Pelatih Liverpool Tidak Ingin Buru-buru Latihan

Tim-tim Liga Primer Inggris mulai berlatih secara berkelompok. Setelah sebelumnya latihan hanya diizinkan digelar secara individu dan terbatas, kini otoritas setempat mulai memberikan kelonggaran.

Situasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Sudah Fit, Kane Siap Hadapi Kompetisi Liga Inggris

Saat ini para pemain Liga Inggris sedang menanti informasi resmi terkait nasib kompetisi musim ini. Sebagian besar kabar berisi kemungkinan kompetisi berlanjut lagi. Tak heran sejumlah klub mulai melakukan persiapan dengan menggelar latihan dengan mengikuti protokol yang ketat.

Salah satu pemain yang sudah tak sabar berkompetisi lagi adalah Harry Kane. Striker Tottenham Hotspur itu pantas merasa tak sabar. Pasalnya Kane sudah lama bergulat dengan cedera yang membuatnya harus absen di banyak pertandingan sebelumnya.

Striker tim nasional Inggris itu menegaskan kondisi terbarunya. Ia mengatakan dirinya sudah pulih seratus persen. Ia menegaskan dirinya siap untuk tampil sejak pertandingan pertama pasca penangguhan karena wabah Corona atau Covid-19.

“Kapan pun musim berlanjut, apakah itu bulan depan, atau dua bulan, tiga bulan laga, saya harus siap untuk bermain di pertandingan pertama,” beber Kane.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya selalu berjuang dan bekerja keras untuk mencapai kondisi bugar. Bahkan sebelum masa karantina dirinya sudah berada dalam kondisi yang baik.

“Saya berusaha sebaik mungkin yang saya bisa – saya berada pada kondisi yang baik sebelum lockdown dan berusaha melakukan segalanya agar bisa kembali berlatih bersama tim ini,” pungkasnya.

Namun demikian muncul kekecewaan dari pemain Liga Inggris yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan nasib kompetisi musim ini. Sebagaimana dikatakan oleh bek West Ham United, Aaron Cresswell, para pemain tidak didengar pendapat dan pandangannya. Begitu juga, ia menilai hal yang sama untuk kepala medis FIFA.

“Saya pikir terlihat jelas bahwa opini para pemain tidak didengar, termasuk saran dari kepala medis FIFA sendiri,” ungkap Cresswell di jejaring sosial twitternya.

Pemain internasional Inggris itu menilai sejak kompetisi ditangguhkan hingga kini para pemain sama sekali belum diberikan ruang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terkait masa depan Liga Inggris di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

“Sudah 10 pekan sejak kami terakhir bermain bola dan belum ada polling untuk melihat bagaimana pendapat para pemain,” sambungnya.

Meski tidak dimintai secara resmi oleh otoritas terkait, beberapa pemain yang merumput di Liga Primer Inggris sudah menyatakan pendapatnya. Beberapa di antaranya adalah striker Manchester City, Sergio Aguero dan pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Para pemain itu berpendapat saat ini situasi belum kondusif untuk memulai lagi kompetisi. Mereka menyatakan masih ada rasa takut bila harus bermain dalam situasi seperti saat ini.

Liga Inggris Dilanjutkan Lagi, Pemain Ini Sebut Mayoritas Pemain Masih Enggan

Saat ini muncul berbagai spekulasi terkait kelanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Kompetisi tersebut diprediksi akan kembali bergulir pada awal bulan depan. Saat ini sejumlah tim sudah mulai menggelar latihan, meski masih berlangsung secara terbatas.

Jelas tidak mudah untuk kembali berkompetisi apalagi di tengah situasi dunia yang belum benar-benar terbebas dari virus tersebut. Hal inilah yang membuat Aguero takut untuk kembali bertanding lagi.

Pemain asal Argentina itu mengatakan para pemain sepak bola masih merasa takut bila harus bertanding lagi dalam waktu dekat. Pemain depan Manchester City itu mengatakan para pemain masih memikirkan kesehatan dan keselamatannya, selain itu juga kesehatan dan keselamatan keluarga mereka.

“Mayoritas pemain takut karena mereka punya keluarga, anak, bayi, dan orang tua,” beber Aguero.

Lebih lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu mengakui dirinya juga merasa takut. Apalagi saat ini ia sedang bersama kekasihnya. Menurut informasi yang ia dapat tidak mudah bagi seseorang untuk terserang Corona bila tidak menjalin kontak dengan dunia luar. Hal ini yang membuatnya lebih memilih untuk tetap berada di dalam rumah.

“Itu membuat saya takut, tetapi saya masih baru di sini dengan pacar. Saya belum pernah kontak dengan orang lain, dan mereka mengatakan sangat jarang dan sulit yang tertular,” sambungnya.

Selain itu ia juga khawatir dengan kenyataan bahwa ada orang yang tertular dengan tanpa gejala yang jelas. Hal ini membuatnya lebih berhati-hati dan memilih tidak menjalani aktivitas di luar rumah.

“Tetapi, mereka mengatakan ada orang yang tertular, tidak memiliki gejala, dan mereka dapat menginfeksi Anda. Itu sebabnya saya berdiam diri di rumah. Anda bisa terinfeksi dan tidak menyadarinya,” sambungnya.

Lantas bagaimana tanggapan Kepa terkait kabar ini? Kepa mengatakan tidak mudah bagi seorang pemain untuk tetap menjaga konsistensi. Di tengah padatnya jadwal pertandingan tidak mudah  bagi seorang pemain untuk menjaga level permainannya agar tetap sama di setiap laga.

“Kami bermain 50-60 pertandingan setiap musimnya, jadi memang sulit menjaga level permainan agar tetap sama,” beber Kepa.

Lebih lanjut pemain yang sebelumnya bermain di La Liga Spanyol itu mengatakan situasi ini membuatnya harus terus bekerja keras. Ia bertekad untuk memperbaiki diri agar bisa tampil lebih konsisten.

“Yang jelas, saya harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Mungkin akan ada hambatan, namun jika tujuanmu jelas, semuanya terasa mudah. Mengenai apa yang terjadi pada saya, yang bisa dilakukan adalah bekerja secara profesional dan lebih keras untuk membalikkan situasi,” lanjutnya.

Kepa: Saya Ingin Memenangi Segalanya dengan Chelsea

Masa depan Kepa Arrizabalaga bersama Chelsea dikabarkan tidak akan berlangsung lama. Hal ini dipicu oleh ketertarikan pelatih Chelsea, Frank Lampard terhadap kiper dari klub lain. Namun demikian mantan kiper Atletico Madrid itu tetap tenang. Kepa tak khawatir dengan masa depannya di Stamford Bridge.

“Benar bahwa dalam 10 tahun terakhir, Chelsea adalah tim Inggris yang memenangi titel terbanyak. Saya rasa kami harus punya ambisi itu,” beber Kepa.

Lebih lanjut kiper asal Spanyol itu menegaskan dirinya masih menyimpan banyak target bersama Si Biru. Ia ingin meraih banyak gelar bersama klub tersebut, sama seperti harapannya di level tim nasional Spanyol.

“Bahkan saya datang ke sini untuk itu dan di musim pertama kami sudah memenangi Liga Europa. Kami punya tim yang muda, kemudian ada larangan transfer, tapi Anda harus terus berjuang untuk titel-titel. Saya ingin memenangi segalanya dengan Chelsea dan dengan tim nasional,” sambungnya.

Kepa mengatakan tidak mudah bagi seorang pemain untuk tetap menjaga konsistensi. Di tengah padatnya jadwal pertandingan tidak mudah  bagi seorang pemain untuk menjaga level permainannya agar tetap sama di setiap laga.

“Kami bermain 50-60 pertandingan setiap musimnya, jadi memang sulit menjaga level permainan agar tetap sama,” beber Kepa.

Lebih lanjut pemain yang sebelumnya bermain di La Liga Spanyol itu mengatakan situasi ini membuatnya harus terus bekerja keras. Ia bertekad untuk memperbaiki diri agar bisa tampil lebih konsisten.

“Yang jelas, saya harus terus bekerja dan memperbaiki diri. Mungkin akan ada hambatan, namun jika tujuanmu jelas, semuanya terasa mudah. Mengenai apa yang terjadi pada saya, yang bisa dilakukan adalah bekerja secara profesional dan lebih keras untuk membalikkan situasi,” lanjutnya.

Apakah saat ini Kepa memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Lampard? Tekait hal ini Kepa mengatakan dirinya tidak memiliki masalah dengan mantan pemain tim nasional Inggris itu. Bahkan ia mengakui Lampard selalu menyemangati dan menyuntikkan kepercayaan diri kepadanya.

“Hubungan saya dengan Frank baik-baik saja. Dia memberikan kepercayaan diri pada saya sejak awal,” bebernya.

Pelatih berusia 41 tahun itu mengatakan sebagai seorang pelatih, adalah tugasnya untuk menganalisis situasi dan mengambil keputusan. Ia yakin masih mendapat dukungan dari Lampard dan para pemain Chelsea. Jelas, tidak ada seorang pemain yang tidak ingin tampil di setiap pertandingan.

Curhat Pemain Ini Soal Susahnya Ganti Posisi

Menjadi seorang pemain sepak bola profesional tidak hanya berhadapan dengan jadwal pertandingan yang padat dan berbagai tekanan selama pertandingan. Hal lain yang menantang seorang pemain sepak bola adalah kemungkinan untuk berotasi ke posisi berbeda dari yang diinginkan.

Hal inilah yang pernah dirasakan oleh Fernandiho. Pemain asal Brasil ini merasakan hal tersebut saat bersama Pep Guardiola di Manchester City. Menurut pemain berkepala plontos ini berpindah posisi bukan perkara mudah.

Sebelumnya pemain yang berposisi asli sebagai gelandang ini digeser menjadi bek tengah. Menurut Fernandinho situasi tersebut sungguh menantang. Apalagi posisi tersebut sangat krusial dalam sebuah tim sepak bola. Ia berada di garda terakhir sebelum lawan menghadapi penjaga gawang.

“Saya rasa tantangan terbesar pindah ke posisi bek tengah buat saya adalah, sebagai gelandang, Anda terbiasa banyak berlari di depan. Anda bertarung di tengah, bisa kehilangan atau memenangi bola,” beber Fernandinho.

Lebih lanjut ia mengatakan meski banyak tantangan dan tekanan bermain lebih ke belakang, baginya ada hal menarik yang ditemui. Salah satunya memungkinkannya untuk mendapatkan ruang lebih lebar. Namun demikian ia tetap harus mewaspadai lawan yang bisa dengan jeli memanfaatkan kesalahan atau kekalaian mereka.

“Tapi di posisi bek tengah, Anda punya banyak ruang di belakang, antara bek tengah dan kiper, dan Anda harus memperhatikan betul bahwa kebanyak tim yang melawan kami mengincar dengan bola-bola terobosan ke belakang barisan empat bek,” sambungnya.

Pemain yang kini sudah berusia 34 tahun itu mengaku sempat merasa aneh di masa-masa awal bermain pada posisi baru tersebut. Namun seiring berjalannya waktu ia pun bisa beradaptasi dan pelan-pelan merasa nyaman dengan posisi itu.

“Buat saya, pada awalnya, agak sedikit aneh beradaptasi dengan itu, tapi setelah itu sih saya bisa melakukannya,” tegasnya.

Pelatih Pep Guardiola tentu memiliki alasan mengutak-atik posisi pemain. Selain melihat kemampuan sang pemain, hal ini juga dipicu oleh kebutuhan tim. Hanya saja untuk pemain seperti Fernandinho, bermain lebih ke belakangan membuat ia kehilangan kesempatan untuk menunjukkan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Manchester Biru tentu merasakan kehilangan hal ini.

Musim ini Manchester City hampir pasti kehilangan gelar juara Liga Primer Inggris. Saat ini Manchester Biru berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara. Namun City tertinggal jauh dari Liverpool di posisi puncak. Liverpool semakin dekat menuju tangga juara.

Hanya saja saat ini kompetisi Liga Inggris sedang vakum. Pandemi Corona atau Covid-19 menjadi sebab. Kapan Liga Inggris akan berlanjut lagi? Kita tunggu saja.

Nasib Liga Inggris Musim Ini Bisa Seperti Liga Belanda

Saat ini kelanjutan Eredivisie atau Liga Belanda sudah diketahui. Pihak Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sudah mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kompetisi musim ini. Keputusan itu sudah dikeluarkan pada Sabtu, 25 April 2020.

Penghentian Liga Belanda musim ini disebabkan karena situasi yang tak menentu. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi keprihatinan bersama. Belum bisa diprediksi secara pasti kapan wabah itu akan berakhir.

Presiden KNVB, Just Spee, mengatakan susah untuk melanjutkan sisa kompetisi dalam situasi yang tak menentu. Ia juga melihat situasi yang sama juga sebenarnya sedang dialami oleh liga-liga lainnya di dunia.

“Sangat sulit. Pada saat yang sama saya tahu bahwa apa yang terbaik buat kami. Kami semua sebagai pesepakbola jelas ingin bermain dan itu berlaku untuk semua rekan saya di seluruh dunia,” beber Spee.

Lebih lanjut Spee mengatakan hal serupa bisa saja diambil oleh liga-liga lainnya di Eropa, tidak terkecuali Liga Inggris. Saat ini menurutnya sejumlah pihak masih mengharapkan Liga Inggris bisa berlanjut. Namun ia tidak yakin dengan harapan tersebut.

“Di Inggris juga tidak berbeda, sehingga mereka masih berpegang pada harapan selama itu masih ada. Namun sekali lagi, kita melihat bagaimana perkembangannya. Apakah itu realistis? Pada akhirnya bisa saja tidak, tetapi kita akan lihat,” sambungnya.

Lebih lanjut Spee mengatakan kurang realistis bila mengharapkan kompetisi bisa berlanjut. Menurutnya ketidakpastian ini masih akan terus membayang hingga beberapa waktu ke depan.

“Sejujurnya, melihat apa yang terjadi dan melihat bahwa segalanya mesti ditunda dari minggu ke minggu, seberapa realistisnya itu dalam tiga atau empat pekan ke depan sehingga kita bisa sampai pada kesimpulan yang berbeda? Saya yakin itu tidak terlalu banyak,” sambungnya.

Tidak hanya itu ia mengatakan cukup ragu bila Liga Inggris bisa berlanjut dan menyelesaikan kompetisi musim ini. Menurutnya situasi saat ini tidak memungkinkan untuk bisa menyelesaikan sisa kompetisi.

“Selain itu, Premier League bakal membutuhkan beberapa minggu untuk menyelesaikan kompetisi mereka. Apakah akan ada cukup waktu? Itu sangat diragukan,” sambungnya.

Saat ini sejumlah klub Liga Inggris sudah mewacanakan untuk kembali berlatih dalam waktu dekat. Arsenal misalnya, sudah mengumumkan akan kembali berlatih pada pekan depan. Hanya saja suasana latihan akan berbeda mengingat situasi yang belum benar-benar kondusif.

Selain Arsenal, Manchester United pun memiliki rencana yang sama. Hanya saja kita masih menanti apakah rencana itu akan bisa terwujud.

Kubu Setan Merah Berharap Liga Inggris Berlanjut

Dukungan agar kompetisi Liga Primer Inggris dilanjutkan lagi setelah wabah Corona atau Covid-19 mereda datang juga dari kubu Manchester United. Sebagaimana dikatakan CEO klub, Ed Woodward, pihaknya sangat mengharapkan agar tim-tim bisa berlaga kembali sesegera mungkin.

Menurutnya kompetisi patut dilanjutkan segera setelah situasi dinyatakan aman. Setan Merah disebutnya masih bersemangat untuk menuntaskan musim ini.

“Seperti kalian semua, kami juga sangat ingin melihat tim kembali ke lapangan sesegera mungkin setelah kami diberi tahu bahwa aman untuk melakukannya, semoga bisa menuntaskan musim yang masih sangat menjanjikan buat kami di Premier League, Liga Europa, dan Piala FA ketika ditangguhkan,” beber Ed.

Lebih lanjut Ed mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait, terkait nasib Liga Primer Inggris musim ini. Ia pun berjanji untuk terus memberikan update terkait setiap perkembangan dengan para penggemar Setan Merah.

“Kami dalam pembicaraan konstan dengan badan-badan terkait soal kapan dan bagaimana itu akan terjadi dan kami akan terus berhubungan dengan forum ini untuk menjaga agar penggemar tetap mendapat informasi,” sambungnya.

Meski begitu ia tak menjamin suasana pertandingan akan langsung berjalan normal. Setelah diizinkan untuk bertanding ada kemungkinan pertandingan bakal berlangsung tertutup. Menurut Ed tidak mudah untuk mencapai kondisi ideal dalam waktu singkat.

“Dan sementara kemungkinan pertandingan-pertandingan perlu digelar secara tertutup dalam jangka pendek, kami semua menyadari bahwa sepakbola tidak akan sepenuhnya kembali normal sampai suporter ada di tribune lagi,” tegasnya.

Tidak sampai di situ, Ed juga berbicara terkait dampak corona pada aktivitas Setan Merah di bursa transfer musim panas ini. Ia menegaskan aktivitas Setan Merah di bursa transfer nanti akan mengalami perubahan alias tidak seperti biasanya.

“Tidak boleh ada satupun orang yang salah paham dengan skala tantangan yang ada di hadapan semua orang di sepakbola dan mungkin tidak akan ada bisnis seperti biasanya untuk klub manapun, termasuk kami, di bursa transfer musim panas ini,” beber Ed.

Ed menegaskan bahwa kesuksesan tim tetap menjadi prioritas. Terus memperbaiki kedalaman skuad adalah bagian dari upaya mencapai kesuksesan. Namun demikian dalam situasi seperti ini klub perlu mempertimbangkan kondisi keuangan klub.

“Seperti biasanya, prioritas kami adalah sukses tim. Tapi kami perlu visibilitas dari dampak yang ditanggung keseluruhan industri ini, termasuk penempatan waktu bursa transfer, dan gambaran finansial yang lebih luas, sebelum bisa bicara soal kembali ke normal,” sambungnya.

De Bruyne Menyesal City Lepas Pemain Ini

Keputusan Manchester City untuk melepas Jadon Sancho ternyata mengundang kekecewaan dari para pemain The Citizen. Salah satunya adalah gelandang Kevin De Bruyne. Pemain internasional Belgia itu menyayangkan keputusan klub melepas pemain 20 tahun yang kemudian menjadi incaran klub-klub besar lainnya termasuk tetangga berisiknya, Manchester United.

Sancho tercatat pernah menghuni skuad The Citizen selama dua musim sejak 2015 hingga 2017. Namun ia sulit bersaing dengan para pemain bintang lainnya sehingga ia lebih memilih hengkang ke Bundesliga. Borussia Dortmund pun menjadi pelabuhan barunya.

Ternyata kepindahannya ke Jerman pada 2017 menjadi titik balik. Ia pun berkembang menjadi salah satu pemain sayap berbahaya di Bundesliga Jerman. Kini banyak klub mengincar untuk mendapatkan tanda tangannya. Hal ini membuat De Bruyne menyesali keputusan Manchester Biru melepas pemain tersebut beberapa tahun silam.

“Dia menggila. Hal yang aneh, saya berlatih beberapa kali dengannya dan dia hengkang. Ini sulit dipercaya,” beber De Bruyne.

Meski begitu, De Bruyne tetap mendukung keputusan tersebut. Ia bahkan menilai kepergiannya dari Etihad Stadium sebagai sesuatu yang baik untuk kariernya.

“Kadang sesuatu seperti ini harus terjadi. Namun ini baik untuknya,” ungkap De Bruyne.

Dalam beberapa waktu terakhir nama Sancho sering dikaitkan dengan Manchester Merah. Namun tidak mudah bagi Setan Merah untuk mendapatkan Sancho. Pasalnya pihak Die Borussien memagari pemain tersebut dengan harga tinggi. Tak kurang dari 100 juta pounds dipatok untuk pemain tersebut.

Terkait masa depan Sancho, termasuk peluangnya untuk bergabung dengan rival sekota, De Bruyne tak ambil pusing. De Bruyne mengatakan bila ingin mendapatkan jasanya klub manapun harus siap merogoh kocek dalam-dalam.  Ia pun tak ambil pusing ke mana Sancho akan berlabuh.

“Sekarang jika, kamu menginginkannya kamu harus membayar. Aku tidak ingin tahu (dia mau kemana)!” tegasnya.

Kira-kira klub mana yang lebih cocok untuk Sancho? Apakah pemain itu akan benar-benar mendarat di Stadion Old Trafford yang merupakan kandang Manchester United? Kita lihat saja.

 

Berapa Jumlah Pemain Lokal Milik Liverpool Saat Ini?

Liga Primer Inggris memang dianggap sebagai liga yang paling kompetitif di seluruh dunia. Tak heran banyak pemain-pemain top dari berbagai negara ingin bermain di liga tersebut. Hal inilah yang membuat beberapa tim di Liga Primer Inggris dianggap kurang begitu mementingkan kualitas pemain lokal dan lebih mempercayai kualitas pemain asing.

Seperti yang dilansir dari premierleague.com, tim big six yang jadi tim paling disegani di Liga Inggris saat ini yaitu Liverpool, Manchester United, Manchester City, Chelsea, Arsenal dan Tottenham, memang memiliki komposisi pemain yang lebih didominasi pemain asing. Namun para pemain lokal asli Inggris juga tak jarang jadi tumpuan tim.

Lantas berapa jumlah pemain lokal yang dimiliki Liverpool saat ini?  Liverpool memang menjadi tim yang paling banyak mendaftarkan pemain di Liga Primer Inggris musim ini. Dari daftar pemain yang dimilikinya ada 17 pemain asli Inggris.

Namun dari 17 pemain tersebut hanya ada beberapa pemain saja yang menjadi tumpuan skuad The Reds di antaranya Jordan Henderson, Alex oxlade-chamberlain, James Milner, Adam Lallana, Trent Alexander Arnold, dan Joe Gomes. Setidaknya di skuad utama Liverpool khususnya lini tengah masih didominasi pemain asli Inggris meskipun di lini depannya dipenuhi pemain asing.

Patut diakui Liverpool menjadi salah satu tim dengan performa paling konsisten sepanjang musim ini. Di pentas domestik, klub asal kota pelabuhan itu mencatatkan prosentasi kemenangan tertinggi dibanding klub-klub lain. Baru belakangan, tim asuhan pelatih Jurgen Klopp itu menderita hasil minior. Namun demikian hasil tersebut tidak mengurangi peluang mereka untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini.

Klub lain yang masih memiliki sejumlah pemain lokal adalah Manchester United. Dari squad yang dimiliki Manchester United, 12 pemain yang merupakan pemain asli kebangsaan Inggris. Bahkan tak sedikit pula pemain muda yang menjadi tumpuan skuad Setan Merah.

Mereka adalah Marcus Rashford, Mason Greenwood, Jesse Lingard, Phil Jones, Aaron Wan-Bissaka, Brandon Williams, Luke Shaw hingga Harry Maguire. Bahkan dengan skuad tersebut bisa terbilang MU menjadi klub yang paling sering memainkan banyak pemain lokal sebagai starter.

Selain itu Chelsea pun tak ketinggalan memberi tempat kepada talenta-talenta lokal. Chelsea menjadi klub yang saat ini sedang dalam transisi terbaiknya dalam menyusun tim dengan mengandalkan pemain muda lokalnya.

Terhitung ada 9 pemain asli Inggris di dalam skuad asuhan Frank Lampard di liga Inggris. Banyak juga dari pemain tersebut yang jadi tumpuan di skuad utama susunan pemain yang sering dimainkan Frank Lampard. Mereka adalah Tammy Abraham, Mason Mount, Callum Hudson- Oddoi, Ross Barkley, Fikayo Tomori, hingga Ruben Loftus-Cheek.

Manchester City, Klub dengan Pemain Lokal Paling Sedikit di Liga Inggris

Nama besar Manchester City di sepak bola Inggris tak diragukan lagi. Tim asal kota Manchester itu menjadi klub raksasa tidak hanya dari segi sumber daya pemain tetapi juga finansial. Sokongan penuh dari sang pemilik klub membuat klub ini dengan mudah membangun kekuatan dengan bermaterikan para pemain bintang.

Tak heran dengan skuad mumpuni, termasuk kehadiran salah satu pelatih terbaik di dunia yakni Pep Guardiola, City mampu merajai kancah domestik. Hal ini sedikit berbanding terbalik dengan pentas Eropa yang mana klub tersebut masih terus berharap untuk meraih gelar juara.

Di tengah kebesaran tim tersebut, ternyata Manchester Biru lebih banyak mengandalkan kekuatan pemain dari luar Inggris. Data mencatat, Manchester Biru berada di urutan terbawah, dari daftar klub dengan jumlah pemain lokal terbanyak.

Tim yang baru saja mendapat hukuman dari UEFA karena pelanggaran financial fair play tersebut menjadi tim yang paling sedikit memiliki penggawa lokal di antara tim-tim papan atas. The citizen hanya memiliki 7 pemain asli Inggris. Dari ketujuh pemain lokal tersebut ada 4 yang cukup menonjol dan kerap menjadi andalan yaitu Raheem Sterling, Phil Foden, Kyle Walker serta John Stones.

Jumlah pemain lokal dalam skuad City masih kalah banyak dari tim-tim lainnya. Arsenal misalnya, memiliki jumlah pemain lokal lebih banyak. Tecatat ada 9 pemain lokal yang diikutsertakan dalam kompetisi Liga Inggris musim ini.

Namun dari pemain-pemain tersebut hanya beberapa saja yang sering diturunkan di skuad utama Arsenal seperti Bukayo Saka, Edward Nketiah dan Josep Willock. Selebihnya para penggawa asing lebih mendominasi skuad The Gunners yang kini diasuh pelatih anyar, Mikel Arteta.

Klub lain yang memiliki pemain lokal adalah Tottenham Hotspur. Klub berjuluk The Lyliwhites ini memang tak memiliki banyak pemain yang didaftarkan di  Liga Primer Inggris. Namun setidaknya dari 26 total penggawa yang dimiliki, ada 8 pemain yang merupakan pemain lokal berkebangsaan Inggris.

Beberapa pemain lokal tersebut juga dianggap sebagai pemain kunci di skuad utama The Lilywhites. Para pemain tersebut adalah Harry Kane, Dele Alli, Harry Winks, Eric Dier, dan Ryan Sessegnon.