Serie A Berpeluang Hadirkan Penonton ke Stadion

Saat ini tim-tim Serie A sedang mempersiapkan diri untuk kembali menghadapi kompetisi yang sempat terhenti karena wabah Corona atau Covid-19. Namun demikian belum dipastikan apakah pertandingan demi pertandingan akan digelar secara terbuka atau sebaliknya.

Sempat ada wacana para penonton tidak akan diizinkan datang ke stadion. Laga-laga akan digelar secara tertutup. Namun demikian belakangan muncul kabar baru. Pemerintah Italia dikabarkan memberikan lampu hijau untuk pertandingan secara terbuka atau memberikan izin kepada para penonton untuk menyaksikan secara langsung aksi-aksi tim-tim kesayangannya.

Sebagaimana dikatakan Wakil Menteri Kesehatan Alessandro Zampa, ada kemungkinan laga digelar seperti biasa setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait.

“Itu memungkinkan, kami bisa mendiskusikannya dengan komite teknis ilmiah, Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora, dan Menteri Kesehatan Roberto Speranza,” beber Zampa.

Lebih lanjut ia mengatakan keputusan apakah laga akan digelar secara tertutup atau tidak tergantung pada perkembangan situasi. Saat ini sudah ada sinyal bagus terkait tren penyebaran Corona di negara tersebut. Perlahan-lahan masyaraka setempat sudah diberikan izin untuk keluar rumah dan beraktivitas.

“Statistik yang masuk akan sangat membantu dan sudah merupakan sinyal bagus ketika kita saat ini sedang menuju kebebasan bergerak secara penuh antar wilayah,” sambungnya.

Namun demikian ia mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kurva pandemi. Bila terus menurun, maka ada kemungkinan sejumlah tribun stadion dibuka untuk penonton.

“Kami akan mengevaluasi kurva pandeminya dan kalau itu benar-benar menurun, kita bisa membayangkan bahwa untuk tahap akhir di musim ini, dengan upaya dari seluruh klub, kita bisa memainkan laga-laga dengan pembukaan sebagian tribune,” lanjutnya.

Ia pun menegaskan kalau kurva terus menurun bukan tidak mungkin situasi akan kembali seperti sedia kala, termasuk dalam dunia sepak bola.

“Kalau kurvanya terus bergerak seperti sekarang ini (menurun), kita bisa benar-benar kembali ke kehidupan normal di negara ini,” pungkasnya.

Seturut rencana kompetisi akan bergulir kembali pada 20 Juni 2020 mendatang. Namun demikian ada pihak yang masih merasa khawatir dengan situasi saat ini yang belum benar-benar bebas dari wabah Corona atau Covid-19.

Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti menjadi salah satu tokoh yang khawatir dengan bergulirnya kembali kompetisi sepak bola di negara tersebut. Ia memang tak keberatan kompetisi dilanjutkan lagi, namun dirinya tetap menyimpan kekhawatiran.

“Memang benar kegiatan olahraga bisa kembali digelar, tetapi untuk saat ini, saya sangat berhati-hati karena ada begitu banyak kekhawatiran,” beber Zanetti.

Serie A Tak Memungkinkan Dilanjutkan Lagi

Saat ini berkembang berbagai spekulasi dan saran terkait nasib Serie A Italia musim ini. Ada yang meminta kompetisi tersebut disudahi saja. Hal ini datang dari Zdenek Zeman, salah satu pelatih legendaris.

Menurutnya situasi saat ini tak memungkinkan untuk menggulirkan kembali kompetisi sepak bola di Italia. Ia pun sangat pesimis kompetisi tersebut bisa dilanjutkan lagi.

“Sekarang ini, saya tak merasa kondisi-kondisinya tepat untuk memainkan sepakbola. Saya tetap merasa sangat pesimistis,” beber Zeman.

Sosok yang pernah menangani sejumlah klub top Serie A seperti AS Roma, Napoli, Lazio dan Parma itu berpendapat pandemi Corona atau Covid-19 telah merusak semua sendi kehidupan. Tak hanya itu pandemi ini pun belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir. Saat ini kesehatan masyarakat adalah prioritas utama.

“Virusnya sudah memberikan kerusakan besar dan akan terus begitu. Kesehatan orang-orang adalah yang terpenting dan uang adalah hal berikutnya,” sambungnya.

Melihat situasi tersebut, ia menganjurkan agar kompetisi tersebut dihetinkan saja. “Buat saya, kompetisi tak semestinya ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu terkait kelanjutan kompetisi Serie A musim ini masih menjadi tanda tanya. Berkembang wacana terkait penjadwalan ulang Serie A. semula Serie A dijadwalkan berakhir pada 30 Juni namun Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melakukan penyesuaian dengan memundurkan ke 2 Agustus 2020 nanti.

Sebagaimana dikatakan Presiden FIGC, Gabriele Gravina, pihaknya berusaha mencari segara cara untuk mendapatkan solusi terbaik. Menurutnya menyelamatkan musim kompetisi kali ini dan musim berikutnya adalah bagian dari prioritas.

“Dunia sepakbola bekerja tanpa henti dan penuh tanggung jawab demi menemukan solusi yang konkrit dan berkelanjutan untuk krisis akibat COVID-19. Langkah ini diperlukan juga untuk melindungi musim 2020-2021,” beber Gabriele Gravina.

Lebih lanjut Gravina mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kerja pemerintah yang bertindak responsif terhadap situasi yang ada saat ini. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menghadapi situasi ini.

“Saya berterima kasih kepada Menteri Olahraga Spadafora atas perhatian yang diberikan kepada kami dalam pertemuan hari Rabu. Kami sudah menjelaskannya secara mendalam,” tambahnya.

Bila sampai Serie A benar-benar dihentikan, siapa yang akan dinobatkan sebagai peraih scudetto? Tidak hanya itu, bagaimana dengan perhitungan promosi dan degradasi? Tentu hal-hal ini menjadi perhatian dari pihak terkait sebelum mengambil suatu kebijakan. Selain itu segala keputusan yang diambil sudah diperhitungkan matang-matang dampaknya, termasuk nasib kompetisi di musim berikutnya.

Aturan 5 Pergantian Pemain di Serie A Untungkan Juventus

Demikian anggapan yang keluar dari mantan pemain Inter Milan, Giuseppe Bergomi. Menurutnya aturan lima pergantian pemain di kompetisi Serie A hanya menguntungkan tim dengan materi pemain memadai. Salah satunya adalah Juventus.

Bukan rahasia lagi Juventus memiliki segudang pemain berkualitas. Dengan lima kemungkinan pergantian pemain maka Juventus bisa lebih mengoptimalkan sumber daya pemain yang dimiliki.

Menurut Bergomi hal ini bisa mempengaruhi persaingan di antara kontestan Serie A terutama dengan Lazio. Sebelum kompetisi Serie A terhenti, kedua tim terus bersaing untuk menduduki puncak klasemen sementara. Saat ini Juventus dan Lazio hanya berjarak satu angka. Juventus berada di urutan teratas, ditempel ketat Lazio dengan raihan total 62 poin dari 26 pertandingan yang telah dijalani.

“Lazio menjalani musim ini dengan hebat. Ini karena (pelatih Simone) Inzaghi berhasil mengembalikan permainan tim dengan tiga perubahan. (Felipe) Caicedo dan dua sayap mereka adalah perubahan jitu yang membuahkan hasil,” beber Bergomi.

Lebih lanjut legenda Internazionale Milan itu menyebut AS Roma sebagai tim lain yang diuntungkan dengan penerapan aturan tersebut. Seperti Juventus, menurut Bergomi, Serigala Roma juga memiliki banyak pemain yang bisa dimainkan.

“Dengan aturan lima pergantian, saya merasa ini adalah hukuman bagi mereka. Tim-tim yang mendapat keuntungan besar dari aturan ini adalah Juventus dan AS Roma. Mereka punya banyak pemain yang bisa dimainkan,” sambungnya.

Saat ini kompetisi Serie A masih terhenti karena pandemi Corona atau Covid-19. Italia bahkan menjadi salah satu negera terparah dengan korban jiwa tak sedikit.  Tak heran pemerintah setempat sangat ketat memberlakukan protokol terkait pencegahan penyebaran wabah tersebut.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora berharap kompetisi sepak bola di negara tersebut bisa segera bergulir. Namun demikian sang menteri mengatakan hal ini ditentukan oleh perkembangan status kesehatan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk memahami evolusi situasi perawatan kesehatan, dan bagaimana, jika, dan kapan kami bisa kembali bermain olahraga di semua level,” beber Spadafor.

Lebih lanjut sang menteri mengatakan ia berharap latihan para pemain Serie A bisa terjadi tak lama setelah masa karantina berakhir. Ia mengharapkan jadwal tersebut tidak berubah dan tetap menjadi patokan bagi para pemain untuk mulai bersiap menjalani latihan, termasuk bila itu hanya terjadi secara tertutup.

“Kami berharap mengonfirmasi tanggal 4 Mei untuk kembali ke pelatihan sesegera mungkin,” sambungnya.

 

Bek Inter Milan Kesal Italia Lamban Tangani Corona

Italia merupakan salah satu negara yang paling terdampak wabah corona atau Covid-19. Jumlah penderita dan korban meninggal di negara tersebut menginjak angka ribuan. Situasi ini sampai-sampai membuat bek Inter Milan, Diego Godin angkat bicara.

Pemain asal Uruguay itu mengaku kesal dengan lambannya pemerintah menangani wabah tersebut. Selain karena kelalaian masyarakat yang meremehkan wabah tersebut, ia juga menyesali lambannya pemerintah menangani wabah tersebut.

“Itu bukan masalah besar pada awalnya. Semua orang mengira itu masalah di Cina dan tidak akan menyebar ke negara lain,” beber Godin.

Lebih lanjut mantan bek Atletico Madrid itu mengatakan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah Italia sangat lambat. Ia menyayangkan hal tersebut.

“Langkah-langkah yang diberlakukan sangat, sangat lambat. Kami disuruh mengambil tindakan pencegahan, tetapi di tingkat pemerintah tidak ada tindakan drastis yang diambil, yang akan mencegah apa yang mungkin terjadi,” sambungnya.

Saat ini Godin sudah kembali ke negara asalnya. Sebelum itu ia menjalani karantina selama dua pekan. Tak lupa pula Godin memberikan dukungan kepada para tenaga medis yang beberapa dari antaranya harus kehilangan nyawa.

“Pekerjaan yang dilakukan para dokter dan mereka semua dalam pelayanan kesehatan sangat mengesankan,” sambungnya.

Pemain belakang berusia 34 tahun itu mengatakan para dokter dan tenaga medis adalah pahlawan. Merekalah yang berada di garda terdepan untuk menghadapi pandemi ini.

“Apa pun yang dilakukan untuk menghormati mereka akan muncul secepatnya. Mereka adalah pahlawan nyata hari ini. Gambar-gambar dari apa yang telah mereka lakukan benar-benar membuat tergugah,” sambungnya.

Sebelumnya Godin mengkritik langkah pemerintah yang tidak mengambil tindakan tegas, termasuk memberhentikan kompetisi Serie A segera setelah negara tersebut terdampak corona.

“Kami terekspos sampai momen-momen terakhir. Mereka memilih untuk terus melanjutkan kompetisi, untuk melihat apakah kami bisa terus bermain, sampai situasi tak bisa dipertahankan dan sistem kesehatan kolaps,” ungkapnya.

“Kami terus bermain selama beberapa pekan, kami terus berlatih, dan bertanding secara tertutup sampai Rugani dinyatakan positif oleh tes. Baru sampai titik itulah kompetisi berhenti,” tegasnya.

Situasi ini tentu membuat penyebaran semakin luas. Tidak hanya itu ia menilai banyak pemain juga yang bakal tertular virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu. Untuk itu pihak klub sempat mengkarantina mereka untuk memastikan tidak ada penularan dari satu pemain ke pemain lain.

Kita berharap pandemi ini segera berakhir. Para pemain bisa berkompetisi lagi. Serie A pun bisa bergulir lagi. Namun kapan roda kompetisi tersebut bisa berputar lagi?

Bekuk Inter Milan, Juventus Kudeta Lazio di Puncak Serie A

Juventus berhasil memetik kemenangan di laga tunda pekan ke-26 Serie A Italia. Pertandingan ini digelar di Stadion Allianz Arena yang menjadi kandang sendiri saat menjamu Inter Milan pada Minggu, 8 Maret 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Di laga ini Juventus menang dua gol tanpa balas. Sepasang gol Nyonya Tua dicetak oleh Aaron Ramsey di menit ke-55 dan Paolo Dybala di menit ke-67.

Tambahan tiga poin sangat penting bagi Nyonya Tua. Tim tersebut kini mengemas total 63 poin dari 26 pertandingan dan sukses menggusur Lazio di puncak klasemen sementara. Juventus kini unggul satu angka dari Bianconeri.

Sementara itu kegagalan ini membuat Inter Milan tak beranjak dari urutan ketiga. Internazionale Milan mengemas total 54 poin dari 26 pertandingan yang sudah dijalani.

Bermain di kandang sendiri membuat Juventus sangat percaya diri. Tuan rumah pun mampu menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen. Situasi ini berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah untuk mencetak sepasang gol untuk memastikan kemenangan.

Usai pertandingan pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengakui kualitas Juventus. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan kualitas Juventus berada di atas tim-tim lain di Italia.

“Kami berbicara tentang tim Juventus yang semakin kuat setiap tahun selama delapan musim, menambah pemain-pemain berkualitas dengan banyak pengalaman dan trofi,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan performa timnya masih terus dibenahi sejak kedatangannya. Hal ini membuat mereka tak bisa dibandingkan dengan Juventus.

“Proyek kami ini baru berjalan tujuh bulan lalu dan kami mencoba melakukan yang terbaik di dalam skuat, tetapi itu tak bisa dibandingkan dengan tim yang sudah mendominasi sepakbola Italia selama delapan tahun. Kami di sini bermain dan mencari tujuan yang lebih tinggi ketimbang musim lalu,” sambungnya.

“Kami harus membangun proyek ini, bata demi bata, tahun demi tahun, untuk bisa mencapai level pengalaman, kualitas, dan karakter seperti Juventus. Saya merasa semua tim yang lain sangat jauh dengan Juventus saat ini,” tegas Conte.

Susunan pemain Juventus versus Inter Milan:

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny (GK); 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs de Ligt, 12-Alex Sandro (2-Mattia De Sciglio); 8-Aaron Ramsey, 30-Rodrigo Bentancur, 14-Blaise Matuidi; 11-Douglas Costa (10-Paulo Dybala), 21-Gonzalo Higuain (33-Federico Bernardeschi), 7-Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic (GK); 37-Milan Skriniar, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 87-Antonio Candreva (5-Roberto Gagliardini), 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella (24-Christian Eriksen), 15-Ashley Young; 9-Romelu Lukaku (7-Alexis Sanchez), 10-Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte.

Jadwal Pertandingan Awal Pekan, Big Match di Seri A

Salah satu pertandingan menarik akan tersaji di pentas Serie A Italia pada awal pekan ini. Tepatnya pada Senin, 9 Maret 2020. Duel dua tim papan atas, Juventus dan Inter Milan akan tersaji di Stadion Allianz Arena yang merupakan kandang tim yang disebutkan pertama.

Pertandingan ini layak ditonton. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, terutama di posisi teratas. Saat ini Juventus berada di urutan teratas. Kedua tim masih berpeluang untuk bersaing menjadi juara di akhir musim.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menegaskan penting dan bergengsinya lagai ini. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, laga ini disebut sebagai laga paling bergengsi di Serie A.

“Ini akan menjadi laga indah. Jelas Juve-Inter adalah laga paling bergengsi di Serie A; dilihat dari sejarah, dan tahun ini peringkat di klasemen,” beber Sarri.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengakui pertandingan ini tidak akan mudah bagi mereka. Ia menyebut Inter sebagai tim yang kuat dan gaya bermain mereka cukup merepotkan.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dari segi taktikal. Gaya bermain mereka dapat menyulitkan kami. Persiapan matang dibutuhkan. Tetapi tentu saja, ini juga akan menjadi laga yang sulit bagi mereka,” sambungnya.

Hal senada diakui oleh pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Conte yang juga pernah menangani Chelsea mengakui duel ini akan menjadi duel yang seru.

Pertandingan lainnya akan mempertemukan Udinese kontra Fiorentina. Udinese akan menjadi tuan rumah.

Dari pentas La Liga Spanyol, Real Madrid akan melakoni laga tandang. Los Blancos akan melawat ke markas Real Betis. Laga lainnya akan mempertemukan Villarreal kontra Leganes.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 9 Maret 2020:

SENLA LIGA

00:30 WIB – Villarreal vs Leganes – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Udinese vs Fiorentina – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs Inter Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Mainz vs Dusseldorf – Fox Sports (Live)

MAJOR LEAGUE SOCCER

06:00 WIB – Portland Timbers vs Nashville SC – beIN Sports 2 (Live)
09:30 WIB – Los Angeles FC vs Philadelphia Union – beIN Sports 1 (Live)

SHOPEE LIGA 1

18:30 WIB – Madura United vs Persiraja Banda Aceh – O Channel (Live)

 

 

Juventus Vs Inter Milan, Perebutan Takhta Serie A

Duel menarik di pentas Serie A Italia akan tersaji di laga tunda pekan ke-26 pada Senin, 9 Maret 2020. Dua tim papan atas yakni Juventus dan Inter Milan akan saling berhadapan di kandang Juventus di Stadion Allianz.

Pertandingan ini layak ditonton. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi memperbaiki posisi di tabel klasemen, terutama di posisi teratas. Saat ini Juventus berada di urutan teratas. Kedua tim masih berpeluang untuk bersaing menjadi juara di akhir musim.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menegaskan penting dan bergengsinya lagai ini. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, laga ini disebut sebagai laga paling bergengsi di Serie A.

“Ini akan menjadi laga indah. Jelas Juve-Inter adalah laga paling bergengsi di Serie A; dilihat dari sejarah, dan tahun ini peringkat di klasemen,” beber Sarri.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengakui pertandingan ini tidak akan mudah bagi mereka. Ia menyebut Inter sebagai tim yang kuat dan gaya bermain mereka cukup merepotkan.

“Ini akan menjadi laga yang sulit dari segi taktikal. Gaya bermain mereka dapat menyulitkan kami. Persiapan matang dibutuhkan. Tetapi tentu saja, ini juga akan menjadi laga yang sulit bagi mereka,” sambungnya.

Hal senada diakui oleh pelatih Inter Milan, Antonio Conte. Conte yang juga pernah menangani Chelsea mengakui duel ini akan menjadi duel yang seru.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

07-10-2019 Inter 1-2 Juventus (Serie A)

28-04-2019 Inter 1-1 Juventus (Serie A)

08-12-2018 Juventus 1-0 Inter (Serie A)

29-04-2018 Inter 2-3 Juventus (Serie A)

10-12-2017 Juventus 0-0 Inter (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

14-02-2020 Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia)

16-02-2020 Juventus 2-0 Brescia (Serie A)

23-02-2020 SPAL 1-2 Juventus (Serie A)

27-02-2020 Lyon 1-0 Juventus (UCL).

5 Pertandingan Terakhir Inter Milan:

10-02-2020 Inter 4-2 Milan (Serie A)

13-02-2020 Inter 0-1 Napoli (Coppa Italia)

17-02-2020 Lazio 2-1 Inter (Serie A)

21-02-2020 Ludogorets 0-2 Inter (UEL)

28-02-2020 Inter 2-1 Ludogorets (UEL).

Perkiraan starting line-up Juventus versus Inter Milan:

Juventus (4-3-3): Wojciech Szczesny; Danilo, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi; Juan Cuadrado, Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Stefan De Vrij, Milan Skriniar; Antonio Candreva, Matias Vecino, Marcelo Brozovic, Nicolo Barella, Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte

Tekuk Inter Milan, Lazio Tempel Ketat Juventus

Lazio berhasil memenangi pertandingan besar kontra Inter Milan di pekan ke-24 Serie A Italia. Pertandingan yang digelar di kandang sendiri di Stadion Olimpico, Roma, pada Minggu, 16 Februari 2020 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, dimenangi tuan rumah dengan skor 2-1.

Sepasang gol Lazio dicetak oleh Ciro Immobile dari titik penalti di menit ke-50 dan Sergej Milinkovic-Savic di menit ke-69. Sementara itu satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Ashley Young di menit ke-44.

Kemenangan ini memberikan arti penting bagi Lazio. Tambahan tiga angka membuat Lazio kini mengemas total 56 poin dari 24 pertandingan. Lazio berhasil menggeser Inter Milan dari urutan kedua. Sementara itu Lazio kini hanya berjarak satu angka dari Juventus di urutan teratas. Inter Milan pun harus puas turun satu tingkat ke posisi ketiga.

Kemenangan Lazio ini cukup beralasan. Sebagai tuan rumah mereka mampu menguasai pertandingan. Namun begitu tim tamu berhasil mencuri gol di penghujung babak pertama melalui pemain anyar yang sebelumnya memperkuat Manchester United, Ashley Young.

Lazio semakin meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Hasilnya Lazio mampu menyamakan kedudukan dan berbalik unggul untuk mengunci pertandingan dengan kemenangan.

Meski kalah pelatih Inter Milan, Antonio Conte tetap menilai positif performa timnya. Mantan pelatih Chelsea itu menegaskan mereka tampil baik meski hasilnya tidak sesuai harapan.

“Saya menilai kami telah tampil cukup baik, ini hasil yang tidak saya sukai dengan cara kami kebobolan dua gol. Kami menghadiahkan itu ke Lazio,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan kekalahan timnya tidak lepas dari kelalaian timnya untuk memperhatikan hal-hal kecil. Ia menyayangkan para pemainnya yang tampil kurang tenang di laga itu.

“Kami memang bukan tim yang sempurna, tapi dalam pertandingan besar detail kecil akan menjadi penentu dan kesalahan harus dikurangi. Ini adalah bagian perkembangan tim. Para pemain terlalu naif dan mereka harusnya lebih tenang dalam menghadapi situasi seperti ini,” sambungnya.

Susunan pemain Lazio versus Inter Milan:

Lazio (3-5-2): Thomas Strakosha (GK); Luiz Felipe, Francesco Acerbi, Stefan Daniel Radu; Adam Marusic, Sergej Milinkovic-Savic, Lucas Leiva (Danilo Cataldi), Luis Alberto, Jony (Manuel Lazzari); Felipe Caicedo (Joaquin Correa), Ciro Immobile.

Pelatih: Simone Inzaghi.

Inter Milan (3-5-2): Daniele Padelli (GK); Diego Godin (Alexis Sanchez), Stefan de Vrij, Milan Skriniar; Antonio Candreva (Victor Moses), Matias Vecino, Marcelo Brozovic (Christian Eriksen), Nicolo Barella, Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez.

Pelatih: Antonio Conte.

Juventus Jamu Brescia di Pekan ke-24 Serie A

Juventus akan melakoni laga kandang di pekan ke-24 Serie A Italia pada Minggu, 16 Februari 2020 malam WIB. Di laga ini Nyonya Tua akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Brescia di Stadion Allianz.

Pertandingan ini sangat penting bagi Juventus. Pasalnya mereka butuh tiga angka untuk kembali ke puncak klasemen sementara. Saat ini Juventus hanya berjarak satu angka dari Internazionale Milan.

Tidak hanya menang demi posisi puncak, tetapi juga agar bisa terhindar dari kejaran tim peringkat tiga, Lazio. Lazio hanya berselisih satu poin dari Nyonya Tua. Bila Juventus gagal menang di laga ini, tim tersebut tidak hanya kehilangan kesempatan ke puncak klasemen tetapi juga terancam tergusur ke posisi ketiga.

Meski begitu para pemain Juventus tetap optimistis dengan performa timnya. Sebagaimana dikatakan Rodrigo Bentacur, timnya akan kembali ke jalur kemenangan.

“Tim berada dalam bentuk bagus, seperti yang kalian lihat, faktanya kami berada di perburuan juara Serie A, mencapai 16 besar Liga Champiosn dan semifinal Coppa Italia,” beber Bentacur.

Lebih lanjut pemain asal Uruguay itu mengatakan saat ini timnya hanya perlu untuk mengembangkan performa agar bisa meraih kemenangan demi kemenangan.

“Kami hanya harus lebih mengembangkan performa kami, tetapi kami berada di jalur yang benar. Kami sedang bekerja untuk menjadi lebih kuat,” sambungnya.

Untuk meraih kemenangan di laga ini, pelatih Juventus, Mario Sarri harus menerapkan strategi yang tepat termasuk untuk menambah kekuatan di tengah absennya sejumlah pemain pilar seperti Sami Khedira, Giorgio Chiellini, hingga Douglas Costa.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

25-09-2019 Brescia 1-2 Juventus (Serie A)

20-03-2011 Juventus 2-1 Brescia (Serie A)

11-11-2010 Brescia 1-1 Juventus (Serie A)

10-03-2007 Brescia 3-1 Juventus (Serie B)

01-11-2006 Juventus 2-0 Brescia (Serie B).

5 Pertandingan Terakhir Juventus:

23-01-2020 Juventus 3-1 Roma (Coppa Italia)

27-01-2020 Napoli 2-1 Juventus (Serie A)

02-02-2020 Juventus 3-0 Fiorentina (Serie A)

09-02-2020 Verona 2-1 Juventus (Serie A)

14-02-2020 Milan 1-1 Juventus (Coppa Italia).

5 Pertandingan Terakhir Brescia:

12-01-2020 Sampdoria 5-1 Brescia (Serie A)

19-01-2020 Brescia 2-2 Cagliari (Serie A)

25-01-2020 Brescia 0-1 Milan (Serie A)

01-02-2020 Bologna 2-1 Brescia (Serie A)

09-02-2020 Brescia 1-1 Udinese (Serie A).

Perkiraan starting line up Juventus versus Brescia:

Juventus (4-3-1-2): Wojciech Szczesny; Juan Cuadrado, Matthijs De Ligt, Leonardo Bonucci, Alex Sandro; Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Adrien Rabiot; Aaron Ramsey; Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Brescia (4-4-2): Jesse Jorenen; Stefano Sabelli, Andrea Cistana, Jhon Chancellor, Ales Mateju; Dimitri Bisoli, Daniele Dessenea, Sandro Tonali, Nikolas Spalek; Ernesto Torregrossa, Mario Balotelli.

Pelatih: Eugenio Corini.

Milan Jamu Verona di Pekan ke-22 Serie A

AC Milan akan melakoni laga kandang saat menjamu Hellas Verona di pekan ke-22 Serie A Italia. Laga ini akan digelar di Stadion San Siro pada Minggu, 2 Februari 2020 malam WIB. Sebagai tuan rumah Milan tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk meraih tiga poin.

Laga ini sekaligus menjadi ujian untuk konsistensi tim tersebut. Dengan modal lima kemenangan terakhir, Milan pun siap menghadapi Verona. Meski begitu sang pelatih, Stefano Pioli enggan jemawa. Apalagi tim tersebut terancam tak diperkuat pemain anyar, Zlatan Ibrahimovic yang sedang sakit.

“Hellas Verona dalam bentuk yang bagus, telah berusaha keras musim ini, dan akan datang ke San Siro dengan determinasi tinggi,” beber Pioli.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan timnya menghadapi pekan yang sulit. Selain Ibra, pemain lain yang terancam absen adalah Kjaer dan Krunic.

“Mereka berlari tanpa lelah, sedangkan ini adalah pekan yang sulit bagi kami. Selama dua-tiga hari terakhir, Ibrahimovic dan Kjaer terkena flu, dan saya ragu kami bisa memanggil mereka. Selain itu, Krunic mengalami masalah otot, jadi kami punya beberapa masalah,” sambungnya.

Selain itu Milan juga tak bisa diperkuat sejumlah pemain yang sudah dilepas di bursa transfer musim dingin ini yakni Krzysztof Piatek dan Suso.

“Kami mendatangkan pemain-pemain berkualitas dan berpengalaman, juga pemain-pemain muda berprospek.  Siapa pun yang bermain menggantikan Ibrahimovic besok, dia akan tampil baik, karena bukan sistem yang menentukan kemenangan,” sambungnya.

Secara keseluruhan Pioli menilai performa timnya semakin membaik. Setelah meraih hasil positif di bulan Januari, demikian Pioli, saat mereka fokus menghadapi laga-laga penting berikutnya.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

16-09-2019 Verona 0-1 Milan (Serie A)

05-05-2018 Milan 4-1 Verona (Serie A)

17-12-2017 Verona 3-0 Milan (Serie A)

14-12-2017 Milan 3-0 Verona (Coppa Italia)

25-04-2016 Verona 2-1 Milan (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir AC Milan:

11-01-2020 Cagliari 0-2 Milan (Serie A)

16-01-2020 Milan 3-0 SPAL (Coppa Italia)

19-01-2020 Milan 3-2 Udinese (Serie A)

25-01-2020 Brescia 0-1 Milan (Serie A)

29-01-2020 Milan 4-2 Torino (Coppa Italia).

5 Pertandingan Terakhir Verona:

15-12-2019 Verona 3-3 Torino (Serie A)

05-01-2020 SPAL 0-2 Verona (Serie A)

13-01-2020 Verona 2-1 Genoa (Serie A)

19-01-2020 Bologna 1-1 Verona (Serie A)

26-01-2020 Verona 3-0 Lecce (Serie A).

Perkiraan Starting Line Up AC Milan versus Hellas Verona:

AC Milan (4-4-2): Gianluigi Donnarumma; Theo Hernandez, Romagnoli, Kjaer, Conti; Calhanoglu, Krunic, Kessie, Castillejo; Leao, Zlatan Ibrahimovic.

Pelatih: Stefano Pioli.

Hellas Verona (3-4-2-1): Silvestri; Kumbulla, Gunter, Rrahmani; Lazovic, Veloso, Amrabat, Faraoni; Pessina, Borini; Carmine.

Pelatih: Ivan Juric.