Langsung Tancap Gas, Man City Gasak Arsenal di Laga Pertama Era New Normal

Manchester City tak mau membuang kesempatan untuk meraih poin dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris. Menghadapi Arsenal di kandang sendiri di Stadoin Etihad, The Citizen berhasil menang dengan skor telak 3-0.

Tiga gol tuan rumah dicetak oleh Raheem Sterling di penghujung babak pertama. Dua gol lainnya diciptakan oleh Kevin De Bruyne dari titik penalti dan Phil Foden di menit ke-90.

Tambahan tiga angka membuat City kini mengemas total 60 poin dari 29 pertandingan. City masih terpaut jauh dari pemuncak klasemen sementara yakni Liverpool yang sudah mengemas 82 poin. City yang berada di urutan kedua hampir mustahil untuk mengejar The Reds. The Reds hanya butuh dua kemenangan dari sembilan pertandingan tersisa untuk mengunci gelar juara yang telah dinanti selama 30 tahun terakhir.

Sejak menit pertama City berusaha mencari kesempatan untuk mencetak gol. Namun berbagai upaya tuan rumah baru berbuah manis di penghujung babak pertama. Kesalahan yang dilakukan David Luiz berhasil dimanfaatkan Sterling untuk memecah kebuntuan.

Sementara itu David Luiz adalah pemain pengganti yang masuk menggantikan Pablo Mari yang mengalami cedera. Ternyata masuknya Luiz membawa petaka bagi Arsenal yang ditangani Mikel Arteta.

David Luiz kembali memberikan keuntungan bagi City. Pelanggaran yang dilakukan kepada Riyad Mahrez di kotak terlarang berujung hadiah penalti. Kevin De Bruyne yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Unggul dalam jumlah pemain, City mampu tampil lebih tenang dan mengendalikan sepenuhnya jalannya pertandingan. City akhirnya berhasil mencetak gol ketiga jelang bubaran. Menit ke-90, Phil Foden berhasil memanfaatkan bola pantul hasil sepakan Sergio Aguero.

City tentu terus berjuang untuk memangkas jarak dengan Liverpool, sekaligus memastikan untuk tidak tergusur dari urutan kedua di akhir musim. Di urutan ketiga saat ini ada Leicester City yang mengemas total 53 poin.

Susunan pemain Manchester City versus Arsenal:

Manchester City (4-3-3): Ederson; Kyle Walker, Eric Garcia, Aymeric Laporte (70′ Fernandinho), Benjamin Mendy; David Silva (65′ Bernardo Silva), Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne (70′ Rodri); Riyad Mahrez (65′ P. Foden), Gabriel Jesus (80′ S. Agüero), Raheem Sterling.

Pelatih: Pep Guardiola

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno; Hector Bellerin, Pablo Mari (24′ David Luiz), Shkodran Mustafi, Kieran Tierney; Granit Xhaka (7′ Dani Ceballos), Matteo Guendouzi (67′ A. Maitland-Niles); Eddie Nketiah (67′ A. Lacazette), Joe Willock (67′ R. Nelson), Bukayo Saka; Pierre-Emerick Aubameyang.

Pelatih: Mikel Arteta

Big Match Man City Kontra Arsenal Tandai Bergulirnya Lagi Liga Inggris

Pertandingan sengit antara Manchester City menghadapi Arsenal menandai bergulirnya kembali Liga Primer Inggris yang sempat terhenti beberapa bulan karena wabah Corona atau Covid-19. Duel ini akan digelar di markas City di Stadion Etihad pada Kamis, 18 Juni 2020 dini hari WIB.

Kedua tim sama-sama memburu kemenangan di laga ini. Saat ini City berada di urutan kedua namun terpaut jarang yang sangat jauh dari Liverpool di urutan teratas. Di antara kedua tim terbentang jarak 25 poin. Hampir mustahil bagi City untuk mengejar apalagi menyalip Liverpool dari perburuan gelar juara.

Sementara itu Arsenal masih berada di papan tengah. Tim besutan pelatih Mikel Arteta ini terus berupaya untuk membenahi diri agar bisa tampil lebih konsisten.

Tidak hanya itu duel ini akan menjadi ajang reuni antara kedua pelatih. Pep Guardiola dan Arteta pernah bekerja sama sebagai tim pelatih di Manchester City. Arteta mengakui pentingnya Guardiola bagi kariernya.

“Dalam karier kepelatihan dan kehidupan pribadi saya, dia [Guardiola] punya pengaruh yang sangat besar. Jika saya harus berkata orang seperti apa dia, nilai-nilainya, cara dia mengurus saya dan bagaimana dia menghadapi para pemain dan staf di sekelilingnya, itu fenomenal,” beber Arteta.

Lebih lanjut Arteta mengatakan dirinya banyak belajar dari Guardiola. Apalagi keduanya sudah melewati banyak momen bersama di Manchester City.

“Sebagai pelatih, saya belajar banyak darinya, kami telah melalui berbagai momen menakjubkan bersama-sama, terkadang momen sulit juga, tetapi pengalaman selama di sisinya benar-benar luar biasa,” sambungnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

15-12-2019 Arsenal 0-3 City (EPL)

03-02-2019 City 3-1 Arsenal (EPL)

12-08-2018 Arsenal 0-2 City (EPL)

02-03-2018 Arsenal 0-3 City (EPL)

25-02-2018 Arsenal 0-3 City (EFL Cup).

5 Laga Terakhir Manchester City:

23-02-2020 Leicester 0-1 City (EPL)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL)

01-03-2020 Villa 1-2 City (EFL Cup)

05-03-2020 Wednesday 0-1 City (Piala FA)

08-03-2020 MU 2-0 City (EPL).

5 Laga Terakhir Arsenal:

21-02-2020 Olympiakos 0-1 Arsenal (UEL)

23-02-2020 Arsenal 3-2 Everton (EPL)

28-02-2020 Arsenal 1-2 Olympiakos (UEL)

03-03-2020 Portsmouth 0-2 Arsenal (Piala FA)

07-03-2020 Arsenal 1-0 West Ham (EPL).

 

Prediksi starting line up Manchester City versus Arsenal:

Manchester City (4-3-3): Ederson Moraes; Zinchenko, Laporte, Fernandinho, Walker; David Silva, Rodri, Kevin De Bruyne; Raheem Sterling, Sergio Aguero, Ryad Mahrez.

Pelatih: Josep Guardiola.

Info skuad: Tidak ada pemain absen.

Arsenal (4-2-3-1): Bern Leno; Saka, David Luiz, Mari, Hector Bellerin; Granit Xhaka, Lucas Torreira; Pierre-Emerick Aubameyang, Mesut Ozil, Nicolas Pepe; Alexandre Lacazette.

Pelatih: Mikel Arteta.

Bernardo Silva Sempat Disentil Fernandinho

Ternyata untuk menjadi pemain hebat perlu mendapat ujian dan tantangan. Hal inilah yang pernah dialami Bernardo Silva. Pemain Manchester City ini memiliki pengalaman saat dirinya mendapat sentilan dari pemain senior, Fernandinho.

Silva kembali menceritakan hal tersebut saat suatu ketika dirinya mengeluh pada Fernandinho. Patut diakui sejak didatangkan dari AS Monaco, Silva selalu mendapat menit bermain reguler. Seiring performanya yang terus meningkat, pelatih City, Pep Guardiola pun selalu memberikan kepercayaan kepadanya.

Tak heran tingginya menit bermain membuatnya kerap merasa sakit. Situasi ini coba diceritakan kepada Fernandinho. Bukan simpati yang didapat, pemain asal Portugal itu justru mendapat sentilan yang membuatnya tersentak.

“Ketika bermain setiap tiga atau empat hari sekali, dalam empat atau lima musim berturut-turut, itu semakin menyulitkan. Anda menjadi lebih lelah, memiliki sedikit masalah,” beber Bernardo.

Bermain reguler membuatnya sempat merasa sakit. Suatu kesempatan setelah latihan ia coba membagikan keluh kesahnya itu kepada pemain senior berusia 35 tahun.

“Aku ingat pernah berbicara dengan Fernandinho tentang hal ini, dan setelah latihan, aku mengeluhkan punggung dan kaki yang sakit. Dia hanya berkata, ‘Bernardo, kamu baru 25 tahun, ketika kamu seusiaku, kamu akan selalu bermain dengan rasa sakit di tiga bagian tubuh yang berbeda!’ Sejak saat itu aku berpikir ‘Oke, mari lakukan saja kalau begitu,'” kenang Silva.

Tidak hanya itu, Fernandinho juga mengatakan rasa sakit yang bakal kerap dialami bukan menjadi alasan. Para pemain harus bisa terbiasa dengan situasi seperti itu. Lebih lanjut Fernandinho mengatakan dalam situasi seperti itu para pemain hanya perlu makan dan tidur secara teratur, serta menjaga pola hidup yang baik.

“Tidak masalah jika kaki kirimu merasa sakit, di lengan kanan atau kepala, tidak masalah. Lakukan saja seperti biasa. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Anda cuma perlu makan, tidur, punya gaya hidup yang baik, lakukan saja seperti itu,” kenang Silva lagi.

Saat ini Liga Primer Inggris sedang ditangguhkan. Berkembang kabar bahwa kompetisi itu akan kembali dimulai. Namun tidak sedikit pemain yang masih khawatir dengan masalah kesehatan dan keselamatan.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard menyampaikan masukan kepada para pelatih klub Liga Inggris terkait hal ini. Untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan, Lampard meminta para manajer untuk berbicara dengan para pemain.

“Bagian penting dari pekerjaan pelatih saat ini adalah memiliki empati terhadap para pemainnya,” beber Lampard.

City Tak Tampil di Pentas Eropa Bisa Buat De Bruyne Angkat Kaki

Belum lama ini Manchester City mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa larangan bertanding di pentas Eropa selama dua musim ke depan. Ini merupakan sanksi atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) yang diduga dilakukan oleh klub tersebut.

Situasi ini tentu membuat para pemain bintang Manchester Biru berpikir panjang untuk bertahan di klub tersebut. Tidak tampil di pentas Eropa tentu akan menjadi pukulan telak bagi mereka. Salah satu pemain bintang City, Kevin De Bruyne pun sudah angkat bicara terkait hal ini.

Pemain internasional Belgia itu mengatakan dirinya masih menunggu keputusan final terkait sanksi tersebut. Saat ini City masih menanti keputusan menyusul pengajuan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).

Menurut De Bruyne para pemain sudah diyakinkan oleh pihak klub untuk menanti keputusan. Kepada mereka diyakinkan bahwa banding akan diterima sehingga City akan tetap tampil di pentas Eropa.

“Saya cuma menunggu. Klub sudah bilang kepada kami kalau mereka akan banding dan mereka hampir 100 persen yakin kalau mereka benar,” beber De Bruyne.

Secara pribadi De Bruyne mengatakan dirinya sangat percaya dengan klub. Hal ini membuatnya untuk tidak berpikir untuk pergi.

“Itulah kenapa saya menunggu apa yang akan terjadi. Saya percaya tim saya.”

Namun demikian ia juga mengantisipasi terkait keputusan yang nanti akan diterima. Bila sampai banding City ditolak CAS maka, De Bruyne akan berpikir lagi terkait masa depannya di Etihad Stadium. Baginya waktu dua tahun bukanlah waktu yang singkat.

“Begitu pernyataan dibuat, saya akan meninjau semuanya. Dua tahun akan lama. Kalau satu tahun, saya akan lihat dulu,” ungkapnya lagi.

Ia juga mengatakan setiap keputusan yang akan dibuat tidak akan terpengaruh oleh masa depan Pep Guardiola di Etihad Stadium. Kontrak pelatih asal Spanyol itu akan berakhir pada 2021. Guardiola diisukan tidak akan berpaling ke klub lain. Namun demikian bagi De Bruyne keputusan yang ia ambil tidak akan dipengaruhi oleh masa depan sang pelatih.

“Saya tidak akan membiarkan keputusan saya bergantung apa yang akan dilakukan Pep,” ungkapnya.

Ia mengatakan dirinya sudah terbiasa bekerja sama dengan banyak pelatih. Ia akan siap bila Pep Pergi atau ia sendiri siap untuk bekerja sama dengan pelatih baru di klub lain.

“Tentu saya sudah bekerja dengan pelatih lain dan ketika Pep pergi, saya harus lanjut bekerja dengan yang lain. Tapi saya belum benar-benar memerhatikan itu. Ada yang lebih penting saat ini.”

Sterling: Man City Akan Sangat Merindukan Silva

Saat ini David Silva tengah berada di pintu keluar dari Manchester City. Pemain asal Spanyol itu akan segera meninggalkan Etihad Stadium seiring berakhir kontrak dengan klub tersebut. Ternyata situasi ini sudah membuat sejumlah pemain The Citizen sedih.

Salah satunya adalah Raheem Sterling. Sterling pun mengakui mereka akan sangat merindukan sosok gelandang berusia 34 tahun itu. Pemain asal Inggris itu mengakui sejumlah keutamaan yang dimiliki Silva yang patut ditiru.

“Satu hal yang pasti saya pelajari dari David adalah rendah hati. Dia adalah pesepakbola paling rendah hati yang pernah Anda jumpai dan trofi yang dia miliki menunjukkannya,” beber Sterling.

Lebih lanjut Sterling mengatakan untuk menjadi pemain top, sikap yang patut ditonjolkan adalah kerendahan hati. Selain itu patut bagi seorang pemain untuk bisa membawa diri dengan baik dalam berbagai situasi. Silva adalah salah satu contoh terbaik untuk sikap-sikap itu.

“Ketika Anda masuk ke level berikutnya dan melakukan semua hal luar biasa ini, pertahankan kerendahan hati dan bawa diri dengan cara layak,” sambungnya.

Sterling mengatakan hal-hal inilah yang membuat dirinya begitu mengagumi Silva. Sikap dan kemampuannya di lapangan pertandingan menjadi perpaduan yang sempurna untuk menjadi seorang pemain profesional yang hebat.

“Dia adalah contoh sempurna tentang bukan cuma jadi seorang profesional yang hebat, tapi juga pemain top dengan banyak trofi.”

Tentu kepergian Silva akan meninggalkan kenangan bagi Manchester Biru. Sterling mengatakan klub akan merindukan sosok Silva. Ia pun berharap agar Silva tetap bisa menunjukkan hal yang sama di klub baru.

“Dia akan sangat dirindukan karena dia mendatangkan kebahagiaan ke klub. Tapi, jika Anda ingin menjadikannya panutan, selalu pertahankan kerendahan hati dan raih trofi,” sambungnya.

Ia pun mengakui mengidolai Silva. Ia pun berencana untuk memiliki seragam Silva dan menyimpannya di rumahnya.

“Semoga saya akan punya beberapa seragamnya di rumah saya di Jamaika,” tegasnya.

Saat ini Liga Primer Inggris sedang dihentikan. Pandemi Corona atau Covid-19 membuat situasi menjadi seperti saat ini.

Gelandang Manchester City, Ilkay Guendogan para pemain harus tetap mengedepankan profesionalisme dalam situasi seperti ini. Para pemai harus siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Apapun yang terjadi, kami harus siap. Ini adalah situasi luar biasa sekarang ini dan situasi luar biasa perlu solusi luar biasa pula,” beber Guendogan.

Manchester City, Klub dengan Pemain Lokal Paling Sedikit di Liga Inggris

Nama besar Manchester City di sepak bola Inggris tak diragukan lagi. Tim asal kota Manchester itu menjadi klub raksasa tidak hanya dari segi sumber daya pemain tetapi juga finansial. Sokongan penuh dari sang pemilik klub membuat klub ini dengan mudah membangun kekuatan dengan bermaterikan para pemain bintang.

Tak heran dengan skuad mumpuni, termasuk kehadiran salah satu pelatih terbaik di dunia yakni Pep Guardiola, City mampu merajai kancah domestik. Hal ini sedikit berbanding terbalik dengan pentas Eropa yang mana klub tersebut masih terus berharap untuk meraih gelar juara.

Di tengah kebesaran tim tersebut, ternyata Manchester Biru lebih banyak mengandalkan kekuatan pemain dari luar Inggris. Data mencatat, Manchester Biru berada di urutan terbawah, dari daftar klub dengan jumlah pemain lokal terbanyak.

Tim yang baru saja mendapat hukuman dari UEFA karena pelanggaran financial fair play tersebut menjadi tim yang paling sedikit memiliki penggawa lokal di antara tim-tim papan atas. The citizen hanya memiliki 7 pemain asli Inggris. Dari ketujuh pemain lokal tersebut ada 4 yang cukup menonjol dan kerap menjadi andalan yaitu Raheem Sterling, Phil Foden, Kyle Walker serta John Stones.

Jumlah pemain lokal dalam skuad City masih kalah banyak dari tim-tim lainnya. Arsenal misalnya, memiliki jumlah pemain lokal lebih banyak. Tecatat ada 9 pemain lokal yang diikutsertakan dalam kompetisi Liga Inggris musim ini.

Namun dari pemain-pemain tersebut hanya beberapa saja yang sering diturunkan di skuad utama Arsenal seperti Bukayo Saka, Edward Nketiah dan Josep Willock. Selebihnya para penggawa asing lebih mendominasi skuad The Gunners yang kini diasuh pelatih anyar, Mikel Arteta.

Klub lain yang memiliki pemain lokal adalah Tottenham Hotspur. Klub berjuluk The Lyliwhites ini memang tak memiliki banyak pemain yang didaftarkan di  Liga Primer Inggris. Namun setidaknya dari 26 total penggawa yang dimiliki, ada 8 pemain yang merupakan pemain lokal berkebangsaan Inggris.

Beberapa pemain lokal tersebut juga dianggap sebagai pemain kunci di skuad utama The Lilywhites. Para pemain tersebut adalah Harry Kane, Dele Alli, Harry Winks, Eric Dier, dan Ryan Sessegnon.

Man City Hadapi Tim Divisi Dua di 16 Besar Piala FA

Manchester City mendapat kesempatan emas untuk meraih tiket ke babak perempat final Piala FA. Pasalnya tim berjuluk The Citizen itu akan menghadapi tim divisi dua Sheffield Wednesday di babak 16 besar yang akan digelar di Hillsborough Stadium pada Kamis, 5 Maret 2020 dini hari WIB.

Sekalipun akan tampil di kandang lawan, pengalaman dan kekuatan amunisi Manchester Biru lebih teruji. Apalagi City memiliki modal bagus setelah sukses mempertahankan Piala Liga Inggris atau Carabao Cup dengan mengalahkan Aston Villa di Stadion Wembley, London pada Minggu, 1 Maret 2020 lalu.

Meski begitu City tetap harus mewaspadai kekuatan tuan rumah. Sheffield sudah membuktikan diri sebagai salah satu kuda hitam di turnamen ini. Pencapaian mereka sejauh ini sudah membuktikan hal tersebut.

Sebelumnya City berhasil mempertahankan trofi Piala Liga Inggris. Ini merupakan gelar ketiga dalam tiga musim secara beruntun. Tentu pencapaian ini sangat luar biasa. Sebagaimana dikatakan pelatih City, Pep Guardiola, hasil tersebut merupakan sebuah kesuksesan besar.

“Tiga kali beruntun itu adalah sebuah sukses besar. Konsistensinya, luar biasa,” beber Guardiola.

Lebih lanjut pelatih asal Spanyol tersebut mengatakan timnya memang menghadapi kesulitan di pertandingan final, namun pada akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan skor 2-1.

“Ini mengagumkan. Kami kesulitan di menit-menit awal dan menit-menit terakhir. Mereka memiliki dua peluang bersih di menit-menit awal tapi kami bermain dengan sangat baik, terutama di babak kedua,” tegas mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

04-01-2015 City 2-1 Wednesday (Piala FA)

25-09-2014 City 7-0 Wednesday (EFL Cup)

17-01-2007 City 2-1 Wednesday (Piala FA)

07-01-2007 Wednesday 1-1 City (Piala FA)

28-02-2002 City 4-0 Wednesday (Championship).

5 Pertandingan Terakhir Sheffield Wednesday:

13-02-2020 Luton 1-0 Wednesday (Championship)

15-02-2020 Wednesday 0-3 Reading (Championship)

22-02-2020 Birmingham 3-3 Wednesday (Championship)

27-02-2020 Wednesday 1-0 Charlton (Championship)

29-02-2020 Wednesday 1-3 Derby (Championship).

5 Pertandingan Terakhir Manchester City:

02-02-2020 Tottenham 2-0 City (EPL)

20-02-2020 City 2-0 West Ham (EPL)

23-02-2020 Leicester 0-1 City (EPL)

27-02-2020 Madrid 1-2 City (UCL)

01-03-2020 Villa 1-2 City (EFL Cup).

Perkiraan starting line-up Sheffield Wednesday versus Manchester City:

Sheffield Wednesday (4-4-2): Dawson; Fox, Borner, Iorfa, Palmer; Forestieri, Bannan, Lee, Murphy; Windass, Fletcher.

Pelatih: Garry Monk.

Manchester City (4-3-3): Claudio Bravo; Zinchenko, Garcia, Nicolas Otamendi, Cancelo; Foden, Ilkay Gundogan, David Silva; Bernardo Silva, Gabriel Jesus, Riyad Mahrez.

Pelatih: Josep Guardiola.

Tekuk Aston Villa, Man City Pertahankan Piala Liga Inggris

Manchester City sukses menegaskan dominasinya di pentas Carabao Cup atau Piala Liga Inggris setelah meraih kemenangan ketiga secara beruntun. Di partai final kali ini The Citizen berhasil mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1. Laga tersebut digelar di Stadion Wembley, London pada Minggu, 1 Maret 2020 malam WIB.

Sepasang gol City di laga ini dicetak oleh Sergio Aguero di menit ke-20 dan Rodrigo di menit ke-30. Sementara itu satu-satunya gol Aston Villa dicetakoleh Mbwana Samatta pada menit ke-41. Kemenangan ini membuat City sukses mempertahankan trofi itu dalam tiga musim secara beruntun.

Di laga ini kedua tim menurunkan formasi terbaik. Sejak menit awal, kedua tim berusaha mencari kesempatan untuk mencetak gol. City berhasil memanfaatkan momentum  untuk mencetak gol di awal pertandingan.

Aguero sukses membuka keunggulan City saat laga memasuki menit ke-20. Gol pemain internasional Argentina ini berawal dari umpan Phil Foden. Sepuluh menit berselang giliran Rodrigo yang mencatatkan namanya di papa skor.

Tertinggal dua gol, Aston Villa berusaha meningkatkan intensitas serangan. Sepuluh menit berselang, Aston Villa berhasil memperkecil ketertinggalan usai umpan Anwar El Ghazil dari sisi kanan pertahanan City berhasil disambut dengan tandukan mematikan oleh Samatta. City sukses menjaga keunggulan tidak hanya di paruh pertama tetapi juga hingga laga usai.

Usai pertandingan pelatih City, Pep Guardiola mengatakan meraih gelar yang sama dalam tiga musim beruntun merupakan sebuah kesuksesan besar. Hal ini menegaskan konsistensi yang luar biasa pula.

“Tiga kali beruntun itu adalah sebuah sukses besar. Konsistensinya, luar biasa,” beber Guardiola.

Lebih lanjut mantan pelatih Barcelona itu mengatakan timnya memenangi laga ini tidak dengan mudah. Mereka sempat mengalami kesulitan baik di awal maupun di akhir pertandingan. Villa memiliki beberapa peluang, namun mereka berhasil tampil baik untuk menggagalkan kesempatan lawan mencetak gol di awal pertandingan.

“Ini mengagumkan. Kami kesulitan di menit-menit awal dan menit-menit terakhir. Mereka memiliki dua peluang bersih di menit-menit awal tapi kami bermain dengan sangat baik, terutama di babak kedua,” tegas pelatih asal Spanyol itu.

Susunan pemain Aston Villa versus Manchester City:

Aston Villa (4-3-3): 25-Oerjan Haaskjold Nyland; 24-Frederic Guilbert, 22-Bjorn Engels, 40-Tyrone Mings, 18-Matt Targett; 6-Douglas Luiz, 11-Marvelous Nakamba, 27-Ahmed El Mohamady (17-Trezegut 70′); 21-Anwar El Ghazi (14-Conor Hourihane), 20-Mbwana Samatta (39-Keinan Davis), 10- Jack Grealish

Pelatih: Dean Smith

Manchester City (4-3-3): 1-Claudio Bravo; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 25-Fernandinho, 11-Oleksandr Zinchenko; 16-Rodrigo, 8-Ilkay Guendogan (17-Kevin De Bruyne 58′), 47-Phil Foden; 21-David Silva (20-Bernardo Silva 77′), 10- Sergio Aguero, 7- Raheem Sterling

Pelatih: Pep Guardiola

Ditekuk Tottenham Hotspur, Guardiola: Kami Bagus Tapi Kalah

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tak habis pikir dengan hasil yang diterima timnya saat menghadapi Tottenham Hotspur di pekan ke-25 Liga Primer Inggris. Pada pertandingan yang digelar di kandang sendiri di Stadion Tottenham Hotspur pada Minggu, 2 Februari 2020 itu, Manchester Biru menyerah kalah dengan skor 0-2.

Guardiola menegaskan timnya seharusnya tidak pantas meraih hasil tersebut. Sekalipun mampu menguasai pertandingan, sang juara bertahan justru harus pulang dengan tangan hampa.

“Saya bicara kepada staf dan istri saya dan beberapa pemain. Dengan performa ini, akan jadi kesalahan besar kalau bilang betapa buruknya mereka,” ungkap Guardiola.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya tampil baik di laga tersebut. Sementara itu tuan rumah hanya memiliki dua peluang terbaik. Namun Spurs sukses memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol kemenangan.

“Kami kalah. Kami main bagus tapi kalah, ini terjadi lagi. Dan mereka punya dua (peluang) dan bikin dua gol. Tak banyak yang bisa saya katakan soal performa ini, tapi ini adalah soal berapa banyak gol yang Anda buat dan berapa banyak kebobolan,” lanjut eks juru taktik Barcelona itu.

Menariknya, satu dari dua gol tuan rumah dicetak oleh pemain debutan, Steven Bergwijn. Bergwijn mencetak gol pembuka di menit ke-63. Sementara itu satu gol lainnya dicetal oleh Son Heung-min di menit ke-71.

Kemenangan ini membuat Spurs berhak atas tiga poin. Peringkat tim besutan pelatih Jose Mourinho pun terdongkrak naik ke urutan kelima dengan raihan total 37 poin.

Sementara itu bagi City, kekalahan ini sungguh disesali. Gagal mendulang poin membuat mereka tak mampu memangkas jarak dengan Liverpool di puncak klasemen. Perolehan poin Manchester Biru tertahan di angka 51. Sementara itu Liverpool semakin nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan 22 poin.

Sekalipun tampil di kandang sendiri, tidak mudah bagi Spurs untuk mengembangkan permainan. Tuan rumah juga kesulitan untuk menciptakan peluang. Sementara itu City mencoba memanfaatkan dominasinya untuk mencuri gol. Namun tak ada gol tercipta hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Spurs berusaha memanfaatkan momentum saat tim tamu harus bermain dengan 10 pemain setelah Oleksandr Zinchenko harus menerima kartu kuning kedua di menit ke-60. Kekurangan satu pemain sangat mempengaruhi performa City.

Sementara itu Spurs berhasil memanfaatkan situasi ini untuk mencuri gol. Menit ke-63, Bergwijn berhasil menggetarkan gawang City usai menuntaskan umpan terukur Lucas Moura. Kurang dari 10 menit kemudian gawang City kembali bobol. Kali ini giliran Son Heung-min yang mencatatkan namanya di papan skor setelah sepakan mendatarnya tak mampu digagalkan kiper tim tamu, Ederson Moraes.

Big Match, Spurs Vs Man City di Pekan ke-25 Liga Inggris

Para pencinta Liga Primer Inggris akan disuguhkan pertandingan seru di pekan ke-25 saat dua tim kuat saling berhadapan. Tottenham Hotspur dan Manchester City akan saling berhadapan di Stadion Tottenham Hotspur pada Minggu, 2 Februari 2020 malam WIB.

Kedua tim memiliki amunisi yang seimbang. Selain itu juru taktik kedua tim pun sama-sama muampuni. Pep Guardiola di kubu City dan Jose Mourinho di pihak Spurs. Tak heran laga ini akan berjalan menarik.

Saat ini City berada di urutan kedua tertinggal 19 poin dari Liverpool di puncak klasemen. City butuh poin untuk terus memperpendek jarak dengan The Reds. Sementara itu Spurs berada di papan tengah. Mourinho tentu sangat berhasrat bisa membuat kejutan dengan mengalahkan Manchester Biru.

Meski begitu pelatih City tetap mengapresiasi sepak terjang Mourinho dalam dunia kepelatihan. Guardiola menyebut Mou sebagai manajer berpengalaman.

“Apa yang telah dilakukan Jose Mourinho untuk sepak bola selama 15 atau 20 tahun terakhir, adalah sesuatu yang tidak ternilai. Namun, banyak orang yang menilai berdasarkan kegagalannya [bersama Manchester United]. Dia adalah seorang manajer dengan banyak pengalaman,” beber Guardiola.

Sementara itu Mourinho menyebut City tetaplah tim yang kuat. Pertandingan ini akan sulit namun begitu tidak ada yang tidak mungkin terjadi di lapangan pertandingan, termasuk mengalahkan tim tersebut.

Lima Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

17-08-2019 Manchester City 2-2 Tottenham Hotspur (Premier League)

20-04-2019 Manchester City 1-0 Tottenham Hotspur (Premier League)

18-04-2019 Manchester City 4-3 Tottenham Hotspur (Liga Champions)

10-04-2019 Tottenham Hotspur 1-0 Manchester City (Liga Champions)

30-10-2018 Tottenham Hotspur 0-1 Manchester City (Premier League)

Lima Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur:

12-01-2020 Tottenham Hotspur 0-1 Liverpool (Premier League)

15-01-2020 Tottenham Hotspur 2-1 Middlesbrough (Piala FA)

18-01-2020 Watford 0-0 Tottenham Hotspur (Premier League)

23-01-2020 Tottenham Hotspur 2-1 Norwich (Premier League)

25-01-2020 Southampton 1-1 Tottenham Hotspur (Piala FA)

Lima Pertandingan Terakhir Manchester City:

12-01-2020 Aston Villa 1-6 Manchester City (Premier League)

18-01-2020 Manchester City 2-2 Palace (Premier League)

22-01-2020 Sheffield 0-1 Manchester City (Premier League)

26-01-2020 Manchester City 4-0 Fulham (Piala FA)

30-01-2020 Manchester City 0-1 Manchester United (Piala Liga Inggris)

Perkiraan Starting Line Up Tottenham Hotspur versus Manchester City:

Tottenham Hotspur (4-4-2): Hugo Lloris; Japhet Tanganga, Toby Alderweireld, Davinson Sanchez, Jan Vertonghen; Serge Aurier, Giovani Lo Celso, Harry Winks, Son Heung-Min; Lucas Moura, Dele Alli.

Pelatih: Jose Mourinho

Manchester City (4-3-3): Ederson Moraes; Kyle Walker, John Stones, Nicolas Otamendi, Joao Cancelo; Bernardo Silva, Rodri, Kevin De Bruyne; Riyad Mahrez, Gabriel Jesus, Raheem Sterling.

Pelatih: Pep Guardiola