Jelang Final Coppa Italia, Ini Yang Diwaspadai Juventus dari Napoli

Duel menarik akan tersaji di final Coppa Italia musim ini yang mempertemukan Juventus kontra Napoli. Pertemuan antara kedua tim akan tersaji pada Kamis, 18 Juni 2020 dini hari WIB. Duel kedua tim tentu layak ditonton.

Kubu Juventus tentu tidak bisa meremehkan Napoli yang sukses menyingkirkan Inter Milan di babak semi final. Meski Inter mampu menguasai pertandingan, Napoli tetap mampu mencuri kemenangan. Di tambah lagi saat itu Napoli menerapkan strategi bertahan yang efektif.

Hal ini membuat pelatih Juventus, Maurizio Sarri waspada. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan laga nanti tentu akan berbeda dengan sebelumnya karena perubahan kondisi fisik para pemain.

“Terkait intensitas pertandingan, saya pikir tak akan ada perubahan kondisi fisik dalam rentang 5 hari,” beber Sarri.

Lebih lanjut Sarri mengatakan saat ini timnya sedang berada dalam situasi yang tidak biasa. Ia memprediksi laga final nanti akan berlangsung ketat. Bukan soal fisik yang utama tetapi juga mental dan taktik.

“Kami sedang berada di momen yang tak biasa. Laga nanti akan berjalan sulit, begitu juga soal mental dan urusan taktik.”

Sarri sudah menyaksikan pertandingan Napoli kontra Inter Milan. Ia melihat bagaimana Partenopei membiarkan lawan menekan dan mereka lebih memilih untuk menunggu di lini pertahanan.

“Semua itu bagian dari periode yang tak normal ini. Saya menonton pertandingan Napoli, mereka membiarkan lawan menekan dan memilih menunggu di belakang.”

Sarri sendiri tak bisa memastikan apakah hal tersebut merupakan taktik Napoli atau karena terkendala fisik para pemain. Hanya saja Napoli sukses menunjukkan diri dengan baik. Hal ini membuat pertandingan final nanti tidak akan berjalan mudah.

“Saya tak tahu apakah itu pilihan taktik mereka atau memang ada problem fisik. Napoli mampu mengekspresikan diri mereka dengan baik. Laga nanti tak akan mudah,” pungkas Sarri.

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte sangat menyesali kegagalan timnya di laga semi final. Ia mengatakan hal yang terjadi ini tidak sesuai dengan harapan. Hanya saja ia mengatakan timnya sudah berjuang maksimal termasuk mengaplikasikan hal-hal yang dipersiapkan selama latihan.

“Kami telah melakukan apa yang sudah kami latih saat sesi latihan, hasil yang mengecewakan bagi para pemain untuk tidak dapat lolos ke babak final,” beber Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan timnya seharusnya pantas meraih kemenangan ini. Selain memiliki peluang lebih banyak, mereka juga mampu menguasai jalannya pertandingan. Hanya saja Napili tampil solid di laga ini terutama dalam bertahan.

Juventus Kontra Napoli di Final Coppa Italia: Momen Reuni Maurizio Sarri

Para penggemar sepak bola Italia tentu akan disuguhkan oleh tontonan menarik dari arena Coppa Italia. Dua tim terbaik di ajang itu musim ini akan saling berhadapan di partai final. Juventus dan Napoli akan saling berhadapan untuk memperebutkan trofi tersebut. Pertandingan final ini akan digelar di Stadion Olimpico, Roma pada Kamis, 18 Juni 2020.

Selain itu pertandingan ini juga menjadi ajang reuni bagi pelatih Juventus, Maurizio Sarri dan Napoli. Sebelum hijrah ke Chelsea, lantas bergabung dengan Juventus, Sarri tercatat sebagai pelatih Napoli.

Namun demikian di mata para pendukung Napoli, Sarri tetap mendapat tempat alih-alih disebut sebagai pengkhianat. Sebagaimana dikatakan mantan pemain Juventus, Marco Borriello, label pengkhianat tidak pantas disematkan kepada Sarri.

“Saya orang terakhir yang berbicara mengenai ini mengingat jumlah tim yang telah saya bela. Orang sering berbicara tentang pengkhianat, alih-alih itu hanya ambisi,” beber Borriello.

Lebih lanjut ia mengatakan Napoli adalah masa lalu Sarri. Kini ia tercatat sebagai pelatih Juventus sehingga lebih pas untuk melihat saat ini ketimbang masa lalu.

“Siklus Sarri di Napoli telah berakhir. Jujur saja, siapa yang akan menolak panggilan dari Juventus?” sambungnya.

Di laga ini Juventus tentu harus mewaspadai kekuatan Napoli. Napoli berhasil menyingkirkan Inter Milan di babak semi final. Pelatih Napoli, Gennaro Gattuso pun enggen jemawa.

“Kami menghadapi tim Juventus yang terbiasa menang, punya mental juara yang hebat, sehingga kami perlu bertarung habis-habisan. Kami tahu bahwa butuh performa luar biasa untuk membawa pulang trofi,” beber pelatih yang karib disapa Rino itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

01-09-2019 Juventus 4-3 Napoli (Serie A)

04-03-2019 Napoli 1-2 Juventus (Serie A)

29-09-2018 Juventus 3-1 Napoli (Serie A)

23-04-2018 Juventus 0-1 Napoli (Serie A).

5 Laga Terakhir Napoli:

17-02-2020 Cagliari 0-1 Napoli (Serie A)

22-02-2020 Brescia 1-2 Napoli (Serie A)

26-02-2020 Napoli 1-1 Barcelona (UCL)

01-03-2020 Napoli 2-1 Torino (Serie A)

14-06-2020 Napoli 1-1 Inter (Coppa Italia).

5 Laga Terakhir Juventus:

16-02-2020 Juventus 2-0 Brescia (Serie A)

23-02-2020 SPAL 1-2 Juventus (Serie A)

27-02-2020 Lyon 1-0 Juventus (UCL)

09-03-2020 Juventus 2-0 Inter (Serie A)

13-06-2020 Juventus 0-0 Milan (Coppa Italia).

Perkiraan starting line-up Juventus versus Napoli:

Napoli (4-3-3): Alex Meret; Giovanni Di Lorenzo, Kalidou Koulibaly, Nikola Maksimovic, Faouzi Ghoulam; Fabian Ruiz, Diego Demme, Piotr Zielinski; Jose Callejon, Dries Mertens, Lorenzo Insigne.

Pelatih: Gennaro Gattuso.

Juventus (4-3-3): Gianluigi Buffon; Juan Cuadrado, Matthijs de Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Sami Khedira, Rodrigo Bentancur, Blaise Matuidi; Douglas Costa, Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Diminati Juventus, Begini Respon Jorginho

Penampilan Jorginho bersama Chelsea terbilang cemerlang. Sejak berlabuh di Stamford Bridge, pemain kelahiran Brasil itu selalu menjadi pilihan utama dalam starting line-up the Blues. Tak heran sepak terjang Jorginho membuat klub-klub top Eropa kepincut.

Salah satunya adalah Juventus. Raksasa Serie A itu dikabarkan tertarik untuk menggunakan jasa Jorginho. Namun tidak mudah bagi Juventus untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 28 tahun itu. Pasalnya Jorginho masih merasa senang di Londong.

Selain itu Jorginho memang telah mendengar rumor ketertarikan Juventus padanya. Namun hingga kini belum ada pembicaraan resmi yang terjalin di antara mereka. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh agan Jorginho, Joao Santos.

“Saya sudah baca berita soal rumor itu, tapi saya sendiri belum pernah dikontak oleh Juventus. Baik Sarri ataupun Fabio Paratici (Direktur Olahraga Juventus) belum ada yang menanyakan informasi mengenai Jorginho kepada saya,” beber Joao Santos.

Lebih lanjut Joao mengatakan Jorginho sangat bahagia bermain untuk Chelsea. Hal ini ditunjukkan dengan performa gemilangnya bersama klub tersebut.

“Sampai hari ini, saya tak tahu apa-apa soal situasi ini. Jorginho sangat bahagia di London, dia membuktikan kemampuan terbaiknya di sana dan kontraknya masih tersisa tiga tahun,” sambungnya.

Tidak hanya itu Santos mengatakan pihaknya bahkan akan membicarakan terkait perpanjangan kontrak Jorginho. Rencananya pihak Jorginho dan manajemen klub akan duduk bersama pada bulan Juli nanti untuk membicarakan perpanjangan kontrak.

“Bahkan Juli nanti ada kemungkinan kami akan bicara soal perpanjangan kontraknya dengan Cheslea. Saya tak tahu apa strategi transfer Juve, tapi seperti itulah rencana masa depan Jorginho saat ini,” tegasnya.

Jorginho tidak hanya menjadi pilihan utama Maurizio Sarri, tetapi juga di era kepelatihan Frank Lampard saat ini. Bahkan Lampard sudah jatuh hati dengan penampilan pemain tersebut saat menjalani pramusim pada musim lalu.

“Dia (Jorginho) merupakan seorang pemimpin dengan kepribadiannya. Untuk alasan apa pun, orang-orang membuat penilaian tentangnya atas performanya musim lalu,” beber Lampard.

Lebih lanjut saat ini Lampard mengatakan dirinya masih harus terus memantau perkembangan Jorginho. Hanya saja soal kepemimpinannya baik di ruang ganti dan lapangan pertandingan sudah membuat Lampard terkesan.

“Akan tetapi saya hanya bisa menilai apa yang saya lihat di depan saya dan sejak pramusim dia menjadi salah satu pemimpin di ruang ganti dan di lapangan. Dia ingin menang dan menunjukkan bahwa semua yang kami lakukan punya arti penting,” lanjutnya.

Aturan 5 Pergantian Pemain di Serie A Untungkan Juventus

Demikian anggapan yang keluar dari mantan pemain Inter Milan, Giuseppe Bergomi. Menurutnya aturan lima pergantian pemain di kompetisi Serie A hanya menguntungkan tim dengan materi pemain memadai. Salah satunya adalah Juventus.

Bukan rahasia lagi Juventus memiliki segudang pemain berkualitas. Dengan lima kemungkinan pergantian pemain maka Juventus bisa lebih mengoptimalkan sumber daya pemain yang dimiliki.

Menurut Bergomi hal ini bisa mempengaruhi persaingan di antara kontestan Serie A terutama dengan Lazio. Sebelum kompetisi Serie A terhenti, kedua tim terus bersaing untuk menduduki puncak klasemen sementara. Saat ini Juventus dan Lazio hanya berjarak satu angka. Juventus berada di urutan teratas, ditempel ketat Lazio dengan raihan total 62 poin dari 26 pertandingan yang telah dijalani.

“Lazio menjalani musim ini dengan hebat. Ini karena (pelatih Simone) Inzaghi berhasil mengembalikan permainan tim dengan tiga perubahan. (Felipe) Caicedo dan dua sayap mereka adalah perubahan jitu yang membuahkan hasil,” beber Bergomi.

Lebih lanjut legenda Internazionale Milan itu menyebut AS Roma sebagai tim lain yang diuntungkan dengan penerapan aturan tersebut. Seperti Juventus, menurut Bergomi, Serigala Roma juga memiliki banyak pemain yang bisa dimainkan.

“Dengan aturan lima pergantian, saya merasa ini adalah hukuman bagi mereka. Tim-tim yang mendapat keuntungan besar dari aturan ini adalah Juventus dan AS Roma. Mereka punya banyak pemain yang bisa dimainkan,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Serie A masih terhenti karena pandemi Corona atau Covid-19. Italia bahkan menjadi salah satu negera terparah dengan korban jiwa tak sedikit.  Tak heran pemerintah setempat sangat ketat memberlakukan protokol terkait pencegahan penyebaran wabah tersebut.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora berharap kompetisi sepak bola di negara tersebut bisa segera bergulir. Namun demikian sang menteri mengatakan hal ini ditentukan oleh perkembangan status kesehatan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk memahami evolusi situasi perawatan kesehatan, dan bagaimana, jika, dan kapan kami bisa kembali bermain olahraga di semua level,” beber Spadafor.

Lebih lanjut sang menteri mengatakan ia berharap latihan para pemain Serie A bisa terjadi tak lama setelah masa karantina berakhir. Ia mengharapkan jadwal tersebut tidak berubah dan tetap menjadi patokan bagi para pemain untuk mulai bersiap menjalani latihan, termasuk bila itu hanya terjadi secara tertutup.

“Kami berharap mengonfirmasi tanggal 4 Mei untuk kembali ke pelatihan sesegera mungkin,” sambungnya.

 

Bekuk Inter Milan, Juventus Kudeta Lazio di Puncak Serie A

Juventus berhasil memetik kemenangan di laga tunda pekan ke-26 Serie A Italia. Pertandingan ini digelar di Stadion Allianz Arena yang menjadi kandang sendiri saat menjamu Inter Milan pada Minggu, 8 Maret 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Di laga ini Juventus menang dua gol tanpa balas. Sepasang gol Nyonya Tua dicetak oleh Aaron Ramsey di menit ke-55 dan Paolo Dybala di menit ke-67.

Tambahan tiga poin sangat penting bagi Nyonya Tua. Tim tersebut kini mengemas total 63 poin dari 26 pertandingan dan sukses menggusur Lazio di puncak klasemen sementara. Juventus kini unggul satu angka dari Bianconeri.

Sementara itu kegagalan ini membuat Inter Milan tak beranjak dari urutan ketiga. Internazionale Milan mengemas total 54 poin dari 26 pertandingan yang sudah dijalani.

Bermain di kandang sendiri membuat Juventus sangat percaya diri. Tuan rumah pun mampu menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen. Situasi ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah untuk mencetak sepasang gol untuk memastikan kemenangan.

Usai pertandingan pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengakui kualitas Juventus. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan kualitas Juventus berada di atas tim-tim lain di Italia.

“Kami berbicara tentang tim Juventus yang semakin kuat setiap tahun selama delapan musim, menambah pemain-pemain berkualitas dengan banyak pengalaman dan trofi,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan performa timnya masih terus dibenahi sejak kedatangannya. Hal ini membuat mereka tak bisa dibandingkan dengan Juventus.

“Proyek kami ini baru berjalan tujuh bulan lalu dan kami mencoba melakukan yang terbaik di dalam skuat, tetapi itu tak bisa dibandingkan dengan tim yang sudah mendominasi sepakbola Italia selama delapan tahun. Kami di sini bermain dan mencari tujuan yang lebih tinggi ketimbang musim lalu,” sambungnya.

“Kami harus membangun proyek ini, bata demi bata, tahun demi tahun, untuk bisa mencapai level pengalaman, kualitas, dan karakter seperti Juventus. Saya merasa semua tim yang lain sangat jauh dengan Juventus saat ini,” tegas Conte.

Susunan pemain Juventus versus Inter Milan:

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny (GK); 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs de Ligt, 12-Alex Sandro (2-Mattia De Sciglio); 8-Aaron Ramsey, 30-Rodrigo Bentancur, 14-Blaise Matuidi; 11-Douglas Costa (10-Paulo Dybala), 21-Gonzalo Higuain (33-Federico Bernardeschi), 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic (GK); 37-Milan Skriniar, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 87-Antonio Candreva (5-Roberto Gagliardini), 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella (24-Christian Eriksen), 15-Ashley Young; 9-Romelu Lukaku (7-Alexis Sanchez), 10-Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte.

Jadwal Pertandingan Awal Pekan, Big Match di Seri A

Salah satu pertandingan menarik akan tersaji di pentas Serie A Italia pada awal pekan ini. Tepatnya pada Senin, 9 Maret 2020. Duel dua tim papan atas, Juventus dan Inter Milan akan tersaji di Stadion Allianz Arena yang merupakan kandang tim yang disebutkan pertama.

Pertandingan ini layak ditonton. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, terutama di posisi teratas. Saat ini Juventus berada di urutan teratas. Kedua tim masih berpeluang untuk bersaing menjadi juara di akhir musim.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menegaskan penting dan bergengsinya lagai ini. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, laga ini disebut sebagai laga paling bergengsi di Serie A.

“Ini akan menjadi laga indah. Jelas Juve-Inter adalah laga paling bergengsi di Serie A; dilihat dari sejarah, dan tahun ini peringkat di klasemen,” beber Sarri.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengakui pertandingan ini tidak akan mudah bagi mereka. Ia menyebut Inter sebagai tim yang kuat dan gaya bermain mereka cukup merepotkan.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dari segi taktikal. Gaya bermain mereka dapat menyulitkan kami. Persiapan matang dibutuhkan. Tetapi tentu saja, ini juga akan menjadi laga yang sulit bagi mereka,” sambungnya.

Hal senada diakui oleh pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Conte yang juga pernah menangani Chelsea mengakui duel ini akan menjadi duel yang seru.

Pertandingan lainnya akan mempertemukan Udinese kontra Fiorentina. Udinese akan menjadi tuan rumah.

Dari pentas La Liga Spanyol, Real Madrid akan melakoni laga tandang. Los Blancos akan melawat ke markas Real Betis. Laga lainnya akan mempertemukan Villarreal kontra Leganes.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 9 Maret 2020:

SENLA LIGA

00:30 WIB – Villarreal vs Leganes – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Udinese vs Fiorentina – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs Inter Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Mainz vs Dusseldorf – Fox Sports (Live)

MAJOR LEAGUE SOCCER

06:00 WIB – Portland Timbers vs Nashville SC – beIN Sports 2 (Live)
09:30 WIB – Los Angeles FC vs Philadelphia Union – beIN Sports 1 (Live)

SHOPEE LIGA 1

18:30 WIB – Madura United vs Persiraja Banda Aceh – O Channel (Live)

 

 

Juventus Vs Inter Milan, Perebutan Takhta Serie A

Duel menarik di pentas Serie A Italia akan tersaji di laga tunda pekan ke-26 pada Senin, 9 Maret 2020. Dua tim papan atas yakni Juventus dan Inter Milan akan saling berhadapan di kandang Juventus di Stadion Allianz.

Pertandingan ini layak ditonton. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, terutama di posisi teratas. Saat ini Juventus berada di urutan teratas. Kedua tim masih berpeluang untuk bersaing menjadi juara di akhir musim.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menegaskan penting dan bergengsinya lagai ini. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, laga ini disebut sebagai laga paling bergengsi di Serie A.

“Ini akan menjadi laga indah. Jelas Juve-Inter adalah laga paling bergengsi di Serie A; dilihat dari sejarah, dan tahun ini peringkat di klasemen,” beber Sarri.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengakui pertandingan ini tidak akan mudah bagi mereka. Ia menyebut Inter sebagai tim yang kuat dan gaya bermain mereka cukup merepotkan.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dari segi taktikal. Gaya bermain mereka dapat menyulitkan kami. Persiapan matang dibutuhkan. Tetapi tentu saja, ini juga akan menjadi laga yang sulit bagi mereka,” sambungnya.

Hal senada diakui oleh pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Conte yang juga pernah menangani Chelsea mengakui duel ini akan menjadi duel yang seru.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

07-10-2019 Inter 1-2 Juventus (Serie A)

28-04-2019 Inter 1-1 Juventus (Serie A)

08-12-2018 Juventus 1-0 Inter (Serie A)

29-04-2018 Inter 2-3 Juventus (Serie A)

10-12-2017 Juventus 0-0 Inter (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

14-02-2020 Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia)

16-02-2020 Juventus 2-0 Brescia (Serie A)

23-02-2020 SPAL 1-2 Juventus (Serie A)

27-02-2020 Lyon 1-0 Juventus (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Inter Milan:

10-02-2020 Inter 4-2 Milan (Serie A)

13-02-2020 Inter 0-1 Napoli (Coppa Italia)

17-02-2020 Lazio 2-1 Inter (Serie A)

21-02-2020 Ludogorets 0-2 Inter (UEL)

28-02-2020 Inter 2-1 Ludogorets (UEL).

Perkiraan starting line-up Juventus versus Inter Milan:

Juventus (4-3-3): Wojciech Szczesny; Danilo, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Stefan De Vrij, Milan Skriniar; Antonio Candreva, Matias Vecino, Marcelo Brozovic, Nicolo Barella, Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte

Juventus Jamu Brescia di Pekan ke-24 Serie A

Juventus akan melakoni laga kandang di pekan ke-24 Serie A Italia pada Minggu, 16 Februari 2020 malam WIB. Di laga ini Nyonya Tua akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Brescia di Stadion Allianz.

Pertandingan ini sangat penting bagi Juventus. Pasalnya mereka butuh tiga angka untuk kembali ke puncak klasemen sementara. Saat ini Juventus hanya berjarak satu angka dari Internazionale Milan.

Tidak hanya menang demi posisi puncak, tetapi juga agar bisa terhindar dari kejaran tim peringkat tiga, Lazio. Lazio hanya berselisih satu poin dari Nyonya Tua. Bila Juventus gagal menang di laga ini, tim tersebut tidak hanya kehilangan kesempatan ke puncak klasemen tetapi juga terancam tergusur ke posisi ketiga.

Meski begitu para pemain Juventus tetap optimistis dengan performa timnya. Sebagaimana dikatakan Rodrigo Bentacur, timnya akan kembali ke jalur kemenangan.

“Tim berada dalam bentuk bagus, seperti yang kalian lihat, faktanya kami berada di perburuan juara Serie A, mencapai 16 besar Liga Champiosn dan semifinal Coppa Italia,” beber Bentacur.

Lebih lanjut pemain asal Uruguay itu mengatakan saat ini timnya hanya perlu untuk mengembangkan performa agar bisa meraih kemenangan demi kemenangan.

“Kami hanya harus lebih mengembangkan performa kami, tetapi kami berada di jalur yang benar. Kami sedang bekerja untuk menjadi lebih kuat,” sambungnya.

Untuk meraih kemenangan di laga ini, pelatih Juventus, Mario Sarri harus menerapkan strategi yang tepat termasuk untuk menambah kekuatan di tengah absennya sejumlah pemain pilar seperti Sami Khedira, Giorgio Chiellini, hingga Douglas Costa.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

25-09-2019 Brescia 1-2 Juventus (Serie A)

20-03-2011 Juventus 2-1 Brescia (Serie A)

11-11-2010 Brescia 1-1 Juventus (Serie A)

10-03-2007 Brescia 3-1 Juventus (Serie B)

01-11-2006 Juventus 2-0 Brescia (Serie B).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

02-02-2020 Juventus 3-0 Fiorentina (Serie A)

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

14-02-2020 Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia).

5 Pertandingan Terakhir Brescia:

12-01-2020 Sampdoria 5-1 Brescia (Serie A)

19-01-2020 Brescia 2-2 Cagliari (Serie A)

25-01-2020 Brescia 0-1 Milan (Serie A)

01-02-2020 Bologna 2-1 Brescia (Serie A)

09-02-2020 Brescia 1-1 Udinese (Serie A).

Perkiraan starting line up Juventus versus Brescia:

Juventus (4-3-1-2): Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Adrien Rabiot; Aaron Ramsey; Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Brescia (4-4-2): Jesse Jorenen; Stefano Sabelli, Andrea Cistana, Jhon Chancellor, Ales Mateju; Dimitri Bisoli, Daniele Dessenea, Sandro Tonali, Nikolas Spalek; Ernesto Torregrossa, Mario Balotelli.

Pelatih: Eugenio Corini.

Jadwal Pertandingan Jumat, 14 Februari: Duel Milan Vs Juventus di Coppa Italia

Juventus dan AC Milan akan berduel di leg pertama babak semi final Coppa Italia pada Jumat, 14 Februari 2020 dini hari WIB. Laga pertama ini akan digelar di kandang Milan di Stadion San Siro.

Di laga ini Milan tentu akan berusaha belajar dari kesalahan terutama saat menghadapi Inter Milan dalam derbi beberapa waktu lalu. Saat itu Milan sempat memimpin dua gol, namun pada akhirnya harus menderita kekalahan. Milan sempat unggul dua gol di babak pertama namun situasi berbalik di babak kedua setelah Inter berhasil mencetak empat gol untuk mengunci kemenangan dengan skor 4-2.

Penggawa anyar Milan, Zlatan Ibrahimovic menegaskan, timnya harus belajar dari pertandingan tersebut bila tidak ingin meraih hasil minor kontra Juventus. Ia meminta rekan-rekannya untuk segera bangkit melupakan kekalahan tersebut dan belajar dari kesalahan di laga itu agar tampil lebih baik kontra Juventus.

“Kami harus segera bangkit secepat mungkin (usai kalah dari Inter). Ambil hal-hal positif yang terjadi di sepanjang babak pertama. Menganalisa apa yang telah menjadi kesalahan kami di babak kedua,” beber Ibrahimovic.

Lebih lanjut mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) itu menegaskan timnya harus menghindari kesalahan. Ia mengharapkan mereka bisa tampil lebih baik di hadapan para pendukungnya sendiri.

“Kami harus menghindari kesalahan yang sama saat bertandingan pada Kamis (waktu Italia) nanti. Kami sangat beruntung karena laga selanjutnya cukup dekat. Jadi, kami bisa memiliki kesempata untuk melakukan yang terbaik ketimbang hari itu,” tegasnya.

Di pertandingan lainnya dari pentas Piala Liga Prancis akan berlangsung pertandingan antara Epinal kontra Saint-Etienne.

Dari dalam negeri perhelatan Piala Gubernur Jawa Timur 2020 masih berlanjut. Pada Jumat, 14 Februari 2020 akan berlangsung beberapa pertandinga di antaranya pertarungan antara Madura United kontra Persebaya Surabaya. Pertandingan lainnya akan mempertemukan Persik Kediri menghadpai Bhayangkara FC.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Jumat, 14 Februari 2020:

COPPA ITALIA

02:45 WIB – AC Milan vs Juventus – TVRI (Live)

COUPE DE FRANCE

02:55 WIB – Epinal vs Saint-Etienne – beIN Sports 2 (Live)

A-LEAGUE

15:30 WIB – Adelaide United vs Central Coast Mariners – beIN Sports 2 (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – Odisha vs NorthEast United – Fox Sports 3 (Live)

PIALA GUBERNUR JATIM

15:00 WIB – Madura United vs Persebaya Surabaya – MNC TV (Live)
18:30 WIB – Persik Kediri vs Bhayangkara FC – MNC TV (Live)

 

 

AC Milan Kontra Juventus di Empat Besar Coppa Italia

AC Milan dan Juventus mulai berhadapan di babak semi final Coppa Italia. Pertandingan leg pertama akan digelar di Stadion San Siro, kandang Milan, pada Jumat, 14 Februari 2020 dini hari WIB.

Kedua tim tentu sama-sama berambisi untuk memetik kemenangan di pertandingan pertama ini demi membuka jalan ke partai final. Milan tentu harus lebih percaya diri mengingat Juventus merupakan penghuni papan atas Serie A. sementara itu Milan masih berada di papan tengah.

Selain itu Milan memiliki modal buruk jelang pertandingan ini. Pasalnya, Rossoneri baru saja menelan kekalahan dalam derbi Milan menghadapi Inter Milan. Sempat memimpin dua gol di babak pertama, performa Milan menurun di babak kedua sehingga rival sekotanya itu berhasil mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul dengan skor akhir 2-4.

Kehadiran Zlatan Ibrahimovic diharapkan memberikan suntikan amunisi dan semangat bagi Milan. Banyak pihak memprediksi kehadiran pemain asal Swedia itu akan memberikan pengaruh positif bagi tim asal kota mode itu.

Sementara itu Juventus sedang dalam tren positif meski di laga terakhir di Serie A menderita kekalahan. Bahkan tim tersebut sedang dikaitkan dengan Pep Guardiola yang saat ini sedang menangani Manchester City.

“Kita tahu Italia dikenal dengan sepakbola negatifnya, bertahan amat dalam, dan memang seperti itu dari dulu,” beber mantan pelatih timnas Inggris, Sam Allardyce.

Lebih lanjut Allardyce meyakini kehadiran Guardiola akan membawa banyak perubahan bagi kompetisi di Italia, tidak hanya bagi klub yang dilatih tetapi juga bagi kompetisi secara keseluruhan.

“Selama ini, skor 1-0 sudah cukup bagi mereka. Dia (Guardiola) akan mengubah total hal tersebut. Dia menerapkan gaya sepakbolanya sendiri di klub manapun yang ia latih dan banyak manajer di Inggris yang mencoba menirunya,” sambungnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

11-11-2019 Juventus 1-0 Milan (Serie A)

06-04-2019 Juventus 2-1 Milan (Serie A)

17-01-2019 Juventus 1-0 Milan (Supercoppa)

12-11-2018 Milan 0-2 Juventus (Serie A)

10-05-2018 Juventus 4-0 Milan (Coppa Italia).

5 Pertandingan Terakhir AC Milan:

19-01-2020 Milan 3-2 Udinese (Serie A)

25-01-2020 Brescia 0-1 Milan (Serie A)

29-01-2020 Milan 4-2 Torino (Coppa Italia)

02-02-2020 Milan 1-1 Verona (Serie A)

10-02-2020 Inter 4-2 Milan (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

20-01-2020 Juventus 2-1 Parma (Serie A)

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

02-02-2020 Juventus 3-0 Fiorentina (Serie A)

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A).

Perkiraan starting line-up AC Milan versus Juventus:

AC Milan (4-4-2): Gianluigi Donnarumma; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Theo Hernandez; Castillejo, Kessie, Bennacer, Bonaventura; Ante Rebic, Zlatan Ibrahimovic.

Pelatih: Stefano Pioli.

Juventus (4-3-1-2): Gianluigi Buffon; De Sciglio, Rugani, Bonucci, Alex Sandro; Bentancur, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi; Aaron Ramsey; Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.