada Pemain Positif Corona, Bundesliga Tetap Jalan

Saat ini tim-tim Bundesliga sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Situasi memang belum benar-benar aman dan kondusif. Bahkan masih ada pemain yang terjangkit Corona.

Meski begitu, jadwal kelanjutan Bundesliga sudah dikeluarkan. Dan sepertinya tidak ada jalan untuk kembali ke belakangan. Sebagaimana dikatakan pihak Borussia Dortmund, bila ada yang yang positif Corona bukanlah alasan untuk memberhentikan kompetisi.

“Satu tes positif Corona bukanlah malapetaka, asalkan kami punya aturan dan rekomendasi bagaimana menangani hal tersebut,” beber Carsten Cramer.

Lebih lanjut sosok yang merupakan Managing Director Borussia Dortmund itu mengatakan saat ini pihaknya tengah menyambut positif kembali bergulirnya Bundesliga. Menurutnya bila sampai kompetisi tetap ditangguhkan maka pihaknya dan semua peserta Bundesliga akan menghadapi masalah finansial.

“Kami lega Bundesliga bisa dimulai lagi, karena kalau tidak, bukan hanya Dortmund yang akan terkena masalah (finansial), tapi keseluruhan Bundesliga juga.”

Meski kompetisi akan bergulir lagi, situasi tak sama seperti sebelumnya. Salah satu perbedaan yang terlihat jelas adalah suasana di sekitar lapangan pertandingan. Tidak ada pertandingan yang digelar secara terbuka alias dihadiri penonton.

Pertandingan tanpa penonton memang bukan sesuatu yang ideal. Namun bos Dortmund itu mengatakan dalam situasi seperti saat ini hal seperti itu merupakan pilihan terbaik. Lebih baik bermain tertutup ketimbang tidak bertanding sama sekali.

“Kami tak pernah suka bertanding tanpa penonton, tapi di masa krisis seperti ini dan tak ada alternatif lain, maka main di stadion kosong lebih baik daripada tak bermain sama sekali,” tegasnya.

Di laga pertama pasca jeda beberapa bulan, Dortmund akan langsung menghadapi laga sulit. Akhir pekan nanti mereka akan menghadapi Schalke 04. Pertandingan menghadapi musuh bebuyutan ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Signal Iduna Park.

Cramer mengatakan pertandingan ini tidak akan mendatangkan masalah bagi mereka. Pihak keamanan dan petugas kepolisian akan dikerahkan untuk memastikan tidak ada penonton yang menyusup masuk.

Selain itu saat ini pemerintah Jerman masih melarang warganya untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas berkumpul dengan lebih dari tiga orang.

“Saya tak yakin seratus persen, tapi harusnya ini bukan masalah. Akan ada petugas keamanan dan polisi di sekitar stadion. Lagipula di Jerman masih belum diperbolehkan pergi keluar dan berkumpul lebih dari tiga orang,” pungkas Cramer.