Jadwal Timnas Indonesia Mundur Gara-gara Corona, Baik untuk Shin Tae-yong

Saat ini hampir semua agenda olahraga terhenti. Hal ini disebabkan oleh wabah corona atau Covid-19 yang menyerang hampir semua negara di dunia. Tak terkecuali di tanah air. Selain terhentinya kompetisi domestik yakni Liga 1 dan Liga 2, agenda tim nasional Indonesia pun terpengaruh.

Salah satunya adalah Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Thailand pada 26 Maret 2020. Namun rencana tersebut urung terlaksana karena wabah corona yang kian mengkhawatirkan. Tidak hanya agenda tersebut, jadwal Liga Champions Asia, hingga Piala AFC pun terdampak.

Mundurnya jadwal ini tidak semata-mata membawa kerugian. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pengunduran tersebut juga membawa keuntungan. Saat ini pelatih timnas Indonesia, Shina Tae-yong terus beradaptasi dengan tim. Mundurnya jadwal pertandingan itu dinilai bagus karena memberikan waktu lebih bagi pelatih asal Korea Selatan itu untuk mengenal para pemain.

“Saya pikir jelas lah. Beliau akan melihat perbandingan liga 1 seluruh kota untuk melihat pemain-pemain yang diambil nanti. Alhamdullilah ada penundaan satu sisi akan menjadi keuntungan Shin Tae Yong jadi fokus kepada pemain yang dipanggil Timnas,” beber Iriawan.

Lebih lanjut Iriawan mengatakan dirinya sudah berdiskusi dengan Shin terkait perubahan tersebut. Tidak hanya itu ia juga berdiskusi dengan pelatih anyar tersebut terkait kondisi para pemain Indonesia.

“Kemarin saya diskusi dengan Shin hampir tiga jam membahas pembatalan itu, termasuk perkembangan, tipikal, termasuk mental pemain, fisik pemain, dsb,” sambugnya.

Dari hasil pembicaraan itu, Irawan mengakui pelatih tersebut optimis dengan masa depan sepak bola Indonesia. Meski tidak mudah, ia memohon dukungan dari PSSI agar dirinya bisa bekerja maksimal untuk membangun sepak bola Indonesia.

“Beliau optimistis tapi tidak mudah seperti membalikkan tangan. Kemudian beliau meminta betul dukungan penuh PSSI,” bebernya.

Sebelumnya pelatih anyar tersebut sudah mendampingi timnas di beberapa kategori umur untuk menjalani laga internasional. Salah satunya mendampingi timnas U-19 dalam sejumlah uji coba di luar negeri.

“Kalau dilihat skornya, memang banyak kebobolan. Tapi, dalam kondisi pemain letih, baru selesai liga, seharusnya malah kebobolannya bisa lebih banyak lagi,” evaluasi Ta-yong usai laga-laga uji coba itu.

Salah satu yang menjadi catatan pelatih adalah fisik para pemain. Ia menilai para pemain mudah lelah karena fisik tak kuat. Ketahanan fisik para pemain Indonesia hanya mampu bertahan selama 20 menit pertama.

Tedampak Corona, Gaji Shin Tae-yong Bakal Dipangkas

Dampak pandemi Corona atau Covid-19 tidak bisa dipandang remeh. Dunia seakan lumpuh, tak bergerak akibat serangan wabah tersebut. Hampir semua sendi kehidupan manusia terdampak. Tidak terkecuali dunia olahraga.

Hampir semua agenda olahraga terhenti. Liga-liga sepak bola di Eropa dan di negara-negara lain pun ditangguhkan. Tidak terkecuali Liga 1 dan Liga 2 di tanah air.

Tidak sampai di situ, akibat terhentinya kompetisi manajemn klub dan tim pun harus mengambil langkah strategis. Salah satunya adalah memangkas gaji agar menjaga kondisi keuangan klub. Hal ini seperti yang sedang dilakukan sejumlah klub La Liga Spanyol seperti Barcelona dan Atletico Madrid.

Ternyata situasi tak jauh berbeda terjadi di tanah air. Beberapa klub sudah menerapkan kebijakan serupa. Tidak sampai di situ, pelatih tim nasional Indonesia pun harus mengalami hal yang sama.

Kabarnya, gaji pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong bakal dipangkas. Tidak hanya pelatih asal Korea Selatan ini, sejumlah pihak terkait lainnya juga bakal terdampak hal yang sama.

Kabar ini dihembuskan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Orang nomor satu di sepak bola Indonesia itu sedang mempertimbangkan rencana tersebut. Ia beralasan hal ini ditempuh untuk menjaga kesehatan keuangan PSSI.

“Saat ini kami sedang mengkaji penerapan gaji para staf pelatih Timnas Indonesia. Baik itu Timnas senior maupun kelompok umur,” beber Iriawan.

Tersebab wabah tersebut agenda tim nasional dan kelompok umur pun terdampak. Saat ini praktis tidak ada aktivitas terkait sepak bola di tim nasional Indonesia.

“Karena Timnas Indonesia tidak berkegiatan imbas keadaan luar biasa ini. Maka kemungkinan besar akan ada penyesuaian terhadap gaji mereka,” sambungnya.

Sejauh ini untuk gaji bulan Maret belum mengalami perubahan. Dengan kata lain pelatih dan staf pelatih masih mendapatkan gaji penuh. Hal ini seperti diinformasikan asisten timnas, Nova Arianto.

Lebih lanjut terkait kemungkinan pemangkasan itu, Nova mengaku siap menerimanya. Ia memahami situasi yang sedang terjadi.

“Kami masih menerima penuh gaji bulan Maret. Tapi kami belum menerima kabar bahwa akan ada pemotongan gaji untuk staf dan pemain,” beber Nova.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Indonesia itu mengatakan pihaknya siap menerima apapun keputusan terbaik dari PSSI.

“Kalaupun ada kami siap menerima apapun keputusan yang dibuat oleh PSSI,” ungkapnya lagi.

Saat ini kasus corona di tanah air terus meningkat. Jumlah penderita hingga korban meninggal terus berjatuhan. Kita tentu berharap bisa segera melewati masa-masa sulit ini.

Indra Sjafri Beri Selamat kepada Vietnam, Peraih Medali Emas Cabor Sepak Bola SEA Games 2019

Pelatih tim nasional U-23 Indonesia, Indra Sjafri memberikan selamat kepada tim nasional U-23 Vietnam yang sukses meraih medali emas cabang sepak bola SEA Games 2019. Hal ini diungkapkan tak lama setelah Vietnam mengalahkan tim nasional U-23 Indonesia di babak final yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Filipina, pada Selasa, 10 Desember 2019 malam WIB.

“Selamat buat Vietnam dan permainan tadi secara performa, kami lebih baik dari pertandingan sebelumnya,” ungkap Indra.

Sebagaimana diketahui tiga gol Vietnam di laga itu dicetak oleh Doan Van Hau di menit ke-39 dan 59 serta satu gol dari Do Hung Dung di menit ke-73. Kegagalan ini membuat Indonesia kembali berpuasa medali emas di ajang olahraga tingkat Asia Tenggara itu.

Indra mengatakan timnya sudah tampil maksimal di laga itu. Bahkan anak asuhnya mampu mengendalikan permainan. Namun situasi ini justru membuat Vietnam mampu mencuri gol.

“Kami mengawali pertandingan dengan bermain terbuka, gol terjadi, dua gol dari set piece. Mungkin itu saja, jadi selamat buat Vietnam,” lanjutnya.

Meski begitu lolos ke babak final SEA Games 2019 adalah pencapaian tersendiri. Sebelumnya skuad Garuda tergabung di grup sulit yang dihuni juara bertahan Thailand.

Kiper timnas Indonesia, Nadeo Argawinata angkat bicara usai pertandingan terkait performa timnas Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah tampil maksimal. Selain itu kegagalan ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk menjadi lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya.

“Satu pembelajaran bagi kita semua. Semoga ke depannya lebih baik. Mungkin hari ini kita kurang beruntung. Kita sudah berusaha maksimal dan tidak mau mengalah di sini. Jadi, saya rasa kami sudah maksimal, mungkin keberuntungan belum berpihak ke kita,” tegas Nadeo.

Indra Sjafri yang pernah mempersembahkan gelar bersama timnas U-19 itu mengaku siap bila dirinya mendapat tanggung jawab menangani tim nasional senior. Saat ini kursi pelatih timnas senior sedang kosong menyusul pemecatan Simon McMenemy beberapa waktu lalu.

“Yang disampaikan itu tulis di koran kalau perlu di semua media di Indonesia. Tulis seperti itu (penjabaran karier Indra),” beber Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa dirinya sudah melewati berbagai proses sebagai pelatih dan sudah siap bila dipercaya memikul tanggung jawab tersebut.

“Indra Sjafri adalah pelatih yang punya proses yang baik dan sekarang siap untuk ditunjuk menjadi pelatih timnas (senior),” pungkasnya.

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia Kontra Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Tim nasional Indonesia akan berkekuatan 23 pemain saat menghadapi tim nasional Malaysia dalam lanjutan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan tersebut merupakan laga kelima bagi Indonesia di Grup G.

Pertandingan ini akan digelar di kandang Malaysia di Stadion Bukit Jalil pada Selasa, 19 November 2019. Indonesia tentu mengincar kemenangan di laga ini. Saat ini skuad Garuda menjadi penghuni dasar klasemen dengan tanpa satu poin pun dari empat laga yang telah dijalani.

Indonesia selalu kalah dalam empat pertandingan sebelumnya dengan hanya mampu mencetak tiga gold an kemasukan 14 gol. Di pertandingan terakhir, Indonesia takluk dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pertandingan yang berlangsung pada 5 September 2019 itu berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Malaysia.

Kemenangan di laga itu membuat posisi Malaysia lebih baik dari Indonesia. Malaysia yang sudah mengemas tiga poin dari tiga pertandingan berada di posisi keempat. Sementara itu posisi teratas dari grup ini ditempati Thailand yang sudah mendulang tujuh poin dari tiga pertandingan. Thailand unggul selisih gol dari Vietnam di urutan kedua.

Skuad Indonesia yang diboyong ke Malaysia didominasi muka lama. Hanya ada empat pemain yang belum merasakan pertandingan internasional di level senior.

Berikut daftar pemain Timnas Indonesia dan Malaysia:

Timnas Malaysia

Kiper: Mohd Farizal Marlias (Johor Darul Ta’zim), Muhammad Haziq Nadzli (Johor Darul Ta’zim), Mohd Khairulazhan Mohd Khalid (Selangor)

Bek: Matthew Davies (Pahang), Shahrul Mohd Saad (Perak), Muhammad Syahmi Safari (Selangor), Dominic Tan Jun Jin (Police Tero FC), Adam Nor Azlin, Mohamad Aidil Zafuan Abd Radzak, La’vere Corbin-Ong (Johor Darul Ta’zim), Matthew Davies (Pahang)

Gelandang: Mohamed Syamer Kutty Abba, Muhammad Safawi Rasid, Muhammad Akhyar Abdul Rashid, Moh Afiq Fazail, Muhammad Syazwan Andik Mohd Ishak (Johor Darul Ta’zim), Mohamadou Sumareh, Muhamad Nor Azam Abdul Azih (Pahang), Brendan Gan (Perak), Baddrol Bakhtiar (Kedah), Muhammad Danial Amier Norhisham (Felda United), Mohd Azzizan Nordin (Sabah)

Penyerang: Muhammad Syafiq Ahmad (Johor Darul Ta’zim), Norshahrul Idlan Talaha (Pahang)

Timnas Indonesia

Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija), Muhammad Ridho (Madura United), Teja Paku Alam (Semen Padang)

Bek: Otavio Dutra (Persebaya), Dedy Gusmawan (Semen Padang), Yanto Basna (Sukhotai FC), Ricky Fajrin (Bali United), Victor Igbonefo (PTT Rayong), I Putu Gede (Bhayangkara FC), Ardi Idrus (Persib), Gavin Kwan (Barito Putera)

Gelandang: T.M Ichsan (Bhayangkara FC), Bayu Pradana, Rizky Pora (Barito Putera), Septian David (PSIS Semarang), Febri Haryadi (Persib), Muhammad Tahir (Persipura), Hendro Siswanto, Dendi Santoso (Arema FC)

Penyerang: Greg Nwokolo (Madura United), Osas Marvellous Saha (Tira Persikabo), Irfan Bachdim (Bali United), Lerby Eliandry (Borneo FC).