Real Madrid Jamu Mallorca, Momentum Kembali ke Puncak

Real Madrid mendapat kesempatan untuk kembali mengkudeta Barcelona dari puncak La Liga Spanyol. Kesempatan itu terjadi pada Kamis, 25 Juni 2020 dini hari nanti saat menjamu Real Mallorca di Stadion Santiago Bernabeu.

Saat ini Real Madrid tertinggal tiga angka dari Barcelona di posisi teratas. Hanya saja Barcelona sudah meminkan pertandingan ke-31. Di tiga laga sebelumnya El Real sukses memetik kemenangan, tidak seperti Barcelona yang pernah bermain imbang.

Di tiga laga sebelumnya Madrid berhasil membungkam Eibar, Valencia, dan Real Sociedad. Sementara itu Mallorca memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah poin sekaligus menghindari jurang degradasi di akhir musim.

Selain itu Mallorca pun ingin menjaga tren positif setelah memetik kemenangan di pertemuan sebelumnya. Saat itu Mallorca menang satu gol tanpa balas.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane tak ambil pusing dengan padatnya jadwal saat ini. Setelah kompetisi bergulir lagi usai terhenti beberapa bulan, tim-tim peserta harus menghadapi jadwal yang padat.

“Pada akhirnya, jadwal tetap seperti saat ini, tidak bakal berubah. Satu-satunya yang harus dipikirkan adalah waktu untuk istirahat. 11 pertandingan salam waktu yang singkat,” beber Zidane.

“Saya punya pendapat, tetapi saya tidak akan masuk ke sana. Suatu hari soal jadwal, lainnya soal wasit. Kekhawatiran saya hanya pertandingan besok, yang merupakan final. Ada delapan pertandingan tersisa dan ini adalah pertandingan yang sangat penting,” sambung pelatih asal Prancis itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

20-10-2019 Mallorca 1-0 Madrid (La Liga)

17-03-2013 Madrid 5-2 Mallorca (La Liga)

29-10-2012 Mallorca 0-5 Madrid (La Liga)

14-05-2012 Madrid 4-1 Mallorca (La Liga)

15-01-2012 Mallorca 1-2 Madrid (La Liga).

5 Laga Terakhir Real Madrid:

02-03-2020 Madrid 2-0 Barcelona (La Liga)

09-03-2020 Betis 2-1 Madrid (La Liga)

15-06-2020 Madrid 3-1 Eibar (La Liga)

19-06-2020 Madrid 3-0 Valencia (La Liga)

22-06-2020 Sociedad 1-2 Madrid (La Liga).

5 Laga Terakhir Real Mallorca:

02-03-2020 Mallorca 0-1 Getafe (La Liga)

07-03-2020 Eibar 1-2 Mallorca (La Liga)

14-06-2020 Mallorca 0-4 Barcelona (La Liga)

17-06-2020 Villarreal 1-0 Mallorca (La Liga)

20-06-2020 Mallorca 1-1 Leganes (La Liga).

Perkiraan starting line up Real Madrid versus Real Mallorca:

Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Mendy, Militao, Raphael Varane, Dani Carvajal; Luka Modric, Kroos, Valverde; Gareth Bale, Karim Benzema, Rodrygo.

Pelatih: Zinedine Zidane.

Real Mallorca (5-3-2): Reina; Gamez, Raillo, Sedlar, Xisco Campos, Pozo; Febas, Idrissu Baba, Kubo; Budimir, Dani Rodriguez.

Pelatih: Vicente Moreno.

Zidane: Masih ada 11 Laga Final di La Liga

Real Madrid akan bersiap untuk kembali bertarung di La Liga Spanyol. Setelah kompetisi sempat terhenti selama kurang lebih tiga bulan, tim-tim peserta akan kembali bertarung untuk memperebutkan trofi di akhir musim.

Real Madrid kini berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara. Tim besutan pelatih Zinedine Zidane itu terpaut dua angka dari Barcelona di urutan teratas. Sementara itu masih tersisa 11 pertandingan menuju penghabisan.

Pelatih Zidane menegaskan bahwa 11 laga tersebut tak ubahnya laga final untuk mereka. Pasalnya bila sampai gagal meraih kemenangan maka akan memberikan keuntungan bagi lawan terutama Barcelona.

Zidane menegaskan timnya siap untuk bertarung di laga-laga sisa tersebut. Para pemain Los Blancos dikabarkan sudah siap, termasuk sejumlah pemain yang sebelumnya dibekap cedera seperti Eden Hazard dan Marco Asensio.

“Itu adalah kabar baiknya, para pemain yang cedera sudah pulih dan bersama kami lagi,” bebernya.

Mantan pemain Real Madrid dan Juventus itu mengatakan timnya sudah berlatih dengan baik. Untuk itu ia meminta para pemainnya untuk membuktikan hasilnya di lapangan pertandingan.

“Kami punya 11 final yang tersisa. Kami telah berlatih dan bekerja sangat baik, para pemain harus membuktikannya. Kami akan sekuat tenaga memenangkan Liga Spanyol,” sambungnya.

Ia mengkonfirmasi bahwa Hazard dan Asensio akan tampil di laga pertama pasca jeda menghadapi Eibar. Laga ini akan digelar di Stadion Alfredo Di Stefano.

“Hal yang baik adalah mereka (Hazard dan Asensio) memiliki waktu yang sama untuk mempersiapkan diri sebagaimana anggota tim yang lainnya. Cedera Asensio sedikit lebih serius dan memerlukan rehabilitasi lebih lama, tetapi keduanya tersedia,” beber Zidane.

Lebih lanjut pria asal Prancis itu mengatakan para pemain itu hadir untuk membantu tim. Kehadiran mereka sangat penting bagi tim demi meraih kemenangan.

“Mereka akan berada di sana untuk tim guna membantu kami dan itu kabar baik untuk mendapatkan mereka kembali. Mengenai Hazard, saya senang dia kembali dan fit sepenuhnya, dia telah bergabung kembali dengan grup dan dia bisa bermain dan membantu kami. Berita buruknya adalah cedera Jovic,” sambungnya.

Sementara itu terkait kondisi pemain muda Luka Jovic, Zidane sangat menyayangkan situsai pemain tersebut. Ia belum bisa memprediksi berapa lama pemain asal Serbia itu akan absen.

“Dia terluka sendiri di rumah. Sangat disayangkan tentunya, karena sekarang itu akan menjauhkannya dari lapangan. Kami tidak tahu berapa lama (Jovic absen), tapi kita akan lihat. Ini tentu saja berita buruk. Kami berharap dia kembali secepat mungkin dan sebelum musim berakhir,” tutup Zidane.

 

Griezmann Senang Suarez Kembali

Saat ini Barcelona tengah bersiap untuk menghadapi lanjutan kompetisi La Liga yang sempat terhenti beberapa bulan. Tim tersebut pun akan kembali diperkuat Luis Suarez yang sebelumnya dibekal cedera lutut.

Kembalinya Suarez tentu mendapat sambutan positif dari rekan-rekannya. Salah satunya adalah Antoine Griezmann. Tandem Suarez di lini depan Blaugrana itu mengatakan pemain tersebut sangat penting dan dibutuhkan tim. Ia adalah pemilik nomor sembilan yang menjadi andalan untuk membobol gawang lawan.

“Luis adalah nomor 9 kami, pencetak gol, yang membuat perbedaan dalam pertandingan besar bersama dengan Lionel Messi,” beber Griezmann.

Lebih lanjut pemain internasional Prancis itu mengatakan absennya Suarez meninggalkan kehilangan dalam tim. Ia pun senang mantan pemain Liverpool itu bisa kembali merumput.

“Kami kehilangannya dalam beberapa pertandingan terakhir (sebelum penangguhan). Kami sangat senang pemain seperti dia kembali dan dia akan membantu kami sejak awal,” tegasnya.

Pelatih Barcelona, Queque Setien mengabarkan kondisi timnya. Kabar gembira datang dari Luis Suarez. Pemain yang pernah memperkuat Liverpool itu dikabarkan sudah pulih dari cedera lutut.

Dengan demikian pemain asal Uruguay ini sudah bisa tampil di 11 laga sisa musim ini. Namun demikian Setien mengatakan timnya tidak bisa diperkuat Samuel Umtiti. Bek internasional Prancis ini disebut mengalaimi cedera dalam sesi latihan bersama beberapa waktu lalu.

“Mereka sangat antusias untuk bisa kembali bermain. Kecuali (Samuel) Umtiti, mereka bakal kembali dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya,” beber Setien.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol itu mengatakan saat ini Barcelona dalam kondisi yang lebih baik ketimbang sebelum kompetisi terhenti. Ia menyebut para pemain Barcelona sangat bersemangat untuk kembali berkompetisi.

Selain itu ia mengapresiasi para pemainnya yang mampu menjaga kebugaran di tengah masa pandemi. Ia yakin para pemainnya akan melanjutkan pertarungan di 11 laga sisa menuju akhir musim dalam kondisi segar dan bugar.

“Kita akan menjadi tim yang lebih segar daripada pada bulan Maret. Mereka mampu menjaga kondisi dan bakal mulai menjalani 11 laga sisa musim ini dengan kondisi bugar,” pungkasnya.

Barcelona memimpin dua angka dari Real Madrid di posisi kedua. Kubu Barcelona pun optimistis mampu menjaga keunggulan hingga akhir musim. Sebagaimana dikatakan striker Barcelona, Antoine Griezmann, timnya memegang semua kendali. Dengan sisa 11 pertandingan mereka berusaha untuk memaksimalkannya sehingga bisa menjadi juara di akhir musim.

“Kami pegang semua kendali; kami memiliki 11 pertandingan tersisa dan jika kami memenangkan semuanya, kami akan menjadi juara,” beber Griezmann.

Pemain Ini Sarankan Lautaro Hijrah ke Madrid

Nama Lautaro Martinez santer dikaitkan dengan Barcelona. Pemain Inter Milan itu disebut-sebut menjadi salah satu buruan Blaugrana di bursa transfer nanti. Berbagai pendapat pun bermunculan.

Selain dukungan agar pemain itu bisa bertandem dengan sederet bintang Barcelona seperti Lionel Messi, muncul pula komentar sebaliknya. Wesley Sneijder adalah salah satu yang memberikan dukungan berbeda.

Mantan pemain Real Madrid itu menilai Lautaro lebih cocok bergabung dengan mantan klub. Ia menilai Barcelona bukan klub yang tepat bagi Lautaro. Ia tegas merekomendasikan kepada Lautaro untuk bergabung dengan Los Blancos.

“Saya merekomendasikan Real Madrid untuknya. Dia pemain yang punya kekuatan fisik dan mental kuat,” beber Sneijder.

Lebih lanjut Sneijder yang pernah bermain untuk Inter Milan mengatakan Madrid bisa menjadi destinasi baru bagi Lautaro Martinez. Hanya saja ia tak menyarankan pemain muda Argentina itu untuk angkat kaki saat ini. Ia menganjurkan pemain itu boleh bergabung dengan Madrid setelah beberapa musim membela Internazionale.

“Saya bisa menyarankannya untuk mencoba bermain di Real Madrid, tapi hanya setelah bertahun-tahun di Inter,” sambungnya.

Menurut mantan pemain tim nasional Belanda itu, Lautaro perlu memanfaatkan momen emas bersama Inter untuk terus mengembangkan kemampuan dan menambah jam terbang di lapangan pertandingan. Pemain tersebut masih terbilang muda sehingga masih memiliki banyak waktu untuk mengasah kemampuan dan mentalnya.

“Menang di Inter adalah hal yang sulit digambarkan. Saya melakukanya, dan berharap dia juga bisa melakukannya sebelum pergi,” pungkasnya.

Suara minor terkait kemungkinan Lautaro bersama Barcelona di antaranya menganggap Lautaro di Barcelona hanya akan membuatnya menjadi pemain cadangan. Ia diprediksi tidak akan bisa bersaing dengan bintang Barcelona lainnya yang saat ini menjadi tumpuan di lini depan seperti Luis Suarez.

Namun demikian anggapan tersebut dibantah oleh pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni. Scaloni mengatakan pemain muda Argentina itu bakal menjadi pilihan utama pelatih Barcelona, Quique Setien.

Meski tidak mudah untuk mengambil pilihan di lini depan, Scaloni menegaskan bahwa pelatih Barcelona itu akan mencari cara agar bisa mengoptimalkan Lautaro Martinez.

“Jika Lautaro pergi ke Barcelona, saya pikir pelatih (Quique Setien) akan mencari cara untuk menjadikannya sebagain starter. Dia akan berjuang untuk mendapatkan tempat,” beber Scaloni.

Lebih lanjut Scaloni mengatakan Barcelona akan mendapatkan tantangan saat berusaha untuk mendapatkan pemain tersebut. Scaloni menilai tidak mudah untuk mengeluarkan Lautaro dari Inter Milan.

“Membawa Lautaro hengkang dari Inter bukan hal yang mudah. Maka dari itu, saya ingin Lautaro tampil reguler.”

Pemerintah Spanyol Beri Lampu Hijau Bergulirnya La Liga

Para penggemar La Liga Spanyol akan menyaksikan aksi-aksi tim kesayangannya dalam waktu dekat. Pasalnya pemerinta Spanyol sudah memberikan lampu hijau terkait bergulirnya kembali kompetisi tersebut setelah sempat terhenti tersebab wabah Corona atau Covid-19.

La Liga bakal bergulir lagi pada 11 Juni mendatang. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Presiden La Liga, Javier Tebas. Tebas mengatakan rencana mereka sudah disetujui oleh Dewan Olahraga Nasional atau CSD.

“Dalam pertemuan grup kontak yang dibentuk bersama CSD (Dewan Olahraga Nasional), Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) dan LaLiga telah menyepakati format 11 pekan terakhir dari LaLiga Santander dan LaLiga SmartBank,” ungkap pihak CSD.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kompetisi akan dimulai lagi pada akhir pekan di tanggal 13 dan 14 Juni. Namun demikian laga pertama akan digelar pada 11 Juni.

“Kompetisi akan mulai lagi pada akhir pekan di tanggal 13 dan 14 Juni, dengan pertandingan pertama antara Sevilla dan Real Betis pada Kamis, 11 Juni.”

Sementara itu untuk perkiraan pekan terakhir kompetisi yakni pada 18 dan 19 Juli. “Putaran terakhir akan digelar, untuk sementara dan tergantung evolusi virus, pada akhir pekan di tanggal 18 dan 19 Juli.”

di tengah kabar gembira tersebut, muncul pula kecemasan. Tentang wabah Corona atau Covid-19 yang tengah mengintai tentu saja. Namun bukan hal ini yang dimaksud. Sebagaimana dirisaukan pelatih Barcelona, Queque Setien peluang banyak pemain mengalami cedera bakal tinggi.

Hal ini disebabkan karena intensitas pertandingan yang tinggi setelah jeda selama beberapa bulan. Para pemain yang belum mendapatkan kembali kondisi terbaik dipaksa untuk melakoni pertandingan dengan jadwal yang padat akan rentan cedera.

Menurut Setien para pemain sudah tidak berkompetisi sekitar tiga bulan. Sementara itu waktu persiapan sebelum kompetisi sangat pendek. Ditambah lagi cuaca panas saat ini yang membuat para pemain lebih mudah terkena cedera.

“Akan ada banyak pertandingan dalam waktu singkat. Panasnya cuaca akan punya pengaruh ke performa dan itu akan berpengaruh terhadap cedera-cedera,” beber Setien.

Lebih lanjut pria asal Spanyol itu mengatakan kecemasannya persis seperti yang saat ini tengah terjadi di Bundesliga Jerman. Rasio pemain yang cedera pasca bergulirnya kembali kompetisi lebih tinggi dari sebelum kompetisi dihentikan.

Saat ini Barcelona berstatus pemuncak klasemen sementara La Liga. Blaugrana sementara ini unggul dua angka dari rival terberatnya, Real Madrid. Masih ada 11 laga sisa untuk menentukan siapa yang akan menjadi yang terbaik musim ini. Tak heran laga-laga sisa ini menjadi sangat krusial bagi setiap tim.

Komentar Neville Terkait Bergulirnya Kompetisi di Tengah Wabah Corona

Saat ini sejumlah kompetisi sepak bola di Eropa sedang mempersiapkan untuk kembali menggulirkan pertandingan. Baru Bundesliga Jerman yang kembali berkompetisi. Sementara itu Serie A dan Liga Primer Inggris masih menanti jadwal terbaru.

Terkait hal ini mantan pemain Manchester United, Gary Neville angkat bicara. Ia mengomentari terkait berbagai hal yang mungkin dilarang selama pertandingan di tengah wabah Corona atau Covid-19. Beberapa di antaranya terkait minimalisir kontak antarpemain.

Menurutnya sangat sulit untuk melakukan hal tersebut di lapangan pertandingan. Baginya adalah hal yang sudah biasa untuk melakukan kontak fisik antarpemain sebagaimana pernah ia alami di lapangan hijau selama bertahun-tahun.

“Saat saya bermain, saya selalu tahu di mana posisi lawan dan terus menyentuhnya. Saya terus menempelnya sampai-sampai kalau perlu menyikutnya, itulah cara bermain,” beber Neville.

Ia juga mengomentari terkait kompetisi Bundesliga yang sudah bergulir. Menurutnya amat sulit untuk melarang para pemain untuk tidak melakukan kontak fisik. Ia melihat hal tersebut masih saja terjadi di sepak bola. Saat merayakan gol, sejumlah pemain terlihat berpelukan.

“Lihat saja Bundesliga yang sudah main lagi, ada saja pemain yang berpelukan saat selebrasi,” sambungnya.

Untuk itu Neville menyampaikan anjuran terkait rencana menggulirkan kembali Liga Primer Inggris. Pemain tersebut meminta agar kompetisi tersebut tidak buru-buru digulirkan kembali. Menurutnya saat ini situasi belum benar-benar kondusif.

“Jika sudah aman bermain sepakbola, maka itu artinya aman untuk banyak hal lainnya,” pungkas mantan pemain tim nasional Inggris.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara. Bahkan The Reds sudah berada di ambang juara dengan hanya membutuhkan enam poin lagi.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

Laga Liga Bakal Bergulir 11 Juni, Ini Kemungkinan Laga Pembuka

Titik terang bergulirnya kembali La Liga Spanyol semakin terlihat jelas. Kompetisi tertinggi di sepak bola Spanyol itu bahkan diprediksi akan kembali bergulir pada pertengahan bulan Juni, tepatnya pada 11 Juni mendatang.

Tidak hanya itu, muncul pula perkiraan terkait laga pembuka usai kompetisi terhenti akibat wabah Corona atau Covid-19. Seperti disampaikan Presiden La Liga, Javier Tebas, pertandingan derbi antara Sevilla kontra Real Betis diprediksi jadi laga pertama.

Tebas mengatakan hal tersebut menyusul pemberitaan dari pemerintah Spanyol yang mulai mencabut status lock down sejak awal Juni nanti. Namun demikian Tebas belum bisa memastikan jadwal yang pasti terkait bergulirnya lagi kompetisi La Liga.

Tebas mengatakan dirinya masih harus berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan segala sesuatu sebelum mengambil keputusan resmi.

“Tentu saja pas akhir pekan pada 12 Juni, atau bahkan hari Kamis 11 Juni. Kami belum memutuskan itu karena harus mengadakan rapat dulu dengan federasi dan Komite Olahraga Nasional untuk membicarakan beberapa isu penting,” beber Tebas.

Lebih lanjut Tebas mengatakan kapan kompetisi dimulai ditentukan pula oleh situasi yang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Saat ini klub-klub La Liga sudah diizinkan untuk melakukan latihan secara berkelompok.

Menurut Tebas bilsa selama menjalani latihan bersama itu tidak ada kendala maka besar kemungkinan kompetisi akan bergulir lagi. Namun demikian ia mengatakan pihaknya akan sangat berhati-hati untuk mengambil keputusan.

“Kita harus melihat apa yang akan terjadi saat fase latihan penuh dengan seluruh pemain terlibat dimulai dalam waktu dekat. Kami harus hati-hati. Kami akan melihat dulu, dan juga harus bicara dengan pemegang hak siar,” tegasnya.

Terkait laga pembuka, Tebas sendiri berharap laga pertama diwarnai dengan pertandingan sengit. Opsi menggelar laga derbi antara Sevilla kontra Real Betis adalah pilihan yang menarik.

Tebas mengatakan pihaknya akan memberikan pengumuman resmi pada pekan depan. Tidak hanya terkait kapan kompetisi mulai bergulir berikut laga pertama, tetapi juga pihaknya akan sekaligus mengumumkan jadwal pertandingan untuk empat pekan pertama.

“Kami bisa saja menghelat laga perdana pada Kamis 11 Juni di Sevilla. Kami inginnya dibuka Derby Sevilla. Jika tidak, maka bisa saja 12 atau 13 Juni. Tapi inginnya sih 11 Juni pada jam 10 malam. Saat kami mengumumkan secara resmi apa laga pertama, kami akan memberitahukan juga empat pekan awal. Tunggu awal Minggu depan,” pungkasnya.

Bek Madrid: Saya Ingin Berkompetisi Lagi

Saat ini para penggemar La Liga Spanyol sedang menanti nasib kompetisi tersebut musim ini. La Liga tengah ditangguhkan karena terjangan wabah Corona atau Covid-19. Absennya La Liga jelas meninggalkan kerinduan.

Bek Real Madrid, Sergio Ramos mengatakan betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat Spanyol. Kapten El Real itu mengatakan sepak bola merupakan hal yang dibutuhkan oleh negara. Apalagi dalam situasi seperti ini negara butuh sepak bola untuk kembali meningkatkan gairah masyarakat, termasuk menggulirkan roda ekonomi.

Tidak hanya menjadi pendorong bagi ekonomi, sepak bola diyakini sebagai penyemangat bagi masyarakat yang dalam beberapa bulan terakhir dihantui ketakutan dan kecemasan akan wabah tersebut.

“Berkembang membutuhkan waktu. Negara membutuhkan sepakbola sebagai dukungan ekonomi, dan orang-orang membutuhkannya sebagai selingan,” beber Ramos.

Lebih lanjut bek berusia 34 tahun itu mengatakan dirinya sangat berharap untuk kembali berkompetisi. Ia sudah rindu untuk merumput. Untuk itu ia dibutuhkan kedisiplinan agar situasi bisa segera pulih.

“Saya ingin sekali berkompetisi lagi, agar La Liga Santander normal kembali. Kami harus disiplin agar bisa menghilangkan virus ini,” lanjutnya.

Bek tim nasional Spanyol itu pun mengirim pesan kepada semua orang terutama yang terdampak wabah tersebut. Ia mengharapkan agar bersama bisa melewati situasi sulit itu. Untuk itu ia menegaskan pentingnya kebersamaan.

“Saya ingin mengirim pesan dukungan kepada semua orang yang kehilangan orang yang dicintai. Kita sama-sama akan melewati ini dan tetap harus bersama,” tegasnya.

Salah satu klub yang menyatakan siap untuk kembali melanjutkan kompetisi adalah Atletico Madrid. Sebagaimana dikatakan Koke, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk memulai lagi kompetisi. Sejak kompetisi ditangguhkan pada Maret lalu, dirinya sudah tak sabar untuk kembali merumput dan menghibur para penggemarnya.

“Dua bulan mengkarantina dan saya berpikir untuk segera normal lagi, bermain sepakbola untuk membuat para fans Atletico bahagia,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat. Untuk itu ia menegaskan pihaknya selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan termasuk kembali berkompetisi.

“Begitu banyak waktu tanpa sepakbola; itu mempengaruhi kita semua. Kami telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kembali sehingga kami dapat menghibur orang,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah pemain Atletico Madrid sudah mulai menjalani latihan meski masih dilakukan sendiri-sendiri. Tidak hanya Atletico, Real Madrid pun sudah menunjukkan lampu hijau untuk kembali berkompetisi. Para pemain Madrid dilaporkan sudah mulai menjalani latihan pribadi.

Xavi: Messi Bisa Main Hingga Usia 39 Tahun

Saat ini Lionel Messi masih menjadi andalan Barcelona, padahal usianya sudah tak muda lagi. Pemain itu sudah berusia lebih dari kepala tiga. Apakah pemain asal Argentina akan tetap tampil konsisten meski tak muda lagi? Sampai usia berapa Messi akan merumput?

Demikian berbagai pertanyaan terkait pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu. Mantan rekan setim Messi di Barcelona, Xavi Hernandez memprediksi Messi akan bermain hingga beberapa tahun ke depan. Mantan pemain tim nasional Prancis itu menduga Messi akan merumput hingga menginjak usia 39 tahun.

“Dia masih punya lima atau tujuh tahun yang sangat bagus lagi,” beber Xavi.

Lebih lanjut Xavi mengatakan pemain berusia 32 tahun itu masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar yang belum mengisi lemari prestasinya. Salah satunya adalah bersama tim nasional Argentina. Messi, di balik berbagai pencapaian invididu dan bersama Barcelona, belum pernah meraih trofi bergengsi di level tim nasional.

Piala Dunia 2020 di Qatar disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir Messi untuk berbakti bagi negaranya. Xavi yakin Messi akan tampil di Qatar dua tahun mendatang.

“Dia mengurus dirinya dengan baik dan dia bisa terus bermain sampai dia berusia 37, 38, atau bahkan 39 tahun. Dia aka bermain di Qatar untuk Piala Dunia. Aku yakin itu,” tegasnya.

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Pemain Barcelona: Sulit Lanjutkan Kompetisi La Liga

Saat ini dunia masih menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Belum diketahui secara pasti kapan pandemi itu akan berakhir. Hal ini membuat berbagai kompetisi olahraga menjadi tak tentu. Tak terkecuali La Liga Spanyol.

Selain nada optimisme terkait kelanjutan kompetisi tersebut, ada juga yang berpandangan sebaliknya. Salah satu yang pesimis dengan kelanjutan kompetisi La Liga musim ini adalah Sergio Busquets. Pemain Barcelona itu tak yakin kompetisi La Liga akan kembali berlanjut.

“Saya rasa akan sulit untuk melanjutkan kompetisi. Saya yakin musim bisa diselesaikan,” beber Busquets.

Lebih lanjut pemain internasional Spanyol itu mengatakan saat ini dirinya terus mengikuti perkembangan wabah Corona di Spanyol. Ia berharap segera melewati masa puncak.

“Pada awalnya saya ingin melihat bagaimana situasinya berkembang dan sekarang kelihatannya kita mencapai puncaknya. Saya menunggu sejumlah kabar bagus,” sambungnya.

Meski begitu dari situasi terkini, Busquets tak yakin kompetisi tersebut akan kembali berlanjut. Tidak mudah untuk melanjutkan sisa musim karena ini terkait banyak orang.

“Saya rasa akan sulit untuk melanjutkan kompetisi karena terkait perjalanan yang harus dilakukan, bagaimana mengumpulkan orang-orang. Itu akan jadi masalah,” tegasnya lagi.

Meski tak sedikit pesimisme, ada juga harapan agar kompetisi itu bisa berlanjut lagi. Salah satunya datang dari pihak Mediapro yang merupakan pemegang hak siar La Liga. Sebagaimana dikatakan CEO Mediapro, Jaume Roures, dirinya berharap kompetisi tersebut kembali bergulir pada Juli 2020 nanti. Ia mengatakan hal ini dengan mempertimbangkan kesehatan semua orang.

“Saya berharap sepak bola kembali digulirkan pada Juli. Saya katakan Juli karena mempertimbangkan kondisi kesehatan semua orang,” beber Roures.

Lebih lanjut ia menyarankan sebelum kompetisi resmi dimulai, klub-klub peserta sebaiknya menggelar pramusim. Hal ini penting untuk membuat para pemain bisa mendapatkan kembali ritme setelah beberapa lama tak beraktivitas di lapangan sepak bola alias di rumah saja.

“Pastinya akan kembali digelar tanpa penonton. Sebaiknya sebelum itu bergulir, mereka melakukan pra-musim. Setelah sekian lama di rumah, mereka tidak bisa langsung bermain dan seolah-olah tak ada yang terjadi,” sambungnya.

Ada juga kemungkinan terburuk yakni para pemain tidak bisa menyelesaikan musim kompetisi ini. Hal ini berlaku untuk para pemain yang masih berstatus positif corona.

“Jika dalam tes lanjutan La Liga ada pemain yang kembali positif Virus Corona, mereka harus menyerah dan mengucapkan selamat tinggal pada musim ini,” tegasnya.