Messi Disebut Nyaman Main dengan Lautaro Martinez

Saat ini Lautaro Martinez terus dikaitkan dengan Barcelona. Pemain depan Inter Milan itu dikabarkan menjadi target buruan Blaugrana untuk mengisi pos di lini depan. Lautaro digadang-gadang sebagai penerus Luis Suarez yang saat ini semakin menua.

Namun demikian upaya untuk mendatangkan Lautaro tidak mudah. Inter Milan tentu tidak ingin kehilangan salah satu pemain penting mereka. Di sisi lain, bukan hal mudah bagi Lautaro untuk bermain dengan sederet bintang Barcelona. Salah satunya adalah Lionel Messi.

Namun hal terakhir ini sepertinya bukan menjadi kendala. Pasalnya Messi sendiri dikabarkan setuju bila klub memboyong Martinez. Ditambah lagi keduanya sudah pernah bermain bersama di tim nasional Argentina.

Mantan pemain timnas Spanyol, Luis Suarez pun menegaskan hal tersebut. Ia mengatakan Messi sendiri tertarik untuk bermain dengan Lautaro Martinez. Tidak hanya itu Messi juga memuji potensi pemain masa depan Argentina itu.

“Messi kenal Lautaro dengan baik karena dia bermain untuk Timnas Argentina,” beber Suarez.

Lebih lanjut Suarez mengatakan lampu hijau yang diberikan Messi mengandung banyak arti positif. Salah satunya itu menggambarkan bahwa Messi merasa nyaman dengan Lautaro sama seperti yang dialami saat ini dengan Luis Suarez.

“Jika dia bilang iya, itu berarti dia [Messi] nyaman dengan Lautaro. Sama halnya dia nyaman dengan Luis Suarez [yang berasal dari Uruguay],” sambungnya.

Suarez mengatakan dirinya memangat tidak terlalu mengetahui soal Lautaro. Ia hanya mengikuti sang pemain melalui pertandingan yang disaksikan di layar kaca. Namun nama Lautaro semakin ramai dibicarakan di berbagai media dan ruang pembicaraan.

“Saya tak tahu banyak soal Lautaro, sebab saya hanya menyaksikan beberapa pertandingan Inter. Tapi, mereka banyak membicarakannya,” bebernya lagi.

Suarez tak menampik penampilan cemerlang Lautaro di level Serie A musim lalu. Bersama Internazionale Milan, Lautaro sudah menunjukkan potensi sebagai salah satu pemain muda yang tengah bersinar. Suarez tak menampik bila banyak tim tertarik untuk mendatangkannya.

“Saya tahu dia sangat bagus di liga musim lalu. Dia juga bisa mencetak beberapa gol. Dia pemain yang sangat menarik, jika banyak tim menginginkannya,” pungkasnya.

Saat berbagai kompetisi sepak bola di Eropa tengah menghadapi kendala karena wabah Corona atau Covid-19. Sejumlah kompetisi bahkan sudah dinyatakan berakhir seperti Ligue 1 Prancis dan Eredivisie Belanda. Sementara itu Serie A dan La Liga masih menanti jadwal terbaru. Baru Bundesliga Jerman yang sudah mulai bergulir lagi.

Xavi: Messi Bisa Main Hingga Usia 39 Tahun

Saat ini Lionel Messi masih menjadi andalan Barcelona, padahal usianya sudah tak muda lagi. Pemain itu sudah berusia lebih dari kepala tiga. Apakah pemain asal Argentina akan tetap tampil konsisten meski tak muda lagi? Sampai usia berapa Messi akan merumput?

Demikian berbagai pertanyaan terkait pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu. Mantan rekan setim Messi di Barcelona, Xavi Hernandez memprediksi Messi akan bermain hingga beberapa tahun ke depan. Mantan pemain tim nasional Prancis itu menduga Messi akan merumput hingga menginjak usia 39 tahun.

“Dia masih punya lima atau tujuh tahun yang sangat bagus lagi,” beber Xavi.

Lebih lanjut Xavi mengatakan pemain berusia 32 tahun itu masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar yang belum mengisi lemari prestasinya. Salah satunya adalah bersama tim nasional Argentina. Messi, di balik berbagai pencapaian invididu dan bersama Barcelona, belum pernah meraih trofi bergengsi di level tim nasional.

Piala Dunia 2020 di Qatar disebut-sebut sebagai kesempatan terakhir Messi untuk berbakti bagi negaranya. Xavi yakin Messi akan tampil di Qatar dua tahun mendatang.

“Dia mengurus dirinya dengan baik dan dia bisa terus bermain sampai dia berusia 37, 38, atau bahkan 39 tahun. Dia aka bermain di Qatar untuk Piala Dunia. Aku yakin itu,” tegasnya.

Saat ini nama Lionel Messi sudah melekat dengan Barcelona. Namun demikian tidak menutup kemungkinan Messi akan meninggalkan klub tersebut. Pemain tersebut pun bukan tidak mungkin akan berlabuh di Inter Milan. Hal ini diprediksi oleh mantan asisten pelatih Inter Milan, Jose Morais.

Menurut Morais, bukan tidak mungkin Internazionale Milan akan mendapatkan tanda tangan Messi. Ia mengatakan hal ini dengan alasan bahwa Inter memiliki sosok kunci yang bisa menggoda Messi. Sosok tersebut adalah Javier Zanetti yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Milan.

“Anda tahu apa, saya pikir itu mungkin. Anda tahu apa alasannya? Karena mereka punya Zanetti. Zanetti itu seperti sebuah penarik bagi para pemain Argentina,” beber Morais.

Lebih lanjut Morais mengatakan pengaruh Zanetti terhadap para pemain Argentina membuatnya bisa mempengaruhi Messi untuk meninggalkan Nou Camp. Menurutnya, Zanetti adalah sosok yang dekat dengan para pemain Argentina dan memiliki pengaruh tersendiri.

“Saya pikir dia mampu menarik seorang pemain seperti Messi kalau dia memikirkan tentang tantangan yang berbeda. Saya pikir untuk seorang pemain Argentina, hampir rasanya seperti pulang ke rumah, saya akan bergabung Inter,” sambungnya.

Ronaldo dan Messi Sumbang Dana Untuk Perangi Covid-19

Wabah covid-19 yang merambah berbagai belahan dunia tampaknya membuat para pelaku sepakbola turut berempati. Tak hanya mengungkapkan lewat akun resmi mereka, namun juga diiringi dengan tindakan nyata dengan memberikan sumbangan. Tak terkecuali dua pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo dan Leonel Messi.

Mantan pemain Real Madrid yang musim ini membela Juventus, Cristiano Ronaldo, menjadi salah satu pemain yang tanggap dengan kondisi terkini. Pemain yang pernah memperkuat Manchester United tersebut mendonasikan berbagai benda yang diperlukan oleh rumah sakit seperti kipas angin, monitor, peralatan infus, ranjang tidur dan alat penunjang medis lainnya dengan total donasi mencapai 1 juta euro atau sekira 17,3 Miliar Rupiah untuk 3 rumah sakit yang ada di tanah kelahirannya, Portugal.

“Kami dihubungi Jorge Mendes yang bersama Cristiano Ronaldo menyumbangkan dana sukarela untuk dua unit perawatan intensif untuk pasien COVID-19 yang kritis. Ada fans, monitor, selang infus, tempat tidur, serta seluruh peralatan penunjang pasien yang terinfeksi COVID-19,” ujar Presiden Daniel Ferro, Presiden Santa Maria, salah satu rumah sakit yang mendapatkan donasi dari Ronaldo.

Pun demikian dengan bintang Barcelona, Lionel Messi. Pemain yang berasal dari Argentina ini juga tak mau ketinggalan memberikan sumbangan untuk memerangi covid-19. Namun, berbeda dengan Ronaldo yang memprioritaskan bantuan untuk masyarakat di tanah kelahirannya, Messi lebih membagi bantuannya untuk rumah sakit di Barcelona, tempat dirinya berkarir.

Total satu juta euro digelontorkan oleh La Pulga untuk memerangi wabah corona. “Leo Messi memberikan sumbangan ke klinik untuk melawan virus corona. Terima kasih, Leo, atas komitmen dan dukunganmu,” demikian bunyi pernyataan rumah sakit di Barcelona sebagaimana dilansir dari sport.detik.com (25/03/2020)

Dan tak ketinggalan dengan dua superstar lapangan hijau tersebut, Pep Guardiolla pun ikut menyumbangkan satu juta euro untuk penanganan covid-19 di Catalonia.

“Pep Guardiola menyumbang 1 juta euro ke Yayasan Angel Soler Daniel untuk pembelian dan pasokan alat kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19,” tulis akun resmi Yayasan Angel Soler Daniel yang mendapat bantuan tersebut.

Rencananya, uang donasi dari Pep Guardiolla tersebut akan dipergunakan untuk membeli peralatan medis seperti masker, pelindung mata, disinfektan, dan respirator. Alat-alat tersebut akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Catalonia.

Semoga contoh positif dari para pelaku sepakbola di atas bisa memantik rasa peduli lebih banyak orang. Bila kita belum mampu memberikan bantuan material, hal sederhana yang bisa dibuat adalah dengan mematuhi semua anjuran dan protocol kesehatan yang ditetapkan otoritas terkait. Beberapa anjuran yang harus dipatuhi adalah menjaga jarak aman sosial dan sesering mungkin mencuci tangan.

Berapa Kali Ronaldo Gagal Eksekusi Penalti dalam Satu Dekade Terakhir?

Cristiano Ronaldo memang dikagumi banyak pecinta sepakbola karena kerja keras yang begitu luar biasa. Semenjak bermain bersama Manchester United hingga di Juventus saat ini, Cristiano Ronaldo memang dianggap menjadi pemain terdepan yang dipercaya klubnya, termasuk untuk melakukan eksekusi penalti setiap kali terjadi tendangan pinalti.

Banyak yang berasumsi jika Ronaldo adalah rajanya penalti. Namun data mengatakan jika Ronaldo menjadi pemain ketiga yang paling sering gagal mengeksekusi penalti dalam kurun satu dekade terakhir.

Total sudah 11 kali Cristiano Ronaldo melakukan kegagalan dari 79 peluang penalti yang ia dapat. Persentase kegagalan Ronaldo memang jauh lebih kecil dari Lionel Messi. Bintang Barcelona yang satu ini memang dinilai menjadi salah satu pemain terbaik di dunia bahkan dalam sejarah sepak bola dunia.Sselain kepiawaiannya mengolah si kulit bundar Lionel Messi juga dikenal sebagai sosok yang jenius dalam melakukan free kick jarak jauh.

Sayangnya kemampuan free kick spektakulernya tersebut tidak diimbangi dengan kematangannya dalam eksekusi tendangan penalti. Sering ditunjuk sebagai eksekutor, Lionel Messi telah melakukan 11 kali kegagalan dari 57 tendangan penalti yang ia dapat selama satu dekade terakhir.

Namun jika dibandingkan dengan beberapa pemain lainnya di liga top Eropa, Ronaldo masih dinilai belum cukup layak untuk diberi gelar rajanya pinalti.

Pemain lain yang patut disebut adalah Wayne Rooney. Pemain asal Inggris yang pernah menjadi bintang di Manchester United tersebut memang seringkali ditunjuk sebagai eksekutor pinalti.

Dalam kurun satu dekade terakhir Rooney telah melakukan 28 kali tendangan pinalti di mana 9 di antaranya gagal dieksekusi dengan baik.

Meskipun tidak begitu baik dalam mengeksekusi penalti namun Wayne Rooney masih menjadi pemain yang dipercaya tim yang dibelanya untuk mengeksekusi tendangan penalti. Saat ini dirinya bermain bersama Derby County di kasta kedua Liga Inggris.

Pemain lain adalah Antonio Di Natale. Natale pernah menjadi bintang di Serie-A ketika dirinya tampil gemilang bersama Udinese. Di Natale memang menjadi momok menakutkan saat berada di lini depan.

Namun sayangnya kemampuannya dalam mengeksekusi pinalti tidak begitu baik. Dala kurun satu dekade terakhir, Di Natale telah 9 kali gagal dalam mengeksekusi tendangan pinalti dari total 32 eksekusi pinalti yang dilakukannya.

Meski para pemain tersebut kerap gagal mengeksekusi penalti, mereka tetaplah pemain yang diandalkan masing-masing klub. Mereka tetaplah pemain besar dan penting yang sangat diperhitungkan lawan-lawannya. Selain itu nama mereka tetap terpatri dalam lembaran sejarah sepak bola sebagai pemain bintang.

 

Penalti Messi Selamatkan Argentina dari Kekalahan Atas Uruguay di Laga Uji Coba

Lionel Messi menjadi penyelamat tim nasional Argentina dari kekalahan atas Uruguay dalam laga uji coba internasional pada Selasa, 19 November 2019 dini hari WIB. Bintang Barcelona itu mencetak gol penyeimbang untuk membuat skor sama kuat 2-2. Laga tersebut digelar di Bloomfield Stadium.

Selain Messi, satu gol Argentina dicetak oleh Sergio Aguero di menit ke-63. Sementara itu sepasang gol Uruguay dicetak oleh Edinson Cavani di menit ke-34 dan Luis Suarez di menit ke-68.

Argentina dan Uruguay sama-sama menurunkan formasi terbaik di laga ini. Secara keseluruhan Argentina mampu menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen.

Meski begitu Uruguay lebih dulu memimpin setelah Cavani sukses meneruskan umpan Suarez dengan sepakan keras yang tak mampu digagalkan kiper Argentina, Esteban Andrada.

Gol tersebut memacu Argentina untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun upaya La Albiceleste tak membuahkan hasil hingga turun minum.

Argentina baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-63. Bermula dari sepakan bebas Lionel Messi, Sergio Aguero sukses menyambutnya dengan tandukan terarah yang tak mampu digagalkan kiper Uruguay.

Lima menit berselang, Uruguay kembali memimpin. Sepakan bebas Suarez memaksa Andrada kembali memungut bola dari dalam gawangnya. Argentina beruntung wasit menunjuk titik putih setelah Martin Caceres dinilai melakukan handsball di kotak terlarang. Messi yang tampil sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus memaksa pertandingan berakhir sama kuat.

Bek Argentina German Pezzella membeberkan alasan timnya gagal memetik kemenangan di laga ini. Menurutnya, lini belakang Argentina sempat lengah sehingga membuat Uruguay mampu mencuri gol.

“Keseimbangan tim sudah bagus. Kami sempat lengah, sehingga Uruguay bisa menciptakan dua gol. Namun, kami beruntung karena dapat menyamakan kedudukan,” tandas Pezzela.

Hasil imbang ini menjaga tren tak terkalahkan Argentina dalam tiga laga uji coba terakhir. Di pertandingan uji coba sebelumnya, Tim Tango sukses membungkam Ekuador dengan skor telak 6-1 dan menekuk Brasil satu gol tanpa balas.

Pertandingan menghadapi Uruguay sempat dinodai oleh keributan antara Messi dan Cavani. Kedua pemain itu bersitegang di lapangan pertandingan dan kembali mengemuka usai laga.

“Itu adalah pertandingan klasik, sangat rentan gesekan seperti layaknya sepak bola di Amerika Selatan. Kedua tim cukup baik. Kami bermain dengan perasaan positif dan mencoba memainkan sepak bola, maka itu sudah biasa. Kami memang terbiasa menjalaninya seperti ini,” beber Cavani usai laga.

Sebelumnya di pertandingan kontra Brasil, Messi juga melakukan hal kontroversial terhadap pelatih Brasil, Tite.

Susunan pemain timnas Argentina versus timnas Uruguay:

Timnas Argentina (4-3-3): Andrada; Saravia, Nicolas Otamendi, Pezzella, Tagliafico; Paredes (Nicolas Gonzalez 79), De Paul (Guido Rodriguez 88), Acuna (Dominguez 68); Paulo Dybala (Martinez 76), Lionel Messi, Sergio Aguero

Pelatih: Lionel Scaloni

Timnas Uruguay (4-4-2): Campana; Caceres, Coates (Giovanni Gonzalez 17), Diego Godin, Vina; Vecino, Lucas Torreira, Valverde (Bentancur 75); Lozano (Brian Rodriguez 88), Edinson Cavani (Diego Laxalt 56), Luis Suarez

Pelatih: Oscar Tabarez