Pelatih Liverpool Tidak Ingin Buru-buru Latihan

Tim-tim Liga Primer Inggris mulai berlatih secara berkelompok. Setelah sebelumnya latihan hanya diizinkan digelar secara individu dan terbatas, kini otoritas setempat mulai memberikan kelonggaran.

Situasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tetap waspada. Ia tidak mau timnya terburu-buru untuk berkumpul bersama para pemain.

“Saya selalu bilang kami tidak mau buru-buru, tapi saya kira ini tidak buru-buru. Ini untuk langkah pertama, untuk latihan dengan social distancing dan kami punya lima pemain.”

Seturut jadwal Liverpool baru akan menggelar latihan bersama pada Rabu, 20 Mei 2020 waktu setempat. Klopp mengatakan dirinya sangat senang dan tidak bisa menunggu lama untuk kembali memimpin latihan di lapangan.

“Saya akan bilang saya sangat senang. Saya tidak bisa menunggu, jadi saya benar-benar senang kami bisa melakukan ini lagi, kembali ke Melwood, latihan dalam kelompok kecil, dan hal-hal seperti ini,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menanggapi terkait protokol terbaru yang dikeluarkan otoritas setempat terkait latihan bersama. Para pemain yang menggelar latihan bersama pun tetap dibatasi.

“Semua orang tahu seberapa besar lapangan sepakbola dan mungkin akan ada empat pemain dan seorang kiper, atau lima pemain dan seorang kiper di grup berbeda di hari berbeda. Itu juga mungkin ketika Anda membayangkan seberapa besar ruang yang mereka punya untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan,” tegasnya.

Pelatih asal Jerman itu mengatakan situasi ini memang tak bisa dielak. Saat ini kondisi belum benar-benar normal. Wabah Corona atau Covid-19 masih menjadi momok.

Secara ekonomi, bermain dalam stadion kosong jelas merugikan. Tidak terkecuali Liverpool. Namun bagi Klopp ini merupakan pilihan terbaik yang bisa diambil, ketimbang kompetisi benar-benar dihentikan.

“Sayangnya kami harus melakukan itu (pertandingan tanpa penonton), tanpa pemantik semangat terbaik di dunia saat ini, penonton Anfield,” beber Klopp.

Lebih lanjut Klopp mengatakan situasi saat ini tidak bisa dipaksakan untuk menggelar pertandingan dengan penonton yang membanjiri stadion. Tidak ada sikap lain selain menerima. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu meminta setiap pemain dan klub untuk memaksimalkan situasi tersebut.

“Tapi yang kondisinya memang begitu. Saya tidak pernah paham mengapa Anda selalu menginginkan hal yang memang tidak bisa didapat, tidak Anda punya. Untuk saat ini, kita tidak bisa bertanding tanpa penonton, jadi terima saja dan maksimalkan sebaik-baiknya,” tegas Klopp.

Liverpool Akan Rayakan Gelar Juara di Stadion Kosong, Kane: Rasanya Aneh

Langkah Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin dekat. The Reds hanya butuh beberapa poin untuk mengakhiri puasa gelar yang telah dinanti selama 30 tahun.

Namun demikian saat ini situasi sedang tak menentu. Dunia sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Sementara ini Liga Primer Inggris ditangguhkan. Bila dilanjutkan, kompetisi bakal berlangsung secara tertutup alias tanpa penonton.

Bila demikian maka Liverpool akan merayakan gelar juara tanpa kehadiran para penggemar setia. Situasi ini mengundang komentar dari penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Kane sendiri mengatakan adalah  sesuatu yang aneh bila mengangkat trofi tanpa kehadiran para penggemar.

“Situasi ini akan sulit. Liverpool pantas meraih juara liga musim ini dan mengangkat trofi tanpa kehadiran fans pasti aneh rasanya,” beber Kane.

Lebih lanjut pemain depan internasional Inggris itu mengatakan dirinya belum punya pengalaman menghadapi situasi seperti ini. Sepanjang kariernya ia belum pernah mengangkat trofi di stadion kosong. Ia pun sulit untuk membayangkan seperti apa situasi yang akan terjadi baik dengan para pemain maupun para penggemarnya.

“Seumur hidup, kami tak pernah mengalami masa-masa seperti ini jadi sulit mengetahui apa yang seharusnya dilakukan. Fans adalah bagian penting dari sepakbola,” sambungnya.

Menurutnya kehadiran penggemar sangat penting. Fans adalah bagian penting dari sebuah kompetisi. Bermain tanpa penonton jelas menjadi sesuatu yang aneh.

“Merekalah yang membuat sepakbola seperti sekarang ini, jadi rasanya pasti berbeda bermain tanpa mereka.”

Terkait bertanding tanpa penonton, Kane sudah pernah mengalaminya. Hal ini terjadi saat dirinya memperkuat tim nasional Inggris dalam suatu pertandingan internasional. Terlepas dari hal ini, menurutnya kompetisi musim ini harus diselesaikan.

“Saya sudah pernah mengalaminya (bermain tanpa penonton) saat membela Timnas Inggris dan rasanya tak sama. Tapi jika kami ingin menyelesaikan musim ini, kami harus melakukan hal itu,” pungkasnya.

Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen dengan raihan total 82 poin. Liverpool memimpin dengan selisih poin sangat jauh dari Manchester City di urutan kedua. Di antara kedua tim terbentang jarak 25 poin.

Liverpool hanya butuh dua kemenangan untuk mengklaim gelar juara. Liverpool hanya butuh enam poin lagi untuk mengakhiri puasa gelar selama tiga dekade.

Sementara itu Manchester City harus puas kehilangan gelar juara. Namun demikian City sudah meraih sejumlah gelar musim ini dan masih berpeluang menambah koleksi gelar dari ajang Piala FA dan Liga Champions Eropa.

Rodgers: Kualitas Liverpool Sangat Fantastis

Seandainya Corona atau Covid-19 tak mewabah maka Liverpool sudah bisa berpesta. Sebelum virus itu mewabah, The Reds begitu kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan keunggulan sangat jauh dari para pesaing terdekat.

Sekalipun kini kompetisi sementara ditangguhkan, kans Liverpool sebagai juara tetap besar. Mantan pelatih Liverpool, Bredan Rodgers berpendapat mantan tim besutannya itu pantas untuk menjadi juara.  Ia menilai Liverpool sebagai salah satu tim yang tampil konsisten dengan kualitas yang mumpuni.

“Selama ini mereka menjadi tim terbaik yang konsisten. Level permainan mereka, kualitas, mereka selama ini sangatlah fantastis,” bebernya.

Ia mengatakan Liverpool akan sangat menyesal bila sampai gagal menjadi juara. Apalagi mereka sudah menanti lama, lebih dari 30 tahun untuk kembali angkat trofi Liga Primer Inggris.

“Jadi akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya kesempatan untuk mengangkat trofi juara. Mereka sudah menunggu sangat, sangat lama – mereka layak mendapatkannya. Tapi Juergen akan seperti orang lain, mengharap kita bisa kembali bermain dalam sebuah lingkungan yang aman.”

Rodgers masih mengingat salah satu kesempatan di mana timnya nyaris menjadi juara. Sosok yang kini menjadi pelatih Leicester City itu mengatakan mereka nyaris menjadi juara bila saja tidak tergelincir di laga-laga akhir.

“Saat itu bukan takdir kami dan sudah tentu Anda memiliki momen-momen di mana Anda memikirkan musim itu. Kami dulu begitu dekat, dan akan brilian kalau kami berhasil, tapi belum takdirnya. Jadi Anda cuma harus melanjutkan hidup,” bebernya lagi.

Walikota Liverpool, Joe Anderson mengatakan kompetisi sebaiknya dihentikan dan Liverpool duanugerahi gelar juara. Sulit untuk melanjutkan kompetisi termasuk bila harus digelar secara tertutup alias tanpa penonton.

Ia berlasan pertandingan tertutup tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

Duet Henderson dan De Bruyne Akan Luar Biasa untuk Liverpool

Saat ini Liga Primer Inggris memiliki sejumlah gelandang hebat. Liverpool memiliki Jordan Henderson. Sementara Manchester City memiliki Kevin De Bruyne. Nah, bagaimana bila kedua pemain itu berada di klub yang sama?

Tentu hal ini akan luar biasa. Melihat dua gelandang terbaik di dunia berada dalam tim yang sama akan menjadi tontonan menarik. Hal inilah yang coba dibayangkan oleh Jamie Redknapp. Mantan pesepakbola yang kini menjadi pundit itu menilai Liverpool akan menjadi klub yang lebih kuat andaisaja De Bruyne bisa bertandem dengan Henderson.

Kedua pemain ini dinilai memiliki kemampuan tersendiri. De Bruyne merupakan seorang pelayan yang baik, sementara itu Henderson merupakan sosok pekerja keras untuk mengawal lini tengah.

“Kevin De Bruyne begitu menakjubkan untuk memberikan assist, sedangkan Jordan Henderson melakukan pekerjaan hebat di lini tengah. Kalau mereka saling main bareng, wow,” beber Jamie Redknapp.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Inggris itu mengakui kemampuan De Bruyne dalam memberikan assist kepada para pemain lain. De Bruyne pun sudah membuktikan dirinya sejauh ini hingga digelari sebagai raja assist di Liga Primer Inggris.

“Dia bisa menguasai bola dengan tenang, lalu membaca pergerakan lawan. Dia bisa mengoper di sela-sela bek dan punya visi yang fenomenal, itulah yang membedakan dia dengan gelandang lain,” aku Jamie Redknapp.

Sementara itu Henderson di mata Jamie Redknapp sebagai sosok yang mampu tampil sebagai pemimpin. Selain itu pemain internasional Inggris itu mampu menjaga keseimbangan di lini tengah. Saking pentingnya Henderson, ia sampai disebut sebagai nyawa bagi Liverpool.

“Henderson sungguh seorang pemimpin dan bisa memotivasi tim. Dia adalah nyawanya Liverpool,” ungkapnya lagi.

Andaisaja De Bruyne mampu bertandem dengan Henderson maka jelas Liverpool akan menjadi klub yang kian disegani. De Bruyne akan memanjakan trisula maut di lini depan yakni Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamad Salah. Tanpa De Bruyne ketiga pemain itu sudah begitu menakutkan, bagaimana bila di belakang mereka ada Kevin De Bruyne?

Tentu tidak mudah bagi Liverpool untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Belgia itu. Saat ini De Bruyne menjadi salah satu pemain kunci tim besutan pelatih Pep Guardiola. Kehadiran De Bruyne masih menjadi penting sebagai pelayan untuk sejumlah pemain depan hebat di tim tersebut seperti Sergio Aguero, Raheem Sterling, hingga Gabriel Jesus.

Berapa Jumlah Pemain Lokal Milik Liverpool Saat Ini?

Liga Primer Inggris memang dianggap sebagai liga yang paling kompetitif di seluruh dunia. Tak heran banyak pemain-pemain top dari berbagai negara ingin bermain di liga tersebut. Hal inilah yang membuat beberapa tim di Liga Primer Inggris dianggap kurang begitu mementingkan kualitas pemain lokal dan lebih mempercayai kualitas pemain asing.

Seperti yang dilansir dari premierleague.com, tim big six yang jadi tim paling disegani di Liga Inggris saat ini yaitu Liverpool, Manchester United, Manchester City, Chelsea, Arsenal dan Tottenham, memang memiliki komposisi pemain yang lebih didominasi pemain asing. Namun para pemain lokal asli Inggris juga tak jarang jadi tumpuan tim.

Lantas berapa jumlah pemain lokal yang dimiliki Liverpool saat ini?  Liverpool memang menjadi tim yang paling banyak mendaftarkan pemain di Liga Primer Inggris musim ini. Dari daftar pemain yang dimilikinya ada 17 pemain asli Inggris.

Namun dari 17 pemain tersebut hanya ada beberapa pemain saja yang menjadi tumpuan skuad The Reds di antaranya Jordan Henderson, Alex oxlade-chamberlain, James Milner, Adam Lallana, Trent Alexander Arnold, dan Joe Gomes. Setidaknya di skuad utama Liverpool khususnya lini tengah masih didominasi pemain asli Inggris meskipun di lini depannya dipenuhi pemain asing.

Patut diakui Liverpool menjadi salah satu tim dengan performa paling konsisten sepanjang musim ini. Di pentas domestik, klub asal kota pelabuhan itu mencatatkan prosentasi kemenangan tertinggi dibanding klub-klub lain. Baru belakangan, tim asuhan pelatih Jurgen Klopp itu menderita hasil minior. Namun demikian hasil tersebut tidak mengurangi peluang mereka untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini.

Klub lain yang masih memiliki sejumlah pemain lokal adalah Manchester United. Dari squad yang dimiliki Manchester United, 12 pemain yang merupakan pemain asli kebangsaan Inggris. Bahkan tak sedikit pula pemain muda yang menjadi tumpuan skuad Setan Merah.

Mereka adalah Marcus Rashford, Mason Greenwood, Jesse Lingard, Phil Jones, Aaron Wan-Bissaka, Brandon Williams, Luke Shaw hingga Harry Maguire. Bahkan dengan skuad tersebut bisa terbilang MU menjadi klub yang paling sering memainkan banyak pemain lokal sebagai starter.

Selain itu Chelsea pun tak ketinggalan memberi tempat kepada talenta-talenta lokal. Chelsea menjadi klub yang saat ini sedang dalam transisi terbaiknya dalam menyusun tim dengan mengandalkan pemain muda lokalnya.

Terhitung ada 9 pemain asli Inggris di dalam skuad asuhan Frank Lampard di liga Inggris. Banyak juga dari pemain tersebut yang jadi tumpuan di skuad utama susunan pemain yang sering dimainkan Frank Lampard. Mereka adalah Tammy Abraham, Mason Mount, Callum Hudson- Oddoi, Ross Barkley, Fikayo Tomori, hingga Ruben Loftus-Cheek.

Selain Liverpool, Ini Klub Inggris yang Pernah Berjaya di Liga Champions Eropa

Liga Champions atau UEFA Champions League menjadi ajang yang paling bergengsi bagi klub-klub se-Eropa. Turnamen ini dulunya juga pernah dinamai Piala Champions. Sejak berubah nama menjadi Liga Champions, Real Madrid masih menjadi klub yang merajai dengan 13 gelar juara.

Dilansir dari goal.com, beberapa klub besar memang sering tampil di liga Champions, namun tak banyak klub raksasa yang jadi juara. Tidak terkecuali berlaku untuk tim-tim asal Liga Primer Inggris.

Liga Primer Inggris sendiri tercatat hanya memiliki 5 klub yang pernah merasakan manisnya menjadi kampiun Liga Champions.

Salah satunya adalah Liverpool. Klub berjuluk The Red ini memang menjadi klub tersukses dari Liga Inggris di sepanjang gelaran Liga Champions. Liverpool tercatat sudah 8 kali mencapai partai puncak Liga Champions dan berhasil membawa pulang 5 trofi juara.

Terakhir kali Liverpool menjadi juara pada tahun 2005. Saat itu Steven Gerrard dan kawan-kawan sukses mengalahkan tim asal Serie-A Italia yaitu AC Milan. Sedangkan pada musim lalu mereka juga sukses mencapai partai final namun harus kalah dari sang juara bertahan Real Madrid.

Teranyar, Liverpool menjadi kampiun di musim lalu. Performa impresif armada Jurgen Klopp membuat tim tersebut mampu berbicara banyak di ajang tersebut. Liverpool lolos hingga ke partai final dan sukses menaklukkan sesame klub Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur di partai pamungkas.

Selain Liverpool, ada juga Manchester United. Manchester United menjadi klub tersukses kedua dari Inggris di kancah Liga Champions. The Red Devils hingga saat ini telah mengoleksi 3 gelar trofi liga Champions.

Ketiga trofi tersebut diraih pada tahun 1968, 1999, dan 2008. Sebenarnya klub berjuluk Setan Merah ini bisa menyamai perolehan Liverpool. Namun 2 kali laga final yang dicapai pada tahun 2009 dan 2011, kedua-duanya harus sirna usai selalu klah dari Barcelona.

Dalam beberapa musim terakhir Setan Merah mengalami situasi sulit. Alih-alih berlaga di kompetisi teratas tersebut, United hanya mampu bersaing di turnamen kasta kedua yakni Liga Europa. Nasib serupa kembali terjadi pada musim ini.

Liverpool Tersingkir, Chelsea Bakal Juara Liga Champions Musim Ini?

Liga Champions memang menjadi Liga yang paling panas di daratan Eropa. Bahkan tak jarang berbagai mitos sehingga kutukan dikait-kaitkan dengan kejadian yang terjadi pada kompetisi ini. Banyak tim besar yang sukses menjadi juara. Namun tak sedikit juga tim-tim perkasa di liga domestik namun harus menyerah saat bersaing di pentas Eropa.

Dari banyaknya kutukan hingga mitos, sedikitnya ada 2 rumor yang menjadi perdebatan para pecinta bola  sejagad. Kutukan yang pertama memang sudah terjadi pada Liverpool. Di mana seperti yang dikutip dari dailymail.co.uk, yang menjadi juara Liga champion di musim sebelumnya pasti akan terhenti ketika berhadapan dengan Atletico Madrid di fase knockout kecuali dalam tim tersebut ada sosok Cristiano Ronaldo.

Kutukan yang terjadi pada Liverpool ini memang cukup aneh, pasalnya hanya Real Madrid dengan Cristiano Ronaldo-nya dan Juventus dengan Cristiano Ronaldo-nya yang mampu lolos ke fase berikutnya kala menghadapi Atletico Madrid di fase knockout.

Hal ini memang menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi ketika Liverpool dikalahkan Atletico Madrid 2-3 di kandang sendiri pada saat itu skuad asuhan Jurgen klopp sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kalah comeback menjadi 2-3.

Kutukan lainnya yakni terkait tim mendapat larangan transfer. Sejak tahun 2014 tim yang mendapat hukuman atau sanksi dari UEFA berupa larangan transfer, pada musim baru yang dihadapi selalu mendapat gelar juara Liga champion.

Ini sudah terjadi pada Barcelona di tahun 2014 yang sukses menjadi juara Liga Champions di tahun 2015 serta Real Madrid pada tahun 2016 dan sukses menjadi juara Liga Champion di tahun 2017.

Dan kondisi yang sama saat ini sedang dialami Chelsea. Namun banyak pihak yang menilai jika Chelsea tidak akan mampu mempertahankan rumor tersebut. Pasalnya di babak 16 besar leg pertama lalu mereka harus dibantai Bayern Munchen 0-3 di kandang sendiri.

Hasil buruk ini jelas sangat sulit bagi Chelsea untuk mampu melaju ke babak perempat final dan mempertahankan rumor tersebut.

Memang dirasa cukup mistis, berbagai kemungkinan memang masih bisa terjadi. Hal inilah yang membuat Liga Champions semakin seru tiap musimnya.

Saat ini pertandingan leg kedua antara Chelsea kontra Bayern Munchen masih ditunda lantaran pandemi virus corona yang belum kunjung membaik. Kita berharap pandemi ini segera berakhir dan para pencinta sepakbola siap menantikan perjuangan Chelsea untuk mampu mempertahankan rumor tim yang mampu juara di Liga Champions setelah di musim sebelumnya mendapat hukuman larangan transfer pemain.

Klopp Sebut Liverpool Siap Jamu Atletico

Liverpool akan menjalani duel menentukan di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Anfield yang merupakan markas sendiri pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB.

Di laga ini Liverpool akan beradu dengan Atletico Madrid. Di leg pertama di kandang Atletico, Liverpool menyerah satu gol tanpa balas. Di leg kedua ini, bila ingin lolos, The Reds wajib menang dengan selisih lebih dari satu gol.

Pelatih Liverpool mengatakan pihaknya siap menjamu Los Rojiblancos. Pelatih asal Jerman itu pun menegaskan sudah menyiapkan strategi tersendiri untuk menghadapi klub La Liga Spanyol itu.

“Kami membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi di momen yang berbeda, kami membutuhkan pergantian yang lebih baik di momen yang berbeda, kami membutuhkan sepak bola yang lebih berani di momen yang berbeda, kami perlu bermain di sekitar formasi, kami perlu bermain di belakang formasi, kami perlu bermain melalui celah, itu semua jelas. Jika permainan Anda dapat diprediksi, Atletico bisa bertahan dari serangan Anda selama enam bulan ke depan tanpa istirahat,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan timnya harus mempersiapkan diri untuk menghindari lawan bermain bertahan.

“Tetapi jika Anda mempersiapkan situasi di mana tidak mudah untuk bertahan, semakin sering Anda berada dalam situasi di mana Anda bisa mencetak gol – dan itulah yang harus kita lakukan,” sambungnya.

Klopp menegaskan pentingnya laga tersebut membuat mereka harus tampil maksimal. Penting bagi mereka untuk belajar dari kekalahan di laga pertama.

“Besok malam adalah pertandingan di mana kami harus menunjukkan bahwa kami benar-benar belajar dari pertandingan pertama dan bahwa kami benar-benar ingin lolos dengan mengetahui bahwa ada kemungkinan kami tidak bisa lolos. Karena jika Anda takut bermain menyerang, Anda tidak bisa bermain dengan kebebasan dan kami membutuhkan kebebasan ini,” bebernya lagi.

Lebih lanjut Klopp mengatakan para pemain harus tampil tanpa beban. Ia meminta para pemain Liverpool untuk bisa menangkal serangan balik cepat yang berpotensi dilakukan lawan.

“Kami perlu bermain dengan bebas mengetahui bahwa mereka sangat bagus dalam bertahan. Menangkal serangan balik mereka, dapatkan kembali bola – cara terbaik untuk bertahan dari serangan balik adalah menahan mereka dengan counter-press, menangkan bola kembali, gunakan ruang yang mereka buat pada saat itu, semua hal semacam ini,” ungkapnya.

Sementara itu bek Liverpool, Virgil Van Dijk mengatakan timnya siap menghadapi laga ini. Timnya siap untuk menghadapi berbagai tekanan.

“Tekanannya selalu ada. Yang terjadi adalah, ketika Anda tak mendapatkan hasil-hasil bagus, yang mana kami tak terlalu sering mendapatkannya, dunia luar membicarakannya seolah-olah kami ada di pertarungan degradasi,” tegas bek asal Belanda itu.

Jamu Atletico, Liverpool Kejar Defisit Gol

Liverpool akan mengejar defisit gol saat menjamu Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa. Laga ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Anfield pada Kamis, 12 Maret 2020 dini hari WIB.

Di leg pertama di kandang Atletico di Stadion Wanda Metropolitano, Liverpool menyerah satu gol tanpa balas. Liverpool wajib menang dengan selisih lebih dari satu gol bila ingin lolos ke babak selanjutnya sekaligus menjaga asa mempertahankan gelar juara.

Namun demikian Atletico bukan tim yang mudah dikalahkan. Tim besutan pelatih Diego Simeone tentu akan tampil maksimal. Bagi mereka hasil imbang lebih dari cukup untuk mengantar mereka ke babak perempat final.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan untuk memenangi laga ini timnya harus mempersiapkan diri dengan baik. Hal yang harus ditingkatkan adalah soal kecepatan. Hal ini penting untuk mengantisipasi Atletico yang berpeluang tampil defensive.

“Kami membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi di momen yang berbeda, kami membutuhkan pergantian yang lebih baik di momen yang berbeda, kami membutuhkan sepak bola yang lebih berani di momen yang berbeda, kami perlu bermain di sekitar formasi, kami perlu bermain di belakang formasi, kami perlu bermain melalui celah, itu semua jelas,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu menegaskannya timnya harus tampil baik dan menghindari tampil monoton sehingga gampang dibaca lawan.

“Jika permainan Anda dapat diprediksi, Atletico bisa bertahan dari serangan Anda selama enam bulan ke depan tanpa istirahat,” lanjutnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

30-04-2010 Liverpool 2-1 Atletico (UEL)

23-04-2010 Atletico 1-0 Liverpool (UEL)

05-11-2008 Liverpool 1-1 Atletico (UCL)

23-10-2008 Atletico 1-1 Liverpool (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Liverpool:

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

25-02-2020 Liverpool 3-2 West Ham (EPL)

01-03-2020 Watford 3-0 Liverpool (EPL)

04-03-2020 Chelsea 2-0 Liverpool (Piala FA)

07-03-2020 Liverpool 2-1 Bournemouth (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Atletico Madrid:

15-02-2020 Valencia 2-2 Atletico (La Liga)

19-02-2020 Atletico 1-0 Liverpool (UCL)

24-02-2020 Atletico 3-1 Villarreal (La Liga)

01-03-2020 Espanyol 1-1 Atletico (La Liga)

07-03-2020 Atletico 2-2 Sevilla (La Liga).

Perkiraan starting line up Liverpool versus Atletico Madrid:

Liverpool (4-3-3): Adrian; Andrew Robertson, Virgil van Dijk, Joe Gomez, Trent Alexander-Arnold; Georginio Wijnaldum, Fabinho, Jordan Henderson; Sadio Mane, Roberto Firmino, Mohamed Salah.

Pelatih: Jurgen Klopp.

Atletico Madrid (4-4-2): Jan Oblak; Lodi, Gimenez, Savic, Trippier; Koke, Saul Niguez, Thomas Partey, Angel  Correa; Alvaro Morata, Joao Felix.

Pelatih: Diego Simeone.

 

 

 

Tekuk Liverpool, Chelsea ke Perempat Final Piala FA

Chelsea sukses memenangi persaingan dengan Liverpool di babak 16 besar Piala FA yang digelar di kandang sendiri di Stadion Stamford Bridge pada Selasa, 3 Maret 2020 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. The Blues sukses mencatatkan kemenangan dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Willian di menit ke-13 dan Ross Barkley di menit ke-64. Kemenangan ini mengantar Si Biru ke babak perempat final. Sementara itu Liverpool harus menguburkan harapannya untuk bisa melaju dan menjuarai turnamen tertua di Inggris itu.

Sebagai tuan rumah tidak mudah bagi Chelsea untuk mengimbangi Liverpool. Di awal pertandingan tim tersebut cukup kesulitan meladeni The Reds. Namun tuan rumah berhasil mendapat momentum untuk menghancurkan tim tamu setelah kesalahan Fabinho berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Willian untuk mencetak gol.

Willian berhasil melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat ditepis kiper tim tamu, Adrian, namun tak dilakukan dengan sempurna sehingga mengarah masuk ke gawang sendiri.

Gol ini membuat Liverpool semakin meningkatkan intensitas serangan. Namun hingga paruh pertama tuan rumah sukses menjaga keunggulan.

Di babak kedua Liverpool berusaha menambah daya gedor. Namun tidak mudah bagi tim tamu untuk menciptakan peluang. Tuan rumah justru mampu menggandakan keunggulan di menit ke-64. Aksi solorun Ross Barkley berujung gol.

Chelsea mendapat beberapa kesempatan emas untuk menjauh. Salah satunya melalui Pedro Rodriguez. Namun sepakan mantan pemain Barcelona yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan Adrian masih bisa ditepis sang penjaga gawang.

Tertinggal dua gol membuat pelatih Liverpool, Jurgen Klopp melakukan pergantian. Ia memasukan beberapa pemain utama seperti Roberto Firmino hingga Mohamed Salah. Namun hingga laga usai situasi tetap tak berubah. Chelsea sukses mempertahankan keunggulan dua gol.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan dirinya enggan mencari kambing hitam. Ia bahkan tak membutuhkan simpati. Ia menegaskan timnya siap memenangi laga selanjutnya.

“Tidak ada yang harus mengasihani kami, kami akan memenangi pertandingan selanjutnya,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengapresiasi Chelsea. Ia mengatakan The Blues pantas mendapat kemenangan.

“Kami harus meningkatkan diri lagi, ini bukan tentang takdir. Kami pantas kalah dari Chelsea karena mereka mencetak dua gol,” tegas Klopp.

Susunan pemain Chelsea versus Liverpool:

Chelsea (4-3-3): 1-Kepa Arrizabalaga; 28-Cesar Azpilicueta, 2-Antonio Ruediger, 15-Kurt Zouma, 3-Marcos Alonso; 17-Mateo Kovacic (19-Mason Mount 42′), 47-Billy Gilmour, 8- Ross Barkley, 10- Willian (5-Jorginho 51′), 18-Olivier Giroud (24-Reece James 90′), 11-Pedro

Pelatih: Frank Lampard

Liverpool (4-3-3): 13-Adrian; 76-Neco Williams, 12-Joe Gomez, 4-Virgil Van Dijk, 26-Andy Robertson; 20-Adam Lallana (11-Mohamed Salah 80′), 3-Fabinho, 48-Curtis Jones (7-James Milner 70′), 18-Takumi Minamino, 27-Divock Origi (9-Roberto Firmino 70′), 10-Sadio Mane

Pelatih: Juergen Klopp