Usai Juara Bundesliga, Muenchen Incar Liga Champions dan DFB Pokal

Bayern Muenchen baru saja memastikan gelar Bundesliga Jerman usai memetik kemenangan dini hari tadi. Kemenangan ini membuat perolehan poin Muenchen tak mungkin disalip oleh Borussia Dortmund di urutan kedua.

Kini Barcelona sudah meraih satu gelar. Tidak hanya itu, Die Roten masih berpeluang menambah koleksi gelar. Masih ada dua gelar lagi yang kini diincar yakni Liga Champions Eropa dan DFB Pokal.

Saat ini Muenchen akan memainkan pertandingan leg kedua babak 16 besar menghadapi Chelsea. Muenchen sendiri sudah hampir lolos ke babak perempat final lantaran di leg pertama sukses membungkam The Blues tiga gol tanpa balas.

Sementara itu di kancah DFB Pokal, FC Hollywood sudah berada di partai puncak. Mereka akan berebut gelar dengan Bayer Leverkusen.

Pelatih Muenchen, Hans Flick mengatakan timnya kini sudah mengunci target pertama yakni trofi Bundesliga Jerman.

“Kami sekarang telah mengambil langkah pertama dan mencapai tujuan besar pertama kami dengan memenangkan gelar ini,” bebernya.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu mengatakan Muenchen kini melanjutkan perburuan pada target berikutnya yakni DFB Pokal. Tidak hanya itu masih ada Liga Champions Eropa. Flick mengatakan tidak mudah untuk meraih trofi Liga Champions pasalnya mereka harus menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar.

“Kami masih memiliki DFB-Pokal sebagai tujuan kami berikutnya. Tentu saja, juga masih ada Liga Champions. Jelas itu bukan target kami. Itu cukup sulit untuk kami raih dan pertama kami harus menghadapi Chelsea dulu,” sambungnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya akan melihat sejauh mana peluang untuk meraih dua gelar tersebut. Ia mengatakan tidak mudah untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya. Syaratnya mereka harus tampil fit.

“Lalu kita akan lihat apa yang akan terjadi. Ini jadi hal sulit dan kita harus terus fit untuk melakukannya,” pungkasnya.

Terkait persaingan di Bundesliga Jerman sempat berlangsung ketat. Muenchen dan Dortmund sempat bertemu dalam duel bertajuk Der Klassiker. Saat itu pelatih Muenchen, Hans Flick menilai laga ini bukan penentu gelar juara. Apapun hasil dari pertandingan ini tidak akan berpengaruh pada penentuan gelar juara.

“Apapun hasilnya, tidak ada yang ditentukan di pertandingan ini,” beber Flick.

Sementara itu kubu Dortmund menilai laga ini akan berlangsung ketat. Pihaknya harus menurunkan formasi terbaik. Beberapa pemain yang diragukan tampil seperti Jadon Sancho, Mats Hummels, dan Axel Witsel berpeluang ambil bagian.

Dortmund Kontra Hertha Berlin, Uji Kekuatan Dua Tim Papan Atas

Borussia Dortmund akan menjalani laga berat menghadapi Hertha Berlin di pekan ke-30 Bundesliga Jerman. Pertandingan ini akan digelar di kandang Dortmund di Stadion Signal Iduna Park pada Sabtu, 6 Juni 2020 malam WIB.

Saat ini Dortmund sedang membutuhkan poin untuk menjaga persaingan dengan Muenchen menuju tangga juara. Dortmund berada di urutan kedua dengan raihan total 60 poin dan berjarak tujuh angka dari sang rival.

Jelas tidak mudah bagi Die Borussien untuk menikung Muenchen. Tim tersebut sedang on fire dan susah untuk dikalahkan. Di sisi lain Dortmund akan menghadapi tim-tim kuat di sisa musim ini, salah satunya adalah Hertha Berlin pada akhir pekan ini.

Seperti Dortmund, Hertha pun sedang dalam performa terbaik. Di tangan pelatih Bruno Labbadia, penampilan tim tersebut terus meningkat. Sebelumnya tim tersebut sukses mencuri satu poin di markas tim kuat, RB Leipzig.

Labbadia mengatakan pertemuan ini tidak akan mudah. Dortmund adalah tim kuat. Selain memiliki skuad yang mumpuni, tim tersebut pun memiliki sosok pelatih hebat.

“Kami tahu bahwa lawan kami sangat berkualitas dengan para pemain yang luar biasa. Lucien Favre melakukan pekerjaan yang luar biasa di sana. Tapi, kami punya keinginan kuat untuk meneruskan tren positif kami,” beber Labbadia.

Sementara itu kubu Dortmund sepertinya mulai terlihat menyerah untuk bersaing dengan Muenchen. Setelah kekalahan dari Muenchen dalam Der Klassiker pada akhir bulan lalu, tim tersebut semakin tertinggal.

Sebagaimana dikatakan Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc, pihaknya kini lebih realistis. Sulit untuk mengharapkan Muenchen tergelincir di sisa musim ini. Ia menilai gelar musim ini sudah ditentukan dalam duel klasik beberapa pekan lalu.

“Dari sudut pandang kami, musim ini rasanya sudah ditentukan posisinya. Kami saat ini berada di urutan kedua dan ingin mengamankan posisi ini sampai akhir musim nanti,” beber Zorc.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

Borussia Dortmund 2-0 Hertha Berlin (Bundesliga, 26/08/17).

Hertha Berlin 1-1 Borussia Dortmund (Bundesliga, 19/01/18).

Borussia Dortmund 2-2 Hertha Berlin (Bundesliga, 27/10/18).

Hertha Berlin 2-3 Borussia Dortmund (Bundesliga, 16/03/19).

Hertha Berlin 1-2 Borussia Dortmund (Bundesliga, 30/11/19).

5 Pertandingan Terakhir Borussia Dortmund:

Paris Saint-Germain 2-0 Borussia Dortmund (Liga Champions, 11/03/20).

Borussia Dortmund 4-0 Schalke 04 (Bundesliga, 16/05/20).

Wolfsburg 0-2 Borussia Dortmund (Bundesliga, 23/05/20).

Borussia Dortmund 0-1 Bayern Munchen (Bundesliga, 26/05/20).

Paderborn 1-6 Borussia Dortmund (Bundesliga, 31/05/20).

5 Pertandingan Terakhir Hertha Berlin:

Hertha Berlin 2-2 Werder Bremen (Bundesliga, 07/03/20).

Hoffenheim 0-3 Hertha Berlin (Bundesliga, 16/05/20).

Hertha Berlin 4-0 Union Berlin (Bundesliga, 22/05/20).

RB Leipzig 2-2 Hertha Berlin (Bundesliga, 27/05/20).

Hertha Berlin 2-0 Augsburg (Bundesliga, 30/05/20).

Perkiraan starting line up Borussia Dortmund versus Hertha Berlin:

Borussia Dortmund: Roman Burki; Lukasz Piszczek, Emre Can, Manuel Akanji; Achraf Hakimi, Raphael Guerreiro, Thomas Delaney, Axel Witsel; Julian Brandt, Jadon Sancho; Thorgan Hazard

Pelatih: Lucien Favre

Hertha Berlin: Rune Jarstein; Peter Pekarik, Jordan Torunarigha, Dedryck Boyata, Maximilian Mittelstadt; Per Skjelbred; Marko Grujic, Vladimir Darida, Dodi Lukebakio, Javairo Dilrosun; Vedad Ibisevic

Pelatih: Bruno Labbadia

Liga Jerman Tanpa Penonton, Enrique: Itu Jelek Sekali

Saat ini Bundesliga Jerman menjadi satu-satnya kompetisi di Eropa yang sudah kembali menggulirkan kompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun situasi tidak seperti biasanya.

Bundesliga berlangsung tanpa kehadiran penonton. Laga-laga digelar secara tertutup. Ternyata situasi ini mendapatkan banyak komentar. Salah satunya datang dari mantan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique.

Menurut pria asal Spanyol itu situasi tersebut sungguh tidak ideal. Bahkan ia mengatakan hal seperti itu terlihat sangat buruk. Ia mengatakan hal ini berangkat dari kenyataan bahwa pertandingan sepak bola selalu penuh warna dan situasi serta atmosfer di luar lapangan yang begitu luar biasa.

“Sepakbola seperti itu jelek sekali,” beber Enrique.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya sempat menonton Bundesliga yang digelar secara tertutup. Menurutnya laga yang berlangsung secara tertutup itu kehilangan banyak momen menarik.

“Saya menonton Liga Jerman dan itu menyedihkan. Kamu bisa mendengar hinaan-hinaan dalam lapangan dan kamu kehilangan keintiman dengan momen-momen luar biasa.”

Sosok yang pernah menangani Barcelona ini pun menganalogikan situasi tersebut dengan aktivitas berdansa. Alih-alih berdansa dengan pasangan, menurutnya dalam situasi seperti ini jauh lebih buruk dan menyedihkan ketimbang seorang pria yang berdansa dengan saudari perempuannya.

“Situasinya lebih menyedihkan dibandingkan berdansa dengan saudara perempuanmu,” tegasnya.

Namun demikian Enrique mengatakan situasi seperti ini tidak bisa dipaksakan untuk menghadirkan para penonton ke lapangan pertandingan. Menurutnya ini merupakan pilihan terbaik di tengah situasi yang belum benar-benar kondusif.

Meski digelar secara tertutup, laga-laga tersebut tetap memiliki makna dan arti tersendiri. Salah satunya memberikan hiburan kepada masyarakat yang sedang diliputi kecemasan dan ketakutan.

“Ini adalah bisnis global yang menghasilkan banyak uang. Sekalipun kondisinya berbeda dibandingkan saat ada penonton, hal ini bisa membantu kita semua menghabiskan waktu di masa karantina ini dan melalui momen-momen sulit ini,” tegasnya.

Berbeda dengan Bundesliga Jerman, sejumlah kompetisi di benua Eropa masih menunggu jadwal terbaru. Liga Primer Inggris dan Serie A Italia diperkirakan akan segera bergulir, paling lambat pada bulan Juni.

Saat ini tim-tim peserta sudah mulai berlatih, tidak hanya secara individu tetapi berkelompok. Namun demikian ada aturan dan protokol yang harus ditaati secara ketat. Meski digelar secara berkelompok jumlah pemain yang berada dalam suatu lapangan tetap dibatasi jumlahnya.

Meski begitu tidak semua pemain antusias dengan kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi. Pemain depan Manchester City, Sergio Aguero dan Raheem Sterling, adalah beberapa dari antara pemain yang masih mencemaskan situasi yang ada saat ini.

Meski Ada Pemain Positif Corona, Bundesliga Tetap Jalan

Saat ini tim-tim Bundesliga sedang mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi setelah sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Situasi memang belum benar-benar aman dan kondusif. Bahkan masih ada pemain yang terjangkit Corona.

Meski begitu, jadwal kelanjutan Bundesliga sudah dikeluarkan. Dan sepertinya tidak ada jalan untuk kembali ke belakangan. Sebagaimana dikatakan pihak Borussia Dortmund, bila ada yang yang positif Corona bukanlah alasan untuk memberhentikan kompetisi.

“Satu tes positif Corona bukanlah malapetaka, asalkan kami punya aturan dan rekomendasi bagaimana menangani hal tersebut,” beber Carsten Cramer.

Lebih lanjut sosok yang merupakan Managing Director Borussia Dortmund itu mengatakan saat ini pihaknya tengah menyambut positif kembali bergulirnya Bundesliga. Menurutnya bila sampai kompetisi tetap ditangguhkan maka pihaknya dan semua peserta Bundesliga akan menghadapi masalah finansial.

“Kami lega Bundesliga bisa dimulai lagi, karena kalau tidak, bukan hanya Dortmund yang akan terkena masalah (finansial), tapi keseluruhan Bundesliga juga.”

Meski kompetisi akan bergulir lagi, situasi tak sama seperti sebelumnya. Salah satu perbedaan yang terlihat jelas adalah suasana di sekitar lapangan pertandingan. Tidak ada pertandingan yang digelar secara terbuka alias dihadiri penonton.

Pertandingan tanpa penonton memang bukan sesuatu yang ideal. Namun bos Dortmund itu mengatakan dalam situasi seperti saat ini hal seperti itu merupakan pilihan terbaik. Lebih baik bermain tertutup ketimbang tidak bertanding sama sekali.

“Kami tak pernah suka bertanding tanpa penonton, tapi di masa krisis seperti ini dan tak ada alternatif lain, maka main di stadion kosong lebih baik daripada tak bermain sama sekali,” tegasnya.

Di laga pertama pasca jeda beberapa bulan, Dortmund akan langsung menghadapi laga sulit. Akhir pekan nanti mereka akan menghadapi Schalke 04. Pertandingan menghadapi musuh bebuyutan ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Signal Iduna Park.

Cramer mengatakan pertandingan ini tidak akan mendatangkan masalah bagi mereka. Pihak keamanan dan petugas kepolisian akan dikerahkan untuk memastikan tidak ada penonton yang menyusup masuk.

Selain itu saat ini pemerintah Jerman masih melarang warganya untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas berkumpul dengan lebih dari tiga orang.

“Saya tak yakin seratus persen, tapi harusnya ini bukan masalah. Akan ada petugas keamanan dan polisi di sekitar stadion. Lagipula di Jerman masih belum diperbolehkan pergi keluar dan berkumpul lebih dari tiga orang,” pungkas Cramer.