Ini Alasan Salah Tak Tampil dalam Derby Merseyside

Ada yang berbeda dengan skuad Liverpool dalam laga derby Merseyside menghadapi Everton di Stadion Goodison Park pada Senin, 22 Juni 2020 dini hari WIB. Dalam skuad Liverpool tidak ada nama Mohamed Salah, salah satu dari trisula maut The Reds bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp pun memberikan klarifikasi terkait tak tampilnya Salah dalam laga tersebut. Menurut pelatih asal Jerman itu hal ini sesuai dengan anjuran tim medis Liverpool. Tidak hanya Salah, Andry Robertson, dan Xherdan Shaqiri pun demikian.

“Mo [Mohamed Salah], Robbo [Andy Robertson], dan Shaq [Xherdan Shaqiri] adalah tiga pemain yang tak bisa berlatih di setiap kesempatan,” beber Klopp.

Pelatih yang pernah menangani Borussia Dortmund itu mengatakan keputusan tidak memainkan Salah bukan perkara besar. Namun ia tetap mendengar masukan dari tim medis klub. Ia tahu mereka lebih tahu dan ahli terkait kondisi sang pemain.

“Itu cuma hal kecil dan saya harus membuat keputusan. Dengan keputusan itu saya memilih mendengarkan departemen medis. Mereka adalah ahlinya dan jika saya tak mendengarkan saran pakar, buat apa saya memiliki mereka.”

Untuk itu ia menegaskan para pemain tersebut kemungkinan besar akan tampil di laga selanjutnya menghadapi Crystal Palace pada Rabu, 24 Juni 2020 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

“Mo siap untuk jadi cadangan dan mungkin saja bisa main beberapa menit. Robbo, jika saya bertanya mungkin ia bakal menjawab siap-siap saja, tapi departemen medis bilang ‘tidak, belum saatnya’. Namun keduanya akan siap untuk main di hari Rabu,” pungkasnya.

Hasil seri dalam derby Merseyside ini membuat Liverpool harus puas membawa pulang satu poin. Perolehan poin Liverpool kini menjadi 83. Liverpool masih harus meraih lima poin lagi untuk mengunci gelar juara musim ini. Sementara itu Manchester City di urutan kedua tertinggal 22 angka.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara usai laga. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengakui timnya kesulitan untuk menjinakkan Everton. Pertandingan itu, lanjut Klopp berlangsung ketat dan penuh dengan duel fisik.

“Itu pertarungan yang sesungguhnya. Kedua tim menunjukkan bahwa mereka mengerti ini adalag derby. Laga yang intens, penuh duel fisik, semua pemain terlibat,” beber Klopp.

Bek Liverpool, Virgil Van Dijk mengatakan timnya harus terus menjaga tren positif di sisa musim ini. Meski gelar sudah di depan mata, mereka harus terus menjaga ritme bagus karena akan ikut menentukan performa mereka di musim depan.

“Kami ingin terus berkembang untuk memulai musim depan karena itu akan berjarak mepet dengan pertandingan terakhir di musim ini. Manajer juga mengatakan apa yang kami lakukan di sembilan laga sisa di musim ini akan berpengaruh untuk musim depan,” ungkap bek internasional Belanda itu.

Bek Liverpool: Kami Belum Memenangkan Apa Pun

Pemain belakang Liverpool, Virgil Van Dijk angkat bicara terkait situasi timnya saat ini. Kompetisi Liga Primer Inggris sudah bergulir lagi setelah sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19.

Meski Liverpool sudah berada di ambang juara, bek asal Belanda itu mengatakan timnya tidak boleh berhenti berjuang. Saat ini Liverpool hanya butuh dua kemenangan lagi, tepatnya lima poin untuk mengunci gelar juara yang sudah dinanti selama 30 tahun.

“Dengan dua kemenangan, kita akan menjadi juara; tapi kami tak boleh berhenti disitu,” beber Van Dijk.

Pemain jangkung tersebut mengatakan timnya harus terus menjaga tren positif di sisa musim ini. Meski gelar sudah di depan mata, mereka harus terus menjaga ritme bagus karena akan ikut menentukan performa mereka di musim depan.

“Kami ingin terus berkembang untuk memulai musim depan karena itu akan berjarak mepet dengan pertandingan terakhir di musim ini. Manajer juga mengatakan apa yang kami lakukan di sembilan laga sisa di musim ini akan berpengaruh untuk musim depan,” sambungnya.

Van Dijk menegaskan timnya sejatinya belum memenangkan gelar. Masih ada dua laga yang harus diperjuangkan dari total delapan laga tersisa. Ia mengatakan timnya mematok target musim depan sama seperti yang terjadi musim ini.

“Kami belum memenangkan gelar. Kami belum memenangkan apa pun. Namun, tujuan kami untuk musim depan adalah melakukan seperti musim ini,” lanjutnya.

Van Dijk mengakui timnya bisa tampil seperti sekarang karena didukung oleh para pemain yang memiliki tekad dan semangat yang sama. Memenangi trofi Liga Inggris akan memberikan pengaruh positif bagi masa depan para pemain Liverpool.

“Kami bisa menjadi tim yang terus berkembang karena punya pemain yang punya tekad untuk itu. Memenangkan liga akan menjadi pengalaman besar yang bisa membawa mereka ke level lebih tinggi,” pungkasnya.

Van Dijk mengomentari hal tersebut sebelum pertandingan pertama Liverpool di era new normal menghadapi rival sekota yakni Everton di Goodison Park pada Senin, 22 Juni 2020 dini hari WIB.

Hasil seri dalam derby Merseyside ini membuat Liverpool harus puas membawa pulang satu poin. Perolehan poin Liverpool kini menjadi 83. Liverpool masih harus meraih lima poin lagi untuk mengunci gelar juara musim ini. Sementara itu Manchester City di urutan kedua tertinggal 22 angka.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara usai laga. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengakui timnya kesulitan untuk menjinakkan Everton. Pertandingan itu, lanjut Klopp berlangsung ketat dan penuh dengan duel fisik.

“Itu pertarungan yang sesungguhnya. Kedua tim menunjukkan bahwa mereka mengerti ini adalag derby. Laga yang intens, penuh duel fisik, semua pemain terlibat,” beber Klopp.

Jadwal Pertandingan Senin, 22 Juni: Derby Everton Vs Liverpool

Sejumlah pertandingan menarik akan digelar pada awal pekan, tepatnya pada Senin, 22 Juni 2020. Dari pentas Liga Primer Inggris, akan digelar pertandingan derby Merseyside antara tuan rumah Everton kontra Liverpool. Laga ini akan digelar di Stadion Goodison Park.

Pertandingan ini penting bagi Liverpool. Selain menjaga gengsi dalam laga derby, tim besutan pelatih Jurgen Klopp ini pun sedang mengincar dua kemenangan untuk mengunci gelar Liga Inggris musim ini. Saat ini Liverpool sudah mengemas 82 poin dan unggul 22 angka dari Manchester City di urutan kedua.

Bila mampu memenangi laga ini maka Liverpool hanya butuh tiga poin untuk memastikan trofi Liga Inggris berlabuh di Stadion Anfield.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan timnya baru akan memainkan laga pertama setelah beberapa bulan vakum. Meski begitu Liverpool sempat menghadapi Blackburn Rovers di laga pemanasan beberapa waktu lalu.

“Kami tidak bermain selama beberapa waktu, jadi kami harus mencoba membereskan masalah-masalah yang ada di pertandingan ini,” sambungnya.

Dari pentas La Liga Spanyol, Real Madrid akan menghadapi Real Sociedad. Laga ini penting bagi Madrid untuk mencuri posisi puncak La Liga dari Barcelona.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane enggan menanggapi komentar pemain Barcelona, Gerard Pique, yang mengatakan peluang Barcelona menjadi juara menjadi sulit. Zidane lebih memilih fokus pada Madrid ketimbang memikirkan komentar bek asal Spanyol itu.

“Katakan satu hal atau lain. Yang menarik bagi saya adalah pertandingan besok. Saya punya pendapat, tetapi tidak akan berkomentar karena itu bisa terjadi sebaliknya. Sesungguhnya yang mendorong kami adalah pertandingan besok. Tidak ada yang lain. Saya tidak percaya (hasil imbang) Barcelona menguntungkan kami,” tegas Zidane.

Sementara itu dari Serie A Italia, Inter Milan akan memainkan laga krusial menghadapi Sampdoria. Internazionale Milan akan bertindak sebagai tuan rumah dan butuh kemenangan untuk mengejar perolehan poin Lazio dan Juventus di urutan teratas di tabel klasemen sementara Serie A.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 22 Juni 2020:

ENGLAND PREMIER LEAGUE

01:00 WIB – Everton vs Liverpool – Mola TV (Live)

LA LIGA

00:30 WIB – Valencia vs Osasuna – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Sociedad vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:30 WIB – Atalanta vs Sassuolo – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Inter Milan vs Sampdoria – beIN Sports 2 (Live)

Gagal Ke Liverpool Bisa Buat Werner Kian Termotivasi

Nama Timo Werner terus dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa terutama dari Liga Primer Inggris. Sebelumnya Liverpool disebut-sebut akan menjadi pelabuhan baru pemain tersebut. Namun belakangan berhembus kabar bahwa pemain tersebut kemungkinan kecil bakal berlabuh di Stadion Anfield.

Pemain muda itu dikabarkan semakin dekat ke klub Liga Inggris lainnya yakni Chelsea. Bila sampai bergabung dengan Chelsea alias gagal ke Liverpool akan membuat Werner semakin termotivasi untuk tampil prima di pentas tersebut.

Hal ini sebagaimana diprediksi oleh mantan pemain Liverpool, Jamie Redknapp. Menurut Redknapp, Werner bisa saja akan membuat Liverpool menyesal karena gagal memanfaatkan peluang untuk merekrutnya.

Saat ini beberapa pemain depan Chelsea dikabarkan akan meninggalkan klub tersebut. Menurut Redknapp situasi ini menjadi alasan lain bagi Werner untuk bisa memilih Chelsea. Bila sampai Willian dan Pedro pergi maka peluang Werner untuk bermain reguler semakin terbuka.

“Dia mungkin melihat ke lini depan Chelsea sekarang, dengan Willian dan Pedro habis masa kontrak musim panas ini, lalu berpikir bahwa dia bisa menjadi pemain yang tapil reguler di tim tersebut,” beber Redknapp.

Lebih lanjut ia mengatakan bila memilih Liverpool maka Werner akan bersaing dengan sederet pemain depan di tim tersebut terutama trisula maut Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

“Sementara di Liverpool, siapa yang akan digantikan? Dia adalah pemain yang sangat bagus, tapi kita tak tahu sekarang apakah dia lebih baik daripada Mane, Firmino, Salah?,” sambungnya.

Menurut Redknapp, Werner akan mengalami persaingan yang ketat dengan trisula maut Liverpool itu. Ia mengakui bahwa ketiga pemain itu sedang berada dalam tren positif dan saat ini mengisi daftar pemain depan terbaik di dunia.

Namun demikian Redknapp menilai Liverpool akan tetap merasa kecewa bila sampai gagal mendatangkan Werner, sementara pemain itu akan mampu menunjukkan performa terbaiknya bersama Si Biru.

“Itu adalah salah satu dari tiga trio penyerang terbaik di dunia sekarang ini, jadi dia tak mau pergi ke sebuah tempat dan menjadi nomor dua atau seorang pengganti. Akankah mereka menyesalinya? Anda tak pernah tahu, tapi itulah yang harus dia lakukan.”

Untuk itu Redknapp memotivasi pemain muda itu untuk bisa menunjukkan performa terbaiknya. Dengan demikian Werner akan membuat Liverpool menyesal karena gagal mendapatkannya.

“Dia harus membuat Liverpool menyesali keputusan itu, atau setidaknya membuat mereka berpikir ‘Andai saja kami merekrutnya’,” pungkasnya.

Timo Werner Makin Dekat ke Liverpool

Saat ini nama Timo Werner terus dikaitkan dengan sejumlah klub, salah satunya adalah Liverpool. Bahkan nama klub yang disebutkan terakhir itu semakin kuat sebagai calon terdepan untuk mendapatkan tanda tangan pemain RB Leipzig itu.

Kabar ini semakin diperkuat oleh salah satu peristiwa yang baru saja terjadi. Pemain berusia 24 tahun itu dikabarkan baru saja melakukan pembicaraan dengan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Pembicaraan itu dikabarkan terjadi secara virtual mengingat situasi saat ini belum memungkinkan untuk melakukan perjumpaan pribadi.

Rumor tersebut pertama kali dihembuskan oleh pakar sepakbola Jerman, Raphael Honigstein. Honigstein sangat yakin Timo akan berlabuh di Stadion Anfield. Ia memprediksi tidak butuh waktu lama bagi pemain tersebut untuk berseragam merah. Cepat atau lambatnya proses transfer, menurut Honigstein, dipengaruhi oleh Liverpool.

“Saya pikir itu tergantung dengan apa yang mau dilakukan Liverpool. Dia bisa dibeli karena klausul rilis, kira-kira akan menelan biaya 55 juta euro,” beber Honigstein.

Lebih lanjut Honigstein mengatakan proses perpindahan bisa sedikit terhambat karena situasi saat ini yang belum sepenuhnya pulih. Wabah Corona atau Covid-19 yang masih terjadi membuat proses transfer bisa menjadi sedikit lambat.

“Saya rasa sudah ada pertemuan virtual antara Juergen Klopp dan Werner dalam beberapa minggu terakhir. Ada sedikit keraguan untuk segera bertindak karena mereka belum tahu dampak dari kembalinya sepakbola,” sambungnya.

Honigstein memprediksi ada sejumlah opsi waktu yang mungkin untuk mendapatkan kejelasan soal transfer tersebut. Bila tidak diumumkan pada Mei, kemungkinan transfer akan diselesaikan pada September atau Oktober mendatang.

“Dia tengah menunggu agar segalanya menjadi jelas. Kesepakatan semacam ini, yang mana biasanya bisa dikonfirmasi pada April atau Mei, mungkin saja tak diumumkan sampai September atau Oktober,” tegasnya.

 

Pelatih Liverpool Tidak Ingin Buru-buru Latihan

Tim-tim Liga Primer Inggris mulai berlatih secara berkelompok. Setelah sebelumnya latihan hanya diizinkan digelar secara individu dan terbatas, kini otoritas setempat mulai memberikan kelonggaran.

Situasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Liverpool Akan Rayakan Gelar Juara di Stadion Kosong, Kane: Rasanya Aneh

Langkah Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin dekat. The Reds hanya butuh beberapa poin untuk mengakhiri puasa gelar yang telah dinanti selama 30 tahun.

Namun demikian saat ini situasi sedang tak menentu. Dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Sementara ini Liga Primer Inggris ditangguhkan. Bila dilanjutkan, kompetisi bakal berlangsung secara tertutup alias tanpa penonton.

Bila demikian maka Liverpool akan merayakan gelar juara tanpa kehadiran para penggemar setia. Situasi ini mengundang komentar dari penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Kane sendiri mengatakan adalah  sesuatu yang aneh bila mengangkat trofi tanpa kehadiran para penggemar.

“Situasi ini akan sulit. Liverpool pantas meraih juara liga musim ini dan mengangkat trofi tanpa kehadiran fans pasti aneh rasanya,” beber Kane.

Lebih lanjut pemain depan internasional Inggris itu mengatakan dirinya belum punya pengalaman menghadapi situasi seperti ini. Sepanjang kariernya ia belum pernah mengangkat trofi di stadion kosong. Ia pun sulit untuk membayangkan seperti apa situasi yang akan terjadi baik dengan para pemain maupun para penggemarnya.

“Seumur hidup, kami tak pernah mengalami masa-masa seperti ini jadi sulit mengetahui apa yang seharusnya dilakukan. Fans adalah bagian penting dari sepakbola,” sambungnya.

Menurutnya kehadiran penggemar sangat penting. Fans adalah bagian penting dari sebuah kompetisi. Bermain tanpa penonton jelas menjadi sesuatu yang aneh.

“Merekalah yang membuat sepakbola seperti sekarang ini, jadi rasanya pasti berbeda bermain tanpa mereka.”

Terkait bertanding tanpa penonton, Kane sudah pernah mengalaminya. Hal ini terjadi saat dirinya memperkuat tim nasional Inggris dalam suatu pertandingan internasional. Terlepas dari hal ini, menurutnya kompetisi musim ini harus diselesaikan.

“Saya sudah pernah mengalaminya (bermain tanpa penonton) saat membela Timnas Inggris dan rasanya tak sama. Tapi jika kami ingin menyelesaikan musim ini, kami harus melakukan hal itu,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin. Liverpool memimpin dengan selisih poin sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim terbentang jarak 25 poin.

Liverpool hanya butuh dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri puasa gelar selama tiga dekade.

Sementara itu Manchester City harus puas kehilangan gelar juara. Namun demikian City sudah meraih sejumlah gelar musim ini dan masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Rodgers: Kualitas Liverpool Sangat Fantastis

Seandainya Corona atau Covid-19 tak mewabah maka Liverpool sudah bisa berpesta. Sebelum virus itu mewabah, The Reds begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Sekalipun kini kompetisi sementara ditangguhkan, kans Liverpool sebagai juara tetap besar. Mantan pelatih Liverpool, Bredan Rodgers berpendapat mantan tim besutannya itu pantas untuk menjadi juara.  Ia menilai Liverpool sebagai salah satu tim yang tampil konsisten dengan kualitas yang mumpuni.

“Selama ini mereka menjadi tim terbaik yang konsisten. Level permainan mereka, kualitas, mereka selama ini sangatlah fantastis,” bebernya.

Ia mengatakan Liverpool akan sangat menyesal bila sampai gagal menjadi juara. Apalagi mereka sudah menanti lama, lebih dari 30 tahun untuk kembali angkat trofi Liga Primer Inggris.

“Jadi akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya kesempatan untuk mengangkat trofi juara. Mereka sudah menunggu sangat, sangat lama – mereka layak mendapatkannya. Tapi Juergen akan seperti orang lain, mengharap kita bisa kembali bermain dalam sebuah lingkungan yang aman.”

Rodgers masih mengingat salah satu kesempatan di mana timnya nyaris menjadi juara. Sosok yang kini menjadi pelatih Leicester City itu mengatakan mereka nyaris menjadi juara bila saja tidak tergelincir di laga-laga akhir.

“Saat itu bukan takdir kami dan sudah tentu Anda memiliki momen-momen di mana Anda memikirkan musim itu. Kami dulu begitu dekat, dan akan brilian kalau kami berhasil, tapi belum takdirnya. Jadi Anda cuma harus melanjutkan hidup,” bebernya lagi.

Walikota Liverpool, Joe Anderson mengatakan kompetisi sebaiknya dihentikan dan Liverpool duanugerahi gelar juara. Sulit untuk melanjutkan kompetisi termasuk bila harus digelar secara tertutup alias tanpa penonton.

Ia berlasan pertandingan tertutup tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

Duet Henderson dan De Bruyne Akan Luar Biasa untuk Liverpool

Saat ini Liga Primer Inggris memiliki sejumlah gelandang hebat. Liverpool memiliki Jordan Henderson. Sementara Manchester City memiliki Kevin De Bruyne. Nah, bagaimana bila kedua pemain itu berada di klub yang sama?

Tentu hal ini akan luar biasa. Melihat dua gelandang terbaik di dunia berada dalam tim yang sama akan menjadi tontonan menarik. Hal inilah yang coba dibayangkan oleh Jamie Redknapp. Mantan pesepakbola yang kini menjadi pundit itu menilai Liverpool akan menjadi klub yang lebih kuat andaisaja De Bruyne bisa bertandem dengan Henderson.

Kedua pemain ini dinilai memiliki kemampuan tersendiri. De Bruyne merupakan seorang pelayan yang baik, sementara itu Henderson merupakan sosok pekerja keras untuk mengawal lini tengah.

“Kevin De Bruyne begitu menakjubkan untuk memberikan assist, sedangkan Jordan Henderson melakukan pekerjaan hebat di lini tengah. Kalau mereka saling main bareng, wow,” beber Jamie Redknapp.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Inggris itu mengakui kemampuan De Bruyne dalam memberikan assist kepada para pemain lain. De Bruyne pun sudah membuktikan dirinya sejauh ini hingga digelari sebagai raja assist di Liga Primer Inggris.

“Dia bisa menguasai bola dengan tenang, lalu membaca pergerakan lawan. Dia bisa mengoper di sela-sela bek dan punya visi yang fenomenal, itulah yang membedakan dia dengan gelandang lain,” aku Jamie Redknapp.

Sementara itu Henderson di mata Jamie Redknapp sebagai sosok yang mampu tampil sebagai pemimpin. Selain itu pemain internasional Inggris itu mampu menjaga keseimbangan di lini tengah. Saking pentingnya Henderson, ia sampai disebut sebagai nyawa bagi Liverpool.

“Henderson sungguh seorang pemimpin dan bisa memotivasi tim. Dia adalah nyawanya Liverpool,” ungkapnya lagi.

Andaisaja De Bruyne mampu bertandem dengan Henderson maka jelas Liverpool akan menjadi klub yang kian disegani. De Bruyne akan memanjakan trisula maut di lini depan yakni Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamad Salah. Tanpa De Bruyne ketiga pemain itu sudah begitu menakutkan, bagaimana bila di belakang mereka ada Kevin De Bruyne?

Tentu tidak mudah bagi Liverpool untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Belgia itu. Saat ini De Bruyne menjadi salah satu pemain kunci tim besutan pelatih Pep Guardiola. Kehadiran De Bruyne masih menjadi penting sebagai pelayan untuk sejumlah pemain depan hebat di tim tersebut seperti Sergio Aguero, Raheem Sterling, hingga Gabriel Jesus.

Berapa Jumlah Pemain Lokal Milik Liverpool Saat Ini?

Liga Primer Inggris memang dianggap sebagai liga yang paling kompetitif di seluruh dunia. Tak heran banyak pemain-pemain top dari berbagai negara ingin bermain di liga tersebut. Hal inilah yang membuat beberapa tim di Liga Primer Inggris dianggap kurang begitu mementingkan kualitas pemain lokal dan lebih mempercayai kualitas pemain asing.

Seperti yang dilansir dari premierleague.com, tim big six yang jadi tim paling disegani di Liga Inggris saat ini yaitu Liverpool, Manchester United, Manchester City, Chelsea, Arsenal dan Tottenham, memang memiliki komposisi pemain yang lebih didominasi pemain asing. Namun para pemain lokal asli Inggris juga tak jarang jadi tumpuan tim.

Lantas berapa jumlah pemain lokal yang dimiliki Liverpool saat ini?  Liverpool memang menjadi tim yang paling banyak mendaftarkan pemain di Liga Primer Inggris musim ini. Dari daftar pemain yang dimilikinya ada 17 pemain asli Inggris.

Namun dari 17 pemain tersebut hanya ada beberapa pemain saja yang menjadi tumpuan skuad The Reds di antaranya Jordan Henderson, Alex oxlade-chamberlain, James Milner, Adam Lallana, Trent Alexander Arnold, dan Joe Gomes. Setidaknya di skuad utama Liverpool khususnya lini tengah masih didominasi pemain asli Inggris meskipun di lini depannya dipenuhi pemain asing.

Patut diakui Liverpool menjadi salah satu tim dengan performa paling konsisten sepanjang musim ini. Di pentas domestik, klub asal kota pelabuhan itu mencatatkan prosentasi kemenangan tertinggi dibanding klub-klub lain. Baru belakangan, tim asuhan pelatih Jurgen Klopp itu menderita hasil minior. Namun demikian hasil tersebut tidak mengurangi peluang mereka untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini.

Klub lain yang masih memiliki sejumlah pemain lokal adalah Manchester United. Dari squad yang dimiliki Manchester United, 12 pemain yang merupakan pemain asli kebangsaan Inggris. Bahkan tak sedikit pula pemain muda yang menjadi tumpuan skuad Setan Merah.

Mereka adalah Marcus Rashford, Mason Greenwood, Jesse Lingard, Phil Jones, Aaron Wan-Bissaka, Brandon Williams, Luke Shaw hingga Harry Maguire. Bahkan dengan skuad tersebut bisa terbilang MU menjadi klub yang paling sering memainkan banyak pemain lokal sebagai starter.

Selain itu Chelsea pun tak ketinggalan memberi tempat kepada talenta-talenta lokal. Chelsea menjadi klub yang saat ini sedang dalam transisi terbaiknya dalam menyusun tim dengan mengandalkan pemain muda lokalnya.

Terhitung ada 9 pemain asli Inggris di dalam skuad asuhan Frank Lampard di liga Inggris. Banyak juga dari pemain tersebut yang jadi tumpuan di skuad utama susunan pemain yang sering dimainkan Frank Lampard. Mereka adalah Tammy Abraham, Mason Mount, Callum Hudson- Oddoi, Ross Barkley, Fikayo Tomori, hingga Ruben Loftus-Cheek.