Neuer Ingin Antar Muenchen ke Final Liga Champions

Kabar gembira bagi para penggemar Bayern Muenchen. Salah satu pemain penting di tim tersebut yakni Manuel Neuer baru saja memperbaharui kontraknya hingga 2023 nanti. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu pun menaruh harapan tinggi pada tim tersebut.

Salah satu target yang ingin dicapai kiper tim nasional Jerman itu adalah mengantar Die Roten menuju partai final Liga Champions Eropa. Apalagi final even akbar antarklub di Eropa itu akan digelar di kandang sendiri pada 2022 nanti.

Sebagai kapten tim, Neuer sangat yakin dengan masa depan tim tersebut. Ia pun bersemangat untuk bekerja sama dengan rekan-rekannya untuk meraih prestasi demi prestasi.

“Sudah pasti, kami memiliki target untuk dicapai pada musim ini. Kami punya tim yang bagus untuk beberapa tahun ke depan dan sangat menyenangkan bekerja untuk Bayern, juga sebagai kapten. Ini juga tugasku dan aku ingin melanjutkannya sampai 2023,” beber Neuer.

Lebih lanjut Neuer mengatakan pihaknya sangat berambisi untuk memenangi setiap peluang untuk meraih gelar. Musim ini Muenchen masih berpeluang meraih tiga gelar masing-masing dari Bundesliga Jerman, DFB Pokal dan Liga Champions Eropa.

Di Bundesliga, FC Hollywood sementara ini berada di urutan teratas, unggul atas Borussia Dortmund di urutan kedua. Dari ajang DFB Pokal, Muenchen selangkah lagi menuju final. Sementara itu di ajang Liga Champions Eropa muenchen masih dalam tren positif setelah mencatatkan kemenangan telak 3-0 atas Chelsea di leg pertama babak perempat final.

“Anda memulai setiap musim dari awal sudah pasti ingin memenangi semua kompetisi. Ada kejuaraan untuk dimenangi di musim ini dan kami masih bertahan di setiap kompetisi,” lanjutnya.

Kiper senior itu pun mengomentari lebih lanjut terkait perhelatan Liga Champions Eropa pada 2022 mendatang. Partai final yang akan digelar di kandang sendiri di Stadion Allianz Arena memantiknya untuk terus berjuang maksimal bersama tim tersebut.

Neuer bertekad untuk mengantar timnya bisa lolos hingga ke partai final sehingga bisa tampil di hadapan publik sendiri untuk meraih trofi Si Kuping Besar itu. Apalagi ini menjadi momen penebusan atas kegagalan di fase serupa pada 10 tahun lalu. Saat itu Muenchen dipermalukan Chelsea.

“Salah satu target besar kami untuk beberapa tahun ke depan sudah pasti memiliki kesempatan untuk bermain di final Liga Champions di kandang sendiri seperti yang kami lakukan di 2012,” sambungnya.

Neuer menegaskan bermain di final di kandang sendiri adalah impian setiap pemain. Neuer tidak ingin kembali mengecewakan para penggemarnya. Tampil di final di markas sendiri dan menjadi juara adalah target tertinggi.

“Pada 2022 akan ada final Eropa lagi di Munich, yang menjadi dorongan besar bagiku dan seluruh tim. Akan menjadi mimpi bagi kami semua untuk bisa mencapai final di kandang sendiri,” pungkasnya.

Agar Tuntas Tahun Ini, Mungkinkan Liga Champions Mengambil Bentuk Final Four?

Saat ini pihak Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sedang berpikir keras untuk mendapatkan solusi terkait nasib kompetisi-kompetisi di Eropa. Dua dari antaranya adalah Liga Champions Eropa dan Liga Europa.

Berbagai opsi sedang dipertimbangkan. Bahkan ada dari antaranya yang tak biasa. Salah satunya adalah memainkan konsep final four. Hal ini sebagaimana yang sudah diterapkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terhadap kompetisi Piala Super Spanyol musim ini.

“Tidak ada yang dikesampingkan, tidak ada kemungkinan yang tertutup. Yang kita perlukan adalah menemukan solusi yang sehat,” ungkap Presiden RFEF, Luis Rubiales.

Lebih lanjut Rubiales mengatakan setiap orang ingin agar kompetisi musim ini dituntaskan. Namun untuk memastikan itu terselesaikan maka faktor keselamatan adalah hal penting yang harus dipertimbangkan.

“Semua orang ingin turnamen diselesaikan. Tapi itu hanya terjadi kalau kita bisa menjamin bahwa semuanya akan sepenuhnya terlindungi,” sambungnya.

Final four dinilai sebagai salah satu pilihan yang bisa diambil. Mengingat waktu terus bergulir dan pihak UEFA memiliki waktu semakin sedikit. Ia yakin dengan sumber daya manajemen yang ada di tubuh UEFA langkah terbaik bisa diambil.

“(Final four) adalah sebuah opsi, karena semakin lama begini, semakin sedikit tanggal yang tersedia sehingga kami harus mulai menggunakan imajinasi. Kita punya direktur kompetisi yang luar biasa, kita punya sekretaris jenderal,” sambungnya.

Selanjutnya ia mengatakan dari berbagai opsi atau pilihan itu pada akhirnya akan diambil salah satunya. Prosesnya adalah komite eksekutif akan melakukan pemungutan suara untuk mengambil langkah-langkah atau opsi terbaik.

“Kami semua mencari solusi dan ketika momennya tiba, komite eksekutif akan memungut suara terkait apa yang perlu dilakukan dengan liga-liga. Semuanya akan dilakukan dengan pemungutan suara,” tegasnya.

Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin pun berpendapat memaksakan kompetisi tersebut dilanjutkan meski tanpa penonton sekalipun adalah pilihan yang bisa diambil. Hal ini dinilai lebih baik dari pada kompetisi musim ini tak menentu.

“Kami sedang menunggu perkembangan dari situasi mengerikan ini di dunia, dan terutama di Eropa,” beber Ceferin.

Lebih lanjut ia mengatakan opsi ini bukan yang terbaik. Sulit membayangkan pertandingan sepak bola tanpa penonton.

“Sepakbola memang tidak sama tanpa fans, tapi sudah pasti lebih baik bermain dengan fans daripada tanpa mereka. Faktanya memang sepakbola sepenuhnya tidak sama tanpa penonton.”

Namun demikian baginya lebih baik mengambil kebijakan tersebut, ketimbang tidak memainkan sama sekali. Para penonton bisa menyaksikan laga-laga tersebut melalui saluran televisi.

Ini Sejumlah Opsi Terkait Kelanjutan Liga Europa

Para pencinta sepak bola  Eropa sedang menanti bagaimana kelanjutan Liga Champions Eropa dan Liga Europa. Apakah kedua kompetisi itu akan benar-benar terhenti? Atau akan dilanjutkan tetapi dengan sejumlah penyesuaian?

Sepertinya pilihan kedua bakal diambil. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin. Menurut Ceferin, kedua kompetisi itu harus diselesaikan. Pilihannya adalah lebih baik menyelesaikan kompetisi tersebut dengan sejumlah penyesuaian ketimbang tidak dimainkan sama sekali.

Salah satu pilihan adalah tetap memaksakan kompetisi tersebut dilanjutkan meski tanpa penonton sekalipun. Hal ini dinilai lebih baik dari pada kompetisi musim ini tak menentu.

“Kami sedang menunggu perkembangan dari situasi mengerikan ini di dunia, dan terutama di Eropa,” beber Ceferin.

Lebih lanjut ia mengatakan opsi ini bukan yang terbaik. Sulit membayangkan pertandingan sepak bola tanpa penonton.

“Sepakbola memang tidak sama tanpa fans, tapi sudah pasti lebih baik bermain dengan fans daripada tanpa mereka. Faktanya memang sepakbola sepenuhnya tidak sama tanpa penonton.”

Namun demikian baginya lebih baik mengambil kebijakan tersebut, ketimbang tidak memainkan sama sekali. Para penonton bisa menyaksikan laga-laga tersebut melalui saluran televisi.

“Tapi masih lebih baik memainkan pertandingan secara tertutup dan menyaksikannya melalui televisi, hal yang orang-orang butuhkan dan inginkan karena sepakbola memberikan energi positif di rumah mereka, daripada tidak memainkannya sama sekali,” sambungnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menggulirkan kembali kedua kompetisi itu pada Juli atau Agustus. Menunda terlalu lama bukan hal yang pas karena bisa mempengaruhi jalannya kompetisi di musim berikutnya

“Itulah apa yang orang-orang inginkan, membawa energi positif dan akan dimainkan pada Juli atau Agustus. Kami tidak bisa memainkannya pada September atau Oktober,” bebernya lagi.

Mantan kiper Real Madrid, Iker Casillas pun memberikan saran, terutama terkait kelanjutan Liga Europa dan Liga Champions musim ini.

Sebagaimana diketahui saat ini Liga Europa dan Liga Champions terhenti. Liga Europa belum menyelesaikan babak 32 besar saat corona merebak. Sementara itu Liga Champions belum juga menuntaskan babak 16 besar.

Menurut Casillas ada baiknya kedua kompetisi itu melakukan penyesuaian. Ia bahkan menawarkan agar pertandingan final kedua turnamen tersebut digelar pada akhir tahun.

“Bagaimana kita menemukan solusi untuk sepakbola Eropa? Membatalkan musim? Menggelar kompetisi di satu tahun kalender?” ungkap Casillas di jejaring sosial twitter-nya.

Ia menganjurkan hal ini dengan perhitungan kompetisi bisa kembali bergulir dalam empat bulan ke depan. Selanjutnya kompetisi tersebut kembali bergulir untuk memainkan sisa pertandingan hingga laga pamungkas pada akhir tahun nanti.

UEFA: Tenggat Liga Champions 3 Agustus Tidak Benar

Seperti kompetisi sepak bola domestik, Liga Champions Eropa dan Liga Europa pun bernasib sama. Sama-sama ditangguhkan untuk sementara. Liga Champions hanya sempat bergulir hingga babak 16 besar. Sementara Liga Europa baru memasuki babak 32 besar. Kedua kompetisi itu pun belum benar-benar menuntaskan babak-babak tersebut.

Kini berhembus kabar terkait kelanjutan kedua kompetisi itu. Ada rumor yang menyebutkan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah mengeluarkan keputusan terkait tenggat waktu pelaksanaan kedua kompetisi itu yakni hingga 3 Agustus 2020.

Namun demikian kabar ini lantas dibantah oleh otoritas tertinggi di sepak bola Eropa itu. “Telah dilaporkan bahwa Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengatakan kepada ZDF di Jerman bahwa Liga Champions UEFA harus selesai pada 3 Agustus. Ini tidak benar. Sudah sangat jelas, Presiden tidak menentukan tanggal yang tepat untuk mengakhiri musim,” ungkap pihak UEFA.

Lebih lanjut pihak UEFA mengatakan saat ini pihaknya masih menganalisis semua pilihan bagaimana untuk mengakhiri musim ini. Saat ini UEFA intensif berkomunikasi dengan asosiasi klub Eropa dan liga-liga Eropa terkait hal ini. Namun demikian UEFA mengatakan yang terpenting saat ini bukan sepak bola tetapi kesehatan masyarakat.

“UEFA saat ini sedang menganalisis semua opsi untuk menyelesaikan musim domestik dan Eropa, bersama Asosiasi Klub Eropa dan liga-liga di Eropa dalam tim yang dibuat pada 17 Maret. Prioritas utama semua anggota tim adalah menjaga kesehatan masyarakat,” lanjut UEFA.

Saat ini pihaknya dan para pihak terkait sedang mencari solusi kalander agar semua kompetisi bisa dituntaskan. Salah satu opsi yang sedang ditawarkan adalah pelaksaan kompetisi itu pada Juli dan Agustus.

“Sebagai tindak lanjutnya adalah mencari solusi kalender untuk menyelesaikan semua kompetisi. Opsi yang saat ini sedang dipelajari adalah memainkan pertandingan pada Juli dan Agustus jika diperlukan, tergantung pada tanggal memulai ulang kegiatan dan mendapat izin dari otoritas nasional,” sambung UEFA.

Pihak UEFA optimistis badai corona akan berakhir. Sementara itu kompetisi-kompetisi bisa bergulir lagi. Hal yang terjadi sementara ini dengan kompetisi-kompetisi domestik diambil secara mendadak.

“Kami yakin bahwa sepakbola dapat dimulai kembali di bulan-bulan mendatang, dengan kondisi yang akan ditentukan otoritas publik, dan yakin setiap keputusan untuk menghentikan kompetisi domestik, pada tahap ini, prematur dan tidak dibenarkan,” pungkas UEFA.

Ada yang menganjurkan agar kompetisi ini berlanjut di bulan-bulan tersebut dengan pertandingan final digelar pada akhir tahun. Ini merupakan anjuran dari mantan pemain Real Madrid, Iker Casillas. Opsi mana yang akhirnya dipilih? Kita tunggu saja.

‘Final Liga Champions di Bulan Desember’

Saat ini dunia sepak bola sedang terhenti. Tak ada satu pun kompetisi sepak bola yang masih bergulir. Publik pun bertanya-tanya sampai kapan kompetisi itu akan terhenti. Sementara itu wabah corona masih menjadi keprihatinan bersama.

Di tengah situasi serba tak pasti ini muncul banyak spekulasi terkait nasib kompetisi-kompetisi tersebut. Ada juga yang memberikan usulan terkait kelanjutannya. Mantan kiper Real Madrid, Iker Casillas pun memberikan saran, terutama terkait kelanjutan Liga Europa dan Liga Champions musim ini.

Sebagaimana diketahui saat ini Liga Europa dan Liga Champions terhenti. Liga Europa belum menyelesaikan babak 32 besar saat corona merebak. Sementara itu Liga Champions belum juga menuntaskan babak 16 besar.

Menurut Casillas ada baiknya kedua kompetisi itu melakukan penyesuaian. Ia bahkan menawarkan agar pertandingan final kedua turnamen tersebut digelar pada akhir tahun.

“Bagaimana kita menemukan solusi untuk sepakbola Eropa? Membatalkan musim? Menggelar kompetisi di satu tahun kalender?” ungkap Casillas di jejaring sosial twitter-nya.

Ia menganjurkan hal ini dengan perhitungan kompetisi bisa kembali bergulir dalam empat bulan ke depan. Selanjutnya kompetisi tersebut kembali bergulir untuk memainkan sisa pertandingan hingga laga pamungkas pada akhir tahun nanti.

“Artinya, kalau segalanya membaik lagi dalam tiga atau empat bulan, mainkan sisa musim, dengan kompetisi piala, final Liga Champions dan Liga Europa di bulan Desember,” sambungnya.

Tidak hanya itu ia juga menganjurkan terkait perubahan waktu Piala Dunia 2022. Menurutnya terkait perubahan yang ada, perhelatan akbar empat tahunan itu baiknya digelar pada November 2022 mendatang.

“Piala Dunia berikutnya adalah pada November 2022. Penyesuaian,” tegasnya.

Saat ini pihak Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) belum menginformasikan terkait kelanjutan dua kompetisi tersebut. Sempat beredar kabar bahwa UEFA memberikan batas waktu untuk penyelenggaraan kedua turnamen tersebut hingga 3 Agustus 2020. Namun demikian pihak UEFA pun lantas membantah kabar tersebut.

“Telah dilaporkan bahwa Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengatakan kepada ZDF di Jerman bahwa Liga Champions UEFA harus selesai pada 3 Agustus. Ini tidak benar. Sudah sangat jelas, Presiden tidak menentukan tanggal yang tepat untuk mengakhiri musim,” ungkap pihak UEFA mengklarifikasi kabar tersebut.

“UEFA saat ini sedang menganalisis semua opsi untuk menyelesaikan musim domestik dan Eropa, bersama Asosiasi Klub Eropa dan liga-liga di Eropa dalam tim yang dibuat pada 17 Maret. Prioritas utama semua anggota tim adalah menjaga kesehatan masyarakat,” sambung pihak UEFA.

Nottingham Forest, Pernah Juara Liga Champions Tapi Terpuruk di Pentas Domestik

Nottingham Forest  pernah menjadi salah satu klub yang disegani tidak hanya di pentas sepak bola Inggris, tetapi juga di pentas Eropa. Namun kejayaan tersebut sudah lama sirna.

Kini klub tersebut tak lagi terdengar gaungnya. Alih-alih berlaga di Liga Champions Eropa, klub tersebut pun terpuruk di pentas Liga Primer Inggris.

Sudah lama klub itu tidak bermain di liga utama yaitu Liga Primer Inggris. Meski demikian klub ini memiliki sejarah yang bagus di Liga Champions.

Nottingham Forest tercatat sudah 2 kali menjadi juara liga Champions Eropa. Gelar tersebut diraihnya secara berturut-turut pada tahun 1979 dan 1980. Menariknya, dua gelar tersebut diraih dalam dua kesempatan mencapai partai final. Artinya, klub tersebut tak pernah gagal di babak final.

Kesuksesan ini membuat klub tersebut sejajar dengan klub-klub Inggris lainnya. Dari segi pencapaian di pentas Liga Champuons Eropa, kesuksesan Nottingham lebih baik dari sejumlah klub yang kini masih bercokol dan menjadi langganan tampil di Liga Primer Inggris.

Salah satu klub dimaksud adalah Chelsea. Chelsea baru mengemas satu gelar Liga Champions dari 2 kali partai final yang telah dicapainya di liga Champions.

Di final pertamanya, Chelsea harus merelakan gelar juara liga Champions kepada Manchester United,. Chelsea kalah usai melewati drama adu penalti. Sedangkan di partai final keduanya, The Blues sukses menyabet trofi usai kalahkan juara Bundesliga saat itu yaitu Bayern Munchen. Kemenangan tersebut juga diraih melalui adu pinalti.

Klub Inggris lainnya yang pernah berjaya di pentas Liga Champions adalah Aston Villa. Klub ini baru saja promosi ke kasta teratas yakni Liga Primer Inggris musim 2019/2020 ini.

Aston Villa ternyata juga pernah menjuarai liga Champions meski hanya sekali masuk final. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 1982. Kala itu Aston Villa sukses membawa pulang piala usai mengalahkan Bayern Munchen.

 

Selain Liverpool, Ini Klub Inggris yang Pernah Berjaya di Liga Champions Eropa

Liga Champions atau UEFA Champions League menjadi ajang yang paling bergengsi bagi klub-klub se-Eropa. Turnamen ini dulunya juga pernah dinamai Piala Champions. Sejak berubah nama menjadi Liga Champions, Real Madrid masih menjadi klub yang merajai dengan 13 gelar juara.

Dilansir dari goal.com, beberapa klub besar memang sering tampil di liga Champions, namun tak banyak klub raksasa yang jadi juara. Tidak terkecuali berlaku untuk tim-tim asal Liga Primer Inggris.

Liga Primer Inggris sendiri tercatat hanya memiliki 5 klub yang pernah merasakan manisnya menjadi kampiun Liga Champions.

Salah satunya adalah Liverpool. Klub berjuluk The Red ini memang menjadi klub tersukses dari Liga Inggris di sepanjang gelaran Liga Champions. Liverpool tercatat sudah 8 kali mencapai partai puncak Liga Champions dan berhasil membawa pulang 5 trofi juara.

Terakhir kali Liverpool menjadi juara pada tahun 2005. Saat itu Steven Gerrard dan kawan-kawan sukses mengalahkan tim asal Serie-A Italia yaitu AC Milan. Sedangkan pada musim lalu mereka juga sukses mencapai partai final namun harus kalah dari sang juara bertahan Real Madrid.

Teranyar, Liverpool menjadi kampiun di musim lalu. Performa impresif armada Jurgen Klopp membuat tim tersebut mampu berbicara banyak di ajang tersebut. Liverpool lolos hingga ke partai final dan sukses menaklukkan sesame klub Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur di partai pamungkas.

Selain Liverpool, ada juga Manchester United. Manchester United menjadi klub tersukses kedua dari Inggris di kancah Liga Champions. The Red Devils hingga saat ini telah mengoleksi 3 gelar trofi liga Champions.

Ketiga trofi tersebut diraih pada tahun 1968, 1999, dan 2008. Sebenarnya klub berjuluk Setan Merah ini bisa menyamai perolehan Liverpool. Namun 2 kali laga final yang dicapai pada tahun 2009 dan 2011, kedua-duanya harus sirna usai selalu klah dari Barcelona.

Dalam beberapa musim terakhir Setan Merah mengalami situasi sulit. Alih-alih berlaga di kompetisi teratas tersebut, United hanya mampu bersaing di turnamen kasta kedua yakni Liga Europa. Nasib serupa kembali terjadi pada musim ini.

Klopp Sebut Liverpool Siap Jamu Atletico

Liverpool akan menjalani duel menentukan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Anfield yang merupakan markas sendiri pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB.

Di laga ini Liverpool akan beradu dengan Atletico Madrid. Di leg pertama di kandang Atletico, Liverpool menyerah satu gol tanpa balas. Di leg kedua ini, bila ingin lolos, The Reds wajib menang dengan selisih lebih dari satu gol.

Pelatih Liverpool mengatakan pihaknya siap menjamu Los Rojiblancos. Pelatih asal Jerman itu pun menegaskan sudah menyiapkan strategi tersendiri untuk menghadapi klub La Liga Spanyol itu.

“Kami membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi di momen yang berbeda, kami membutuhkan pergantian yang lebih baik di momen yang berbeda, kami membutuhkan sepak bola yang lebih berani di momen yang berbeda, kami perlu bermain di sekitar formasi, kami perlu bermain di belakang formasi, kami perlu bermain melalui celah, itu semua jelas. Jika permainan Anda dapat diprediksi, Atletico bisa bertahan dari serangan Anda selama enam bulan ke depan tanpa istirahat,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan timnya harus mempersiapkan diri untuk menghindari lawan bermain bertahan.

“Tetapi jika Anda mempersiapkan situasi di mana tidak mudah untuk bertahan, semakin sering Anda berada dalam situasi di mana Anda bisa mencetak gol – dan itulah yang harus kita lakukan,” sambungnya.

Klopp menegaskan pentingnya laga tersebut membuat mereka harus tampil maksimal. Penting bagi mereka untuk belajar dari kekalahan di laga pertama.

“Besok malam adalah pertandingan di mana kami harus menunjukkan bahwa kami benar-benar belajar dari pertandingan pertama dan bahwa kami benar-benar ingin lolos dengan mengetahui bahwa ada kemungkinan kami tidak bisa lolos. Karena jika Anda takut bermain menyerang, Anda tidak bisa bermain dengan kebebasan dan kami membutuhkan kebebasan ini,” bebernya lagi.

Lebih lanjut Klopp mengatakan para pemain harus tampil tanpa beban. Ia meminta para pemain Liverpool untuk bisa menangkal serangan balik cepat yang berpotensi dilakukan lawan.

“Kami perlu bermain dengan bebas mengetahui bahwa mereka sangat bagus dalam bertahan. Menangkal serangan balik mereka, dapatkan kembali bola – cara terbaik untuk bertahan dari serangan balik adalah menahan mereka dengan counter-press, menangkan bola kembali, gunakan ruang yang mereka buat pada saat itu, semua hal semacam ini,” ungkapnya.

Sementara itu bek Liverpool, Virgil Van Dijk mengatakan timnya siap menghadapi laga ini. Timnya siap untuk menghadapi berbagai tekanan.

“Tekanannya selalu ada. Yang terjadi adalah, ketika Anda tak mendapatkan hasil-hasil bagus, yang mana kami tak terlalu sering mendapatkannya, dunia luar membicarakannya seolah-olah kami ada di pertarungan degradasi,” tegas bek asal Belanda itu.

Jamu Atletico, Liverpool Kejar Defisit Gol

Liverpool akan mengejar defisit gol saat menjamu Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa. Laga ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Anfield pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB.

Di leg pertama di kandang Atletico di Stadion Wanda Metropolitano, Liverpool menyerah satu gol tanpa balas. Liverpool wajib menang dengan selisih lebih dari satu gol bila ingin lolos ke babak selanjutnya sekaligus menjaga asa mempertahankan gelar juara.

Namun demikian Atletico bukan tim yang mudah dikalahkan. Tim besutan pelatih Diego Simeone tentu akan tampil maksimal. Bagi mereka hasil imbang lebih dari cukup untuk mengantar mereka ke babak perempat final.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan untuk memenangi laga ini timnya harus mempersiapkan diri dengan baik. Hal yang harus ditingkatkan adalah soal kecepatan. Hal ini penting untuk mengantisipasi Atletico yang berpeluang tampil defensive.

“Kami membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi di momen yang berbeda, kami membutuhkan pergantian yang lebih baik di momen yang berbeda, kami membutuhkan sepak bola yang lebih berani di momen yang berbeda, kami perlu bermain di sekitar formasi, kami perlu bermain di belakang formasi, kami perlu bermain melalui celah, itu semua jelas,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menegaskannya timnya harus tampil baik dan menghindari tampil monoton sehingga gampang dibaca lawan.

“Jika permainan Anda dapat diprediksi, Atletico bisa bertahan dari serangan Anda selama enam bulan ke depan tanpa istirahat,” lanjutnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

30-04-2010 Liverpool 2-1 Atletico (UEL)

23-04-2010 Atletico 1-0 Liverpool (UEL)

05-11-2008 Liverpool 1-1 Atletico (UCL)

23-10-2008 Atletico 1-1 Liverpool (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

25-02-2020 Liverpool 3-2 West Ham (EPL)

01-03-2020 Watford 3-0 Liverpool (EPL)

04-03-2020 Chelsea 2-0 Liverpool (Piala FA)

07-03-2020 Liverpool 2-1 Bournemouth (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Atletico Madrid:

15-02-2020 Valencia 2-2 Atletico (La Liga)

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

24-02-2020 Atletico 3-1 Villarreal (La Liga)

01-03-2020 Espanyol 1-1 Atletico (La Liga)

07-03-2020 Atletico 2-2 Sevilla (La Liga).

Perkiraan starting line up Liverpool versus Atletico Madrid:

Liverpool (4-3-3): Adrian; Andrew Robertson, Virgil van Dijk, Joe Gomez, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Jordan Henderson; Sadio Mane, Roberto Firmino, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp.

Atletico Madrid (4-4-2): Jan Oblak; Lodi, Gimenez, Savic, Trippier; Koke, Saul Niguez, Thomas Partey, Angel  Correa; Alvaro Morata, Joao Felix.

Pelatih: Diego Simeone.

 

 

 

RB Leipzig Jamu Spurs di Leg 2 Babak 16 Besar Liga Champions

Kompetisi Liga Champions Eropa kembali bergulir tengah pekan ini. Duel antara RB Leipzig kontra Tottenham Hotspur akan membuka pertandingan leg kedua babak 16 besar. Laga ini akan digelar di markas Leipgiz pada Rabu, 11 Maret 2020 dini hari WIB.

Di laga ini Leipzig lebih diuntungkan. Selain tampil di kandang, klub Bundesliga itu juga memiliki modal bagus berkat kemenangan 1-0 di leg pertama di markas Spurs.

Namun demikian Leipzig harus bekerja keras mengingat Spurs datang dengan semangat berlipat ganda untuk mengejar ketertinggalan sekaligus menjaga asa ke babak perempat final. Spurs pun minimal harus mencetak gol dengan selisih lebih dari satu gol. Kemenangan 2-1 misalnya, lebih dari cukup meloloskan Spurs ke babak delapan besar.

“Kami berada di situasi yang sulit musim ini, tetapi saya percaya kami bisa mengubahnya. Kami sudah lama bermain bersama di dalam skuad ini dan sudah melewati beberapa situasi sulit,” beber gelandang Spurs, Dele Alli.

Sementara itu kubu Leipzig enggan jemawa. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, Julian Nagelsmann, Spurs diprediksi akan tampil ngotot untuk mengejar defisit gol.

“Saya pikir pertahanan Tottenham akan sedikit longgar karena mereka bakal ngotot menyerang dan mencetak gol. Dengan begitu, kami akan mendapat ruang lebih banyak untuk menciptakan gol. Tetapi penting untuk memperhitungkan serangan balik Tottenham. Karena mereka sangat bagus dalam serangan balik,” beber Nagelsmann.

Pertemuan Terakhir Kedua Tim:
20/02/20 LIC Tottenham Hotspur FC 0 – 1 RB Leipzig

5 Pertandingan Terakhir RB Leipzig:
15/02/20 BUN RB Leipzig 3 – 0 Werder Bremen
20/02/20 LIC Tottenham Hotspur FC 0 – 1 RB Leipzig
23/02/20 BUN Schalke 04 0 – 5 RB Leipzig
01/03/20 BUN RB Leipzig 1 – 1 Bayer Leverkusen
07/03/20 BUN Wolfsburg 0 – 0 RB Leipzig

5 Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur:
20/02/20 LIC Tottenham Hotspur FC 0 – 1 RB Leipzig
22/02/20 LIP Chelsea FC 2 – 1 Tottenham Hotspur FC
01/03/20 LIP Tottenham Hotspur FC 2 – 3 Wolverhampton Wanderers
05/03/20 FAC Tottenham Hotspur FC 1 – 1 P Norwich City FC
08/03/20 LIP Burnley FC 1 – 1 Tottenham Hotspur FC

Perkiraan starting line up RB Leipzig kontra Tottenham Hotspur:

RB Leipzig (3-4-1-2): Peter Gulasci; Lukas Klostermann, Dayot Upamecano, Marcel Halstenberg; Nordi Mukiele, Konrad Leimer, Marcel Sabitzer; Christoph Nkunku; Timo Werner, Patrick Shick.

Pelatih: Julian Nagelsmann

Tottenham Hotspur (5-4-1): Hugo Lloris; Serge Aurier, Toby Alderweireld, Eric Dier, Davinson Sanchez, Ben Davies; Lucas Moura, Harry Winks, Giovano Lo Celso, Steven Bergwijn; Dele Alli.

Pelatih: Jose Mourinho